cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2025): Januari" : 15 Documents clear
PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI SISWA SDN 1 KERUAK Fujiaturrahman, Sukron; Fitriani, Yuyun; Eka Putri, Ananda Desti; Nurnadya, Nurnadya; Nadira, Nadira; Sukmawati, Sukmawati; Akbar, Andini; Musliyono, Musliyono
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.27245

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni siswa melalui pendampingan pengelolaan sampah plastik di SDN 1 Keruak. Sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan diubah menjadi bahan dasar untuk membuat karya seni yang kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan, penyuluhan, serta pendampingan dalam pembuatan karya seni dari sampah plastik. Siswa didorong untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk bernilai guna, seperti hiasan dinding, pot bunga, dan miniatur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menghasilkan karya seni yang kreatif dengan memanfaatkan sampah plastik, dan terjadi peningkatan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui daur ulang. Program ini juga mendapat dukungan positif dari guru dan orang tua siswa, yang melihat adanya peningkatan kreativitas dan kesadaran lingkungan pada anak-anak mereka. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan kreatif, serta memberikan dampak positif terhadap kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain dalam rangka meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan sejak dini.Abstract:  This community service program aimed to enhance the artistic creativity of students through the facilitation of plastic waste management at SDN 1 Keruak. Plastic waste, which poses a significant environmental issue, was transformed into raw materials for creating innovative art projects. The methods employed in this program included training, counseling, and hands-on guidance in crafting artworks from plastic waste. Students were encouraged to repurpose plastic waste into useful products, such as wall decorations, flower pots, and miniatures. The outcomes of the program demonstrated that the majority of students were able to produce creative artworks utilizing plastic waste, and there was a noticeable increase in their environmental awareness, particularly in understanding the importance of recycling. The program received positive feedback from both teachers and parents, who observed improvements in the students' creativity and environmental consciousness. This initiative successfully fostered an interactive and creative learning environment, while also contributing to greater environmental awareness among the students. This program serves as a model that can be implemented in other schools, aiming to promote students' creativity while instilling sustainability values from an early age.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR DAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MGMP GEOGRAFI KABUPATEN ALOR Sunimbar, Sunimbar; Manek, Agustinus Hale; Rahmawati, Arfita; Wulakada, Hamza H.; Pamungkas, Bella Theo Tomi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.26418

Abstract

Abstrak: Kompetensi profesional, merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mendesain pembelajaran geografi. Pendidik yang profesional adalah pendidik yang selalu memperbaiki dan meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan proses dan hasil pembelajaran yang bermutu. Upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui pelatihan penyusunan modul ajar dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP geografi kabupaten Alor. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah 1) meningkatkan kemampuan guru geografi pada MGMP geografi di kabupaten Alor dalam mendesain modul ajar dan pembelajaran deferensiasi kurikulum merdeka belajar. 2) Meningkatkan pemahaman guru geografi dalam menyusun modul ajar geografi dan pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar pada MGMP Geografi di Kabupaten Alor. Peserta yang diikutsertakan dalam pelatihan ini sebanyak 20 orang guru geografi yang tergabung dalam MGMP geografi Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah,diskusi, latihan,dan tes. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah lebih dari 70 persen peserta telah memahami cara menyusun modul ajar geografi dan mampu mendesain pembelajaran berdeferensiasi kurikulum merdeka belajar.Abstract: Professional competence is one of the abilities that teachers must have in designing geography learning. Professional educators are educators who always improve and improve their competence in the learning process so that quality learning processes and outcomes are expected. Efforts to improve their professional abilities through training in the preparation of teaching modules and independent learning curriculum deferred learning at MGMP geography Alor district. The objectives of this training are 1) to improve the ability of geography teachers at the geography MGMP in Alor district in designing teaching and learning modules for the differentiation of the independent learning curriculum. 2) Improving the understanding of geography teachers in compiling geography teaching modules and decentralized learning of the independent learning curriculum at the Geography MGMP in Alor Regency. The participants who participated in this training were 20 geography teachers who are members of the Alor Regency geography MGMP. The methods used in this training are lectures, discussions, exercises, and tests. The results obtained from this training are that more than 70 percent of the participants have understood how to compile geography teaching modules and are able to design independent learning curriculum differential learning.
PROGRAM PEMBINAAN BERKELANJUTAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA QUR’AN DENGAN ILMU TAJWID DASAR DI MASYARAKAT DAN PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH BATUYANG Mukhlishin, Mukhlishin; Sahman, Sahman; Supryadi, Ady; Hamid, Abdul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28351

