cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015" : 17 Documents clear
TINGKAT ADOPSI PETERNAK TERHADAP TEKNOLOGI PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG PAKAN TERNAK DI MAJALENGKA Erni Gustiani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.377 KB)

Abstract

Tingkat adopsi dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan peternak, sehingga dalam meningkatkan penerapan teknologi perlu dilakukan pendampingan oleh penyuluh di lapangan. Percepatan proses adopsi inovasi sangat tergantung dari faktor intern adopter itu sendiri antara lain umur dan pendidikan. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 di Kelompok Ternak Lengo, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 12 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis non parametrik dengan menggunakan uji binomial. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui preferensi dan pemahaman peternak terhadap teknologi pengolahan tongkol jagung Sebagai  Pakan Ternak. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pemahaman peternak terhadap pengolahan tongkol jagung menyatakan mudah dilakukan dengan prosentase tertinggi pada kegiatan fermentasi tongkol jagung (100%). Preferensi peternak terhadap teknologi pengolahan tongkol jagung berbeda melalui uji binomial dengan nilai sig <0,05.
KAJIAN TEKNIS EKONOMIS USAHA TANI PADI LAHAN RAWA PASANG SURUT SUMATERA SELATAN Zakiah Zakiah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.021 KB)

Abstract

Kajian dilakukan di tiga kecamatan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret 2013. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) pada komponen teknologi yang sensitif terhadap perubahan profitabilitas dinamika respon petani terhadap adopsi inovasi sangat tinggi adalah varietas, kualitas benih, pupuk, dan tenaga kerja khususnya penyulaman, panen, dan prosesing, 2) Pangsa biaya faktor produksi terdiri dari biaya benih dan pupuk, biaya yang terbesar di luar pangsa nilai sewa lahan sawah adalah biaya tenaga kerja (termasuk sewa traktor). Biaya tenaga kerja terbesar adalah untuk penyulaman, panen, dan pasca panen. Tingkat penerapan teknologi usaha tani apabila dibandingkan dengan paket anjuran, cenderung tidak ada perbedaan. 3) Tingkat pendapatan usaha tani relatif berbeda antara responden kelompok petani Kecamatan Muara Telang (R/C ratio 1,82) dan petani Kecamatan Tanjung Lago (R/C ratio 2,29).
PANDUAN ETIKA LINGKUNGAN HIDUP Untoro Hariadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.368 KB)

Abstract

Tiga prinsip etis lingkungan hidup, yaitu sustainabilitas, proporsionalitas, dan tanggungjawab penyebab, selain menunjukkan betapa besar tanggung jawab kita terhadap keutuhan dan daya dukung lingkungan hidup, juga menunjukkan bahwa tanggung jawab itu merupakan tantangan bagi para cendekiawan dan peminat lingkungan hidup untuk terus berpartisipasi aktif memberi masukan ilmiah, mengubah konsepsi dan pola pikir lama yang cenderung eksploitatif terhadap alam. Sistem ekonomi modern (baca: kapitalisme) yang tidak memiliki konsep sistem produksi dalam perimbangan harus dibongkar. Suatu sistem ekonomi yang semata-mata mengejar produksi membuat manusia terus-menerus mau mencari lebih banyak dan lebih jauh, membuatnya tidak pernah puas dengan keadaan yang dicapainya sehingga alam semakin terkuras untuk menghasilkan lebih banyak kepuasan bagi manusia. Kita harus membatinkan pada diri kita masing-masing bahwa itu semua menjadi kewajiban. Bahwa kita dalam setiap pertemuan dengan alam, meninggalkannya harus dalam keadaan utuh dan tetap tangguh.
PERBEDAAN POLA PEMELIHARAAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TERNAK KELINCI DI KABUPATEN LANNY JAYA, PAPUA Batseba MW Tiro
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.105 KB)

