cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
ISSN : 08536384     EISSN : 25025066     DOI : -
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider scientific activities.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
Pengaruh Kadar Protein Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Udang Windu, Penaeus monodon Fab.Transveksi Samuel Lante; Usman Usman; Asda Laining
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9936

Abstract

Udang windu transveksi merupakan udang yang menggunakan teknologi transgenetik dimana suatu teknologi rekayasa gen dengan mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) asing ke dalam tubuh udang dengan maksud memanipulasi genotipenya ke arah yang lebih baik dan selanjutnya di transmisikan ke keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang diharapkan dapat memperbaiki karakterkarakter yang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju pertumbuhan dan daya tahan tubuh udang terhadap penyakit. Namun demikian, domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan pakan komersial selama ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan udang yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein dalam pakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan udang windu transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda yaitu: 30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar 40% protein dalam pakan memberikan efi siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar 30% protein dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50% proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan sintasan yang tidak berbeda nyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu yang diberi 50% protein dalam pakan. Laju pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan kadar 40% protein dalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan sintasan yang baik pada udang windu transveksi selama 81 hari pemeliharaan dalam bak resirkulasi.Udang windu transveksi merupakan udang yang menggunakan teknologi transgenetik dimana suatuteknologi rekayasa gen dengan mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) asing kedalam tubuh udang dengan maksud memanipulasi genotipenya ke arah yang lebih baik dan selanjutnyadi transmisikan ke keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang diharapkan dapat memperbaiki karakterkarakteryang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju pertumbuhan dan daya tahan tubuh udangterhadap penyakit. Namun demikian, domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan pakankomersial selama ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan udang yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein dalam pakan yang belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dansintasan udang windu transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda yaitu:30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acakkelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar 40%protein dalam pakan memberikan efi siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar30% protein dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50% proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan sintasan yang tidak berbedanyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu yang diberi50% protein dalam pakan. Laju pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkanperbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan kadar 40% proteindalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan sintasan yang baik pada udang windu transveksi selama81 hari pemeliharaan dalam bak resirkulasi.
Penerapan Blue Economy untuk Perikanan Berkelanjutan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah Tegal Muhammad N. Misuari; Azis N. Bambang; Purwanto Purwanto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9940

Abstract

Eksploitasi terhadap sumber daya alam seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan. Blue economy dikembangkan untuk mengatasi sistem ekonomi yang cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan. Implementasi blue economy dalam pendidikan merupakan salah satu solusi melalui pembentukan karakter manusia yang mampu mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan dan strategi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan melalui blue economy di SUPM(Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Tegal. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Untuk menggambarkan hasil dari penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis SWOT dalam penentuan strategi. Pengambilan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadap implementasi blue economy di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SUPM Tegal telah menerapkan blue economy melalui kebijakan sekolah, kurikulum, teaching factory, dan sarana prasarana dengan skor nilai 76,5. Strategi sekolah dalam menerapkan blue economy melalui pemberdayaan, peningkatan, dan modernisasisarana prasarana pendidikan; peningkatan hubungan kerja sama dengan dunia usaha, orang tua peserta didik serta masyarakat kelautan dan perikanan; peningkatan kapasitas, profesionalisme, pelayanan, dan kinerjapenyelenggara pendidikan dalam rangka pengembangan kelembagaan dan good governance.Eksploitasi terhadap sumber daya alam seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan. Blue economydikembangkan untuk mengatasi sistem ekonomi yang cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan.Implementasi blue economy dalam pendidikan merupakan salah satu solusi melalui pembentukan karaktermanusia yang mampu mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji penerapan dan strategi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan melalui blue economy di SUPM(Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Tegal. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatifdan kualitatif. Untuk menggambarkan hasil dari penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisisSWOT dalam penentuan strategi. Pengambilan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadapimplementasi blue economy di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SUPM Tegal telah menerapkanblue economy melalui kebijakan sekolah, kurikulum, teaching factory, dan sarana prasarana dengan skor nilai76,5. Strategi sekolah dalam menerapkan blue economy melalui pemberdayaan, peningkatan, dan modernisasisarana prasarana pendidikan; peningkatan hubungan kerja sama dengan dunia usaha, orang tua peserta didikserta masyarakat kelautan dan perikanan; peningkatan kapasitas, profesionalisme, pelayanan, dan kinerjapenyelenggara pendidikan dalam rangka pengembangan kelembagaan dan good governance.
Produktivitas Penangkapan Ikan Pelagis di Perairan Kabupaten Sinjai pada Musim Peralihan Barat-Timur Alfa F.P. Nelwan; Muh. Nursam; Muhammad A. Yunus
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9939

