cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ADMINISTRASI PUBLIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ILmu Hukum dan Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 38 Documents clear
STRATEGI SOSIALISASI PENDISTRIBUSIAN BIBIT TERNAK KEPADA MASYARAKAT PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Esra Laing
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan dalam strategi sosialisasi tidak hanya menyampaikan informasi tentang yang akan disampaikan, tetapi juga mencari dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dialog mengenai kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang dapat dilayani, Jadi proses sosialisasi merupakan proses untuk menyusun alas berdiri yang sama.Strategi sosialisasi merupakan bagian dari setiap kegiatan, baik yang bersifat jangka panjang untuk kemajuan desa. Sosialisasi ini adalah salah satu kegiatan penting bagi kelangsungan hidup desa dalam suatu pemerintahan, dimana sosialisasi ataupun penyuluhan sebagai salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang dan menghasilkanmanfaat. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuannya tergantung keahliannya. Kegiatan strategi sosialisasi yang dilakukan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memberikan pemahaman terutama untuk hal-hal penting yang akan disampaikan. Sedangkan yang dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan hasil yang sudah ada agar tetap eksis. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan bibit ternak kepada masyarakat. Program bantuan bibit ternak ini merupakan bagian dari kegiatan dari pendistribusian bibit ternak yang merupakan ras unggul. Sumber dana untuk kegiatan pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat bersumber dari jumlah pagu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur dengan terlaksananya pendistribusia bibit ternak sapi sebanyak 95 ekor.
STUDI KORELASI ANTARA PENGAWASAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Doni Parapat
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doni Prapat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pengawasan mempunyai korelasi yang positif terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara variabel Pengawasan dengan variabel Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur  Hal ini dapat diketahui dari hasil uji statistik dimana koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0,762 yang berarti terdapat hubungan yang kuat diantara kedua variabel.Sementara itu hasil uji t (t-test) menunjukkan bahwa t empiris yang dihasilkan adalah sebesar  3,215.  Hasil ini jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis t untuk n – 2 adalah 1,711.  Ini berarti terdapat pengaruh yg signifikan dari variabel Pengawasan terhadap variabel Efektivitas Kerja Pegawai.  Dengan demikian maka dapat dikatakan pula bahwa tujuan penelitian ini dapat tercapai, permasalahan dapat terpecahkan dan hipotesis dapat dibuktikan.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR Netti Lia
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NETILIA.  Hubungan Antara Karakteristik Pengembangan Sumberdaya Manusia Dengan Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai TimurPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Karakteristik Pengembangan Sumberdaya Manusia mempunyai hubungan yang positif dengan Prestasi Kerja Pegawai  pada  Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Timur Kabupaten Kutai TimurHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Karakteristik Pengembangan Sumberdaya Manusia dengan variabel Prestasi Kerja Pegawai  pada  Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Timur.  Hal ini dapat diketahui dari hasil uji statistik dimana koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0,968 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif diantara kedua variabel.Sementara itu hasil uji t (t-test) menunjukkan bahwa t empiris yang dihasilkan adalah sebesar  14,959.  Hasil ini jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis t untuk n – 2 adalah 1,691.  Ini berarti terdapat hubungan yg signifikan antara variabel Karakteristik Pengembangan Sumberdaya Manusia dengan variabel Prestasi Kerja Pegawai.  Dengan demikian maka dapat dikatakan pula bahwa tujuan penelitian ini dapat tercapai, permasalahan dapat terpecahkan dan hipotesis dapat dibuktikan. 
ANALISIS PENGGUNAAN DANA DESA DI DESA MUARA BENGKAL ULU KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR RODIANSYAH rodiansyah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan tentang alokasi prioritas penggunaan dana desa untuk tahun 2018 sudah diterbitkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa). Peraturan Menteri Kemendesa Nomor 19 Tahun 2017   mengatur secara detail tentang prioritas dana desa tahun 2018.Dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018, pemerintah mengalokasikan Dana desasebesar Rp 60 triliun. Dana tersebut akan diberikan kepada 74.958 desa. Pemerintah mengalokasikan dana desa yang bersumber dari APBN kepada setiap desa yang dihitung dengan memperhatikan variabel jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis.Desa mempunyai peran yang strategis dan penting dalam membantu pemerintah daerah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, termasuk penggunaan dalam pembangunan. Semua itu dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dengan kemandiriannya dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di wilayahnya.Salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan wilayah pedesaaan adalah adanya anggaran pembangunan secara khusus yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) untuk pembangunan wilayah pedesaan, yakni dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD).Dari data yang diperoleh bahwa Kecamatan Muara Bengkal Ulu yang berada di Kabupaten Kutai Timur. Adapun pagu dana desa yang diperoleh Desa Muara Bengkal tahun 2018 berjumlah Rp. 970.441.000,- (terbilang : Sembilan Ratus Tujuh Puluh Juta Empat Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah) dengan 3 tahap yaitu Tahap I; 20%, Tahap II; 40%, Tahap III; 40%.Adanya perbedaan-perbedaan yang dimiliki setiap desa dan di Kecamatan Muara Bengkal tentunya menjadi ukuran atau tolak ukur bagi pemerintah daerah dalam memberikan alokasi dana desa pada desa di Kecamatan Muara Bengkal. Hal ini juga menjadi acuan atau dasar bagi pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menghitung Alokasi Dana Desa (ADD) Sehingga ada perbedaan alokasi dana desa pada desa-desa di Kecamatan Muara Bengkal.Dana Desa yang diterima oleh Desa Muara Bengkal adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. 
