cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Pertanian
ISSN : 25031279     EISSN : 25811606     DOI : -
urnal Media Pertanian dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dan artikel review bidang ilmu Agronomi secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): April" : 5 Documents clear
UJI LAPANG BAHAN ORGANIK MASUKAN RENDAH PADA BERBAGAI METODE APLIKASI PEMUPUKAN MELAUI TANAH DAN DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glicyne max (L.) Merril) DI TANAH ULTISOL Zul Fahri Gani; Nasamsir Nasamsir
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.719 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.76

Abstract

Penelitian bertujuan untuk  menguji pengaruh penggunaan bahan organik masukan rendah pada berbagai metode aplikasi pemupukan melalui tanah dan daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah Ultisol sehingga dihasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman Kedelai terbaik. Uji lapang dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi. Percobaan berlangsung selama enam bulan, mulai bulan Mei – Oktober 2017. Benih Kedelai yang digunakan adalah varietas Rajabasa yang diberi perlakuan pemberian bahan organik (0-5 ton ha-1) yang diuji pada berbagai cara aplikasi pemupukan anorganik lewat tanah (2/3 dosis diberi saat tanam dan 1/3 dosis diberi saat memasuki fase reproduktif) dan pemupukan lewat daun (pagi dan sore hari).  Analisis data dilakukan melalui pendekatan uji ragam dan uji beda DNMRT pada taraf α 0.05. Berdasarkan hasil percobaan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut, 1) Pemberian bahan organik masukan rendah pada tanaman Kedelai memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kedelai yang disertai dengan cara aplikasi pemupukan yang tepat. 2) Pemberian bahan organik sebanyak 5 ton ha-1 yang diiringi dengan pemberian pupuk N,P, dan K 2/3 dosis saat tanam dan 1/3 dosis saat memasuki fase reproduktif yang disertai pemberian pupuk daun pagi dan sore hari memberikan hasil tertinggi pada variabel pertumbuhan, jumlah klorofil dan kandungan N daun, hasil tanaman serta bobot 100 butir biji, tetapi variabel pengamatan umur berbunga, mengalami perlambatan dibanding cara aplikasi pemupukan lainnya.Kata Kunci: Kedelai, Bahan Organik, Aplikasi Pupuk Melalui Tanah dan DaunABSTRACTThe study aims to examine the effect of low input organic matter on various methods of application of soil and leaf fertilization on the growth and yield of soybean plants in Ultisol so that the best soybean plants are grown and produced. Field tests were carried out at the Jambi University Faculty of Agriculture Experimental garden, Mendalo Indah Village, Muaro Jambi Regency. The experiment lasted for six months, starting in May - October 2017. The Soybean seeds used were Rajabasa varieties treated with organic materials (0-5 tons ha-1) which were tested in various ways the application of inorganic fertilizers through the soil (2/3 doses given during planting and 1/3 dose given when entering the reproductive phase) and fertilization through leaves (morning and evening). Data analysis was carried out through F- test  and DNMRT- test at the level of α 0.05.Based on the results of the experiment, some conclusions can be drawn as follows, 1) Giving low input organic matter to soybean plants gives a better influence on the growth and yield of soybean plants which is accompanied by proper application of fertilization applications. 2) Giving organic material as much as 5 tons ha-1 accompanied by administration of N, P, and K fertilizers 2/3 doses and 1/3 dose when entering the reproductive phase accompanied by the administration of morning and evening leaf fertilizers giving the highest yield on variable growth, amount of chlorophyll and leaf N content, plant yields and weight of 100 seeds, but the flowering age observation variable slowed compared to other fertilizer application methods.Keywords: Soybeans, Organic Ingredients, Application of Fertilizers Through Soil and Leaves
PEMBERIAN STIMULAN PADA BIDANG SADAP DALAM MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN KUALITAS LATEKS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis (Muell. Arg.) Hayata Hayata; Yulistiati Nengsih; Rahmanto Wibowo
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.705 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.79

