cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Synthesis of Titanium Dioxide Nanoparticles (3nm) by adding PEO Yatim Lailun Ni'mah
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.01 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2160

Abstract

Nanosized Titanium dioxide (TiO­) powder was synthesized via hydrothermal  method using titanium tetrachlorida (TiCl4) as the precursor and add PEO (Mw = 600.000). The as prepared nano powder was used for further characterization. The phase transformation was investigated by an X-ray diffractometer (XRD). The grain size of the TiO2 particle was found to be 3.4 nm. Experimental results have shown that the as-prepared powders have entirely consisted with anatase crystalline phase.
Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis R. Djarot Sugiarso; Novi Dianawati
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.701 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2112

Abstract

Kadar besi pada padi selama fase pematangan dan pada lingkungan sekitar padi yaitu tanah maupun air ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel padi, tanah, dan air didestruksi terlebih dahulu untuk mendapatkan ion besi. Pengukuran dilakukan dengan mereaksikan ion besi dengan pengompleks 1,10-fenantrolin sehingga terbentuk senyawa kompleks besi(II)-fenantrolin. Panjang gelombang maksimum yang didapat sebesar 509 nm dan nilai regresi pada kurva kalibrasi r = 0,9951. Terdapat 10 variasi hari yang berada dalam fase pematangan padi (52 hari, 63 hari, 67 hari, 71 hari, 77 hari, 81 hari, 85 hari, 90 hari, 95 hari, 98 hari) di setiap sampel yang dianalisis (padi, tanah, dan air) kadar besinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar besi di dalam padi memiliki korelasi dengan kadar besi pada tanah temapat menanam padi dan tidak memiliki korelasi dengan kadar besi di dalam air yang digunakan untuk mengairi padi tersebut.       Padi memiliki kadar besi tertinggi saat berumur 77 hari yaitu sebesar 0,565 mg (564,325 ppm) dan memiliki kadar besi terendah saat berumur 90 hari yaitu sebesar 0,306 mg (305,983 ppm)
Karakteristik Geokimia Organik Fraksi Keton Batubara Sawahlunto, Sumatera Barat Yulfi Zetra; Amirotul Ula; Zjahra Vianita Nugraheni; R.Y Perry Burhan
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.736 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2289

Abstract

Batubara Sawahlunto, Sumatera Barat dianalisis untuk menentukan karakter geokimia organiknya. Batubara diekstraksi soxhlet dengan pelarut diklorometana:metanol (93:7). Hasil ekstrak organik difraksinasi menggunakan kromatografi kolom. Fraksi keton kemudian dianalisis menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM). Analisis fraksi keton batubara Sawahlunto menunjukkan keberadaan senyawa iso dan anteiso-alkan-2-on, dan isoprenoid keton. Senyawa ini diasumsikan berasal dari rantai klorofil-α pada bakteri. Senyawa hopanon dan sikloheksil keton menunjukkan asal usul batubara dari bakteri. Peringkat kematangan batubara Sawahlunto adalah rendah dikarenakan terdapat senyawa hopanon pada batubara Sawahlunto. Proses kematangan batubara juga dapat terhambat jika komponen yang ada pada batubara berikatan dengan oksigen
Fabrikasi Elektroda Pembanding Ag/AgCl dengan Berbagai Membran Fredy Kurniawan
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2714.818 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2095

Abstract

Ag/AgCl reference electrode has been fabricated using various types of membranes, i.e. cellulose, polyisoprene, graphite, kaolinite, and LDPE. The electrodes performance were observed by measuring 0.1 M K4[Fe(CN)6] solution.  The measurements were repeated for every 2 hours during  24 hours, then every 24 hours during  6 days, and after that every 3 days for two times using cyclic voltammetry. The voltammograms obtained of various membranes were compared to Ag/AgCl commercial reference electrode voltammogram. Validation of the results was conducted by F-test and t-test. The Ag/AgCl reference electrode using polyisoprene and LDPE membranes have a performance close to commercial electrode.
Pengaruh Penambahan Bacillus subtilis Pada Biodegradasi DDT Oleh Phlebia brevispora Adi Setyo Purnomo; Fajriah Fajriah
Akta Kimia Indonesia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.281 KB) | DOI: 10.12962/j25493736.v2i1.2158

Abstract

DDT merupakan pestisida yang bersifat persisten di lingkungan, dan memiliki resiko kesehatan bagi manusia. Pada penelitian ini, pengaruh penambahan bakteri Bacillus subtilis pada biodegradasi DDT oleh jamur Phlebia brevispora telah diteliti. B. subtilis ditambahkan pada volume 1, 3, 5, 7, dan 10 mL (1 ml ≈ 6,7 × 108 sel bakteri / ml kultur). Hasil degradasi DDT oleh P. brevispora tanpa penambahan bakteri adalah 64%. Degradasi tertinggi DDT diperoleh pada penambahan 10 mL bakteri sekitar 75% selama masa inkubasi 7 hari. DDD, DDE and DDMU terdeteksi sebagai produk metabolit. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan B. subtilis dapat meningkatkan degradasi DDT oleh P. brevispora.

Page 1 of 1 | Total Record : 5