cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER" : 5 Documents clear
REVOLUSI RUSIA (BOLSHERVIK) DAN PENGARUH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL, EKONOMI DAN POLITIK RUSIA PADA TAHUN 1917-1922 Ahmad Afandi; Dewita Harthanti; Nurhayati Nurhayati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.94 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1382

Abstract

Abstrak: Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya revolusi Bolshervik di Rusia pada tahun 1917-1922 dan untuk mengetahui dampak revolusi Bolshervik di Rusia pada tahun 1917-1922 terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdengan pendekatan penelitian historis deskriptif. Tehnik pengumpulan data adalah: metode historis, heuristik, kritik sumber interpretasi dan historiografi. Adapun analisis data yang digunakan adalah: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, verifikasi. Hasil penelitian ini adalah latar belakang terjadinya Revolusi tahun 1917  adalah kekuasaan Tsar yang mutlak dan keterlibatan Rusia dalam perang. Akibatnya, rakyat Rusia semakin menderita karena adanya bias kelas yang sangat mencolok antara Tsar dan para bangsawan, dengan para petani kecil dan buruh. Selain itu, juga karena perekonomian semakin terpuruk. Terjadinya Revolusi Rusia tahun 1917 diawali pada bulan Februari, di mana kekuasaan Tsar Rusia berhasil ditumbangkan. Revolusi diteruskan pada bulan Oktober, di mana kekuasaan Bolshevi berhasil menumbangkan Pemerintahan. Dampak Revolusi Rusia tahun 1917 adalah jatuhnya otokrasi Tsar dan Pemerintahan Sementara di Rusia. Kekuasaan kemudian digantikan oleh pemerintahan Bolshevik, dimana terjadi adanya perubahan sistem politik, sosial, ekonomi dan budaya di Rusia. Sedangkan dampak Revolusi Rusia tahun 1917 terhadap Eropa adalah lahirnya solidaritas internasional kaum buruh dan lahirnya ideology komunis di Eropa.Abstract: The purpose of this research is to know the process of the Bolshervic revolution in Russia in 1917-1922 and to know the impact of the Bolshervic revolution in Russia in 1917-1922 on social, economic and political life. The research method used is qualitative with descriptive historical research approach. Data collection techniques are: historical method, heuristic, criticism of source of interpretation and historiography. The data analysis used are: data reduction, data presentation and conclusion, verification. The result of this research is the background of the 1917 Revolution is the absolute Tsarist power and the involvement of Russia in war. As a result, the Russian people suffered increasingly because of the striking class bias between the Tsar and the nobles, with small farmers and laborers. In addition, also because the economy is getting worse. The occurrence of the Russian Revolution of 1917 began in February, in which the power of the Russian Tsar was successfully overthrown. The revolution continued in October, in which the power of Bolshevi succeeded in overthrowing the Government. The impact of the Russian Revolution of 1917 was the fall of the Tsarist autocracy and the Provisional Government in Russia. Power was later replaced by the Bolshevik government, where there was a change of political, social, economic and cultural system in Russia. While the impact of the Russian Revolution of 1917 on Europe was the birth of international solidarity of the workers and the birth of communist ideology in Europe.
PENGGUNAAN PAKAIAN ADAT SASAK (DODOK) DALAM UPAYA PELESTARIAN OLEH MASYARAKAT DESA BAYAN Haerani Haerani; Sipas Sasmanda
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.992 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1401

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dari pakian adat masyarakat Bayan,bagaiman perpesi masayarkat pakaian adat di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk mempelajari kebudayaan dari  suku-suku bangsa,mempelajari pola-pola kelakuan yang terdapat dalam sturktur kehidupan masyarakat seperti adat-istiadat,perkawinan,kesenian,musik dan bagaiman perbedaan diantara pola-pola tersebut. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara,teknik observasi,dan teknik dokumentasi untuk analisis data mengumpulkan data kualitatif seperti display data,reduksi data,verifikasi/kesimpulan. Abstract: This research aims to examine the meaning of the traditional culture of Bayan, how the Perpesi masayarkat adat clothing in the village of Bayan regency of North Lombok. This research uses qualitative research with ethnographic approaches, which aims to study the culture of the ethnic groups, learn the patterns of behaviour that are found in the sturtures of people's lives such as customs, Marriage, art, music and differences between the patterns. The techniques used in this research are interview techniques, observation techniques, and documentation techniques for data analysis collecting qualitative data such as display Data, data reduction, verification/conclusion.
PENINGKATAN MINTA BELAJAR SISWA DENGAN METODE SOSIODRAMA PADA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI MA Rosada Rosada; Dian Eka Mayasari; Juniatun Arni
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.891 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1384