Abstract

Production increasing of latex on rubber plants can be increased by using a stimulants. One of it  is Vicar 10 SL. The purpose of this study was to find out the effect of Vicar 10 SL on the production and quality of latex. This research was carried out in the Kasang Parit Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, and the Goods Quality Control and Certification Center on Industry and trade department   in Jambi Province. The study was conducted in July to August 2017. The design used was a completely randomized design with one treatment factor as the Vicar 10 SL application with four levels of treatment, namely; Without treatment (V0/control), 1 ml/Tree (V1), 2 ml/tree (V2), 3 ml/tree (V3). There were 4 times  repeatation on each treatment. Using  fingers, a Vicar 10 SL solution was applied to the tapping groove which was adjusted to the treatment, and allowed to keep it 24 hours. Tapping is done in the next morning, by following the grooves and be stored in a cup and left until the latex stoped dripping. Vicar was given once a week during 30 days. Tapping was done 3 times a week. The variables observed were latex production (gram/tree/day), dry rubber content (%), latex ash content (%), and latex dirt content (%). Vicar giving 10 SL in the tapping site with a dose of 2 ml / tree gave the highest yield of latex production (93.38 grams / tree / day) and dry rubber content (75.50%) and was significantly different compared to the other treatments. Vicar giving 10 SL in tapping site had no significant effect on latex dirt content and latex ash contentKeywords: Latex, stimulant, product and quality Abstrak Peningkatan produksi lateks pada tanaman karet dapat ditingkatkan dengan menggunakan stimulan. Salah satu pemakaian yang digunakan adalah Vikar 10 SL. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui penggunaan stimulan pada bidang sadap dalam mempengaruhi produksi dan kualitas lateks. Penelitian ini dilakukan di Desa kasang Parit Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi, dan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Disperindag Propinsi Jambi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan pemberian stimulan (Vikar 10 SL) dengan empat taraf perlakuan  yaitu; Tanpa perlakuan (V0/kontrol),  1 ml/ Pohon (V1),  2 ml/pohon (V2), 3 ml/pohon  (V3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Dengan menggunakan jari dioleskan larutan Vikar 10 SL pada alur sadap  yang disesuaikan dengan perlakuan, dan didiamkan selama 24 jam. Penyadapan dilakukan pada pagi hari esoknya, dengan mengikuti alur torehan dan ditampung dalam cawan dan dibiarkan sampai lateks berhenti menetes. Pemberian Vikar dilakukan sekali 7 hari selama 30 hari. Penyadapan dilakukan  3 kali dalam seminggu. Peubah yang diamati adalah produksi lateks (gram/pohon/hari)), kadar karet kering (%), kadar abu lateks (%), kadar kotoran lateks (%). Pemberian stimulan (Vikar 10 SL) pada bidang sadap dengan dosis 2 ml/pohon memberikan hasil yang tertinggi terhadap produksi lateks 93,38 gram/pohon/hari dan kadar karet kering 75,50 % dan berbeda nyata bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pemberian stimulan (Vikar 10 SL) pada bidang sadap berpengaruh tidak nyata terhadap kotoran lateks dan kadar abu lateksKata kunci :Lateks, stimulan, produksi dan kualitas
SURVEI SERANGAN HAMA PADA PERKEBUNAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PROVINSI JAMBI Rizaldi Adrian; Nasamsir Nasamsir; Araz Meilin
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.395 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.77

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Asam Kabupaten Kerinci, Desa Siulak Kecil Hilir, Hamparan Sungai Bermas, Kabupaten Kerinci, Desa Tangkit Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Sungai Buluh Kabupaten Batanghari. Dari analisis data yang didapatkan dari pemasangan dua perangkap yellow trap dan pitfall, hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab dari serangan penggerek batang Tebu adalah Kumbang (Rhabdoscelus obscurus) termasuk dalam family Curculionidae dan subfamily Rhynchophorinae Ordo Coleoptera , diindikasikan hama tersebut merupakan hama utama pada tanaman Tebu yang pradewasanya dikenal juga dengan hama uret. Hama uret ini dapat merusak bagian dalam batang tanaman tebu hingga menyebabkan kematian.Key words : tanamana Tebu, Rhabdoscelus obscures. RhynchophorinaeABSTRACTThis research was carried out in Sungai Asam Village, Kerinci Regency, Siulak Kecil Hilir Village Sungai Bermas , Kerinci District, Tangkit Village, Muaro Jambi Regency, and Sungai Buluh Village, Batanghari Regency.  Analysis of the data obtained from the installation of two yellow trap and pitfall traps, identification results indicate that the cause of the attack of sugarcane stem borer is the Beetle (Rhabdoscelus obscurus) included in the family Curculionidae and subfamily Rhynchophorinae Ordo Coleoptera indicated that these pests are the main pests in sugarcane plants which are commonly known as uret pests. This uret pest can damage the inside sugar cane stems to cause death.Key words : sugarcane, Rhabdoscelus obscures. Rhynchophorinae
NISBAH KESETARAHAN LAHAN POLIKULTUR PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KELAPA DALAM (Cocos nucifera L.) DAN PINANG DENGAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Rudi Hartawan; Fathul Hariadi
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.232 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.78

