cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hidroteknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Hidroteknik ini terbit pertama kali pada tahun 2015. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Tujuan utama penerbitan jurnal ini adalah menampung karya tulis mahasiswa dan dosen teknik sipil dengan konsentrasi hidroteknik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang diterbitkan oleh Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai ITS.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
Perencanaan Jaringan Drainase Sub Sistem Kalidami Surabaya Risma Lupita Sari; Umboro Lasminto; Nastasia Festy Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.273 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4399

Abstract

Saluran Kalidami berada di kawasan Surabaya bagian timur. Saluran ini memiliki panjang 4270 meter dengan lebar bervariasi antara 11-33 meter. Saluran Kalidami membentang dari Kelurahan Airlangga, Gubeng dan berakhir di Selat Madura. Berdasarkan Peta Genangan Kota Surabaya Tahun 2013 terdapat beberapa daerah genangan di sekitar saluran Kalidami, diantaranya pada kawasan Kertajaya, Pucang anom, Dharmawangsa, Gubeng, Mojo, dan Airlangga. Genangan yang terjadi memiliki tinggi yang bervariasi antara 10-50 cm. Pada saluran primer kalidami terdapat buzem yang dilengkapi dengan pintu air dan rumah pompa untuk pengendalian banjir. Namun, saat pompa air dihidupkan pada saat hujan, daerah hilir saluran tidak mampu mengalirkan debit buangan pompa sehingga air pada saluran meluber.Dalam Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan drainase pada sub sistem Kalidami dengan meninjau kondisi saluran eksisting dan menggunakan program bantu HEC-HMS dalam analisa hidrologinya. Kemudian debit hasil dari HEC-HMS digunakan sebagai input debit banjir rencana pada analisa hidrolika. Dilakukan dua kali analisa hidrolika, yang pertama dengan kondisi eksising dan yang kedua dengan dengan saluran hasil rencana. Analisa hidrolika untuk saluran tersier menggunakan perhitungan analitik sedangkan untuk saluran sekunder dan primer menggunakan program bantu HEC-RAS.Berdasarkan hasil analisa kondisi eksisting diperoleh bahwa genangan air yang terjadi pada DAS Kalidami terjadi karena kapasitas saluran yang tidak mampu mengalirkan debit banjir, baik akibat dimensi saluran yang kurang lebar, adanya sedimentasi maupun banyaknya sampah di saluran. Kapasitas saluran primer Kalidami saat ini tidak dapat mengalirkan debit banjir rencana, sehingga dibutuhkan perencanaan baru. Lebar saluran sekunder yang diperlukan berkisar antara 2 meter sampai 7 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Sedangkan lebar saluran primer yang diperlukan adalah 12 meter pada bagian hulu kemudian melebar hingga 40 meter pada bagian hilir yang berbatasan dengan laut dengan kedalaman 2,5 meter. Kapasitas boezem dengan 5 buah pompa berkapasitas 1,5 m3/dt serta 2 buah pompa berkapasitas 3 m3/dt yang ada saat ini dapat berfungsi mengalirkan debit banjir rencana.
Penerapan Low Impact Development (LID) Untuk Meminimalisir Genangan Yang Ratri Savitri
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.807 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4400

