cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2019)" : 9 Documents clear
Pemetaan Kesiapsiagaan Komunitas Di SMP/MTs Muhammadiyah Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Karanganyar Maria Al Khusna; Fatimah Rizki Wulandari; Eny Susilowati; Fitria Febri Setiani; Retno Sarinastiti; Ilham Yoga Pramono
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.590

Abstract

Pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana tanah longsor dikalangan komunitas sekolah sangatlah penting agar setiap komunitas sekolah memiliki pengetahuan, serta tindakan yang tepat sehingga terhindar dari dampak jika terjadi bencana tanah longsor. Apalagi bencana tanah longsor bisa saja terjadi pada saat berada di sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan memetakan kesiapsiagaan komunitas SMP/MTs Muhammadiyah dalam menghadapi bencana tanah longsor di Kabupaten Karanganyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuisioner dari LIPI. Sampel penelitian ini terdiri dari 275 guru dan 562 siswa yang berada di SMP/MTs Muhammadiyah Karanganyar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesiapsiagaan bencana siswa di sebagian besar SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar dalam menghadapi bencana tanah longsor tergolong baik. Hal ini dibuktikan dengan tingginya presentase angka kesiapsiagaan pada siswa sebesar 62,8%. Tingkat kesiapsiagaan dari pihak sekolah belum siap untuk mendukung siswa dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana karena tingkat kesiapsiagaan bencana yang dimiliki oleh guru masih sangat rendah dengan presentase tingkat pengetahuan rata–rata sebesar 27,47%. Rendahnya pengetahuan kebencanaan yang dimilki oleh guru berdampak pada pengetahuan yang dimiliki siswa, sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh guru.
Analisis Perbandingan Tingkat Pengetahuan Peringatan Dini Disekolah Muhammadiyah Di Kabupaten Karanganyar Maharani Retno Wulandari; Araa Reda Astara; Nur Zahro Madya A; Mohammad Anggit Setiawan; Muhammad Taufiq Ismail Arsyad; Farizki Yunarta
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.591

Abstract

Abstract Landslide disasters currently happens a lot in indonesia. One of them, namely the region of karanganyar Regency. The high rainfall intensity and geographical location greatly affects the occurrence of landslide. Landslides caused an awful lot of loss both economically, socially and casualties. Therefore need for early warning systems to mitigate the effects caused. Knowledge of early warning can prepare individuals to be more prepared in the face of disaster. Implementation of effective to transfer the knowledge of landslide early warning through the school. That is because the school has a younger generation of potential as agents of change. Therefore the purpose of this research is to know the level of knowledge of early warning in 33 schools in Karanganyar Regency, so by understanding the level of knowledge of early warning can be used as guidelines for further policy. This research uses descriptive quantitative methods with data analysis using microsoft excel. Of the 33 schools, which provided the sample noted that 27 have low knowledge levels and 6 among them has a moderate level of knowledge. Many factors affect the low level of knowledge of early warning is a lack of disaster material and dissemination of disaster affects the level of knowledge. Key words: early warning, disaster, landslide, school, preparedness Abstrak Bencana tanah longsor saat ini marak terjadi di indonesia. Salah satunya yaitu wilayah kabupaten karanganyar. Intensitas curah hujan yang tinggi dan letak geografis sangat mempengaruhi terjadinya bencana longsor. Tanah longsor tidak hanya mengakibatkan kerugian secara finansial, akan tetapi banyak sekali kerugian yang ditimbulkan seperti korban jiwa, dan sosial. Maka dari itu perlu adanya sistem peringatan dini untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Pengetahuan akan peringatan dini dapat mempersiapkan individu agar lebih siap dalam menghadapi bencana. Pengimplementasian yang efektif untuk menyalurkan pengetahuan akan peringatan dini bencana longsor yaitu melalui sekolah. Hal tersebut dikarenakan sekolah memiliki generasi muda yang berpotensi sebagai agent of change. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan peringatan dini di 33 sekolah di Kabupaten Karanganyar, sehingga dengan mengerti tingkat pengetahuan akan peringatan dini dapat dijadikan pedoman untuk kebijakan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis data menggunakan microsoft excel. Dari ke 33 sekolah yang dijadikan sample diketahui bahwa 27 diantaranya memiliki tingkat pengetahuan yang rendah dan 6 diantaranya memiliki tingkat pengetahuan sedang. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pengetahuan peringatan dini salah satunya kondisi siswa yang cenderung belum matang dan kurangnya materi kebencanaan dan sosialisasi tentang kebencanaan mempengaruhi tingkat pengetahuan. Kata Kunci: Peringatan dini, bencana, tanah longsor, sekolah, kesiapsiagaan
Konstruksi Tes Kemampuan Berpikir Spasial Model Sharpe-Huynh Muhammad Aliman; Takhiyattul Ulfi; Syahril Lukman; Hujairah Hi Muhammad
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.256 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.738