Abstract

Abstrak: Membaca al-Qur’an dengan tajwid merupakan kewajiban utama bagi umat Islam. Namun, pemahaman masyarakat tentang bacaan yang benar sesuai dengan ilmu tajwid dasar masih menjadi kendala yang signifikan, khususnya di kalangan PCM Batuyang dan masyarakat sekitarnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pembelajaran berkelanjutan dalam membaca al-Qur’an dengan tajwid, guna memperbaiki kualitas bacaan di kalangan komunitas masyarakat dan pimpinan cabang Muhammadiyah Batuyang, Lombok Timur. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, diskusi kelompok, praktik langsung, sesi tanya jawab, evaluasi dan umpan balik, serta pembelajaran berbasis teknologi. Hasil dari program pembinaan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca al-Qur’an dengan tajwid dasar, meskipun terdapat beberapa tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan. Antusiasme peserta dan pemilihan metode pengajaran yang tepat sangat berkontribusi terhadap keberhasilan program ini. Dengan strategi yang efektif, pembelajaran tajwid dapat ditingkatkan secara signifikan dalam komunitas.Abstract: Reading the Qur'an with tajweed is a major obligation for Muslims. However, the community's understanding of correct reading by basic tajweed science is still a significant obstacle, especially among PCM Batuyang and the surrounding community. This service aims to provide coaching and continuous learning in reading the Qur'an with tajweed to improve the reading quality among the community and Muhammadiyah branch leaders of Batuyang, East Lombok. The methods applied include lectures, group discussions, hands-on practice, question-and-answer sessions, evaluation and feedback, and technology-based learning. This coaching program showed a significant improvement in the ability to read the Qur'an with basic tajweed, despite some challenges faced during implementation. The enthusiasm of the participants and the selection of appropriate teaching methods greatly contributed to the success of this program. With effective strategies, tajweed learning can be significantly improved in the community.
OPTIMALISASI USAHA EKONOMI KREATIF PADA ERA REVOLUI INDUSTRI 4.0 MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DI SMK NEGERI 5 MATARAM Zahrah, Zahrah; Widyati, Baiq Dinna; Qulub, Mudawil; Budiarta, Meiza Ariya; Alfia, Kharunia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28784

