cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021): Januari" : 29 Documents clear
WRITING WORKSHOP OF SCIENTIFIC ARTICLES FOR SENIOR HIGH SCHOOL TEACHERS Endang Purwaningsih; Yessi Affriyenni; Sentot Kusairi; Sutopo Sutopo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3421

Abstract

Abstrak: Harapan akan meningkatnya kualitas pendidikan di Indonesia mulai terwujud sejak diberlakukannya program sertifikasi guru oleh pemerintah sebagai upaya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia. Pemberlakuan kuota dan prioritas bagi guru yang telah memenuhi syarat minimal kualifikasi akademik dan masa kerja serta panjangnya antrian proses sertifikasi membuka kesempatan bagi guru-guru untuk mempersiapkan diri lebih dalam mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan dengan matang. Salah satu komponen portofolio yang harus disiapkan adalah karya pengembangan profesi dimana guru dituntut untuk menghasilkan karya tulis ilmiah. Untuk itu, workshop ini bertujuan untuk membantu guru melalui pendampingan penyusunan artikel ilmiah dan publikasinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tersusun dalam tiga kegiatan yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan terdiri atas workshop sebanyak enam pertemuan, diskusi dan konsultasi secara daring, serta klinik penyempurnaan naskah artikel. Kegiatan dilaksanakan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hasil luaran dari kegiatan ini adalah artikel ilmiah guru yang telah dikirimkan ke seminar maupun jurnal berskala nasional atau internasional.Abstract:  The expectation on the improvement of education quality in Indonesia has started to be realized since the enactment of the Teacher Certification Program (TCP) by the government as an effort to improve teachers’ quality and prosperity in Indonesia. The implementation of quota and priority limitations for teachers who have met the minimum requirement either academically or based on years of service along with the long period of queue time for the certification process has opened the opportunity for the teachers to prepare themselves more carefully. One of the portfolio components that need to be prepared is the professional development papers where teachers are expected to write scientific papers. Hence, this workshop aims to help teachers through the writing assistance of scientific articles and publications. This community service consisted of three main activities including the preparation, the execution, and the evaluation. In the execution stage, the activities include six offline workshops, online discussion and consultation, and the clinic of article draft finishing. This workshop was held in Universitas Negeri Malang (UM) Laboratory Senior High School. Result outcome from this workshop is teachers’ scientific articles published either through national or international scale conferences or journals.
SOCIALIZATION OF UNDERSTANDING THE RISKS OF B3 HOUSEHOLD PRODUCTS AND WASTE Mega Ulimaz; Muhammad Ma'arij Harfadli; Nadia Almira Jordan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.2904

Abstract

Abstrak: Rencana pengembangan prasarana persampahan di Kecamatan Balikpapan Utara menurut RDTR Kota Balikpapan masih diarahkan pada peningkatan daya tampung sampah skala lingkungan dan tahap pengelolaan akhir. Di antara berbagai jenis sampah permukiman atau domestik, terdapat sampah dan limbah yang mengandung unsur B3 (bahan berbahaya dan beracun). Limbah padat B3 rumah tangga apabila tidak dikelola secara benar berpotensi menimbulkan dampak ya pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan. Saat ini, masyarakat belum memahami tentang perbedaan sampah B3 dan belum memahami cara/teknik pengelolaan sampah B3 yang benar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini antara lain peningkatan pemahaman masyarakat permukiman terhadap jenis sampah B3 dan pengelolaannya untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Diperoleh bahwa tingkat pemahaman Ibu-Ibu RT 54 Kelurahan Karang Joang terhadap 36 jenis produk B3 rumah tangga adalah sekitar 69% saja. Setelah melalui proses sosialisasi, tingkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan limbah B3 rumah tangga yang dihasilkan meningkat menjadi 88,4%. Diketahui pula tingkat resiko tertinggi terdapat pada proses pembuangan sisa produk B3.Abstract: The solid waste infrastructure planning in the North Balikpapan Subdistrict according to the RDTR of Balikpapan is still directed to increase the capacity of waste at the environmental level and the final level. If the household B3 solid waste not managed properly, it can cause environmental pollution and endanger health. The communities do not understand the difference between B3 waste and donot yet understand the proper B3 waste management technique. The objectives of community service include increasing the understanding of settlement communities towards B3 waste types and their management to reduce environmental pollution. It was found that the level of understanding of the RT 54 Karang Joang Women towards 36 types of household B3 products is only 69%. After going through the process of socialization, the level of communities understanding of the products and B3 waste generated by households increased to 88.4%. It is also known that the highest level of risk is found in the process of disposing of the remaining B3 products.
INCREASING ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN'S KNOWLEDGE ABOUT HARMFUL EFFECT OF CIGARETTES AS AN EFFORT TO CREATE NON-SMOKING AREAS Lis Aisyah; Ayu Prameswari Astuti; Delli Yuliana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3646

