cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau
ISSN : 25034766     EISSN : 25978837     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal akuakulktur sungai dan danau merupakan jurnal ilmiah yang diperuntukkan untuk bidang ilmu perikanan budidaya khusus tema kajian perairan sungai dan danau. Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasi-hasil penelitian lingkup bidang ilmu perikanan budidaya yang dapat bersumber dari para penulis dari berbagai instansi. Jurnal ini dibentuk oleh tim redaksi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari bersama dengan tim mitra bestari. Jurnal akuakultur sungai dan danau diterbitkan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021): April" : 5 Documents clear
Pengaruh Pemberian Kapur Pada Air Gambut Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Shinta S Monalisa; Maryani Maryani; Kamisa Rumapea
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v6i1.84

Abstract

This research was conducted to determine the effect of giving different lime on the survival rate and growth of snack head seeds. This writing uses a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The hypothesis being tested was that the application of the limed lime had no significant effect on survival rate, the growth of snack head seed and the specific growth rate and lime administration differed significantly in feed conversion. The study was conducted at the Wet Aquaculture Laboratory, Palangka Raya University starting from February 3 - March 3, 2020. The results showed that the administration of different lime had no significant effect on survival rate, growth and specific growth rates but had a significant effect on feed conversion. The best survival rate of snack head seeds is in treatment D (250 g) that is equal to 57.73%, the best weight growth is in treatment C (200 G) that is equal to 3.16 grams, the best length growth is in treatment D (250 g) that is 2.57 cm, the best specific growth rate is in treatment D (250 g) which is 2.92% / day, and the best feed conversion value is in treatment D (250 g) which is 1.47%. Water quality such as temperature, acidity (pH) and dissolved oxygen (DO) are still in the normal range.
PENGGUNAAN METIONIN DAN LISIN PADA PAKAN MANDIRI BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN PADA PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) ediwarman ediwarman; Syahrizal Syahrizal; Novita Panigoro
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v6i1.85

Abstract

Asam amino metionin dan lisin pakan unsur protein penting pertumbuhan ikan. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunan metionin dan lisin pada pakan mandiri berbasis bahan baku lokal terhadap performan pertumbuhan ikan patin siam (Pangasianodon hypophtalmus). Sebanyak1.020 ekor ikan patin dengan bobot± 7,98 gramam/ekor dipelihara dalam 12 unit hapa (2x2x1,2 m, p x l x t) secara RAL dengan padat tebar 85 ekor/hapa. Tingkat penggunaan metionin dan lisin dalam formulasi pakan adalah sebagai berikut : Perlakuan A (metionin 0% + lisin 0%),  B (metionin 0% + lisin 0,2%), C (metionin 0,2% + lisin 0,3%) dan D (metionin 0,2% + lisin 0,5%). Selama 56 hari pemeliharaan, sintasan tidak berpengaruh terhadap tingkat pemberian metionin dan lisin dalam pakan pada pembesaran ikan patin. Hasil penelitian memberikan rerata bobot akhir ikan meningkat dengan meningkatnya tingkat pemberian metionin dan lisin dalam pakan yaitu sebesar 22,53; 22,54; 23,09 dan 24,78 gram/ekor secara berturut-turut. Sedangkan pertumbuhan (SGRAM) berkisar antara 1,84 – 2,03g.hari-1, dengan konversi pakan (FCR) berkisar antara 2,60 - 2,72. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa untuk mandapatkan laju pertumbuhan spesifik (SGRAM) yang terbaik penggunaan metionin dan lisin dalam pakan mandiri pada pembesaran ikan patin siam sebesar 0,2% dan 0,5% dengan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 2,61
INTEGRASI BUDIDAYA IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DAN TANAMAN AIR PADA PEMELIHARAAN SISTEM AKUAPONIK muarofah ghofur; Nur Rizki; Muhammad Sugihartono
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v6i1.86