Abstract

Abstrak: SMKN 5 Mataram, merupakan salah satu sekolah kejuruan di Kota Mataram yang memproduksi produk dengan unsur nilai budaya yang berpotensi untuk mencapai pasar nasional dan mancanegara. Namun, SMKN 5 Mataram belum konsisten dalam menawarkan produknya secara lingkup nasional dan mancanegar disebabkan karena keterbatasan mereka dalam mempromosikan dan mengenalkan produk yang dihasilkan dapat diakses dari luar daerah bahkan internasional. Ditambah kurangnya kemampuan sumber daya manusianya dalam membuat dan mengelola website dan sosial media atau marketplace, minimnya kemampuan pengambilan foto/video untuk mengisi website galeri usaha yang dihasilkan. Untuk itu diperlukannya upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dan juga sekolah.  Salah satunya yakni melalui implementasi teknologi digital pada usaha ekonomi kretif. Tujuannya agar siswa atau sekolah dapat memaksimalkan pemamfaatan teknologi terhadap pemasaran dan e-niaga sebagai media untuk memperluas jangkauan pasarnya. Hal ini sejalan dengan keinginan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim untuk mengimplementasikan teknologi dan digital dalam kurikulum 5.0. Dalam pelaksanaannya pelaksanaan kegiatan ini akan dibagi menjadi tiga tahap dan dilaksanakan dalam waktu tiga pertemuan dengan pendekatan persuasif dan interaktif (timbal balik). Hasil kegiatan pelatihan ini mampu memberikan wawasan lebih banyak mengenai bagaimana melakukan ekspor barang, peningkatan kualitas konten dan pemanfaatan teknologi digital berupa pengelolaan media sosial dan website khususnya.Abstract:  SMKN 5 Mataram is one of the vocational schools in Mataram City that produce cultural products with the potential to reach national and international markets. However, the school has not been consistent in offering its products nationally and internationally due to its limitations in promoting and introducing products that can be accessed from outside the region and even internationally. The institution's capacity to create and manage websites, social media, and marketplaces is deficient, as is its capability to produce visual content, such as photographs and videos, to populate the business gallery website.To address these limitations, there is an imperative for enhancing the competencies of students and schools.A proposed solution involves the integration of digital technology into creative economic initiatives. The objective is to empower students and schools to leverage technology for marketing and e-commerce purposes, thereby expanding their market reach. This objective is consistent with the Minister of Education and Culture, Nadiem Makarim's vision for the integration of technology and digital elements into the 5.0 curriculum.The implementation of this activity will be meticulously structured into three phases, spanning three meetings, employing a persuasive and interactive approach. The training activity is expected to yield several key outcomes, including a deeper understanding of strategies for enhancing the quality of exported goods and leveraging digital technologies for effective management of social media and websites.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MELALUI GERAKAN GLS PADA SISWA SMPN 2 PRAYA TENGAH Darmutika, Linda Ayu; Fabian, Radit; Wasiah, Nurul; Miiraz, Nurul; Hasanah, Jumatun; Rahayu, Sefia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.27280

Abstract

Abstrak: Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran minat literasi dan numerasi siswa atau menjadikanya sebagai budaya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMPN 2 Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif praktik, yakni melalui teknik/ tahap observasi, tahap sosialisasi & implementasi, serta tahap tahap evaluasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pustakawan, guru, peserta didik dan lingkungan prasarana sekolah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan secara kompherensif dan aktual faktor kausalitas atas problem rendahnya tingkat kemampuan serta tidak meleknya siswa terhadap literasi (baca, tulis dan menghitung). Setelah dilaksanakn program GLS dan berdasarkan hasil evaluasi tim pengabdian, perubahan kesadaran dan semangat membudayakan literasi sangat terlihat, hingga sampai pada kemampuan berfikir, dan kualitas intelektual yang dapat memengaruhi perubahan nilai akademik secara optimal. Siswa yang semulanya pasif kini menjadi aktif.Abstract: The School Literacy Movement (GLS) was carried out with the aim of increasing awareness of students' interest in literacy and numeracy or making it a culture. This service activity was carried out at SMPN 2 Praya Tengah, Central Lombok Regency. This service uses qualitative methods with a practical descriptive approach, namely through techniques/observation stages, socialization & implementation stages, as well as evaluation stages. Research informants include school principals, deputy principals for curriculum, librarians, teachers, students and the school infrastructure environment. Based on the research results, it shows comprehensive and actual causal factors for the problem of low levels of ability and students' lack of literacy in literacy (reading, writing and calculating). After implementing the GLS program and based on the evaluation results of the service team, changes in awareness and enthusiasm for cultivating literacy were very visible, down to the ability to think and intellectual qualities that could influence changes in academic grades optimally. Students who were originally passive have now become active.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK KREATIF OLAHAN TEMPE UNTUK PASAR EKSPOR: STUDI KASUS UMKM DI BOGOR, JAWA BARAT Wikansari, Rinandita; Kurniawati, Renny; Prasaja, Disma; Helvianto, Ahmad Wimbo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.26561

