cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Pertanian
ISSN : 25031279     EISSN : 25811606     DOI : -
urnal Media Pertanian dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan artikel review bidang ilmu Agronomi secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): April" : 5 Documents clear
SKARIFIKASI dan KNO3 MEMATAHKAN DORMANSI SERTA MENINGKATKAN VIABILITAS dan VIGOR BENIH AREN (Arenga pinnata Merr.) Rudi Hartawan
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.201 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i1.10

Abstract

AbtractSugar palm seed naturally have quite a long dormancy, vary from 6-12 months. It couse by strong seed cover and impermeable so that inhibits water imbibitions. The experiment aim to determine the combine of position of scarification and the best KNO3 concentration to support the germination capacity and its speed of sugar palm seed germination. The parameters measurement were take place in Basic laboratory, Batanghari University began on 25 August 2013 up to April 10, 2014. Experiment used factorial complete randomize design. The first factor is the scarification position ie; without scarification (S0), scarification on plumule (S1) and scarification on the back (S2). The second factor is soaking in KNO3 ie; control (K0), 0.5% (K1), 1% (K2) and 1.5% (K3). The parameters observed were the electric conductivity, seed imbibitions, water content, germination capacity, lengh of sprout and dry weight. The experiment result shwed that the significantly interaction among electrical conductivity, imbibitions, water conten and dry weight. Its showed that S1K2 was the best combination. On the others parameters, giving a single effect, which showed plumul scarification was better than both on the back scarification and without scarification. KNO3 was good in 1.5% without scarification. KNO3 requirement would go down to 1% if the seed scarification was applied on plumule or seed back. Germination speed of sugar palm seed had directly proportioned with imbibitions, water content and root length, but its showed inversely proportional to the electrical conductivity. Keywords: Germination, Palma, CPMG AbstrakSecara alami benih aren memiliki masa dormansi yang cukup lama, bervariasi dari 6-12 bulan. Penyebabnya adalah kulit biji yang keras dan impermeabel sehingga menghambat terjadinya imbibisi air. Percobaan yang bertujuan untuk menentukan kombinasi posisi skarifikasi dan konsentrasi KNO3 terbaik untuk mendukung daya dan kecepatan berkecambah benih aren. Kegiatan perkecambahan benih serta pengukuran Parameter dilakukan di Laboratorium Dasar Universitas Batanghari mulai tanggal 25 Agustus 2013 sampai dengan 10 April 2014. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial, faktor pertama adalah perlakuan posisi skarifikasi yaitu; tanpa skarifikasi (S0), skarifikasi pada plumula (S1) dan skarifikasi pada punggung (S2). Faktor kedua adalah perendaman dalam KNO3 yaitu, kontrol (K0), konsentrasi 0,5% (K1), konsentrasi 1% (K2), konsentrasi 1,5% (K3). Parameter yang diamati adalah daya hantar listrik, imbibisi benih, kadar air, daya kecambah, kecepatan berkecambah, panjang akar dan bobot kering kecambah. Hasil percobaan menunjukkan skarifikasi dan KNO3 memberikan interaksi yang nyata pada parameter daya hantar listrik, imbibisi, kadar air, daya kecambah dan bobot kering kecambah, dimana kombinasi S1K2 memberikan nilai terbaik. Pada parameter kecepatan berkecambah dan panjang akar, perlakuan memberikan pengaruh secara tunggal, dimana skarifikasi pada plumul relatif lebih baik daripada skarifikasi pada punggung dan tanpa skarifikasi, dan konsentrasi KNO3 yang baik adalah 1%. Dalam percobaan ini, daya kecambah tertinggi, didapat pada  KNO3 dengan konsentrasi 1,5% bila benih tanpa skarifikasi. Kebutuhan KNO3 akan menurun menjadi 1% bila benih diskarifikasi pada plumul atau punggung benih. Kecepatan berkecambah benih aren berbanding lurus dengan parameter imbibisi, kadar air benih dan panjang akar serta berbanding terbalik dengan daya hantar listrik. Kata kunci: Palma, perkecambahan, dan CPMG
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TERHADAP APLIKASI PUPUK N-P-K (12-0,6-6) Nasamsir Nasamsir
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.155 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i1.11

