JCES (Journal of Character Education Society)
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2022): Januari"
:
33 Documents
clear
IMPLEMENTASI SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA
Candra Saputra;
Imam Saputra;
Bayu Azhar;
Veny Dayu Putri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6366
Abstrak: Kualitas hidup yang terjadi pada rentang usia Lansia sering kali mengalami penurunan. Hal ini berdampak terhadap menurunkan kemampuan lansia dalam memenuhi kebutuhan aktivitas lansia sehari-hari dan menurunkan status kesehatan lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan Terapi Komplementer yaitu dengan terapi SEFT. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di Wilayah Kelurahan Labuh Baru Timur Terhadap 36 Kelompok Lansia. Metode Kegiatan yang dilakukan yaitu Pelatihan dan Role Play tentang Terapi SEFT pada Lansia. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian menunjukkan bahwa Kegiatan Dilaksanakan sesuai dengan waktu dan proses yang sudah direncanakan. Hasil Analisis Pretest dan Postest Menunjukkan Peningkatan Kualitas Hidup Lansia dimana Nilai Mean Prestest Sebesar 54,11 meningkat menjadi 70,6 setelah dilakukan Terapi SEFT pada Lansia. Disarankan kepada Lansia agar senantiasa aktif melakukan terapi SEFT dirumah dengan Pendampingan Keluarga secara terus menerus. Abstract: The quality of life that occurs in the elderly age range often decreases. This has an impact on reducing the ability of the elderly to meet the needs of daily activities of the elderly and reducing the health status of the elderly. One of the efforts that can be done is to do complementary therapy, namely SEFT therapy. This service activity was carried out in the East Labuh Baru Village Area for 36 Elderly Groups. Methods The activities carried out are Training and Role Play on SEFT Therapy in the Elderly. The results of the implementation of service activities show that the activities are carried out according to the planned time and process. The results of the pretest and posttest analysis showed an improvement in the quality of life of the elderly where the mean prestest value of 54.11 increased to 70.6 after SEFT therapy was carried out in the elderly. It is recommended for the elderly to always be active in doing SEFT therapy at home with continuous family assistance.
SINERGITAS KAMPUS DAN SEKOLAH DALAM RANGKA MEWUJUDKAN MERDEKA BELAJAR
Usti Fatimah Sari Sitorus Pane;
Firahmi Rizky;
Fifin Sonata;
Zaimah Panjaitan;
Rini Kustini
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6989
Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di latar belakangi dari masih bingungnya siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas dalam memilih langkah sesudah lulus sekolah nantinya, apakah melanjutkan kuliah, bekerja, kursus atau membuka lapangan kerja sendiri. Maka perlu adanya sosialisasi tentang Merdeka Belajar se-bagai bentuk memberikan pandangan kepada siswa 12 di Yayasan Pendidikan Kesuma LKM. Kegiatan dilakukan dengan metode seminar dan Talk Show. Merdeka belajar memberikan konsep bagaimana peserta didik bebas berkreasi sesuai bakat dan minat masing-masing. Jika melanjutkan kuliah, akan diberikan ma-gang 3 semester kuliah di perguruan tinggi diluar kampus tempat kuliah. Namun jika lulusan Sekolah Menengah Atas tidak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena beberapa faktor, mereka dapat mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Kemenaker dengan website yang disediakan. Dengan kegiatan PKM ini disambut positif oleh siswa dan pihak sekolah dimana output yang didapatkan, siswa ke-las 12 sudah dapat gambaran akan kemana sesudah lulus sekolah. Mereka dapat menentukan pilihan sesuai minat dan bakat masing-masing.Abstract: This Community Service Activity (PKM) is motivated by the confusion of grade 12 high school students in choosing what steps to take after graduating from school, whether to continue studying, work, take courses or open their own jobs. So there is a need for socialization about Merdeka Learning as a form of giving views to stu-dents at the Kesuma LKM Education Foundation. Activities are carried out using seminar and talk show methods. Freedom to learn provides the concept of how stu-dents are free to be creative according to their respective talents and interests. If you continue to study, you will be given an internship of 3 semesters of study at a col-lege outside the campus where you are studying. However, if high school graduates are unable to continue on to higher education due to several factors, they can take part in training facilitated by the Ministry of Manpower with the website provided. With this PKM activity, the students and the school received a positive response. The output obtained was that the 12th graders had an idea of where they were going after graduating from school. They can make choices according to their respective interests and talents.