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 23 Juni 2016 terhadap siswa Kelas XI MAN 2 Praya, bahwa hasil belajar mata pelajaran Penidikan Sejarah siswa masih rendah disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang menarik. Dalam penelitian ini, permasalahan yang diangkat yakni Bagaimanakah peningkatan minat belajar siswa kelas XI dengan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah di MA 2 Praya. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI A di MAN 2 Praya. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka diperoleh bahwa minat mengalami peningkatan, yaitudari siklus I dengan rata-rata 45% meningkat menjadi 83%. Sedangkan hasil belajar mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 7,20% menjadi 87,10% pada siklus II, hal ini dikarenakan adanya peningkatan minat minat belajar dan hasil belajar siswa, serta kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru, karena penerapan sosiodrama memiliki kelebihan dapat memberikan kesempatan kepada siswa  untuk lebih aktif dalam proses belajar mengajar dan dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk mengasah keterampilan berdikusi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan minat belajar siswa kelas XI dengan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah di MAN 2 Praya.Abstract: Based on the results of the initial observation on 23 June 2016 against students of class XI MAN 2 Praya, that the results of learning subjects in the history of the students are still low because of the less interesting methods of learning. In this research, the problem raised is how is the increase in the learning interest of the class XI students with the Sociodrama method in the history lesson in MA 2 Praya. The research method used by researchers in this study is Clasroom Action research. In this study the subject of research was the class of XI A students in MAN 2 Praya. Based on the results of analysis and discussion, it was obtained that interests have increased, so that the cycle I with an average of 45% increased to 83%. While the learning results have improved with the classical submission in cycle I, which is 7.20% to 87.10% in cycle II, this is due to increased interest in learning and student outcomes, as well as teaching activities conducted by Teachers, because the application of Sociodrama has the advantage of providing opportunities to students to be more active in the learning process and can provide opportunities for students to hone the skills of the dictated. So it can be concluded that there is an increase in the learning interest of the class XI students with Sociodrama method on the history lesson in MAN 2 Praya.
MAKNA FILOSOFIS MAJA LABO DAHU DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTER MASYARAKAT BIMA PADA MASA PEMERITAHAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN 1917-1951 Ilmiawan Mubin; Hikmah Hikmah
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.636 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1385

