cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ADMINISTRASI PUBLIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ILmu Hukum dan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 80 Documents clear
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA BANGUNREJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Futum Hubaib Nur Muslich
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.596 KB)

Abstract

Undang-undang Nomor  6 Tahun 2014 tentang desa disahkan dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), tanggal 18 Desember 2013, setelah menempuh perjalanan panjang selama tujuh tahun (2007-2013). Undang-undang Nomor  6 Tahun 2014 tentang desa menjadi bukti ketegasan komitmen Pemerintah Indonesia dan anggota DPR-RI untuk melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi lebih kuat, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.            Kewenangan desa untuk mengatur dan mengurus urusan masyarakat secara mandiri mensyaratkan adanya manusia-manusia handal dan mumpuni sebagai pengelola desa sebagai self governing community (komunitas yang mengelola pemerintahannya secara mandiri).Perencanaan Partisipasi masyarakat sebagai masukan dalam perencanaan  pembangunan diharapkan dapat meningkatkan usaha perbaiakan kondisi dan taraf hidup masyarakat desa. Dengan partisipasi masyarakat desa  kemampuan masyarakat desa untuk berkembang secara mandiri akan lebih cepat. Keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi merupakan tolak ukur keberhasilan awal proses perencanaan partisipatif. Dan ini harus senantiasa di tumbuh kembangkan di tingkat desa.Di masa depan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa memiliki sumber dana yang cukup besar untuk kemandirian masyarakat desa. Dana tersebut berasal dari tujuh sumber pendapatan yakni : APBN, Alokasi Dana Desa (ADD), bagi hasil, pajak dan retribusi, bantuan keuangan dari Provinsi/ Kabupaten dan Kota, hibah yang sah dan tidak mengikat.Undang-undang Nomor  6 Tahun 2014 tentang desa tidak hanya membawa sumber penandaan pembangunan bagi desa, namun juga memberi lensa baru pada masyarakat untuk mentranformasi wajah desa. Melalui pemberdayaan masyarakat desa yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata sehingga harkat dan martabat mereka diperhitungkan.Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan yang memperlihatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat dengan sasaran seluruh lapisan masyarakat desa, pemandirian sehingga mampu membangkitkan kemampuan Self-help (membantu diri sendiri) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa yang mengacu pada cara berfikir, bersikap, berperilaku untuk maju. Peran desa terpinggirkan sehingga prakarsa desa menggerakkan pembangunan menjadi lemah.Konsep “Desa Membangun” memastikan bahwa desa adalah subyek utama pembangunan desa.Konsep ini sangat relevan dengan kewenangan lokal berskala desa oleh pemerintah desa.Dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa salah satu strategi penting bagi rumah tangga desa yaitu untuk mendapatkan dan meningkatkan penghasilan.Terlebih pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas warga desa, serta menanggulangi kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa.
PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN KONGBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR Suripto Damai Darmadi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.925 KB)