PEER-BASED HEALTH EDUCATION ABOUT PUBERTY
Susani Hayati;
Busyra Hanim;
Dona Martilova;
Husna Farianti Amran;
Yunni Safitri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6990
Abstrak: Kecemasan remaja terhadap perubahan fisik maupun psikis pada masa pubertas sering terabaikan dari perhatian orang-orang terdekat, karena adanya pandangan masyarakat bahwa belum saatnya anak-anak usia dini untuk memahami pendidikan seksualitas. Remaja sering merasa tidak nyaman bercerita dengan orang yang lebih dewasa dibandingkan dengan teman seusianya. Pada masa pubertas ini teman sebaya mempunyai peran yang sangat penting dalam menyikapi masalah kecemasan terhadap perubahan fisik maupun psikologis. Tujuan dari pemberdayaan ini untuk meningkatkan peran teman sebaya dalam pemberian informasi mengenai pubertas, sebagai bagian dari identitas diri untuk berekspresi, bersikap dalam pemecahan masalah pubertas pada remaja. Metode pemberdayaan ini dilaksanakan dalam 3 tahapan yang diawali dengan pretest dan diakhiri dengan pot test yaitu melalui penyuluhan, peer group diskusi, simulasi bermain peran dan evaluasi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa kelas 6 SD yang berjumlah 40 orang. Hasil: setelah dilaksanakan pemberian penyuluhan, diskusi dan simulasi didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta yang signifikan tentang pubertas, mawas diri terhadap perubahan masa pubertas dan saling mengingatkan terhadap bahaya pelecehan seksualitas dini. Pentingnya keterlibatan orangtua dalam memberikan dukungan dan motivasi bagi remaja dalam menghadapi masa pubertas ini.Abstract: Teenagers' anxiety about physical and psychological changes during puberty is often neglected from the attention of those closest to them, because of the public's view that it is not the time for early childhood to understand sexuality education. Teenagers often feel uncomfortable telling stories with people who are more mature than their peers. At this puberty, peers have a very important role in addressing the problem of anxiety about physical and psychological changes. The purpose of this empowerment is to increase the role of peers in providing information about puberty, as part of self-identity to express, behave in solving puberty problems in adolescents. This empowerment method is carried out in 3 stages, starting with a pre-test and ending with a pot test, namely through counseling, peer group discussions, role-playing simulations and evaluation. The participants who took part in this activity were 40 grade 6 elementary school students. Results: After providing counseling, discussions and simulations, it was found that there was a significant increase in participants' knowledge and understanding about puberty, being aware of changes in puberty and reminding each other about the dangers of early sexual harassment. The importance of parental involvement in providing support and motivation for adolescents in dealing with this puberty period.
PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT SEBAGAI KAWASAN HIJAU PRODUKTIF MELALUI BUDIDAYA SAYURAN SECARA MODERN
Lis Noer Aini;
Siti Nur Aisyah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6730
Abstrak: Pertambahan penduduk yang pesat telah menyebabkan kebutuhan ruang untuk beraktivitas semakin meningkat. Kebutuhan ruang untuk tempat tinggal dan pemenuhan pangan semakin besar. Di sisi lain, jumlah lahan pertanian semakin menurun akibat terjadinya alih fungsi lahan. Keterbatasan lahan juga mengakibatkan sebagian hunian masyarakat merupakan hunian padat penduduk dengan kepemilikan lahan yang sangat terbatas. Permasalahan yang muncul pada kawasan padat penduduk adalah terbatasnya ruang terbuka hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya ruang terbuka hijau dan pemanfaatan lahan sempit sebagai pemenuhan ruang terbuka hijau dan sumber pangan melalui teknik budidaya secara modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan RT 06 Ngelos, yaitu salah satu hunian di Dusun Ngangkruk Kecamatan Sleman dengan lokasi sangat strategis, tetapi kepadatan penduduknya cukup tinggi. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatif, yaitu pelaksanaan kegiatan yang melibatkan langsung peran aktif masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui budidaya tanaman sayur yang dilakukan melalui keknik hidroponik dan vertikultur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa seluruh masyarakat (100%) dapat menguasai teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan yang terbatas dengan budidaya tanaman secara modern. Selain itu, masyarakat juga memahami bahwa lahan sempit dapat digunakan untuk pemenuhan ruang terbuka hijau dan kebutuhan pangan secara produktif melalui budidaya tanaman yang produktif.Abstract: Rapid population growth has triggered higher spatial needs for human activities. Spatial need for settlement and food supply has become greater. On the other hand, number of arable lands are decreasing due to land use conversion. Land limitation also affect the width of land ownership since majority of people live in high density residential areas. Most commonly found problems in high density resident is the limitation of green space. This study was aimed to provide insight about the importance of green space and the utilization of small space as green space and food source through modern farming. This community service was conducted in one of high-density residential areas in Ngangkruk Village, namely Ngelos. This activity was performed through participation method where the society was actively involved. This activity consisted of vegetable farming using hydroponic and verticulture. Results showed all participants were able to understand the farming technique by utilizing small space for urban farming. In addition, the participant also understood the strategy of utilizing small space for fulfilling the need of green space and food self-sufficiency through modern and productive farming.