Abstract

Abstrak: Persepsi Akan bahaya rokok dapat terbentuk sejak kecil. Menurut Aisyah dan Prameswari, persepsi siswa sekolah dasar yang ada di Kecamatan Cimalaka masih banyak yang memiliki persepsi negatif akan bahaya rokok (75%). Persepsi negatif ini salah diakibatkan karena kurangnya pengetahuan mengenai bahaya rokok. Dari masalah yang didapat maka tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi sekolah dasar sehingga terbentuk persepsi positif tentang bahaya rokok secara dini. Metode PKm menggunakan metode ICARE (Identiffication, Consolidation, Action, Reflection and Evaluation). Pemberian pengetahuan pada siswa diawali dengan pre-test kemudian pemberian materi secara daring menggunakan media video dan juga buku. Pembelajaran dilakukan selama 6 hari di mana dalam satu hari siswa diminta untuk menonton video dan juga membaca buku yang diberikan sebanyak dua kali. Evaluasi post-tes dilakukan di akhir pembelajaran. Hasilnya didapatkan uji paired T test menujukan nilai p (0,00) yang artinya ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakukan dengan nilai korelasi (0,576) yang artinya ada hubungan yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selanjutnya akan menjadi pondasi dalam upaya menciptakan Kawasan bebas asap rokok.Abstract: Perception of the harmful effect of cigarettes can be formed since childhood. According to Aisyah and Prameswari, the perception of elementary school students in Cimalaka subdistrict still negatively perceives the dangers of cigarettes (75%). This negative perception is caused by a lack of knowledge about smoking hazards. The purpose of implementing this community service is to increase the knowledge of elementary school students so that a positive perception of smoking hazards is formed early. The PKm method uses the ICARE method (Identification, Consolidation, Action, Reflection, and Evaluation). Giving knowledge to students begins with a pre-test and then provides material online using video and books. Learning is carried out for six days in which in one day, students are asked to watch videos and read books that are given twice. Post-test evaluation is carried out at the end of the lesson. The results showed that the paired T-test showed the p-value (0.00), which means a significant difference before and after treatment with a correlation value (0.576), which means a healthy relationship. This community service activity will then become the foundation for efforts to create a smoke-free area.
MACRAME SKILLS TRAINING FOR HOUSEWIVES AFFECTED BY THE COVID PANDEMIC Tarich Yuandana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3556

Abstract

Abstrak: Kondisi pandemi yang melanda negeri semenjak bulan maret 2020 mengharuskan masyarakat agar berfikir lebih kreatif untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga. Terutama sebagai ibu rumah tangga yang memegang peranan sentral dalam keluarga, untuk mendukung ekonomi keluarga seorang ibu rumah tangga harus mempunyai kemampuan atau kreatifitas terutama dibidang kewirausahaan berbasis industri kreatif, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan 1) memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga terdampak covid yang berhasrat menjadi wirausaha; 2) membangun talenta keahlian industri kreatif dalam membuat/memproduksi kerajinan macrame; 3) meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi Informasi sebagai media pemasaran produk macrame yang dihasilkan oleh Ibu-ibu rumah tangga terdampak covid-19 di Kelurahan Bancaran; 4) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menghasilkan berbagai jenis produk macrame yang kreatif. Luaran program ini adalah video pembelajaran ketrampilan macrame. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan secara daring dan luring  yang diikuti 20 peserta. Teknis pelaksanaan pelatihan yakni pembukaan pelatihan secara luring dengan memberikan alat dan bahan pelatihan macrame, kemudian dilanjutkan pelatihan secara daring selama tujuh hari melalui WhatsApp Group. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga mempunyai semangat berwirausaha, mempunyai kemampuan memanfaatkan teknologi Informasi sebagai alat pemasaran dan mampu membuat kerajinan macrame dengan variasi desain layak jual.Abstract:  The pandemic conditions that have hit the country since March 2020 require people to think more creatively to move the wheels of the family economy. Especially as a housewife who plays a central role in the family, to support the family economy a housewife must have the ability or creativity, especially in the field of entrepreneurship based on creative industries, through community service activities aiming at 1) empowering groups of housewives affected by Covid who desire to be entrepreneurial; 2) building creative industry talents in making / producing macrame crafts; 3) increasing the ability to use information technology as a marketing medium for macrame products produced by housewives affected by covid-19 in Bancaran Village; 4) increase knowledge and skills in producing various types of creative macrame products. The output of this program is a macrame skills learning video. This service was carried out by providing online and offline training which was attended by 20 participants. The technical implementation of training, namely the opening of offline training by providing macrame training tools and materials, then continued with online training for seven days through the WhatsApp Group. The result of this community service activity is that housewives have an entrepreneurial spirit, have the ability to use information technology as a marketing tool and are able to make macrame crafts with various sales-worthy designs.
RAISING PUBLIC AWARENESS OF THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH SOCIALIZATION OF MASK MAKING IN COMMUNITY PROGRAMS Agung Setyawan; Tyasmiarni Citrawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3182