Abstract

Data dikumpulkan melalui kuisioner terhadap 60 responden Karyawan yang dijadikan sampel Pada Kantor Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji Regresi Linear Sederhana dengan menggunakan program SPSS for windows versi 11. Hasil analisa data menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan komunikasi terhadap kinerja Karyawan Pada Kantor Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur, setelah diketahui R hitung 0,306 dan R tabel 0,254, serta Nilai kolom signifikansi sebesar 0.017 lebih kecil dari 0,05. Nilai R Square (koefisien diterminasi) sebesar 0,094 atau 9,4 persen, artinya variabel komunikasi dapat meningkatkan kinerja Karyawan Kantor Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur sebesar 9,4 persen, sedangkan sisanya 90,6 persen dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel komunikasi yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Nilai F hitung sebesar 6,002 dan Nilai F tabel dengan df1 (derajat kebebasan pembilang 1) dan df2 (derajat kebebasan penyebut 58) sebesar 4,01. Berarti F hitung lebih besar dari F tabel atau Hipotesis dapat diberlakukan terhadap populasi.
ANALISIS KOMPETENSI SUMBER DAYA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DI LINGKUNGAN KANTOR CAMAT SANGKULIRANG KABUPATEN KUTAI TIMUR Marjoni Rachman Hadriansyah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.205 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kompetensi Sumberdaya Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kantor Camat Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan dilakukan deskripsi terhadap empat indikator, yaitu Kompetensi Pengetahuan, Kompetensi Keterampilan, Kompetensi Sikap dan Kompetensi Nilai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Sumberdaya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kantor Camat Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur memperoleh skor sebesar 71,6% dan ini termasuk dalam kategori cukup baik. Dengan demikian rumusan masalah dan hipotesis di dalam penelitian ini telah terjawab dan terbukti dengan baik.
PERANAN KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL BIDANG PELAYANAN SOSIAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Anasiah Ahmad Jubaidi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.962 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan peranan koordinasi terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur. Analisa data yang digunakan adalah koefisien Rank Spearman (rs) Sidney Siegel.Populasi adalah seluruh pegawai pada Bidang Pelayanan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kutai Timur berjumlah sebanyak 15 (Lima belas) orang karena populasinya tidak terlalu besar, maka penulis tidak mengambil sampel melainkan seluruh populasi yang ada dijadikan responden, atau dengan kata lain menggunakan metode sensus.Berdasarakan hasil analisa data rank spearman diperoleh harga rs hitung sebesar 0,670, dibandingkan dengan harga table rs (Harga Kritis rs) sebesar 0,456 untuk N = 14 pada tingkat kepercayaan 95%. lebih besar dibandingkan r tabel spearman’s (0,670 > 0,456), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable koordinasi terhadap variable efektivitas kerja pegawai pada  Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur, dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik koordinasi yang dilakukan oleh pimpinan  maka semakin baik pula efektivitas kerja pegawai.Sedangkan untuk melihat keeratan hubungan antara variabel koordinasi dengan variabel efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur, berada pada kategori tinggi. Dari hasil rxy sebesar 0,670, maka menurut interpretasi diatas jelas menunjukkan adanya korelasi yang diantara 0,60 – 0,59, maknanya adalah bahwa hubungan antara variable koordinasi dengan efektivitas kerja berada pada level  katagori cukup kuat.Dengan demikian hasil penelitian ini telah menjawab rumusan masalah dan hipotesisi yang diajukan dalam penelitian di terima kebenarannya, bahwa koordinasi berperan positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bagian Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur
PENGARUH TATA RUANG KANTOR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KUTAI TIMUR Rahel Rahel
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.336 KB)