MANAGEMENT OF ANXIETY DURING DISTANCE LEARNING THROUGHOUT COVID-19 PANDEMIC IN SENIOR HIGH SCHOOL
Nurry Ayuningtyas Kusumastuti;
Yuni Susilowati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.5804
Abstrak: WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai sebagai pandemi global karena persebarannya sangat cepat ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, Kemendikbud menerbitkan surat edaran tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari rumah, sehingga proses pembelajaran dilakukan dengan metode pembelajaran jarak jauh. Namun, banyak rintangan yang harus dihadapi oleh pendidik maupun peserta didik. Salah satunya adalah jaringan internet yang tidak stabil, lingkungan tempat belajar yang tidak kondusif, serta beban tugas bertambah dibandingkan pada saat pembelajaran dengan tatap muka. Hal tersebut menimbulkan kecemasan dan dapat berdampak pada menurunnya prestasi belajar peserta didik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dalam mengelola kecemasan selama Pembelajaran Jarak Jauh pada masa pandemi Covid-19 pada remaja SMA. Metode yang digunakan adalah metode ceramah secara virtual kepada remaja SMA. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa penyebab kecemasan selama pembelajaran jarak jauh yang dialami oleh peserta didik yang paling banyak adalah tidak siap menghadapi jenjang selanjutnya, yaitu sebanyak 40 peserta didik (74%), terlambat mengikuti kelas sebanyak 31 peserta didik (57%), dan deadline tugas, yaitu sebanyak 29 peserta didik (54%). Hal tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan mengenai pengelolaan kecemasan selama pembelajaran jarak jauh pada remaja SMA perlu untuk dilakukan.Abstract: WHO has establised Covid-19 as a global pandemic because it spreads very quickly to all corners of the world. Therefore, the Ministry of Education and Culture issued a circular regarding the Guidelines for the Implementation of Learning from Home, so that the learning process is carried out using the distance learning method. However, there are many obstacles that must be passed by teachers and students. One of them is an unstable internet network, a learning environment that is not conducive, and an increased task load compared to face-to-face learning. This causes anxiety and can have an impact on decreasing student achievement. This community service aims to provide information on managing anxiety during Distance Learning during the Covid-19 pandemic for high school youth. The method used is a virtual lecture method to adolescents on senior high school. The most common causes of anxiety during distance learning experienced by students are not ready to face the next levels as many as 40 students (74%), being late for class as many as 31 students (57%), and task deadlines as many as 29 students (54%). This shows that health education is needed regarding the management of anxiety during distance learning in adolescent on senior high school.