Abstract

Abstrak: Pendampingan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Artikel ini membahas pendampingan yang dilakukan kepada UMKM penghasil produk olahan tempe dalam rangka mempersiapkan produk untuk pasar ekspor. Melalui pendekatan berbasis brainstorming dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, program pendampingan ini berfokus pada peningkatan inovasi produk, pengembangan kualitas, pengemasan modern, serta strategi pemasaran digital yang sesuai dengan standar ekspor internasional. Hasil dari pendampingan menunjukkan bahwa UMKM berhasil meningkatkan kualitas produk serta memperluas jaringan pasar globalnya melalui pelatihan dan dukungan berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta juga terbukti efektif dalam memberikan dukungan teknis dan finansial. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam adopsi teknologi dan keberlanjutan program yang memerlukan pendampingan jangka panjang. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat program pendampingan serupa di masa mendatang, termasuk pentingnya penguatan jaringan distribusi internasional, peningkatan akses pendanaan, dan inovasi berkelanjutan dalam produk dan pengemasan.Abstract:  Coaching for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a strategic step in increasing the competitiveness of local products in the international market. This article discusses the coaching provided to MSMEs producing processed tempeh products in order to prepare products for the export market. Through a brainstorming-based approach and collaboration with various stakeholders, this coaching program focuses on improving product innovation, quality development, modern packaging, and digital marketing strategies that comply with international export standards. The results of the coaching show that MSMEs have succeeded in improving product quality and expanding their global market networks through training and ongoing support. Collaboration with the government, educational institutions, and the private sector has also proven effective in providing technical and financial support. However, there are still challenges in technology adoption and program sustainability that require long-term mentoring. This article provides recommendations for strengthening similar coaching programs in the future, including the importance of strengthening international distribution networks, increasing access to funding, and continuous innovation in products and packaging.
FESTIVAL GREEN THERAPY UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Hayati, Riza Sativani; Sirajuddin, Sirajuddin; Ma'rifah, Destri Ratna; Husain, Rafelia
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.27582

Abstract

Abstrak: Kebutuhan alternatif terapi yang menyenangkan bagi anak berkebutuhan khusus mendorong pengembangan Pusat Green Therapy Indonesia Timur di Sekolah Alam Darul Istiqamah, Maros, Sulsel. Sebagai upaya publikasi layanan terapi, Pusat Green Therapy Indonesia Timur melaksanakan edukasi kepada masyarakat dan sekaligus memberikan layanan green therpay bagi anak berkebutuhan khusus melalui kegiatan festival green therapy. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan Pusat Green Therapy Indonesia Timur sebagai alternatif terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Festival green therapy terdiri atas seminar green therapy dan implementasi sembilan jenis layanan green therapy kepada masyarakat Makassar, Maros, dan Gowa Sulawesi Selatan. Layanan green therapy yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus antara lain terapi dengan berkuda (hippotherapy), terapi dengan air (aquatic therapy), terapi dengan berkebun (gardening therapy), terapi dengan interaksi hewan (ikan dan kelinci), terapi art & crafting therapy dengan bahan alam, terapi bermain dengan bahan alam (pasir dan air), terapi dengan outbound, terapi dengan sensory walk, dan terapi dengan kelas montessori. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa semua peserta merasa puas dengan materi seminar green therapy. Selain itu diperoleh informasi bahwa semua terapi yang diberikan sesuai kebutuhan, memberikan manfaat, dan mampu menjadi alternatif terapi bagi anak berkebutuhan khusus.Abstract:  The need for alternative and enjoyable therapies for children with special needs has encouraged the development of the East Indonesia Green Therapy Center at Sekolah Alam Darul Istiqamah, Maros, South Sulawesi. As an effort to publish therapy services, the East Indonesia Green Therapy Center provides education to the community and at the same time provides green therapy services for children with special needs through the green therapy festival. The main objective of this activity is to introduce the East Indonesia Green Therapy Center as an alternative therapy for children with special needs. The green therapy festival consists of a green therapy seminar and the implementation of nine types of green therapy services to the childrens of Makassar, Maros, and Gowa, South Sulawesi. Green therapy services provided to children with special needs include horse riding therapy (hippotherapy), water therapy (aquatic therapy), gardening therapy, therapy with animal interaction (fish and rabbits), art & crafting therapy with natural materials, play therapy with natural materials (sand and water), outbound therapy, sensory walk therapy, and Montessori class therapy. The results of this activity indicate that all participants were satisfied with the green therapy education seminar. In addition, information was obtained that all therapies provided were according to needs, had an impact, and were able to be an alternative therapy for children with special needs.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN PEMBUATAN ECOENZYME SEBAGAI ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK DI SD KALAM KUDUS PONTIANAK Kartikawati, Siti Masitoh; Azahra, Siva Devi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28560