Abstract

AbstractThis research aims to know the oil palm seedling growth response in the main nursery toward N-P-K (12-0,6-6) fertilizer with the trademark Vedagro with different doses. The research was carried out in the Paal Merah Lama village, Southern Jambi sub district, started from 16 September until 16 Desember 2015. The research design used was Completely Randomized Design, with fertilizer dose of Vedagro as a treatment which consists of 6 levels, namely: d0 (control), d1 (5 g polybag-1), d2 (10 g polybag-1), d3 (15 g polybag-1), d4 (20 g polybag-1) and d5 (25 g polybag-1), using 4 replicates. The observed variables a plant height, totally plant leaf area, plant dry weight, and shoot-root ratio. The material used is oil palm seedlings aged 3 mounths. Data were analyzed using analysis of varians, then continued by Duncan test (DNMRT) at the 5% level. The results showed that giving real effect against the Vedagro fertilizer to plant height, totally plant leaf area, plant dry weight, and shoot-root ratio. 20 g dose of Vedagro fertilizer, showed the best effect on seeds height and dry weight, while the best effect on shoot-root ratio and  totally plant leaf area was in 15 g dose.Keywords; the growth of plants, fertilizer application AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama terhadap pemberian pupuk N-P-K (12-0,6-6) (merek dagang Vedagro) dengan dosis yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Paal Merah Lama kecamatan Jambi Selatan, mulai 16 September sampai 16 Desember 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu dosis pupuk Vedagro yang terdiri dari 6 level yaitu, d0 (kontrol), d1 (5 g polybag-1), d2 (10 g polybag-1), d3 (15 g polybag-1), d4 (20 g polybag-1) dan d5 (25 g polybag-1), dengan 4 ulangan. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun total, berat kering tanaman dan nisbah tajuk akar. Bahan yang digunakan adalah bibit kelapa sawit berumur 3 bulan. Analisis data menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan (DNMRT) pada taraf α 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Vedagro berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, luas daun total, berat kering tanaman dan nisbah tajuk akar. Pemberian pupuk Vedagro dengan dosis 20 g polybag-1 memperlihatkan pengaruh terbaik terhadap tinggi bibit dan berat kering bibit, sedangkan dosis 15 g polybag-1 menghasilkan pengaruh terbaik pada nisbah tajuk akar dan luas daun total. Kata kunci ; pertumbuhan tanaman, aplikasi pupuk
SERANGGA dan PERANANNYA DALAM BIDANG PERTANIAN dan KEHIDUPAN Araz Meilin; Nasamsir .
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.326 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i1.12

Abstract

AbstractThe insect is a group of living thing that have the largest number of species. This article was compiled by aiming literature method studies at informing the negative and positive roles of insects in a farming and life. Some insects have a positive or negative role in agriculture and life. The negative role of insects in agriculture and life as cultivation plant, as a disease vector on the plant, and it cause humand being stickness. The positive role of insect is as pollinators, as a decomposer, as predators or parasitoids, as environment bioindikator, as the producer of the useful materials and beneficial in the field of health. Keywords: insects, vectors, natural enemies, pollinators, decomposer AbstrakSerangga merupakan kelompok makhluk hidup yang memiliki jumlah spesies terbanyak. Tulisan ini disusun dari studi literatur dan bertujuan menginformasikan peran negatif dan positif serangga dalam bidang pertanian dan kehidupan.  Beberapa anggota dari serangga memiliki peranan positif maupun negatif di bidang pertanian dan kehidupan.  Peran negatif serangga dibidang pertanian dan kehidupan adalah sebagai pemakan tumbuhan budidaya, sebagai vektor penyebab penyakit pada tanaman, dan sebagai penyebab penyakit pada manusia. Peran positif serangga adalah sebagai polinator atau penyerbuk, sebagai dekomposer atau pengurai, sebagai predator atau parasitoid (musuh alami), sebagai bioindikator lingkungan, sebagai penghasil bahan-bahan berguna dan bermanfaat  dalam bidang kesehatan. Kata Kunci: serangga, vektor, musuh alami, polinator, dekomposer
SULUR PANJAT MERUPAKAN SUMBER STEK TERBAIK UNTUK PERBANYAKAN BIBIT LADA SECARA VEGETATIF Nengsih, Yulistiati; Marpaung, Ridawati; Hartawan, Rudi; ., Alkori
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.11 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i1.13

Abstract

AbstractThis research aims to get the best source of cuttings in the production of pepper seedlings. This research has been carried out in the Teluk Raya village of Kumpeh Ulu Subdistrict Muaro Jambi Regency. Research conducted for 3 months beginning in January to March 2015. Environmental complete random design was applied in the research.  The design of the treatment is the  different cuttings source, as follows: P1: a climbing vine cuttings, P2: fruit vine cuttings, P3:  hanging vine cuttings,  P4: ground vine cuttings. Each treatment was repeated four times. There are 10 pepper cuttings for each experiment unit, so that there are 160 uniform cuttings which needed in the research. It shold be taken 8 cuttings from the existing 10 cutting. The results of this research rejects the null hypothesis (H0) and receive alternative hypothesis (H1) that pepper seed growth was differ among the source of cuttings. The study also get that  climbing vine cuttings was have produce the best pepper germ and significantly differentl fruit vine cuttings, ground vine cuttings and hanging vine cuttings. The predicted superior of pepper cutting sourcing from climbing vine is the high carbohydrat and balance existing of endogen auxin and citokinin hormon, so that show balance of bud and root growth. Those growth both bud and root certaintly support the cutting growth. Keywords: plant reproduction, vegetative propagation, and hormones to grow AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sumber stek yang terbaik dalam produksi bibit lada. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Teluk Raya Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dimulai pada bulan Januari sampai Maret 2015. Rancangan lingkungan yang digunakan penelitian ini adalah rancangan lingkungan acak lengkap. Rancangan perlakuan adalah sumber stek yang berbeda, sebagai berikut: P1 : Stek dari sumber sulur panjat, P2: Stek dari sumber sulur buah, P3: Stek dari sumber sulur gantung, P4: Stek dari sumber sulur tanah. Setiap perlakuan yang dicobakan diulang sebanyak 4 kali. Sedangkan setiap satu satuan percobaan terdiri 10 stek lada, berarti stek lada yang seragam yang dibutuhkan dalam percobaan ini berjumlah 160 setek. Dari 10 stek lada pada percobaan, dengan 8 sampel stek. Hasil penelitian ini menolak hipotesis nol (H0) dan menerima hipotesis 1 (H1) bahwa pertumbuhan bibit lada berbeda antar sumber stek. Penelitian ini juga mendapatkan bahwa stek sumber sulur panjat menghasilkan bibit lada terbaik dan berbeda nyata dibandingkan stek sumber sulur buah, sulur tanah dan sulur gantung. Dugaan yang mendukung kebaikan stek lada asal sulur panjat adalah kandungan karbohidrat yang tinggi dan adanya keseimbangan hormon endogen auksin dan sitokinin sehingga terjadi kesimbangan pertumbuhan tunas dan akar. Pertumbuhan tunas dan akar inilah yang memacu pertumbuhan stek lada. Kata Kunci : Perbanyakan tanaman, pembiakan vegetatif, dan hormon tumbuh
UJI EFEKTIFITAS PENGENDALIAN GULMA SECARA KIMIAWI dan MANUAL pada LAHAN REPLANTING KARET (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) di DUSUN SUKA DAMAI DESA PONDOK MEJA KABUPATEN MUARO JAMBI Hayata Hayata; Araz Meilin; Tari Rahayu
Jurnal Media Pertanian Vol 1, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.924 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v1i1.14

