cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Isolasi, Identifikasi Dan Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder Dari Fraksi n-Heksana Kayu Akar Tumbuhan Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) Yang Tidak Aktif Terhadap Udang Artemia salina Leach Jamius B Stepanus; Nunuk H Seokamto
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16503

Abstract

Penelusuran secara etnobotani dan berdasarkan kajian kemotaksonomi serta filogenetik menunjukkan kayu akar tumbuhan Kleinhovia hospita Linn. (Paliasa) berpotensi menghasilkan metabolit sekunder dengan stuktur beragam dan bersifat bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan menentukan bioaktivitas metabolit sekunder pada fraksi n-heksan yang tidak aktif terhadap udang Artemia salina Leach dari kayu akar tumbuhan K. hospita. Metode isolasi yang digunakan terdiri dari ekstraksi, fraksinasi dan pemurnian. Identifikasi metabolit sekunder melalui analisis spektroskopi IR sedang uji bioaktivitas senyawa berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) menggunakan A. salina. Hasil penelitian diperoleh dua senyawa yang diduga sebagai steroid alkaloidal dengan nilai toksisitas (LC50) masing-masing senyawa adalah > 1000 µg/mL dan 107,54 µg/mL. Kata kunci: Artemia salina Leach., Kleinhovia hospita Linn., spektrum IR, Sterculiaceae, steroid alkaloidal.
Tinjauan Molekular Proses Loading dan Unloading Rifampicin pada Etil Selulosa dan (Etil selulosa)-g-(Poly-Dimethylaminoethyl Acrylate) Mia Ledyastuti; Rachmawati Rachmawati; Ikhsan Ibrahim
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16517

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular dengan jumlah kematian 34 orang per 100.000 penduduk. Oleh karena itu,penelitian mengenai pengobatan tuberkulosis menjadi penting dari segi penghantaran obat maupun efektivitas obat. Kopolimer etil selulosa-g-(poly-dimethylaminoethylacrylate) atau EC-g-PDMAEA mempunyai potensi sebagai pembawa obat karena  dapat membentuk misel yang sesuai untuk jenis obat hidrofobik yaitu rifampicin. Pemahaman perilaku molekular dan interaksi EC-g-PDMAEA terhadap rifampicin menjadi bagian yang penting dalam sintesis dan aplikasi kopolimer dari etil selulosa ke depannya. Berdasarkan simulasi dinamika molekul menggunakan GROMACS 2020.6, EC-g-PDMAEA menghasilkan pola loading rifampicin yang mirip dengan pola loading dari etil selulosa (EC). Pola unloading dari EC-g-PDMAEA menunjukkan tren data yang lebih baik dibandingkan dengan EC dari segi pergeseran puncak Radial Distribution Function yang diamati untuk rifampicin dari jarak 0,86 menuju 0,96 nm. 
AN ANALYSIS ON Pb(IV) ION EFFECTS TOWARDS DETERMINING Fe(II) WITH 1,10-PHENANTROLINE ON pH 4,5 USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETER Djarot Sugiarso; Rizkika Widianti; Kamila Zahranisa; Suprapto Suprapto; Herdayanto S Putro; Ratna Ediati
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.9777

Abstract

An analysis on the effects of Pb(IV) towards determining Fe(II) with 1,10-phenantroline complex on pH 4,5 using UV-VIS spectrophotometer have been conducted. Fe(II) phenatroline complex have maximum wavelength of 508 nm. Pb(IV) ion as an ion disturber have a maxium wavelength of 315 nm. The relation coefficient obtained from the calibrated curve is 0,997 with the linear equation y = 0,118x + 0,020. By obtaining Pb(IV) ions, they could increase the iron concentration when it reached 0,2 ppm with recovery percentage of 123,160 and disturbed the iron concentration when it reached a concentration of 6 ppm with recovery percentage of 71,108
Profil Fisiko-Kimia Minyak Kulit Batang Pulosari (Alyxia reinwardtii Bl.) dan Aktivitas Antioksidannya Franciska Alvina; Hartati Soetjipto; Sri Hartini
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.13856

Abstract

Pulosari bark is one part of the plant that has medicinal properties and a distinctive aroma, it is widely used in various herbal recipes in Indonesia. The purpose of this study was to determine the yield, Physico-chemical properties, and antioxidant power of Pulosari bark oil. Based on the research that has been done, the yield of Pulosari bark oil by maceration method using n-hexane produces an average oil of 2.658 ± 0.098%. The Physico-chemical properties of the oil include density, acid number, peroxide number, and saponification number respectively are 0.98±0 g/mL; 92.875±4.954 Mek O2/kg; 11.214±0.776 mg KOH/g; and 105.678±12.921 mg KOH/g. The most dominant composition of Pulosari stem bark oil compounds are Cyclopentadecanone, 2-hydroxy- (25.97%); Hexadecanoic acid (14.47%); Ethyl linoleate (9.70%); 2H-1-Benzopyran-2-one (9.52%); and 1,2-Benzenedicarboxylic acid, mono(2-Ethylhexyl) ester (8.34%). The antioxidant activity of the oil tested with DPPH resulted in an IC50 value of 296,700 g/mL and was categorized as very weak.
Evaluasi Dan Modifikasi Metode Kurkumin Untuk Analisis Boron Secara Spektrofotometri Melalui Distilasi Ester Borat Risna Erni Yati Adu; Roto roto; Agus Kuncaka
Akta Kimia Indonesia Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v8i1.16137

Abstract

Evaluasi dan modifikasi terhadap metode kurkumin telah dilakukan untuk menetapkan suatu metode analisis boron yang lebih akurat dan presisi untuk analisis boron secara spektrofotometri dalam sampel makanan. Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah parameter yang mempengaruhi reaksi pembentukan kompleks asam borat dan kurkumin. Komponen-komponen yang dievaluasi meliputi panjang gelombang kompleks boron-kurkumin, kestabilan warna kompleks, rasio asam oksalat /kurkumin, jenis pelarut kurkumin, serta rasio volume etanol terhadap asam borat. Kondisi optimum dari hasil evaluasi yaiitu panjang gelombang boron-kurkumin 555 nm, waktu kestabilan kompleks 20 menit, rasio asam oksalat/kurkumin 15:1, jenis pelarut etil asetat serta rasio volume etanol 5:1 terhadap massa asam borat. Metode kurkumin telah divalidasi dan memenuhi kriteria akurat dan presisi dengan nilai persen perolehan kembali berkisar 96,09-104,92% dan nilai presisi intraday dan interday pada kisaran 0,44–1,50%, serta telah digunakan untuk menentukan konten boron dalam masing-masing sampel mie A, B, dan C secara berturut-turut adalah 0,74; 1,04 dan 1,08 mg kg-1. Metode analisis boron hasil modifikasi dapat digunakan untuk menentukan konten boron dalam sampel makanan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5