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA JEPANG MELALUI MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN DARING DI SMK KESEHATAN SADEWA
Rosi Rosiah;
Arsyl Elensyah Rhema Machawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6664
Abstrak: Pada tahun 2017 pemerintah Jepang dengan pemerintah Indonesia sudah membuat perjanjian IJEPA terutama dalam bidang kesehatan dengan mengirimkan perawat dari Indonesia untuk bekerja sebagai perawat di Jepang. Perawat yang diperlukan oleh pemerintah Jepang tidak hanya perawat lulusan S1 dan D3. Bahkan perawat yang berasal dari SMK Kesehatan pun mempunyai peluang pekerjaan yang sama. Untuk menghadapi peluang tersebut SMK Kesehatan menjawab dengan memasukan mata pelajaran bahasa Jepang ke dalam kurikulumnya baik untuk kegiatan intrasekolah maupun ekstrasekolah. Dalam kondisi Pandemi saat ini dimana pembelajaran semua dilaksanakan secara online sehingga sangat penting memilih media yang digunakan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melatih kemampuan Bahasa Jepang siswa SMK Kesehatan Sadewa dan untuk mengetahui respons siswa setelah mendapatkan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan dua kali pada tanggal 21 dan 23 Juli 2021 dengan peserta 25 siswa SMK Kesehatan Sadewa kelas XII Asisten Keperawatan 3. Pelatihan dilaksanakan dengan materi penjelasana manfaat video pembelajaran, Kosakata dan pola kalimat Bahasa Jepang. Berdasarkan survei yang dibagikan kepada peserta. Peserta merasa media dan materi yang disampaikan menarik dan sangat bermanfaat. Abstract: In 2017 the Japanese government and the Indonesian government had made an IJEPA agreement, especially in the health sector, by sending nurses from Indonesia to work as nurses in Japan. Nurses needed by the Japanese government are not only nurses who graduate from S1 and D3. Even nurses from Health Vocational Schools have the same job opportunities. The Health Vocational School responded by incorporating Japanese subjects into its curriculum for both Intra-school and extra-school activities to face this opportunity. In the current Pandemic conditions where all learning is carried out online, it is essential to choose the media used. This service aims to train the Japanese language skills of the Sadewa Health Vocational School students and to find out the student's response after receiving the training. The training was conducted twice on 21 and 23 July 2021 with 25 Sadewa Health Vocational School class XII Nursing Assistant 3. The training was carried out with material explaining the benefits of learning videos, Japanese vocabulary, and sentence patterns. Based on the survey distributed to participants. Participants felt that the media and materials presented were exciting and very useful.
EDUKASI PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL DIABETES DAN HIPERTENSI PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI TALANG BETUTU
Sri Indaryati;
Maria Tarisia Rini
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6061
Abstrak: Diabetes dan Hipertensi merupakan penyakit Comorbid-19 yang paling berbahaya. Penderita mudah tertular dan meningkat keparahannya serta ancaman kematiannya menjadi yang tertinggi nomor 1 pada Hipertensi dan ke-2 pada diabetes. Masyarakat di Kelurahan Talang Betutu merupakan salah satu daerah binaan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC). Masyarakat ini memiliki potensi menjadi mandiri dalam mengelola penyakit diabetes dan hipertensi. Namun pada masa pandemi masyarakat ini cenderung mengabaikan protokol kesehatan. Berdasarkan survei pada Oktober 2020 didapatkan permasalahan mitra: Rendahnya perilaku perawatan mandiri diabetes dan hipertensi terutama kepatuhan minum obat dan kebiasaan membeli obat herbal tanpa konsultasi saat pandemi Covid-19. Hal ini akan memperburuk kesehatan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan penderita Diabetes dan hipertensi dalam memanfaatkan Herbal. Metode pelaksanaan adalah edukasi dengan diskusi dan sharing lansung kelompok kecil (2-3 pasien/ kelompok) mengenai pengalaman pemanfaatan herbal untuk hipertensi dan Diabetes. Hasil: Pengetahuan pasien meningkat dari 39 peserta yang sebelumnya Sebagian besar pengetahuan mengenai pemanfaatan Herbal untuk perawatan mandiri Hipertensi dan Diabetes rendah yaitu hanya 12,83% menjadi meningkat menjadi 76,92%. Semua peserta yang mendapat penyuluhan dan semua kader menilai kegiatan ini bermanfaat. Para peserta dan kader memberikan saran untuk melanjutkan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan Kesehatan warga setempat.Abstract: Diabetes and Hypertension are the most dangerous comorbid-19 diseases. Patients are easily infected and increased in severity and the threat of death becomes the highest number 1 in hypertension and 2nd in diabetes. The community in Talang Betutu Village is one of the built areas of the Faculty of Health Sciences, Musi Charitas Catholic University (UKMC). This society has the potential to become independent in managing diabetes and hypertension. But during pandemics these people tend to ignore health protocols. Based on a survey in October 2020, partner problems were obtained: Low self-care behavior of diabetes and hypertension, especially adherence to taking drugs and habits of buying herbal medicines without consultation during the Covid-19 pandemic. This will worsen health. The purpose of this activity is to increase the knowledge of diabetics and hypertension in utilizing herbs. The implementation method is education by discussing and sharing small groups (2-3 patients / groups) about the experience of utilizing herbs for hypertension and diabetes. Results: Patient knowledge increased from 39 participants who previously mostly knowledge regarding the use of Herbs for self-care hypertension and diabetes was low which was only 12.83% to increase to 76.92%. All participants who received counseling and all cadres considered this activity useful. The participants and cadres provided advice to continue devotional activities to improve the health of local residents.