Abstract

Not yet known the basic ability of spatial thinking of high school students at the beginning of the meeting. Resulting in geography learning that is done is not in accordance with the needs of students. Valid test instruments are needed to determine students' spatial thinking skills. This study aims to develop a spatial thinking ability test instrument from indicators developed by Sharpe and Huynh. The quantitative descriptive method was used in this study to test the validity, reliability, different items, the level of difficulty, and the correlation between items using ANATES software version 4.0.9. The results of the study showed that as many as 25 items of feasible questions were used to measure the spatial thinking skills of high school students. The ability of spatial thinking possessed by students can be improved and developed by applying geography learning in accordance with the capacity of spatial thinking abilities.
Meningkatkan Keterampilan Guru Menggunakan Model Pembelajaran Melalui MGMP Di Kabupaten Bengkulu Utara Sukardi Sukardi
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.982 KB)

Abstract

Tujuan Penulis adalah untuk mengetahui ketrampilan guru dalam menggunakan model pembelajaran Matematika yang dibuat oleh guru,diperoleh informasi bahwa pencapaian kompetensi oleh siswa sebagaimana dituangkan dalam KKM di sekolah-sekolah dalam wilayah Bengkulu Utara khususnya pada mata pelajaran Matematika rata-rata di bawah KKM. Disamping itu hasil supervisi yang diadakan pada bulan Oktober 2015 memberi kesimpulan bahwa guru Matematika pada sekolah-sekolah tersebut tidak melaksanakan dengan sempurna model pembelajaran yang telah mereka tuangkan dalam rencana persiapan pembelajarannya.Permasalahan yang telah ditemukan di lapangan akan dapat dipecahkan berdasarkan kajian teori yang telah dikemukakan terdahulu yaitu melaksanakan kegiatan workshop tingkat kabupaten untuk guruguru Matematika yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2018.Pelaksanakan kegiatan workshop dengan mengikuti prosedur kegiatan seperti di atas akan memberikan keterampilan kepada peserta workshop dalam hal langkah-langkah penggunaan model pembelajaran yang tepat, sehingga memberikan nuansa pembelajaran yang mengaktifkan siswa yang pada gilirannya memberikan hasil pencapaian KKM yang memuaskan.
Studi Keunggulan Wilayah dan Komoditi Hortikultura Di Daerah Lembah Gumanti Kabupaten Solok Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.736 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengungkap: keunggulan wilayah, dan komoditas hortikultura yang berpotensi indikasi geografi. Penelitian dilakukan dengan metode kuntitatif dan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan mulai; reduksi data, pengolahan data, display data, pengambilan keputusan penyajian secara deskriptif. Penggunaan nama Lembah Gumanti oleh Niniak Mamak terdahulu berazas alam takambang jadi guru. Maksudnya, pemberian nama Lembah Gumanti telah sesuai kriteria topografi yang menunjukkan konsep cekungan yang disebut Lembah Gumanti. Posisinya terletak arah selatan-tenggara Gunung Talang, dan dikelilingi bukit barisan di arah barat, selatan, dan timur. Daerah ini bagian dari patahan Danau Talang yang membujur kearah Segmen Suliti di Selatan. Jenis tanah terdiri dari tanah aluvial, regosol, andosol, dan podsolik merah kuning dengan tingkat keasaman (pH) antara 4–5,5. Iklim daerah Lembah Gumanti pada klasifikasi Oldeman termasuk zona E2 dengan temperatur rata-rata 18,50C dan curah hujan rata-rata 2067 mm. Semua tanaman hortikultura hidup baik di daerah ini. Komoditas hortikultura yang menjadi buah bibir (punya reputasi), karakteristik, dan kualitas baik adalah bawang merah, cabe keriting, kentang, markisah, dan terung Belanda. Penduduk sebagai pengelola faktor alam dan tanaman di Lembah Gumanti berkualifikasi pendidikan Tidak Tamat SD, Tamat SD, dan Tamat SMP berjumlah 79,14%. Sesuai kualifikasi pendidikan, jelas kemampuan memproduksi bawang merah bekualitas sulit terjadi, petani belum paham kaidah GAP, GHP dan GMP. Tata kelola penjualan komoditas belum menguntungkan petani, karena ada peran Anak Randai membeli komoditas petani dan menjualnya kepada toke.
Strategi Penghidupan Masyarakat Transmigran Pada Pemanfaatan Lahan di Upt Durian Amparan Bengkulu Utara Yanmesli Yanmesli
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.466 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.597

