cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 2 September 2021" : 12 Documents clear
Analisis Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) pada Pasien Preeklamsi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Periode Januari–Desember 2019 Tri Karyadi; Hanom Husni Syam; Hartanto Bayuaji
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 4 Nomor 2 September 2021
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v4n2.301

Abstract

Tujuan: Preeklamsi adalah peningkatan tekanan darah (tekanan sitolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg) pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal, dan proteinuria, atau gejala klinis berat. Abnormalitas plasentasi serta perfusi plasenta yang buruk menyebabkan hipoksia pada janin sehingga terjadinya bayi lahir dengan berat rendah. BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) adalah berat lahir <2.500 gram. BBLR diasosiasikan dengan risiko kematian yang tinggi, disabilitas neurologis jangka panjang, perkembangan bahasa yang terhambat, dan peningkatan risiko penyakit-penyakit kronis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang). Data dikumpulkan dari data yang tersedia pada rekam medis pasien yang melakukan persalinan di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada bulan Januari hingga bulan Desember tahun 2019.Hasil: Terdapat 252 (11,4%) ibu hamil dengan preeklamsi dari seluruh subjek. Prevalensi BBLR pada subjek total adalah 49,2%. Bayi dengan BBLR lebih banyak terjadi pada kelompok preeklamsi dibandingkan dengan kelompok non preeklamsi, yaitu 60,3% dibandingkan 47,8% (p < 0,001). Kelompok preeklamsi memiliki rerata BBL yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan kelompok non preeklamsi, yaitu 2.255,6 + 741,5 gram dibandingkan 2.465,5 + 696,2 gram (p <0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara preeklamsi dengan kejadian BBLR di Rumah sakit Hasan Sadikin.Risk Analysis of the Incidence of Low Birth Weight Infants in Preeclampsia Patient in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Periode January–December 2019AbstractObjective: Preeclampsia is an increase in blood pressure (systolic pressure 140 mmHg or diastolic 90 mmHg) in women who previously had normal blood pressure, and proteinuria, or severe clinical symptoms. Abnormal placentation and poor placental perfusion cause fetal hypoxia resulting in low birth weight babies. LBW (Low Birth Weight Babies) is birth weight <2,500 grams. LBW is associated with a high risk of death, long-term neurological disability, delayed language development, and an increased risk of chronic diseases.Method: This study used an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The data collected is based on the results of the data available in the medical records of patients who gave birth at Dr. RSUP. Hasan Sadikin in January to December 2019.Result: There were 252 (11.4%) pregnant women with preeclampsia from all subjects. The prevalence of LBW in total subjects was 49.2%. Babies with LBW were more common in the preeclampsia group compared to the non-preeclampsia group, namely 60.3% compared to 47.8% (p < 0.001). The preeclampsia group had a significantly lower mean BBL than the non-preeclampsia group, which was 2,255.6 + 741.5 grams compared to 2,465.5 + 696.2 grams (p < 0.001).Conclusion:  It can be concluded that there is a significant relationship between preeclampsia and the incidence      of LBW at Hasan Sadikin Hospital.Key word: Preeclampsia, LBW
Sirenomelia (Mermaid Syndrome) Defrin Defrin; Calvindra Leenesa; Marcella Marcella
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 4 Nomor 2 September 2021
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v4n2.243

Abstract

Objective: To report a rare fetal abnormalities caseMethod: Case reportCase:  Reported case of a 37-year-old patient came to the emergency room at RSIA Siti Hawa Padang with complaints of inpartu signs in the last 8 hours before entering the hospital. After the examination, the diagnosis was G3P2A0L3 35-36 weeks of preterm parturient active phase of first stage + twice previous CS + breech presentation. Then, the patient was planned for an emergency CS at 07.50 am. Born babies with genitalia form was not identified, BW: 2030 grams, BH: 30 cm, Scoring Apgar: 3/5, there are congenital abnormalities in the lower extremity of the baby like mermaid form. After observing the baby’s room, the baby was declared dead at 09.50 am.Conclusion: Sirenomelia is a rare congenital defect that has a fatal impact, characterized by varying degrees of fusion in the lower limbs, thoracolumbar spinal anomalies, sacrococcygeal agenesis, genitourinary and anorectal atresia. Because of the poor prognosis, management of sirenomelia will be very difficult with unexpected results.Sirenomelia (Sindroma Mermaid)AbstrakTujuan: Melaporkan sebuah kasus jarang tentang kelainan janinMetode: Laporan kasusKasus: Pasien 37 tahun datang sendiri ke IGD RSIA Siti Hawa Padang dengan keluhan nyeri pinggang menjalar ke ari-ari semakin lama semakin kuat dan sering sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan ditegakkan diagnosis G3P2A0H3 parturien preterm 35-36 minggu kala I fase aktif + bekas SC 2x + letak sungsang. Kemudian, pasien direncanakan untuk dilakukan SC emergensi pukul 07.50 WIB. Dilahirkan bayi dengan JK : tidak teridentifikasi, BB : 2030 gram, PB : 30 cm, A/S : 3/5, terdapat kelainan kongenital pada ekstermitas bawah bayi. Setelah dilakukan observasi di ruang bayi, kemudian bayi dinyatakan meninggal pukul 09.50 WIB.Kesimpulan: Sirenomelia adalah cacat bawaan yang jarang dan menimbulkan dampak yang fatal, ditandai dengan berbagai tingkat fusi pada tungkai bawah, anomali tulang belakang thoracolumbar, agenesis sacrococcygeal, genitourinari dan atresia anorektal. Karena memiliki prognosis yang buruk, pengelolaan sirenomelia akan menjadi sangat sulit dengan hasil yang tidak terduga.Kata kunci : Kelainan janin, Sirenomelia, Mermaid syndrome.

Page 2 of 2 | Total Record : 12