Abstract

Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur. Di bawah bimbingan Bapak Suhardimaan, S.Sos, M.Si selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Jamiah, S.Sos., M.Si. selaku Dosen Pembimbing II.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur.Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah jenis penelitian verifikatif/uji hipotesis. Untuk populasi pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur berjumlah 39 orang, dan sampel yang diambil berjumlah 39 orang pula. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan, wawancara, angket dan penelusuran dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahapan dari pencarian koefisien korelasi product moment, koefisien determinasi, dan uji persamaan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai koefisien korelasi sebesar 0,735, yang menunjukkan terdapat tingkat hubungan yang kuat dan positif antara tata ruang kantor dan produktivitas kerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur, dikarenakan rhitung lebih besar daripada rtabel (0,735 > 0,316), 2) Bentuk pengaruh dari variabel x (tata ruang kantor) terhadap variabel y (produktivitas kerja pegawai) dapat dinyatakan dengan persamaan regresi Y = 1,075 + 0,805X. 3) Nilai koefisien determinasi sebesar 54% untuk pengaruh dari tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur, dan sisanya sebesar 46% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain, seperti kepemimpinan, manajemen kantor, motivasi, dan lain sebagainya. Kemudian, nilai uji signifikansi adalah sebesar 6,652, dengan demikian thitung lebih besar daripada ttabel (6,652 > 2,026), dan hipotesis yang diterima adalah Hipotesis Alternatif (Ha), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur.
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KUTAI TIMUR Nanik Pujiastuti Mispa Christian Science Paisina
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.413 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 153 orang dengan komposisi, PNS berjumlah 49 orang dan TK2D berjumlah 104 orang. Dengan jumlah sampel 60 orang pegawai, Data dikumpulkan melalui koesioner terhadap 60 responden pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan uji Regresi Linier sederhana dengan menggunakan Program IMB SPSS For Windowa Versi 21, dikumpulkan menggunakan metode angket dengan Skala Likert. Motode analisa data menunjukan ada pengaruh positif dan signifikan Motivasi antara Kinerja Pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur. Brdasarkan hasil uji analisa regresi sederhana, hal ini menunjukan bahwa Kinerja Pegawai (Y) di pegaruhi oleh Motivasi (X), hasil pengujian terhadap rumusan masalah yaitu terdapat pengaruh yang positif dari variabel Motivasi (X). Dari hasil bentuk persamaan regresi standartdizet coefficients diperoleh persamaan sebagai berikut :Y = 0,4.681 + -0,522 X. Nilai R adalah 0,197ª. Persamaan regresi tersebut diatas menunjukan bahwa X berpengaruh terhadap Y dengan penjelasan sebagai berikut : nilai konstanta sebesar 0,4.681 angka tersebut menunjukan kinerja (Y) yang diperoleh jika variabel motivasi (X) diabaikan, nilai β sebesar 0,197 menunjukan bahwa ada pengaruh motivasi (X) terhadap kinerja pegawai (Y), yang bermakna bahwa bila variabel motivasi (X) meningkat maka akan mendorong kinerja pegawai sebesar 0,197 dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap konstan.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT Mugni Baharuddin Muhammad Topan Ali Akbar
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.359 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini penulis mengangkat tema Kualitas Pelayanan Publik TerhadapKepuasan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kemampuanpegawai sebagai pelayanan publik atau penyedia jasa dalam melayani kepentingan masyarakat.Tujuan selanjutnya untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KantorKecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda. Jenis penelitian ini berbentuk Kuantitatif, analisisdata dengan menggunakan metode-metode yang berhubungan dengan alat statistik, pengujihipotesis sampai kesimpulan. Sesuai dengan gejala yang dihadapi maka alat pengukur data yangdigunakan adalah skala ordinal.Dibidang Pemerintah masalah pelayanan publik mempunyai peran yang sangat penting,karena pelayanan merupakan suatu kegiatan pemerintah yang menyangkut kepentinganmasyarakat secara keseluruhan termasuk pelayanan yang diberikan pegawai Kantor KecamatanLoa Janan Ilir Kota Samarinda. Aparatur Sipil Negara (PNS) harus memiliki kualitas pelayananyang baik ditunjang dengan sumber daya manusia (SDM) yang terdidik,terlatih serta berkualitasagar dapat memberika kualitas pelayanan yang bermutu tinggi kepada masyarakat agar dapatterciptanya Pemerintahan yang baik (Good Governance).Dalam penelitian ini, Penulis menggunakan skala 5 untuk alat penggukur data yangmasing-masing di beri skor (1,2,3,4,5) dengan sampel 40 responden. Berdasarkan hasilperhitungan Correlation. Berdasarkan hasil Perhitungan, maka diperoleh rhit = 0. 679, iniberarti bahwa hasil tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan tabel-tabel harga kritis dariKoefisien Product Moment (Person) untuk n = 40 pada tingkat signifikan 5% yaitu 0.312 atau2dikatakan pula bahwa rhit = 0.679 ˃ 0.312. Ini berarti bahwa ada tingkat hubungan yang positifantara variabel Kualitas Pelayanan dengan variabel Kepuasan Masyarakat.Sementara itu jika hasil tersebut dibandingkan dengan tabel pedoman untuk memberikaninterpretasi terhadap Koefisien Korelasi Product Moment, Sebagaimana dimuat pada Bab III,maka hasil perhitungan tersebut berada pada interval 0.60-0,799, yang berarti terdapat hubunganyang kuat antara antara variabel Kualitas Pelayanan dengan variabel Kepuasan Masyarakat.
STUDI KORELASI ANTARA PENGAWASAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS TATA RUANG KABUPATEN KUTAI TIMUR Rasmawati Rasmawati
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.752 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pengawasan mempunyai korelasi yang positif terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Dinas Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara variabel Pengawasan dengan variabel Efektivitas Kerja Pegawai pada Dinas Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur  Hal ini dapat diketahui dari hasil uji statistik dimana koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0,762 yang berarti terdapat hubungan yang kuat diantara kedua variabel. Sementara itu hasil uji t (t-test) menunjukkan bahwa t empiris yang dihasilkan adalah sebesar  3,215.  Hasil ini jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis t untuk n – 2 adalah 1,711.  Ini berarti terdapat pengaruh yg signifikan dari variabel Pengawasan terhadap variabel Efektivitas Kerja Pegawai pada Dinas Tata Ruang Kabupaten Kutai Timur.  Dengan demikian maka dapat dikatakan pula bahwa tujuan penelitian ini dapat tercapai, permasalahan dapat terpecahkan dan hipotesis dapat dibuktikan.  
PERAN PEMIMPIN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SAMARINDA Nanik Pujiastuti Firda Nur Hidayah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.193 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara variabel peran pemimpin dengan variabel kinerja pegawai pada Kantor Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kota Samarinda, untuk memecahkan masalah yang telah penulis kemukakan sebelumnya, dan untuk menguji kebenaran hipotesis apakah dapat diterima atau di tolak. Berdasarkan uji korelasi antara peran pemimpin dengan kinerja pegawai, terbukti ada hubungan yang signifikan antara Peran Pemimpin dengan Kinerja Pegawai. Hal ini dapat dibuktikan pada Uji Korelasi Product Moment yaitu r = 0,399 dimana pedoman untuk memberikan interprestasi yang dikemukakan oleh sugiyono berada pada interval 0,20 – 0,399 yang termasuk kategori rendah.
PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS (Sudi Kasus Pada Kantor Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur) Suhardiman Noni
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2224.531 KB)