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat (Abdimas) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dosen dan mahasiswa dalam kontribusinya menyelesaikan persoalah yang ada di masyarakat. Simbiosis mutualisme antara dosen dan mahasiswa serta masyarakat akan banyaknya pengetahuan, pengalaman yang diperoleh dari dan kepada masyarakat. Kelompok sasaran masyarakat yang dituju dalam program abdimas ini adalah kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19. Pelaksanaan program ini ditekankan pada upaya untuk memberdayakan masyarakat, kelompok masyarakat, aparat pemerintahan desa atau stakeholders lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sosialisasi pembuatan masker merupakan salah satu program Abdimas LPPM Universitas Trunojoyo Madura tahun 2020. Dosen bersama dengan mahasiswa kelompok 119, 120, 121, dan 122 serta masyarakat bahu membahu bersama melakukan program kerja penanggulangan meluasnya wabah Covid-19.Abstract:  Community service (Abdimas) is one of the activities carried out by lecturers and students in contributing to solving problems in society. The symbiosis of mutualism between lecturers and students and the community will be a lot of knowledge and experience gained from and from the community. The target groups of people in this community service program are community groups who need support in overcoming the Covid-19 pandemic outbreak. The implementation of this program is emphasized on efforts to empower communities, community groups, village government officials or other stakeholders in the face of the Covid-19 pandemic. The socialization of making masks is one of the Abdimas LPPM Universitas Trunojoyo Madura programs in 2020. Lecturers together with student groups 119, 120, 121, and 122, and the community work together to carry out work programs to combat the spread of the Covid-19 outbreak.
PLANNING AND ASSISTANCE THE MAKING OF INFILTRATION WELLS Gunawan Prayitno; Mohammad Bisri; Pitojo Tri Juwono; Muhammad Ruslin Anwar; Harimurti Harimurti; Nindya Sari; Dian Dinanti; Mayang Wigayatri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3564

Abstract

Abstrak: Banjir, dan genangan dapat terjadi dimana saja di Indonesia, terutama dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sumur resapan dan biopori dapat menjadi solusi bagi permasalahan banjir dan genangan.  Sumur resapan adalah sebuah rekayasa teknik penyimpanan air dengan bentuk seperti sumur gali yang memiliki fungsi sebagai penampung air hujan dari atap rumah yang diteruskan dalam tanah dengan kedalaman tertentu. Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh yang terletak di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang juga mempunyai permasalahan genangan akibat limpasan air yang cukup tinggi. Kegiatan ini bertujuan membuat sumur resapan dilokasi mitra sehingga dapat mengurangi terjadinya genangan yang sering terjadi pada saat musih hujan. BPPM (Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bekerjasama dengan mitra Yayasan di Ponpes Bahrul Maghfiroh di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, mendampingi dalam proses perencanaan dan implementasi pembangunan sumur resapan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dimulai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) penentuan lokasi sumur resapan, pendampingan perencanaan serta pendampingan pembangunan sumur resapan. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya 3 (tiga) sumur resapan yang diharapkan dapat mengurangi genangan yang biasa terjadi di dalam lingkungan pondok pesantren.Abstract:  Floods and flooding can occur anywhere in Indonesia, especially with high rainfall. Infiltration wells and bio pores can be a solution to flood and flood problems. The infiltration well is an engineering water storage technique in the form of a dug well, which functions as a rainwater reservoir from the roof of a house, which continues to be deep in the ground. Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School, located in Tlogomas Village, Lowokwaru District, Malang City, also has a serious water runoff flooding problem. This activity aims to make infiltration wells in partner locations to reduce flooding that often occurs during the rainy season. BPPM (Research and Community Service Agency) Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya collaborates with the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School partners in Tlogomas Village, Lowokwaru District Malang City to assist in the planning and implementation of the infiltration well building process. This community service activity began with the implementation of the Focus Group Discussion (FGD) on infiltration wells, assistance in the planning, and assistance in the construction of absorption wells. This activity result is the construction of 3 (three) infiltration wells, which are expected to reduce the amount of flooding normally occurring in the boarding school environment.
VILLAGE COMMUNITY BASED JOURNALISTIC WORKSHOP Zulkarnain Hamson; St. Shofiyah; Rostini Rostini; Arjang Arjang; Andi Azhar Aljurida
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3465