Abstract

Polikultur tanaman Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit dengan tanaman Pinang merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas lahan dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian bertujuan untuk membandingkan NKL polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Pelaksanaan penelitian di Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Pengumpulan data mengunakan metode survey pada lahan-lahan petani yang ditanami Pinang, Kelapa Dalam, dan Kelapa Sawit monokultur dan polikultur. Lokasi penelitian di pilih secara sengaja karena pada lokasi-lokasi tersebut terdapat budidaya polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam dan Pinang dengan Kelapa Sawit. Peubah yang diamati yaitu; fisik tanaman dan umur berbuah, estimasi produksi (kg ha-1), produktivitas (kg ha-1 th-1). Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis statistika dengan metode deskriptif dalam bentuk tabulasi dan analisis inferensi dengan uji t berpasangan dengan taraf α 0,05%. Dari hasil penghitungan nilai NKL diperoleh nilai polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam 1,19 dan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit 1,10. Data ini mengambarkan bahwa polikultur Pinang dengan Kelapa Dalam lebih menguntungkan 9% dibandingkan polikultur Pinang dengan Kelapa Sawit.
PERTUMBUHAN BIBIT KOPI LIBERIKA TUNGKAL KOMPOSIT PADA BERBAGAI MEDIA TANAM Yulistiati Nengsih; Yuza Defitri
Jurnal Media Pertanian Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.547 KB) | DOI: 10.33087/jagro.v4i1.74

Abstract

Good planting media is a medium that is able to provider water and nutrients is sufficient quantities for plant growth. This can be found on soils with good air conditioning, has a solid aggregate, good water holding ability and room for sufficient rooting. Proper use of media will provide optimal growth for the plants. This study aims to determine the best planting medium to support the growth of coffe seedling Liberika Tungkal Komposit. The research was conducted in the experimental garden Pijoan, University Batanghari Jambi. From March to May 2017. The research design in this experiment was planting  medium with complete randomized environmental design (RAL). The treatment is : M0 = plant medium 100% peat soil, M1 = plant medium 100% ultisol soil, M2 = planting medium 50% untisol soil + 50% rice husk charcoal, M3 = planting medium 50% ultisol soil + 50% cocopeat, M4 = planting medium 50% ultisol soil + 50% river sand, M5 = planting medium 50% peat soil + 50% rice husk charcoal, M6 = planting medium 50% peat soil + 50% cocopeat, M7 = planting medium 50% peat soil + 50% river sand. Parameter observed were plant height, stem diameter, root length, crown dry weight, root dry weight, root canopy ratio, total dry weight, quality index, initial pH media and final pH media. The result showed that the ultisol 100% ultisol garden media gave the heighes seed growth value based on single parameter ie plant height, stem diameter, root lenght, crown dry weight, root dry weight, root canopy ratio, total dry weight, and initial media pH and treatment integrated quality index that indicates that the seed is most ready to be moved to the field.Keywords: nurseries, plantations, coffee AbstrakMedia tanam yang baik adalah media yang mampu menyediakan air dan unsur hara dalam jumlah cukup bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat ditemukan pada tanah dengan tata udara yang baik, mempunyai agregat mantap, kemampuan menahan air yang baik dan ruang untuk perakaran yang cukup.Penggunaan media yang tepat akan memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman. Percobaan bertujuan untuk mengetahui media tanam yang paling baik untuk menunjang pertumbuhan bibit kopi Liberika Tungkal Komposit. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari di Pijoan, Muaro Jambi. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2017. Percobaan menggunakan rancangan lingkungan acak lengkap dan rancangan perlakuan media tanam (M) sebagai berikut: M0 = 100% gambut, M1= 100% tanah jenis ultisol, M2= 50% tanah jenis ultisol + 50% arang sekam padi, M3= 50% tanah jenis ultisol + 50% cocopeat, M4 = 50% tanah jenis ultisol + 50% pasir sungai, M5= 50% tanah gambut + 50% arang sekam padi, M6= 50% tanah gambut + 50% cocopeat, M7= 50% tanah gambut + 50% pasir sungai. Parameter yang diamati adalah pH awal dan pH akhir media, tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah tajuk akar, bobot kering total dan indek kualitas. Hasil percobaan menunjukkan media tanam 100% tanah jenis ultisol  menghasilkan pertumbuhan bibit tertinggi berdasarkan parameter tunggal yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah tajuk akar, bobot kering total dan parameter terintegrasi yaitu indeks kualitas.Kata kunci:  pembibitan, perkebunan, kopi

Page 1 of 1 | Total Record : 5