PENDAMPINGAN PENYINTAS COVID-19 UNTUK MENCEGAH KEJADIAN DEPRESI DALAM MENJALANI ISOLASI MANDIRI
Ivanna Beru Brahmana;
Ayu Laksmi Salsabila;
Rizky Aprilia Kusumawardhani;
Naufal Hanif Amrulloh;
Desma Ayu Lestari;
Fitri Khoirunnisa;
Ravikha Aprilia Ganarsih
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6822
Abstrak: Latar belakang: Pandemi Covid-19 datang tidak terduga. Jumlah korban terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. Isolasi mandiri (isoman) tanpa bertemu dan bersosialisasi dengan orang lain, ancaman risiko memberatnya kondisi penyakit hingga fatal merupakan pengalaman yang mengerikan bagi para penyintas yang berisiko menimbulkan depresi. Upaya pendampingan bagi mereka merupakan upaya yang mulia, untuk ketenangan penyintas dalam menjalani hari-hari yang menegangkan. Tujuan: Mendampingi penyintas Covid-19 secara batin dan memantau perkembangan kondisi kesehatan dari hari ke hari. Metode: Menyapa penyintas secara online melalui whatsapp dan mengetahui perkembangan kondisi kesehatan penyintas melalui google-form. Hasil & implikasi: Pendampingan selama 10 hari dilakukan pada 2 keluarga yang melakukan isoman sebagai kegiatan KKN Mahasiswa Program Pendidikan Kedokteran di bulan Februari-Maret 2021. Penyintas merasakan ketenangan batin dengan adanya kegiatan pendampingan dari mahasiswa KKN. Kedua keluarga juga merasakan ketenangan karena mengetahui perkembangan kesehatan mereka ke arah perbaikan. Informasi tentang Covid yang diberikan mahasiswa dirasakan sangat bermanfaat bagi tiap anggota keluarga, waktu terisi dengan kegiatan yang berguna, dan mengurangi risiko depresi. Kesimpulan: Kegiatan pendampingan penyintas Covid-19 oleh mahasiswa KKN PSPD FKIK UMY dirasakan bermanfaat dan memberikan kepuasan seluruh anggota keluarga penyintas, sekaligus sebagai bukti kepedulian mahasiswa terhadap sesama dan melatih soft skill mereka.Kata Kunci: Covid-19, depresi, mahasiswa, pendampingan, penyintas. Abstract: The Covid-19 pandemic came unexpectedly. The number of confirmed cases of Covid-19 is increasing. Independent isolation (isoman) without meeting and socializing with other people, the risk of worsening the disease condition to fatal is a terrible experience for survivors at risk of causing depression. Assistance efforts for them is a noble effort for the peace of the survivors in living stressful days. Objective: To spiritually accompany Covid-19 survivors and monitor the development of health conditions from day today. Method: Greet the survivors online via WhatsApp and find out the survivor's health condition progress through the google-form. Results & implications: Mentoring for ten days was carried out on two families who did isoman as a KKN activity for Medical Education Program Students in February-March 2021. Survivors felt the peace of mind with mentoring activities from KKN students. Both families also feel calm because they know the progress of their health towards improvement. Information about Covid provided by students is beneficial for each family member; time is filled with functional activities and reduces the risk of depression. Conclusion: Assistance activities for Covid-19 survivors by KKN PSPD FKIK UMY students were felt to be helpful and provide satisfaction for all family members of survivors, as well as proof of students' concern for others and practice their soft skills. Keywords: Covid-19, depression, students, mentoring, survivors.