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) merupakan salah satu kampus yang eco lingkungan berada di Surabaya bagian timur. Luas area keseluruhan ±  180 ha yang terdiri dari bangunan, fasilitas umum dan ruang terbuka hijau. Berdasarkan kondisi eksisting saat ini, banyak lahan kosong yang nantinya akan dikembangkan sesuai dengan rencana Master Plan. Dengan adanya pengembangan tersebut akan mengubah lapisan tidak kedap yang awalnya dapat dimanfaatkan sebagai tampungan sementara atau sebagai daerah resapan maka akan berubah menjadi kawasan kedap. Perubahan tersebut akan mengakibatkan limpasan air hujan yang semula jatuh pada lahan kosong tersebut, sebagian akan meresap ke dalam tanah dan selebihnya dialirkan menuju saluran di sekitar. Maka, dengan adanya perubahan lapisan menjadi kedap akan memberikan dampak limpasan air hujan semakin besar untuk dialirkan menuju saluran drainase. Pada saat musim hujan, masih banyak terjadi genangan di beberapa tempat yang disebabkan oleh beberapa permasalahan diantaranya adalah saluran drainase yang belum terintegrasi dengan saluran bagian hilirnya sehingga air tidak dapat mengalir menuju pembuang akhir, kondisi street inlet yang tertutup oleh tanah dan sampah di beberapa lokasi mengakibatkan air hujan yang jatuh di jalan tidak dapat masuk ke saluran drainase, kapasitas saluran drainase yang kurang memenuhi, dll. Dengan adanya pengembangan kawasan, diharapkan tidak menambahkan beban seperti permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya. Pada penelitian ini, akan dilakukan simulasi terhadap pengembangan kawasan dengan menerapkan Low Impact Development (LID). Proses simulasi akan dilakukan dengan menggunakan program bantu Storm Water Management Model (SWMM), dimana didalamnya terdapat beberapa alternatif LID yang dapat diterapkan dalam pengembangan kawasan. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan, dengan menerapkan LID untuk beberapa tipe diantaranya adalah green roof dan permeable pavement untuk menurunkan debit limpasan.
Analisa Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu Dan ITB Pada Sub DAS Konto, Jawa Timur Nastasia Festy Margini; Danayanti Azmi Dewi Nusantara; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.264 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4401

Abstract

Perhitungan debit banjir rencana merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam merencanakan bangunan air. Dengan perencanaan debit banjir yang tepat dan sesuai akan menyebabkan pembangunan sarana prasarana keairan menjadi efektif dan efisien serta dapat mengurangi resiko akan kegagalan bangunan akibat bencana alam seperti banjir. Selain pemilihan periode ulang rencana yang tepat sesuai dengan resiko yang akan dihadapi oleh suatu bangunan keairan, dalam perhitungan debit banjir rencana juga diperlukan metode yang tepat untuk dapat menggambarkan hidrograf yang sesuai dengan karakteristik suatu daerah aliran sungai (DAS) dimana suatu bangunan keairan tersebut akan dibangun.Sub DAS Konto, salah satu anak Sungai Brantas, yang merupakan sungai besar dan penting di Jawa Timur. Sehingga keberadaan debit airnya juga sangat menentukan kebermanfaatannya untuk kehidupan masyarakat sekitar. Didalam penelitian akan menggunakan metode Nakayasu dan ITB yang dibandingkan dengan hasil pengukuran debit di lapangan.
Studi Optimasi Pola Tanam Pada Daerah Irigasi Baru Banyuwangi Dengan Menggunakan Program Linier Lutfy Risfiyanto; Nadjadji Anwar; Nastasia Festy Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.697 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4397