Abstract

Abstrak: Pendidikan lingkungan adalah salah satu cara efektif untuk membentuk perilaku dan sikap manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pendidikan lingkungan adalah pengelolaan sampah organik melalui pembuatan ecoenzyme. Ecoenzyme terbuat dari limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang difermentasi dan dapat diolaj menjadi berbagai produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa, khususnya di SD Kalam Kudus, mengenai pentingnya pengolahan limbah organik menjadi ecoenzyme. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan pelatihan yang mencakup teori dan praktik, yang didukung dengan survei awal untuk mengetahui pengetahuan dasar siswa, serta observasi lingkungan belajar. Hasil dari pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan antara pre-test dan post-test yang diikuti oleh siswa dari rata-rata skor pre-test hanya mencapai 62% dan saat post-test meningkat menjadi 86,26%. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang ecoenzyme, manfaatnya, dan bagaimana cara membuatnya, yang menunjukkan antusiasme siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan siswa, mendorong mereka untuk mengurangi sampah di rumah dan sekolah. Dengan hasil ini, diharapkan kegiatan serupa dapat diperluas dan diterapkan di berbagai sekolah untuk memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.Abstract:  Environmental education is one of the effective ways to shape human behavior and attitudes in preserving the environment. One approach that can be applied in environmental education is organic waste management by manufacturing eco enzymes. Ecoenzyme is made from fermented organic waste, such as fruit and vegetable peels, which can be processed into various helpful products in everyday life. This activity aims to increase the knowledge and awareness of students, especially at SD Kalam Kudus, regarding the importance of processing organic waste into eco enzymes. The implementation of this activity involves training that includes theory and practice, which is supported by an initial survey to determine students' basic knowledge, as well as observation of the learning environment. The training results showed a significant increase in knowledge between the pre-test and post-test attended by students. The average pre-test score only reached 62%, and it increased to 86.26% during the post-test. The training improved students' understanding of ecoenzyme, its benefits, and how to make it, which showed students' enthusiasm in applying the knowledge they gained. In addition, the training also increased students' environmental awareness, encouraging them to reduce waste at home and school. With these results, it is hoped that similar activities can be expanded and implemented in various schools to impact waste management and environmental conservation positively.
IMPLEMENTASI PROGRAM MSIB BATCH 7 PADA KEGIATAN STUDI INDEPENDEN DI BANGKIT ACADEMY 2024 BY GOOGLE, GOTO, TRAVELOKA YAYASAN DICODING INDONESIA Sonata, Fifin; Jaya, Hendra; Syahril, Muhammad; Dahria, Muhammad; Gunawan, Rudi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28457