Abstract

Abstrak: Jurnalistik desa dengan tujuan membangun kekuatan informasi desa dalam menunjang publikasi potensi dan aktifitas desa, saat ini menjadi prioritas yang tidak bisa dihindari, terlebih akuntabilitas manajemen pemerintahan desa, bisa sangat terbantu. Untuk itu, pola pengelolaannya didistribusikan kepada masyarakat, sehingga akan lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun daerahnya. Pelibatan masyarakat desa, justru membuka ruang bagi kemunculan dan kepercayaan public pada kinerja aparat desa. Sisi lain yang diharapkan dari keterlibatan masyarakat adalah kedekatan mereka pada problematika desa, juga menjembatani public dan desa dimana mereka berdiam. Pelatihan ini dinilai berhasil menaikkan tingkat keprihatinan masyarakat pada problematika desa, dan menyuarakan berbagai potensi yang dimilikinya. Peserta workshop terdiri dari wakil ibu rumahtangga, perempuan, remaja dan tenaga motifator desa. Peserta dilatih secara teknis membuat berita desa, dengan pedoman penulisan berita komerial. Hasilnya 25 peserta mampu menuliskan informasi desa yang siap dipublikasi, baik media social maupun media komersial.Abstract:  Village journalism with the aim of building the strength of village information in supporting the publication of village potential and activities is currently an unavoidable priority, especially the accountability of village government management, which can be greatly helped. For this reason, the management pattern is distributed to the community, so that it will further increase community participation in developing their regions. Involving village communities, in fact opens space for the emergence and public confidence in the performance of village officials. Another aspect that is expected from community involvement is their closeness to village problems, as well as bridging the public and the village where they live. This training is considered successful in raising the level of community concern on village problems and voicing the various potentials it has. Workshop participants consisted of representatives of housewives, women, youth and village motivator staff. Participants are trained technically in making village news, with guidelines for writing commercial news. As a result, 25 participants were able to write village information that was ready to be published, both social media and commercial media.
ROM MOVEMENT TRAINING ON CARE GIVER Lilik Pranata; Sri Indaryati; Aniska Indah Fari
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.2934

Abstract

Abstrak: Range Of Motion (ROM) merupakan suatu cara yang dilakukan untuk membantu pergerakan pada lansia dengan keterbatasan sendi, kegiatan ini sangat penting dilakukan terutama di Panti Werdha karena didominasi oleh lansia yang telah mengalami kekakuan sendi, adapun yang harus membantu melakukan adalah care giver, care giver merupakan orang yang membantu lansian dalam kesehariannya, saat dilakukan studi pendahuluan care giver belum pernah di ajarkan cara gerakan ROM, maka dari masalah tersebut dilakukan pelatihan ROM pada care giver yang dilakukan oleh ahli bidang fisioterapis, tujuan kegiatan untuk meningkatakn kompentesi dan kemapuan dari care giver dalam memberikan perawatan pada lansia. Setelah dilakukan pelatihan selama tiga hari dan dilakukan evaluasi, care giver sudah mampu melakukan ROM secara mandiri, serta akan diterapkan pada lansia yang mengalami kaku sendi atau keterbatasan fisik untuk mengurangi gangguan pada sendi serta mengurangi kematian jaringan pada bagian kaki dan tangan. Perlunya adanya pelatihan yang kontinyu kepada care giver untuk meningkatkan kemampuan dan skill merawat lansia.Abstract: Range of motion (ROM) is a way to help elderly people with joint limitations. This activity is very important to do, especially in nursing homes because it is dominated by elderly people who have experienced joint stiffness. care giver is a person who helps lansian in his daily life, when a preliminary study was conducted the care giver had never been taught how to move ROM, so from this problem ROM training was carried out on care giver which was carried out by a physiotherapist, the purpose of the activity was to increase the competence and ability of care giver in providing care for the elderly. After three days of training and evaluation, the care giver is able to perform ROM independently, and it will be applied to the elderly who experience joint stiffness or physical limitations to reduce joint disorders and reduce tissue death in the feet and hands. The need for continuous training for caregivers to improve their ability and skills to care for the elderly.
ENTREPENEURSHIP EMPOWERMENT FOR SMALL MEDIUM ENTERPRISE (SMEs) THROUGH ACCOUNTING, PACKAGING, AND TECHNOLOGY ADOPTION Asep Erik Nugraha; Rianita Puspa Sari; Deri Teguh Santoso
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3461