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki fokus khusus terhadap beberapa hal, salah satunya dibidang pertanian. Provinsi di Indonesia yang dikenal sebagai salah satu daerah yang berperan penting dalam produksi pertanian adalah Jawa Timur. Pada daerah Jawa Timur Daerah Irigasi Baru terletak di wilayah Sungai Kalibaru, sedangkan secara administratif pemerintahan terletak di Kabupaten Banyuwangi. Daerah Irigasi Baru pada wilayah Cluring yang memiliki luas 5.945  Ha, mendapatkan suplai air dari Sungai Kalibaru melalui penyadapan Dam Karangdoro.Daerah Irigasi Baru merupakan salah satu daerah irigasi yang mengalami penurunan kinerja. Daerah Irigasi Baru mengalami penurunan kinerja diantaranya dikarenakan pembagian air yang kurang proporsional sehingga menyebabkan tidak meratanya pembagian air. Kondisi yang terjadi di Daerah Irigasi Baru, saat musim kemarau terdapat sawah yang tidak terairi sehingga menyebabkan gagal panen ataupun sawah tidak bisa ditanami. Dikarenakan hal tersebut dilakukan optimasi agar didapatkan keuntungan maksimum dengan luas lahan yang optimal berdasarkan jenis tanaman dan keersediaan air. Untuk analisa ini digunakan program linier dengan program bantu POM-Quantity Methods for Windows 3. Debit andalan Sungai Kalibaru, kebutuhan air tiap alternatif pola tanam yang direncanakan, dan luas lahan maksimal dijadikan batasan pada program liniernya. Hasil dari iterasi program linier dapat mengetahui luas sawah yang bisa ditanami berdasarkan jenis tanaman dan musim tanamnya, serta keuntungan hasil usaha tani maksimal yang akan diperoleh selama satu tahunDari beberapa alternatif pola tanam yang direncanakan, diperoleh pola tanam yang menghasilkan luasan terbesar yaitu pada awal tanam November I dan November II dengan intensitas tanam yaitu 300% . Terjadi peningkatan sebesar 8,97 % dari intensitas tanam eksisting 291,07 %. Dengan pola tanam padi/polowijo/tebu – padi/tebu – padi/polowijo/tebu. Keuntungan maksimal hasil usaha tani yang diperoleh selama setahun adalah Rp 224.826.400.000,00 dengan awal tanam November I.
Optimasi Pola Tanam Menggunakan Program Linier (Waduk Batu Tegi, Das Way Sekampung, Lampung) Anindita Hanalestari Setiawan; Nadjadji Anwar; Nastasia Festy Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.707 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4402

Abstract

Waduk Batu Tegi terletak di DAS Way Sekampung,SWS Way Seputih-Way Sekampung, Batu Tegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Waduk ini berfungsi sebagai penyedia air untuk irigasi, penyedia air baku, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).Dengan keterbatasan volume air yang tersedia di waduk, dilakukan optimasi agar dapat mengoptimalkan kebutuhan air untuk irigasi yang menentukan intensitas tanam suatu lahan, air baku untuk sektor domestik dan non-domestik, dan potensi PLTA. Tujuan dari optimasi pola tanam adalah menentukan harga maksimal hasil panen yang dapat dihasilkan suatu lahan dengan jenis tanaman yang berbeda. Optimasi dalam kasus ini dilakukan dengan menggunakan program linier program bantu Quantity Methods for Windows. Perhitungan optimasi dengan pola tanam rencana dilakukan agar optimasi berupa intensitas tanam menghasilkan panen yang lebih maksimal jika dibandingkan dengan pola tanam eksistingDari hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa debit andalan 80%  waduk yang terbesar adalah 76,7 m3/detik yang terjadi pada Bulan Februari dan yang terkecil adah 4,30 m3/detik yang terjadi pada Bulan Oktober, model alternatif pola tanam yang menghasilkan luas lahan dan keuntungan hasil panen paling optimum adalah Alternatif 5, besar kebutuhan air untuk irigasi dari alternatif 5 adalah 346,2 x 10 6 m3dalam satu tahun, besar kebutuhan air untuk air baku saat kondisi jam puncak pada tahun 2010 adalah 27,69 m3 x 10 6 m3 dan kebutuhan air untuk PLTA adalah 734,8 m3 x 10 6 m3, serta keuntungan maksimal yang didapatkan dari hasil produksi lahan sawah dengan menggunakan pola tanam alternatif 5 adalah Rp 1.890.843.057.506,00.
Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase UNESA dengan Adanya Pengembangan Kawasan Surabaya Barat Panglima Raizal Mahendra Norman; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.987 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4398