IMPELEMENTASI PROGRAM KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) DI KANTOR DESA LOA JANAN ULU KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA eka Lestari
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KIS adalah program perluasan keanggotaan JKN untuk masyarakat miskin dan Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang belum terdaftar sebagai peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI). Implementasi Kartu Indonesia Sehat di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara belum berjalan dengan baik, masih kurangnya kesadaran masyarakat bahwa KIS ini hanya untuk masyarakat kurang mampu dan data yang diperoleh tidak sesuai dengan jumlah masyarakat yang tidak mampu.Untuk hasil penelitian dari implementasi Kartu Indonesia Sehat penulis menyampaikan saran agar diadakan perbaikan sistem sosialisasi di masyarakat, pembaharuan data penerima program, dan perlunya melibatkan pemerintahan daerah dalam pemutahiran data guna tepat sasaran terhadap penerima Kartu Indonesia Sehat di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan.
PERAN CAMAT DALAM KOORDINASI ADMINISTRASI DI KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Aidil, Aidil
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aidil. Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur, dibawah bimbingan Bapak Suhardiman, S.Sos., M.Si dan Bapak  H. Marsuq, S.Sos, M.Si.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menggambarkan bagaimana Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, khususnya dengan teknik wawancara peneliti menggunakan metode Purposive Sampling, kemudian untuk mendapatkan data yang valid, maka peneliti melakukan triangulasi sumber yang memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan pengecekan ulang serta dapat melengkapi informasi dari berbagai sumber.Dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur baik bersifat vertikal dengan instansi terkait maupun  koordinasi administrasi horisontal dengan kepala seksi-seksi yang ada di Kantor Kecamatan Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Dari hasil penelitian tersebut, Koordinasi pelayanan administrasi pemerintah Kecamatan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat terdapat faktor penghambat yaitu kurang tersedianya sarana dalam kelancaran proses administrasi seperti sistem administrasi yang masih panjang, kurang profesionalnya staf dalam menjalankan tugas serta terdapat satu Kelurahan yang memiliki jarak yang jauh dengan Kantor Kecamatan. Faktor pendukung dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat ialah tersedianya anggaran didalam proses meningkatkan pelayanan administrasi dan terdapatnya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses pelayanan administrasi kepada masyarakat
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN SAMARINDA KOTA Mariyana mariyana
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of the study show that there is no significant relationship between leadership and employee work discipline at the Samarinda City District Office.From the results of calculations that Leadership that occurs in the environment at the Samarinda City District Office has not been able to foster awareness of employees below it in the discipline of work. This is due to the fact that there is still a thought of most employees that the discipline carried out by the leaders cannot be imitated, in the sense that the discipline is carried out only because there is an interest in fearing the leadership above it.The low work discipline of most employees causes a lot of work to be delayed and decreases public confidence in the services provided.The leadership expected by everyone in the Samarinda Kota District Office is transactional and national leadership, which is to expect leaders who have strong, authoritative, consistent and willing to understand the needs of subordinates. As stated by L.M. Berry, (2008: 130) that developing the concept of transformational and transactional leadership is based on Maslow's opinion on the hierarchy of human needs. This connection can be understood by the idea that lower employee needs, such as physiological needs and security can only be fulfilled through the practice of transactional leadership styles. Conversely, P. Bycio et al (2005: 112) suggest that higher needs, such as self-esteem and self-actualization, can only be fulfilled through the practice of transformational leadership styles. In contrast, authoritarian leadership is generally less favored by subordinates, although authoritarian leadership is sometimes needed to support the achievement of a particular target of work. This is illustrated by the opinions of respondents who position authoritarian leadership in the third position of the two previous types of leadership (transaction and transformational).Because the attitude and behavior of the leader becomes the size of the employee in carrying out their duties, discipline cannot grow on its own without motivation coming from outside. Even if awareness of discipline comes from within him, of course there are certain motives that make it such, for example the desire to achieve a certain achievement.