Abstract

Abstrak: Ikan merupakan produk pangan basah yang sangat rentan dan memiliki keterbatasan terhadap daya simpan yang sangat pendek. Pengolahan ikan sangat diperlukan, tujuannya agar ikan menjadi lebih awet sehingga mudah untuk didistribusikan keberbagai wilayah. Kondisi peningkatannya produksi ikan pindang tidak seiring dengan peningkatan keterampilan usaha yang dimiliki oleh pengusaha ikan pindang, berdasarkan hasil pengamatan saat survei masyarakat cicinde utara masih melakukan olahan ikan pindang dengan skala rumahan, olahan proses pemindangan dilakukan dengan sangat tradisional, berdasarkan hasil resep turun-temurun, selain itu ikan yang di dapatkan biasanya tidak hanya dari tempat pelelangan ikan, namun harus order ke luar daerah untuk memenuhi kapasitas produksi, selain itu area pemasaran ikan pindang masih terbatas pada area daerah karawang. Tujuan penabdian berupa pendampingan UKM ikan pindang di Desa Cicinde Utara dengan meningkatkan kewirausahaan melalui pelatihan keterampilan teknologi pengolahan ikan pindang, dan pendampingan pengemasan serta transaksi penjualan di UKM Juragan Tongkol. Metode yang digunakan berupa Penyuluhan melalui pemberian materi mengenai upaya peningkatan kualitas melalui teknik pengolahan dan pengemasan ikan pindang, seta pelatihan penggunaan teknologi dan pembukuan Hasil capaian terdapat peningkatan dan keterampilan karyawan UKM terkait penggunaan mesin presto dan vacuum sealer, serta pembukuan transaksi jual beli.Abstract:  Fish is a wet food product that is very vulnerable and has a very short durability. Fish processing is very necessary to make the fish more durable and easy to distribute to various regions. The increasing to pindang fish production is not in line with the increase in business skills possessed, based on observations when the Cicinde was still processing pindang fish on a home scale, the processing was carried out in a very traditional and hereditary recipes, Besides that, the fish that are obtained are usually not only from the fish auction place, but must order outside the region to meet production capacity, besides that the marketing area for pindang fish is still limited to the Karawang area. The aim of the dedication is in the form of assistance for pindang fish SMEs in North Cicinde Village by increasing entrepreneurship through training in pindang fish processing technology skills, and assistance in packaging and sales transactions at Juragan Tongkol UKM. The method used is in the form of counseling through the provision of material on efforts to improve quality through processing and packaging techniques of pindang fish, as well as training in the use of technology and bookkeeping. The results of the achievements are improvements and skills of SME employees related to the use of presto machines and vacuum sealers, as well as buying and selling journal transactions.
COUNSELING AND HEALTH CHECKS AS AN EFFORT TO PREVENT DEGENERATIVE DISEASES Anisa Anisa; Rahmatia Thahir; Nurul Magfirah; Baharullah Baharullah; Ernawati Ernawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3604

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan dan cek kesahatan ini berlokasi di Desa Borong Sapiri Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat guna mencegah penyakit degeratif di usia lanjut. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kegiatan ini dilakukan dengan melalui kegiatan penyuluhan da pengecekan kesehatan. Kegiatan penyuluhan berupa penyampaian materi dan edukasi mengenai penyakit degeneratif dan pola hidup sehat. Sedangkan kegiatan pengecekan kesehatan  meliputi cek tekanan darah, gula darah dan kolesterol Hasil yang diperoleh adalah 60% warga mengalami hipertensi, 30% warga memiliki kadar kolesterol tinggi dan tidak ada warga yang mengidap diabetes.Abstract:  This outreach and health check community service activity is located in Desa Borong Sapiri, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, South Sulawesi. This activity aims to increase public awareness about a healthy lifestyle to prevent degerative diseases in old age. The problems that occur are the lack of public awareness to carry out regular health checks and the lack of public awareness to adopt a healthy lifestyle. Based on these problems, this activity is carried out through counseling activities and health checks. Extension activities in the form of delivering materials and education about degenerative diseases and healthy lifestyles. While the health check activities include checking blood pressure, blood sugar and cholesterol. The results obtained are that 60% of residents have hypertension, 30% of residents have high cholesterol levels and none of the residents have diabetes.

Page 1 of 3 | Total Record : 29