EDUCATION ABOUT PHBS (CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR) AND ITS APPLICATION TO STUDENTS PEKANBARU 48 STATE ELEMENTARY SCHOOL
Desi Nindya Kirana;
Islah Wahyuni;
Violita Dianatha Puteri;
Ingelia Ingelia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6895
Abstrak: PHBS merupakan strategi yang digunakan untuk menciptakan kemandirian dalam meraih kesehatan dan merupakan suatu perilaku yang diterapkan berdasarkan kesadaran. PHBS di sekolah merupakan tatanan awal untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Tatanan sekolah merupakan salah satu ruang lingkup edukasi. Edukasi di lingkungan sekolah sangat efektif karena anak sekolah dasar (SD) merupakan sasaran yang mudah dijangkau sebab terorganisasi dengan baik serta merupakan kelompok umur yang peka dan mudah menerima perubahan. Tujuan dari pemberdayaan untuk memberikan edukasi PHBS kepada siswa-siswi serta penerapannya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah Theoritical dan Demonstrasi dengan pendekatan program tindak partisipatif, program kerja disampaikan dengan 4 tahapan yaitu secara teori pemberian edukasi (materi secara teknis terkait PHBS), pemeriksaan TB/BB, memberikan pendampingan dan bimbingan dalam penerapan/mendemostrasikan cara cuci tangan pakai sabun secara benar mengunakan air mengalir oleh setiap peserta didik dan pelaksanaan evaluasi, kegiatan ini dilakukan selama 4 kali pertemuan secara Luring dengan mematuhi protocol kesehatan. Jumlah peserta kegiatan pemberdayaan ini yaitu 20 orang siswa-siswi SD. Hasil: setelah pemberian edukasi tentang PHBS, melatih cuci tangan pakai sabun didapatkan hasil bahwa siswa-siswi mengetahui, memahami PHBS dan mampu menerapkan cuci tangan pakai sabun secara benar setiap sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.Abstract: PHBS is a strategy used to create independence in achieving health and is a behavior that is applied based on awareness. PHBS in schools is the initial order to create healthy and quality human resources. School order is one of the scopes of education. Education in the school environment is very effective because elementary school children are an easy target to achieve because they are well organized and are an age group that is sensitive and easy to change. The purpose of empowerment is to provide PHBS education to students and its implementation. The method used in the implementation of this community service is Theoritical and Demonstration with a participatory approach program approach, the work program is delivered in 4 stages, namely theoretically providing education (technically related materials for PHBS), TB/BB examination, providing assistance and guidance in implementing/ demonstrating how to wash hands properly using running water by each student and evaluating, this activity was carried out for 4 meetings by complying with health protocols. The number of participants in this empowerment activity is 20 elementary school students. Results: after providing education about PHBS, practicing hand washing with soap, the results showed that students knew, understood PHBS and were able to apply hand soap properly before and before carrying out activities.
EDUKASI SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA IBU BALITA DI POSYANDU
Ezalina Ezalina;
Eka Malfasari;
Ulfa Hasanah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v5i1.6753
Abstrak: Selama pandemi Covid 19 terjadi penurunan kunjungan ibu ke layanan kesehatan akibat pembatasan jarak sosial. Kehilangan pekerjaan yang dialami kepala keluarga akibat dirumahkan berpengaruh dalam mengkonsumsi makanan yang berkualitas sehingga mempengaruhi tumbuh kembang anak akibat kekurangan makanan yang bergizi. Jika dibiarkan maka anak yang kekurangan gizi akan berisiko mengalami stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai balita tentang stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Tunas Baru Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan balita, lalu dilanjutkan dengan edukasi tentang stunting, dan terakhir ditutup dengan diskusi serta tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. Hasil dari kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting dari 50% menjaadi 95% yang terlihat dari antusias ibu-ibu dalam mendengarkan materi, memberikan pertanyaan dan adanya keinginan untuk menerapkan perilaku pemberian makanan yang bergizi serta perawatan yang baik kepada balita.Abstract: During pandemic covid-19, drops in mother visits count to health care facility occurred due to social distancing. Head of the family losing job as the result of getting laid off and this impact nutritious food consumption, hence children’s growth got affected by poor nutrition. If no measures are being taken, children will vulnerable to stunting. The aim of this community service is to increase the knowledge of stunting to mothers which caring a child. This activity is held in Posyandu Tunas Baru Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang. Method of activity execution started with measuring children’s body weight, followed by stunting education, and ended with discussion regarding the presented material. The outcome of this activity is, observed increase in mothers knowledge in regards to stunting, from 50% to 95% which is seen from audience enthusiasm when presented with materials, asking questions throughout the activity, and willing to apply the habit of feeding nutritious food and treating the children with care.