Abstract

The purpose of this study is to find out whether the integration of catfish cultivation (P. hypophthalmus) and aquatic plants in the maintenance of aquaponic systems in order to produce high fish survival. The research was conducted using a Complete RandomIzed Design (RAL) environmental design with 4 (four) treatments and 3 (three) replays, each of these treatments is :P A behavior: 10 plant stems / holes and 2 fish / liter, Treatment B : 10 plant stems / holes and 3 fish / liters, Treatment C : 10 plant stems / holes and 4 fish / liter, Treatment D : 10 plant stems / holes and 5 fish / liter. The observed parameters are survival, growth and measurement of water quality. The results showed that the survival rate of catfish was 85.18%, 2.38 cm for length gain and weight gain of 2.80 g
PENGGUNAAN ALGA GEL (NATACLHORELLA) DALAM LARVA REARING UNTUK MENINGKATKAN SURVIVAL RATE BENIH KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus) irawati irawati; Damaris Payung
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v6i1.87

Abstract

Kondisi Pulau Ambon yang sering hujan memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi kegiatan pembenihan di BBL-Ambon. Hal ini disebabkan perkembangan fitoplankton yang merupakan makanan alami bagi pertumbuhan larva dan benih tidak optimal dan mengalami kematian. Keterbatasan ketersediaan fitoplankton dapat menyebabkan kegagalan dalam kegiatan pembenihan secara keseluruhan. Ini karena fungsi dari fitoplankton sangat vital bagi kelangsungan hidup larva. Fitoplankton selain berfungsi sebagai makanan zooplankton juga menstabilkan kualitas air media pemeliharaan. Natachlorella merupakan salah produk dari fitoplankton yang dipadatkan dari jenis Chlorella dalam bentuk gel. Penggunaannya kini semakin berkembang di instalasi pembenihan pada saat kondisi musim hujan dan intensitas matahari rendah.Penggunaan natachlorela dalam pembenihan kerapu sunu belum pernah dilakukan, ini karena perkembangan pembenihan kerapu sunu yang belum berkembang optimal. Untuk itu dalam kegiatan pembenihan kerapu sunu dalam kondisi hujan BBL-Ambon menggunakan natachlorela yang dilarutkan dalam media pemeliharaan.Kegiatan ini dilakukan selama 3 siklus pemijahan dari bulan Oktober – Desember 2012. Pemberian plankton (natadechlorella sp) dilakukan pada umur larva D2  sebanyak 1 kali sehari dan diberikan pada waktu pagi hari. Ketika larva berumur D3 - D25 plankton diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), dengan dosisi 20 ml/10 ton air laut.Hasil yang diperoleh dari 3 bulan siklus pemijahan adalah 1020 ekor benih kerapu sunu (P. leopardus) ukuran 3 cm
LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BARONANG Siganus canalicalatus YANG DIBERI JENIS PAKAN DAN FREKUENSI YANG BERBEDA DI KERAMBA JARING APUNG Naiboki Salampessy; irawati irawati
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 6, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v6i1.88

Abstract

This research is about "Growth Rate and Survival Rate of Baronang Siganus canaliculatus Fish Given Different Types of Feed and Frequency in the Floating Net Cages. The research lasted as long as for 6 (six) months from May to October 2018.The design of this study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) using 2 factors as treatment, namely: (1) 50% of the trash fish, 50% papaya leaves, and 25% trash fish & 75% papaya leaves. (2) the frequency of feeding once, the frequency of feeding 2 times and the frequency of feeding 3 times. This treatment is to see whether there is a significant difference between the treatment of growth rate and survival rate of baronang fish (Siganus canaliculatus) as the research sample. From the research data analyzed using ANOVA, it was found that the type of feed and the frequency of distribution had a significant effect on the growth rate. Based on statistics, the results of this study showed no significant effect between treatments on growth, survival and FCR. Feeding with a composition of 50% trash fish and 50% papaya leaves with a frequency of 3 times gave the highest growth rate, survival and FCR values for rabbit fish (Siganus canaliculatus) rearing for 120 days in Floating Net Cages

Page 1 of 1 | Total Record : 5