Abstract

Noni, Pengelolaan Arsip Dinamis (Studi Kasus Pada Kantor Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai)  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) pengelolaan arsip dinamis, 2) hambatan-hambatan  dalam  pelaksanaan  pengelolaan  arsip  dinamis,  3)  upaya dalam mengatasi hambatan pengelolaan arsip dinamis di Kantor Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dalam penelitian ini berjumlah lima orang yaitu, satu orang Kepala Bagian Sekretariat, dan empat orang petugas kearsipan pada Bagian Sekretariat,  Seksi  Pelayanan  Umum,  Seksi  Perekonomian  dan  Pembangunan, serta Seksi Kesejahteraan  Masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam menganalisis data adalah menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan arsip dinamis (Studi Kasus pada Kantor Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur) meliputi: 1) Penciptaan arsip dinamis yang meliputi penciptaan surat masuk dan surat keluar.2) Penggunaan arsip yang meliputi peminjaman arsip yang menggunakan lembar pinjam arsip dan penemuan kembali arsip yang menggunakan kartu kendali serta daftar pencarian arsip. 3) Pemeliharaan arsip dilakukan dengan membersihkan arsip dari debu menggunakan kemoceng. 4) Penyusutan arsip  yang dilakukan setiap satu tahun sekali. 5) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan arsip meliputi: a) sistem yang digunakan adalah sistem kartu kendali dengan sistem penyimpanan nomor kode klasifikasi serta menggunakan azas kombinasi sentralisasi-desentralisasi, b) fasilitas belum mencukupi karena masih kurangnya dana   yang  dianggarkan   untuk   pengadaan   fasilitas,   b)  kurangnya   pegawai kearsipan, dan latar belakang pendidikan yang belum lulusan kearsipan, c) pencahayaan ruangan arsip sudah cukup, tetapi suhu udara masih belum kondusif. Hambatan  yang  dihadapi,  yaitu:  pengelolaan  arsip  masih  terhambat  karena kurangnya fasilitas yang digunakan, kurangnya pegawai dan kemampuan serta pengetahuan pegawai kearsipan, pemeliharaan arsip yang masih belum optimal. Upaya mengatasi hambatan-hambatan, yaitu : mengajukan proposal penambahan dana  untuk  pengadaan  fasilitas  kearsipan,  pemanfaatan  sarana  dan  prasarana secara maksimal, mengoptimalkan pegawai yang layak untuk jabatan bidang kearsipan, arsip sering dibersihkan agar terhindar dari kerusakan.