Abstract

Usaha ternak kelinci di Kabupaten Lanny Jaya masih dipelihara secara tradisional sehingga berdampak terhadap rendahnya produktivitas ternak kelinci yang dihasilkan.  Kajian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas ternak kelinci yang dihasilkan melalui perbedaan pola pemeliharaan dengan memanfaatkan pakan lokal tersedia disekitar lokasi.  Kajian dilaksanakan secara On Farm Research, dan melibatkan kelompok tani Abua Merah dan instansi terkait. Petani yang terlibat sebanyak 15 orang, dan terbagi dalam dua kelompok perlakuan, yaitu pola introduksi (enam orang) dan pola petani (sembilan orang).  Masing-masing kelompok perlakuan menggunakan ternak kelinci betina dara (18 ekor), jantan muda (18 ekor) dan induk (sembilan ekor).  Hasil kajian menunjukkan bahwa PBBH kelinci pada pola introduksi dan pola petani, masing-masing adalah betina dara (6,03 gram per ekor dan 3,84 gram per ekor), dan jantan muda (6,63 gram per ekor dan 5,39 gram per ekor).  Litter size induk masing-masing sebesar 4,67 ekor dan 3,22 ekor.  Tingkat mortalitas masing-masing adalah betina dara (13,9 persen dan 25,0 persen), jantan muda (11,1 persen dan 27,8 persen), dan anak sekelahiran (30,4 persen dan 45,5 persen).  Hasil analisis statistik terhadap PBBH betina dara dan jantan muda berbeda nyata, demikian pula terhadap litter size berbeda nyata tetapi tidak berbeda nyata terhadap bobot lahir.
EKSPRESI HASIL GABAH DAN ANALISIS LINTASAN BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI Bambang Sutaryo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.627 KB)

Abstract

Percobaan untuk mengkaji ekspresi hasil gabah dan analisis lintasan beberapa varietas unggul baru  padi dilakukan di lahan sawah beririgasi, Godean, Sleman, Yogyakarta selama musim hujan dari bulan November 2012 hingga Maret 2013. Lima varietas unggul baru padi, yaitu Inpari 4, Inpari 7, Inpari 10, Inpari 11, Inpari 19, dan varietas populer setempat, yaitu Ciherang digunakan sebagai varietas pembanding. Bibit berumur  15 hari dengan satu bibit per lubang ditanam secara jajar legowo 4:1, jarak tanam  25 x 12,5 x 50 cm, pada plot berukuran 4 x 5 m2. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Data menunjukkan bahwa hasil gabah tertinggi diraih oleh Inpari 10 sebanyak 9,3 ton per ha dan diikuti oleh Inpari 7, Inpari 4, Inpari 11, dan Inpari 19 berturut-turut sebanyak 9,2; 9,0; 8,4; dan 8,3 ton per ha. Adapun Ciherang menghasilkan 5,5 ton per ha. Hasil gabah lima varietas tersebut secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan Ciherang dan memberikan kelebihan hasil gabah sebesar 67,3; 63,6; 52,7; dan 50,9 persen masing-masing untuk Inpari 7, Inpari 4, Inpari 11, dan Inpari 19. Jumlah gabah isi per malai berpengaruh secara langsung terhadap hasil gabah dan hampir selalu berpengaruh secara tidak langsung terhadap hubungan antara hasil gabah dan tiap komponen hasilnya. Umur panen bervariasi dari 117 hari untuk Inpari 10 hingga 122 hari untuk Inpari 4 dan Inpari 11. Tinggi tanaman terendah terdapat pada Ciherang, yaitu 103,2 cm dan tertinggi pada Inpari 4, yaitu 116,2 cm.
PENGARUH SIFAT TANAH TERHADAP PRODUKSI BAWANG DAUN DAN NILAI EKONOMI LAHAN (Studi Kasus di Wilayah Pacet, Cianjur, Jawa barat) Malik, Afrizal
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.374 KB)

Abstract

Tujuan: mengetahui (1) pengaruh sifat fisik dan kimia tanah pada produksi bawang daun, (2) pengaruh pemupukan dan ketinggian, dan (3) nilai ekonomi lahan pada ketinggian800 hingga 1.400 meter dpl serta potensi pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Dianalisis sifat kimia dan fisik tanahnya. Data ekonomi dianalisis secara finansial. Hasil: faktor yang berpengaruh positif pada produksi bawang daun dengan perlakuan tanpa pemupukan adalah Fe. Faktor berpengaruh negative:Na dan Al. Pada lahan dipupuk, semua faktor berpengaruh negatif, yaitu faktor ketinggian tempat, Zn, dan tekstur pasir. Pemupukan berpengaruh terhadap produksi bawang daun padasemua ketinggian. Secara umum lahan yang dipupuk memberikan produksi lebih besar daripada lahan yang tidak dipupuk dan produksi tertinggi dicapai pada ketinggian 1.000 mdpl. Nilai ekonomi lahan tertinggi pada 1.400 m dpl dan terendah 1.200 m dpl. Nilai tersebut pada tiap ketinggian berturut-turut 800 hingga 1.400 m dpl adalah Rp 9.151 per m2, Rp 8.386 per m2, 7.337 per m2 dan 10.522 per m2.
PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS UNGGUL PADI DI KABUPATEN BOGOR Haryati, Yati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.574 KB)