Abstract

Abstrak: Propinsi Nusa Tenggara Barat terdapat dua pulau besar (Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok),  Pulau tersebut dihuni oleh tiga suku (Suku Mbojo, Suku Samawa dan Suku Sasak), yang menjadi etnis dominan Masyarakat Nusa Tenggara Barat. Suku Mbojo dan Suku Sumbawa mendiami pulau Sumbawa, sedangkan suku Sasak menyebar di seluruh Pulau Lombok.Sebagaimana suku bangsa secara universal, ketiga suku di NTB tersebut memiliki semboyan dan falsafat hidup dan budaya yang berbeda tetapi masing-masing mengandung nilai-nilai luhur dan mengakar dalam kehidupan Masyarakatnya. Suku Mbojo system nilai budaya  Maja Labo Dahu, suku Sumbawa mempunyai budaya Sabalong Samalewa, dan suku Sasak terkenal dengan budayanya Patut Patuh Patju. Budaya Bima sebagai perisai kehidupan yang paling menonjol adalah budaya” Maja labo Dahu”. Sebuah Simbol yang dibudayakan agar menjadi benteng dan tindakan seseorang dalam kehidupan yang dapat memberikan petunjuk untuk menetapkan tentang tindakan yang baik atau buruk, Demikian ‘Maja labo dahu’ sebagai sebuah sistem nilai budaya masyarakat Bima pada masa pemeritahan sultan Muhammad Salahuddin 1917 - 1951 dan suku Mbojo pada umumnya. Penelitian tentang makna filosofi Maja Labo Dahu ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian kualitatif, dengan pendekatan Etnografi, teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Temuan yang dihasilkan berupa data-data yang mendukung untuk karya ilmiah yang berupa hasil Observasi, berbagai data dari hasil wawancara objek penelitian beserta dokumentasi yang berkaitan dengan makna filosofi Maja Labo Dahu. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari beberapa Informan maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa Maja Labo Dahu sebagai falsafah kehidupan Masyarakat Bima yang memberikan efek yang positif terhadap karakter masyarakat ketika pesan-pesan moralnya di pahami seutuhnya oleh Masyarakat Bima, Maja Labo Dahu yang berarti “Malu dengan Takut”, secara leksikal “Maja” berarti Malu, “Labo” berarti dengan dan bisa juga diartikan sebagai dan, kemudian “Dahu” yang berarti takut. Dengan demikian Maja labo Dahu memiliki arti ‘Malu dan Takut’. Sedangkan secara filosofis “Maja Labo Dahu” bermakna: Pertama, Maja; dikonsepsikan sebagai sebuah sikap moral manusia untuk merasa ‘Malu’ terhadap tindakan yang menyimpang, atau melanggar hukum baik hukum  Agama, hukum Negara dan etika sosial-budaya yang mencerminkan kearifan lokal sebuah komunitas Masyarakat.Abstract:  West Nusa Tenggara Province there are two major islands (Sumbawa Island and Lombok Island), the island is inhabited by three tribes (tribe Mbojo, Samawa tribe and Sasak tribe), which became the dominant ethnic of West Nusa Tenggara Society. The tribe of Mbojo and Sumbawa people inhabit Sumbawa Island, while the Sasak tribe spreads throughout the island of Lombok. As the nation universally, the three tribes in the NTB have the motto and Falsafat of life and different cultures but each Contains sublime values and is rooted in the lives of his people. The tribe Mbojo system of the culture value of Maja Labo Dahu, the Sumbawa tribe has a culture of Sabalong Samalewa, and the Sasak tribe is well known for its cultures to obey Patju. Bima's culture as the most prominent shield of life is the "Maja Labo Dahu" culture. A symbol that is cultivated in order to become a fortress and the actions of a person in life who can give clues to establish about the action of good or bad, thus ' Maja Labo Dahu ' as a system of culture value of Bima people in The tenure of Sultan Muhammad Salahuddin 1917-1951 and Mbojo in general. The study of the philosophy of Maja Labo Dahu is done using qualitative research methods, with ethnographic approaches, observation techniques, interviews, and documentation. Findings resulting in the form of data that supports for scientific work that is the result of observation, various data from the results of interviews of research objects along with documentation relating to the meaning of the philosophy of Maja Labo Dahu. Based on the results of the research obtained from several informant, researchers can conclude that Maja Labo Dahu as the philosophy of life of Bima society that gives positive effect to the character of society when his moral messages in Fully understood by Bima Society, Maja Labo Dahu which means "Shame with fear", lexical "Maja" means shame, "Labo" means with and can also be interpreted as and, then "Dahu" which means fear. So Maja Labo Dahu means ' shame and fear '. While the philosophical "Maja Labo Dahu" means: First, Maja; Conceptualed as a moral attitude of man to feel ' shame ' on a distorted act, or violate the laws of both religious law, state law and socio-cultural ethics reflecting the local wisdom of a community.
PERAN TU’A GOLO DALAM PEMBAGIAN TANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DI DESA MACAN TANGGAR KECAMATAN KOMODO KABUPATEN MANGGARAI BARAT NTT Israwati Israwati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.725 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i2.1381

Abstract

Abstrak: Keberadaan tu’a golo sebagai sebuah budaya yang masih terjaga dan harmonis oleh masyarakat desa Macan Tanggar. Tu’a golo berperan dalam hal pembagian tanah, membuat surat-surat tanah dan penyelesaian masalah tanah. Tu’a golo juga mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap budaya tu’a golo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tu’a golo dalam pembagian tanah dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang merupakan pengujian secara rinci terhadap suatu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi untuk analisis data mengumpulkan data kualitaif seperti reduksi data, penyajian data, verivikasi atau kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, penyusun dapat menyimpulkan bahwa: 1. Tu’a golo adalah orang yang dituakan di kampung atau pemimpin yang bertugas memimpin dan yang berkaitan dengan tanah. 2. Kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat desa Macan Tanggar.Abstract: The existence of tu'a golo as a culture that is still awake and harmonious by the community of the Macan Tanggar village. Tu'a golo plays a role in terms of land distribution, making land letters and solving land issues. Tu'a golo also affects the socio-economic and cultural life of the local community. This makes the researcher interested to do research on tu'a golo culture. This study aims to determine the role of tu'a golo in the distribution of land and its influence on the socio-economic and cultural life of the community.This study uses descriptive qualitative research with a case study approach which is a detailed test of a background or one subject person or a document store or a particular event. The techniques used in this research are observation techniques, interview techniques and documentation techniques for data analysis to collect qualitative data such as data reduction, data presentation, verification or conclusion.Based on the results of the study, the authors can conclude that: 1. Tu'a golo is a person who is elder in a village or leader who is in charge of and related to the land. 2. Socio-economic and cultural life of the Tanggan Tiger villagers

Page 1 of 1 | Total Record : 5