Abstract

Abstrak: Yayasan Dicoding Indonesia (YDI) adalah sebuah perusahaan startup yang bertujuan mengembangkan ekosistem developer di Indonesia. YDI mempunyai platform pembelajaran elektronik pada halaman Dicoding.com. Salah satu program pembelajaran dan pelatihan YDI adalah Bangkit Academy 2024 yang diselenggarakan oleh Google, GoTo, dan Traveloka. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan keterampilan di bidang teknologi. Program MSIB menawarkan 2 jalur karir yaitu Cloud Computing dan Mobile Development (Android) yang keduanya memiliki topik Android Learning Path, Cloud Computing Learning Path dan Machine Learning Learning Path. Peserta program akan mendapat kesempatan untuk belajar dari para ahli di bidangnya dan mengerjakan proyek dunia nyata di bawah bimbingan mentor dari perusahaan teknologi ternama. Selain itu, program ini juga menawarkan peserta kesempatan untuk menerima sertifikasi dari Google. Program MSIB memerlukan kurikulum komprehensif yang mencakup pembelajaran teoretis, proyek dunia nyata, dan pendampingan. Sebagai hasil dari program ini, peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang bidang pilihan mereka, keterampilan praktis yang kuat, dan sertifikasi yang mendukung keahlian mahasiswa. Kesimpulannya adalah program MSIB Bangkit Academy 2024 memberikan manfaat besar bagi peserta dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang teknologi. Kerja sama dengan perusahaan teknologi dan mentor yang berpengalaman, peserta mampu dan siap berkarir pada industri teknologi menggunakan peluang kerja yang lebih baik.Abstract:  Yayasan Dicoding Indonesia (YDI) is a startup company that aims to develop the developer ecosystem in Indonesia. YDI has an e-learning platform on the Dicoding.com page. One of YDI's learning and training programs is Bangkit Academy 2024 which is organized by Google, GoTo, and Traveloka. The purpose of this program is to provide opportunities for Indonesian students to develop skills in the technology field. The MSIB program offers 2 career paths, namely Cloud Computing and Mobile Development (Android), both of which have the topics of Android Learning Path, Cloud Computing Learning Path and Machine Learning Learning Path. Program participants will have the opportunity to learn from experts in their fields and work on real-world projects under the guidance of mentors from well-known technology companies. In addition, this program also offers participants the opportunity to receive certification from Google. The MSIB program requires a comprehensive curriculum that includes theoretical learning, real-world projects, and mentoring. As a result of this program, participants gain an in-depth understanding of their chosen field, strong practical skills, and certification that supports student expertise. The conclusion is that the MSIB Bangkit Academy 2024 program provides great benefits for participants in developing skills and knowledge in the technology field. Collaborating with technology companies and experienced mentors, participants are able and ready to pursue a career in the technology industry using better job opportunities.
KOMUNIKASI EFEKTIF PETUGAS PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT Situmorang, Masriani; Mulyana, Mulyana; Natasha, Natasha
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i1.28432

Abstract

Abstrak: Peran PMIK sangat vital dalam mengelola informasi medis yang akurat, lengkap, dan dapat diakses tepat waktu oleh tenaga kesehatan. Namun, berbagai kendala komunikasi sering ditemukan, seperti keterbatasan teknologi, kurangnya pelatihan, dan SOP yang tidak jelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan komunikasi efektif melalui sosialisasi dan edukasi tentang peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit, sehingga dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas informasi medis yang disampaikan. Tujuan: mewujudkan komunikasi efektif dengan melakukan percepatan informasi melalui sosialisasi serta edukasi tentang peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit.Metode: dilakukan Forum Grop Diskusi dan evaluasi dengan penilaian dari masyarakat dan teman sejawat RS Hasil: Sosialisasi tentang komunikasi efektif dilakukan dengan cara melakukan Pre Test dan Post test. Hasil dari sosialisasi didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pertugas sebelum (pre test) sebanyak 70 % meningkat menjadi 85% setelah (post test) penyampaian materi oleh Tim pengabdian masyarakat . Pre Test adalah test yang diberikan sebelum pengajaran dimulai dengan tujuan untuk mengetahui sampai dimana pengetahuan perawat terhadap materi yang disampaikan.Abstract: The role of Medical Record and Health Information Management (PMIK) is vital in managing accurate, complete, and timely accessible medical information for healthcare providers. However, various communication barriers are often encountered, such as technological limitations, lack of training, and unclear standard operating procedures (SOPs). Therefore, this study aims to achieve effective communication through socialization and education on improving service quality in hospitals, which can accelerate and enhance the quality of medical information conveyed. Objective: To achieve effective communication by accelerating information through socialization and education on improving service quality in hospitals. Method: A Focus Group Discussion (FGD) and evaluation were conducted, involving assessments from the community and colleagues at the hospital. Results: The socialization on effective communication was carried out by conducting a Pre-Test and Post-Test. The results of the socialization showed an increase in staff knowledge, from 70% before (pre-test) to 85% after (post-test) the presentation of the material by the community service team. The Pre-Test is a test given before the teaching begins with the aim of assessing the nurses' knowledge of the material to be delivered.

Page 1 of 2 | Total Record : 15