Abstract

Kelompok jenis ikan pelagis kecil merupakan sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Dengan demikian perlu diketahui produktivitas penangkapan pada alat tangkap yang memproduksi jenis ikan pelagis kecil Penelitian ini menggunakan data produksi dari dua jenis alat tangkap, yaitu purse seine dan bagan rambo dengan jumlah pengambilan data selama38 trip penangkapan pada bulan Maret-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jenis ikan yang tertangkap bagan rambo sebanyak 20 jenis ikan, sedangkan purse seine sebanyak 12 jenis ikan. Terdapat 10 jenis ikan yang tertangkap purse seine maupun bagan rambo. Rata-rata produktivitas penangkapan ikan pelagis kecil pada purse seine sebesar 6,11 kg/menit, sedangkan pada bagan rambo sebesar 4,98 kg/menit. Komposisi jenis ikan hasil tangkapan,menunjukkan jenis ikan kembung lelaki dominan tertangkap dengan purse seine dan jenis ikan teri dominan tertangkap bagan rambo. Tren produktivitas penangkapan menunjukkan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya waktu. Analisis statistik uji T dua sampel bebas menunjukkan tidak terdapat perbedaan produktivitas penangkapan antara purse seine dan bagan rambo.Kelompok jenis ikan pelagis kecil merupakan sumberdaya ikan yang banyak dimanfaatkan untukmemenuhi kebutuhan pangan manusia. Dengan demikian perlu diketahui produktivitas penangkapanpada alat tangkap yang memproduksi jenis ikan pelagis kecil Penelitian ini menggunakan data produksidari dua jenis alat tangkap, yaitu purse seine dan bagan rambo dengan jumlah pengambilan data selama38 trip penangkapan pada bulan Maret-Mei 2012. Hasil penelitian menunjukkan jumlah jenis ikan yangtertangkap bagan rambo sebanyak 20 jenis ikan, sedangkan purse seine sebanyak 12 jenis ikan. Terdapat10 jenis ikan yang tertangkap purse seine maupun bagan rambo. Rata-rata produktivitas penangkapanikan pelagis kecil pada purse seine sebesar 6,11 kg/menit, sedangkan pada bagan rambo sebesar4,98 kg/menit. Komposisi jenis ikan hasil tangkapan,menunjukkan jenis ikan kembung lelaki dominantertangkap dengan purse seine dan jenis ikan teri dominan tertangkap bagan rambo. Tren produktivitaspenangkapan menunjukkan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya waktu. Analisis statistikuji T dua sampel bebas menunjukkan tidak terdapat perbedaan produktivitas penangkapan antara purseseine dan bagan rambo.
Respon Tuna Madidihang (Thunnus albacares) terhadap Umpan dan Kedalaman pada Perikanan Handline di Selat Makassar Wayan Kantun; Achmar Mallawa
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang berbeda dan kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil tangkapan. Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan Selat Makassar. Data yang digunakan berupa data primer yakni jenis umpan dan panjang tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi, tongkol, dan layang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m. Data dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang selama pengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan tongkol (2) tuna madidihang ukuran larva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang pada kedalaman 30 m; tuna madidihang ukuran juvenil (40-80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada kedalaman 37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5 m dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60 m. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman yang terbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang berbedadan kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil tangkapan. Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan Selat Makassar. Data yang digunakan berupa dataprimer yakni jenis umpan dan panjang tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi, tongkol, danlayang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m.Data dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang selamapengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan tongkol (2) tuna madidihang ukuranlarva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang pada kedalaman 30 m; tunamadidihang ukuran juvenil (40-80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada kedalaman 37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan tertangkapdengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5 m dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60m. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman yangterbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.
Pengaruh Sirip Peredam terhadap Stabilitas Kapal Pengangkut Ikan Hidup Yopi Novita; Budhi H. Iskandar; Bambang Murdiyanto; Budy Wiryawan; Hariyanto Hariyanto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9937

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pemasangan sirip peredam terhadap stabilitas kapal yang dilengkapi dengan palka bersirip peredam. Metode penelitian dilakukan dengan cara simulasi numeric dan dianalisis secara numeric-comparative. Dari hasil kajian diketahui bahwa keberadaan sirip peredam mampu mengurangi penurunan nilai lengan penegak (righting arm, GZ ), sudut oleng kapal pada saat menghasilkan lengan penegak maksimal (aGZ maks), initial GM dan peningkatan nilai rolling period.Penelitian ini mengkaji pengaruh pemasangan sirip peredam terhadap stabilitas kapal yang dilengkapidengan palka bersirip peredam. Metode penelitian dilakukan dengan cara simulasi numeric dan dianalisissecara numeric-comparative. Dari hasil kajian diketahui bahwa keberadaan sirip peredam mampumengurangi penurunan nilai lengan penegak (righting arm, GZ ), sudut oleng kapal pada saat menghasilkanlengan penegak maksimal (aGZ maks), initial GM dan peningkatan nilai rolling period.

Page 1 of 1 | Total Record : 5