Abstract

Varietas unggul padi merupakan inovasi teknologi yang berpeluang tinggi dapat diadopsi oleh petani karena secara teknis mudah dilakukan, daya hasil tinggi, dan tahan terhadap hama penyakit tertentu. Pengkajian dilaksanakan pada Bulan Juni hingga September 2014 di Kecamatan Leuwiliang, Cigudeg, Cijeruk,  dan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pengkajian menggunakan metode survey dengan melibatkan petani pelaksana kegiatan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja atau menunjuk langsung (purposive). Jumlah responden 15 orang yang terdiri dari petani pelaksana dan petugas di lapangan di masing-masing wilayah. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil Pengkajian menunjukkan bahwa preferensi petani terhadap varietas unggul di Kabupaten Bogor berdasarkan pada produktivitas dan kesesuaian dengan kondisi wilayah masing-masing (spesifik lokasi) dan varietas unggul padi yang disukai adalah Inpari-13, Inpari-14, dan Sarinah.
PENGARUH SUPLEMENTASI HIJAUAN GAMAL DAN DEDAK PADI TERHADAP BOBOT SAPI MUSIM KEMARAU Usman Usman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.427 KB)

Abstract

Merauke memiliki perbedaan musim sangat jelas dibanding daerah lain, di sini kemarau bisa terjadi lima hingga enam bulan. Musim kemarau yang panjang merupakan kendala petani dalam penyediaan pakan ternak sapi serta mengakibatkan penyusutan bobot cukup besar. Salah satu upaya mengatasi adalah dengan suplementasi pakan. Penelitian bertujuan memperbaiki bobot ternak sapi Peranakan Ongole (PO) melalui pemanfaatan pakan lokal. Menggunakan 12 ekor sapi PO umur pertumbuhan milik peternak. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga perlakuan, masing-masing diulang empat kali. Perlakuannya adalah: Kelompok I: digembalakan siang hari (pola petani); Kelompok II: pola petani + dedak 1,5 persen BB + gamal dua persen BB; Kelompok III: pola petani + dedak dua persen BB + gamal dua persen BB. Data yang dikumpulkan antara lain konsumsi pakan, pertambahan bobot badan ternak dan konversi pakan, analisis usaha tani, dan persepsi petani terhadap teknologi. Hasil: dengan adanya suplementasi daun gamal dan dedak pada ternak sapi yang digembalakan dapat meningkatkan bobot badan sapi dan konsumsi pakan serta meningkatkan pendapatan petani berkisar 21 hingga 27 persen.  
PENGARUH KANDUNGAN DEDAK PADI DAN LEVEL ENERGI PAKAN TERHADAP PENAMPILAN AYAM KAMPUNG SINGLE COMB Harimurti Februari Trisiwi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.919 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dedak padi dan level metabolis energi (ME) terhadap penampilan ayam  kampung  jengger tunggal. Penelitian ini menggunakan 10 pasang ayam umur 14 minggu, perlakuan menggunakan 2 level kandungan dedak padi dan ME, yaitu P1 (41,62%;  2600 kcal/kg ME)  and P2 (83,25%; 2200 kcal/kg ME),  dengan protein kasar (PK) 14%.  Pakan perlakuan terdiri dari 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari sepasang ayam (jantan dan betina). Variabel yang diamati adalah konsumsi (pakan, protein, dan ME), berat badan akhir, pertambahan berat badan, konversi pakan,  dan efisiensi  protein an energi. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan level dedak padi dan penurunan ME mengurangi konsumsi (pakan, protein, dan ME), berat badan akhir, pertambahan berat badan, konversi pakan, dan efisiensi  protein and energi.
KONSEP DASAR DAN PENERAPAN PHT PADI SAWAH DI TINGKAT PETANI IGP Alit Diratmaja
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 1: Edisi Januari 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.412 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan usahatani padi adalah gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil bahkan sampaimenyebabkan kegagalan panen. Dalam pengendalian OPT, pemerintah sudah mengintroduksikan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan cara pengendalian OPT yang benar berwawasan lingkungan. Beberapa komponen yang masihsulit diterapkan adalah penggunaan BWD dan PUTS, pengairan secara epektif dan efisien, dan sistem tanam jajar legowo; pemanfaatan musuh alami; penggunaan pestisida nabati;pengamatan populasi hama dan penetapan ambang ekonomis. Penerapan pengendalian OPT melalui pendekatan PHT sudah memberikan manfaat positif. Untuk itu perlu dukungan dariberbagai pihak terkait, terutama kebijakan pemerintah dan peningkatan dukungan petugas pengamat hama di lapangan.

Page 1 of 2 | Total Record : 17