Abstract

AbstractThe purpose of this research was to know: 1) weed dominancy in rubber replanting plantations before controlling, 2) weed control effectiveness both is chemically and manualy, 3) difference weed SDR value after the chemically and manualy. This research was conducted in comunity control have been done Plantation area eg. Suka Damai  Pondok Meja village, Mestong district, Muaro Jambi Regency, Jambi province. . Research conducted for ± 2 months ( December 2014 to January 2015). Experiment using a completely randomized design with  four treatment, namely : P0: control(without treatment), P1: parakuat dichloride  dose of 6 ml 2400 ml-1 water for treatment plots, P2: glyphosate isopropyl amine  dose of 6 ml 2400 ml water-1 for treatment plots, P3: manualy control by pulling. Each treatment has four times replication. Dominant weed acreage replanting of rubber Suka damai before treatment weed control is Euphorbia hirta (SDR 29.02%), Cleome rutidospermae (SDR 19.70 %), Paspalum conjugatum (SDR 12.82%), Cyperus pilosus (SDR 7.99%), and Clidemia hirta (SDR 6.49%). Chemically weed control treatment with the herbicide paraquat and glyphosate herbicides are more effective in suppressing the growth of new weed than manually treatment. There is a difference SDR value after being given by chemically and manually weeds controling treatment the most dominant weed, Euphorbia hirta has increased from 29.02% to 45.80%, Cleome rutidospermae weed has decreased the SDR value from 19.70% to 15.26%. Keywords : herbicides, dominant weeds, rubber tree, SDR AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) dominansi gulma di perkebunan replanting karet sebelum pengendalian, 2) efektifitas pengendalian gulma secara kimiawi dan manual, 3) perbedaan nilai SDR gulma yang tumbuh setelah dilakukan pengendalian secara kimiawi dan manual. Penelitian dilakukan di areal perkebunan rakyat replanting berumur 3 tahun dusun Suka damai desa Pondok Meja, kecamatan Mestong, kabupaten Muaro Jambi, provinsi Jambi.. Penelitian dilakukan selama ± 2 bulan mulai bulan Desember 2014 sampai bulan Januari 2015. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat perlakuan, terdiri dari : P0: kontrol (tanpa perlakuan), P1: parakuat diklorida 6 ml 2400 ml-1 air per petak perlakuan, P2: isopropyl amina glifosat 6 ml 2400 ml air-1 per petak perlakuan, P3: pengendalian manual dengan cara dicabut. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali Gulma dominan pada areal replanting karet dusun Suka damai sebelum perlakuan pengendalian gulma adalah Euphorbia hirta (SDR 29,02%), Cleome rutidospermae (SDR 19,70%),  Paspalum conjugatum (SDR 12,82%), Cyperus pilosus (SDR 7,99%), dan Clidemia hirta (SDR 6,49%). Pengendalian gulma secara kimiawi dengan herbisida paraquat dan herbisida glifosat lebih efektif menekan pertumbuhan gulma baru dibanding pengendalian gulma secara manual. Terdapat perbedaan nilai SDR setelah perlakuan pengendalian gulma secara kimiawi dan manual pada gulma yang paling dominan, Euphorbia hirta mengalami peningkatan dari 29,02% menjadi 45,80%, gulma Cleome rutidospermae mengalami penurunan nilai SDR dari 19,70% menjadi 15,26%. Kata kunci ; herbisida, gulma dominan, tanaman karet, SDR

Page 1 of 1 | Total Record : 5