Abstract

-
Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Kelas V Sekolah Dasar Dalam Model Pembelajaran Kooperatif Kamat Kamat
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.99 KB)

Abstract

Penelitian menidentifikasi kemampuan guru dalam menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal ini terbukti tidak adanya guru yang mengajukan proposal penelitian tindakan kelas dalam 2 tahun terakir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penerapan bimbingan kelompok dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan proposal PTK. Penelitian ini dilaksnaakan dalam proses bimbinganya pada pertemuan rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP Neger 06 Seluma. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini sebanyak dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil dalam penelitian adalah : 1). Indikator keberhasilan dalam penelitian adalah : jika > 10 % dari jumlah peserta pembimbingan telah memperleh nilai rata-rata ? 85, 2). siklus II diperoleh data observasi pengawas (4,22), observasi guru (4,14), hasil kerja secara klasikal (84,02). Indikator keberhasilan telah terlampaui Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dinyatakan berhasil. 3). Bimbingan kelompok sangat efektif dalam upaya meningkatkan kompetensi dalam penyusunan proposal PTK mencapai 90 % dari jumlah peserta telah berhasil menyusun proposal PTK sesuai harapan.
Model Problem Based Learning Berbasis Scientific Approach Dalam Meningkatkan Karakter Rasa Ingin Tahu Dan Peduli Lingkungan Siswa Zukya Rona Islami; Ramdan Afrian
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.169 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i1.665

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Kota Langsa pada mata pelajaran Geografi dengan tujuan untuk meningkatkan Karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian ini memiliki empat fase, mereka sedang merencanakan, bertindak, mengamati, dan merenung. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif metode. Validitas data diverifikasi melalui teknik triangulasi data metode pengumpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa dari kegiatan pra siklus hingga siklus ketiga. Peningkatan karakter rasa ingin tahu lebih cepat terlihat dibandingkan karakter peduli lingkungan. Berdasarkan hasil penelitia maka penerapan PBL berbasir Scientific Approach mampu meningkatkan karakter rasa ingin tahu dan peduli lingkungan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Langsa. Peningkatan karakter siswa dapat terbentuk karena diberikan permasalahan yang dekat dengan keseharian siswa dan pemecahan masalah dilakukan secara ilmiah. Hal tersebut terlihat pada peningkatan karakter keingintahuan siswa yang meningkat pada siklus kedua saat permasalahan yang diberikan dekat dengan siswa. Sedangkan dalam hal pembentukan karakter peduli lingkungan sepertinya membutuhkan waktu yang lebih lama dan pembiasaan agar dapat terbentuk secara perlahan. Terbukti pembentukan mencapai posisi terbaik pada saat siklus ketiga dilaksanakan.
Model Pembelajaran Inquiry untuk meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri 59 Bengkulu Utara Lindawati Lindawati
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.309 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran IPS agar dapat menyenangkan dan membuat siswa menjadi aktif. Menerapkan model penelitian Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kelas V SD Negeri 59 Bengkulu Utara tahun ajaran 2593/2594. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, menurut subjek adalah penelitian yaitu siswa di kelas V SDN 59 Bengkulu Utara berjumlah 23 siswa dan objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Tindakan yang dilakukan selama penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Inquiry. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah masalah tes dan teknik observasi menganalisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model Inquiry in study IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa ini terlihat dari meningkatnya kemampuan siswa dalam mencari jawaban dari masalah melalui berbagai langkah dalam model inkuiri yaitu berorientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data atau informasi, melakukan uji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. Dengan mengacu pada langkah dalam model inkuri selain meningkatkan hasil belajar juga meningkatkan kehidupan siswa dalam proses studi di mana siswa diinstruksikan untuk pergi sendiri untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang telah dirumusakan. Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari meningkatnya persentase hasil tes siswa yang lengkap dimana pada siklus I dari 74% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 91%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9