Abstract

Surabaya Barat merupakan daerah yang paling diminati untuk pengembangan wilayah untuk perumahan dan properti. Semakin banyak perubahan alih fungsi lahan untuk keperluan properti dan perumahan, semakin besar pula limpasan air yang menuju saluran drainase. Banjir merupakan salah satu dampak negatif yang disebabkan oleh debit air hujan yang melimpas karena perubahan alih fungsi lahan yang besar pada suatu kawasan.Saluran Sekunder UNESA merupakan saluran penyebab terjadinya banjir, karena saluran yang menjadi hilir dari ketiga lokasi yang berbeda (Pakuwon, Citraland, dan UNESA) mendapatkan debit limpasan yang besar. Dari hasil perhitungan evaluasi, debit limpasan yang masuk tidak sesuai dengan kapasitas Saluran Sekunder UNESA. Debit yang masuk dari kawasan Pakuwon sebesar 16.6 m3/det, dari kawasan citraland sebesar 8.13 m3/det, dan dari kawasan UNESA sebesar 8 m3/det. Sedangkan kapasitas saluran sekunder UNESA yang terbesar sekitar 33.8 m3/det.Solusi yang diberikan yaitu dengan menahan debit yang masuk dari tiap kawasan. Debit yang masuk dari kawasan pakuwon ditahan hingga 7 m3/det, dari citraland ditahan hingga 3.5 m3/det, dan kawasan UNESA ditahan hingga 4 m3/det. Dengan demkian masalah banjir yang terjadi dapat diselesaikan. 
Redesain Embung Angsokah Kabupaten Sampang Chandra Eko Prasetyo; Umboro Lasminto; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.723 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4403

Abstract

Pada musim kemarau sebagian besar wilayah di Kabupaten Sampang sering mengalami kekeringan. sungai-sungai yang pada musim penghujan banyak terdapat air, pada musim kemarau menjadi  berkurang airnya dan di sebagian kawasan terkadang menjadi kering. Sungai Omben adalah salah satu sungai yang pada musim kemarau akan mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat masyarakat di sepanjang sungai Omben khususnya masyarakat desa Angsokah kecamatan Omben mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dari identifikasi data curah hujan 10 tahun dan topografi, pembangunan embung merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam mengatasi kekurangan air di Desa Angsokah.Perhitungan – perhitungan yang dilakukan dalam perencanaan Embung Angsokah ini meliputi analisa kebutuhan air menggunakan metode linier geometri, analisa kapasitas tampungan menggunakan lengkung kapasitas dan kurva massa, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode pearson type III , debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu sedangkan debit andalan dihitung dengan metode FJ Mock, penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa kestabilan spillway terhadap guling, geser, tegangan tanah dan ketebalan lantai,  analisa kestabilan tubuh bendungan terhadap longsor metode Fellenius dan dengan program DX-STABL pada saat kondisi embung masih kosong, pada saat muka air maksimum (banjir), pada saat elevasi muka air  ¾ tinggi muka air maksimum, pada saat elevasi muka air ½ tinggi air maksimum, dan pada saat elevasi muka air sama dengan elevasi dead storage.Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2039 sebanyak 2.877 jiwa dengan kebutuhan air per orang 100 lt/org/hr, kebutuhan air rencana 3,663 m3/dtk, kapasitas tampungan sebesar 64.752,919 m3, curah hujan rencana periode ulang 25 tahun sebesar 129,354 mm, debit rencana periode ulang  tahun sebesar 13,029 m3/detik, mercu spillway menggunakan mercu Ogee Tipe I dengan elevasi mercu pada +103,00 dan elevasi muka air banjir pada +104,02. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir tubuh bendungan adalah 1 : 2, elevasi puncak berada pada +106,50 dan elevasi dasar berada pada +95,00. Tinggi jagaan tubuh bendungan dipakai sebesar 2 m. Tubuh bendungan diperkuat dengan geotexlie dipasang melintang 11 lapis type geotextile yang dipilih adalah type Stabilenka 800/100, sedangkan arah memanjang dipasang Geomembran HDPE tebal 2 mm. Saluran pengambilan menggunakan pipa HDPE diameter 0,20 m yang selanjutnya ditampung di bak penampungan air.

Page 1 of 1 | Total Record : 7