ANALISIS PENILAIAN KINERJA TERHADAP SASARAN KERJA PEGAWAI SECARA ELEKTRONIK (STUDI KASUS PADA SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BAPPEDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR) M. Agus Hendra
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of Employee Work electronically is an assessment carried out systematically based on predetermined standards to know the work results of employees efficiently within a certain period of time according to their duties and responsibilities that support the organization's goals.This study aims to find out and describe the Performance Assessment Analysis of Employee Work Electronically in the General and Personnel Section of the Bappeda in East Kalimantan Province along with the factors that hinder and support this influence.The results of the study and interviews of researchers regarding Performance Assessment Analysis of Employee Work Electronically in the General Subdivision and Staffing of Bappeda in East Kalimantan by using indicators based on work quantity, quality of work and work time of an individual in carrying out or working on a job. predetermined performance indicators are eligible to get the title "GOOD" this can be seen from the supporting factors, among others, employees understand more about the description of their respective duties, increased discipline of employees due to the responsibility of the target or work that must be produced according to the specified time and infrastructure that adequately supports the smooth running of employees in carrying out their assigned tasks. However, there are still things that must be considered because the inhibiting factors include limited human resources (HR) and lack of competency and educational qualifications of employees, and assessments are still very subjective because they are only assessed by superiors and do not involve other elements that. 
PERANAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN SANGATTA UTARA KABUPATEN KUTI TIMUR Artanti Artanti
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by a problem where the influence of the role of the Camat is not optimal in improving employee performance. then a leader must be truly - qualified to be able to lead his subordinates well so that productivity and organizational goals can be achieved effectively and efficiently. Camat has functional authority to supervise employees under their leadership. The role of the Camat in improving employee performance at the Sangatta North District Office, it is desirable that the employees be directed and professional, so that it is easier to achieve a goal to be achieved with employees in the Sangatta North District office. Lack of employee discipline because there are still employees who are not on time to enter the office, employees tend to ignore work when the Camat is not in place. In this case, the Head of District must be able to encourage the performance of employees by encouraging, directing and motivating employees to work together in realizing the vision, mission and values of the organization.This study aims to determine the role of North Sangata Sub-District Chief in improving employee performance by using theory according to Henry Mintzberg (2000) that the roles usually run by leaders in improving a performance, namely; role a. Interpersonal Role such as Figure head, Leader, Liasion. b. Decison Making (Role of decision makers) such as Entreprenuer, Distrubance handler, Resource allocation, Negotiator. c. Informational role (Role of information sources) such as Monitor and Dessiminator, Spoke person. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interview, and document study techniques.The results of the study show that the role of the Sangatta North Sub-district in improving employee performance at the Sangatta North Sub-District Office always carries out its role as an interpersonal role, decision making and informational role in improving employee performance at the Sangatta North District Office
PERANAN KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Anang Jatmiko
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh koordinasi terhadap efektivitas kerja pegawai. Analisa data yang digunakan untuk menguji hubungan atau peranan variabel koordinasi terhadap variabel efektivitas kerja, menggunakan instrument analisis koefisiensi korelasi rank spearmans, perhitungan analisa menggunakan program SPSS 17,0 for windows.            Berdasarakan perhitungan diperoleh harga rs hitung sebesar 0,570 yang ternyata lebih besar dibandingkan dengan harga table rs (Harga Kritis rs) sebesar 0,456 untuk N = 30 pada tingkat kepercayaan 95%.  Dari hasil perhitungan rumus spearman’s, maka dapat dilihat bahwa r yang diperoleh dari hasil perhitungan rumus korelasi product moment adalah lebih besar dibandingkan r tabel spearman’s (0,650 > 0,456), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable koordinasi terhadap variable efektivitas kerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur.            Dari hasil perhitungan hasil uji-t adalah sebesar 2,617, hal ini berarti berarti  bahwa thit = 2,617, hasil ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 2,617 > ttab = 1,690 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 28 (30 – 2 = 28).  Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel koordinasi terhadap variabel efektivitas kerja. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa rumusan masalah di dalam penelitian ini telah terjawab dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya bahwa koordinasi berperan terhadap efektivitas kerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur. 

Page 3 of 4 | Total Record : 38