Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN CAMAT DALAM KOORDINASI ADMINISTRASI DI KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Aidil, Aidil
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aidil. Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur, dibawah bimbingan Bapak Suhardiman, S.Sos., M.Si dan Bapak  H. Marsuq, S.Sos, M.Si.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menggambarkan bagaimana Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, khususnya dengan teknik wawancara peneliti menggunakan metode Purposive Sampling, kemudian untuk mendapatkan data yang valid, maka peneliti melakukan triangulasi sumber yang memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan pengecekan ulang serta dapat melengkapi informasi dari berbagai sumber.Dari hasil penelitian dapat disimpulan bahwa Peran Camat dalam Koordinasi Adminstrasi di Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur baik bersifat vertikal dengan instansi terkait maupun  koordinasi administrasi horisontal dengan kepala seksi-seksi yang ada di Kantor Kecamatan Bengkal Kabupaten Kutai Timur. Dari hasil penelitian tersebut, Koordinasi pelayanan administrasi pemerintah Kecamatan dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat terdapat faktor penghambat yaitu kurang tersedianya sarana dalam kelancaran proses administrasi seperti sistem administrasi yang masih panjang, kurang profesionalnya staf dalam menjalankan tugas serta terdapat satu Kelurahan yang memiliki jarak yang jauh dengan Kantor Kecamatan. Faktor pendukung dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat ialah tersedianya anggaran didalam proses meningkatkan pelayanan administrasi dan terdapatnya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses pelayanan administrasi kepada masyarakat
Participatory local regulations based on local wisdom: study of local regulation formation policy of Kutai Kartanegara regency Yulianingrum, Aullia Vivi; Nur, Insan Tajali; Prasetyo, Bayu; Aidil, Aidil; Haya, Dita Alika Fadia; Paturu, Reni Oktaviani
The International Journal of Politics and Sociology Research Vol. 11 No. 3 (2023): December: Law, Politic and Sosiology
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijopsor.v11i3.214

Abstract

This study aims to determine the local government policy of Kutai Kartanegara Regency in arranging participatory local regulations to accommodate the local wisdom of Kutai Kartanegara society in the era of regional autonomy. It also analyzes the implementation of local wisdom regulation to ensure the existence of society. The methodology used is empirical juridical, where researchers use data collection techniques through interviews with the Legal Section of the Regional Government of Kutai Kartanegara Province. The method of data analysis is qualitative and deductive inference, that is, drawing conclusions from a general form to a specific form. The formation of participatory local regulations based on local wisdom becomes urgent when the implementation of regional autonomy is faced with global demands where people must follow technological developments. This can change the cultural values that have been developed in local communities, and the government is obliged to provide legal protection in the form of the formation of local regulations that contain local wisdom values and guarantee their sustainability.
Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Yang Ideal Fitriyani, Fitriyani; Aidil, Aidil; Zainab, Zainab
El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 2 (2021): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/el-ghiroh.v19i2.332

Abstract

Principal leadership is one of the factors that can encourage schools to be better. The leadership in question is leadership with the ideal type. In general, there are still schools whose leadership type is still not ideal. So that the school they lead is still not able to progress and develop. For example: principals are still less able to maintain school facilities; the principal has not been able to create a conducive school culture and atmosphere; principals are also less able to involve school personnel to be active in various activities at school; the principal has also not been able to direct the teachers to compose and develop the syllabus and lesson plans (Learning Implementation Plan); principals tend not to involve teachers in school committees for decision making. There are still many things that need to be addressed from the leadership of the principal. it is the author's interest to reveal how the ideal type of leadership figure is?
Peningkatan Sumber Daya Manusia Melalui Program Belajar Mengajar Oleh Mahasiswa KPM STAIN Meulaboh Di Desa Labuhan Tarok II Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan Zulhendra, Danil; SH, Hendra; Kasman, Adi; Aidil, Aidil; Farhan, M. Anuar; Risky, Miftahul; Apriyani, Sari; Samaliah, Nur; Marziah, Ainal; Habibillah, Asri Qurrata Aini; Lastri, Lastri; Wati, Erna
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i1.5569

Abstract

Pendidikan tinggi, khususnya di institusi keislaman seperti STAIN Meulaboh, menekankan pentingnya pengalaman lapangan dalam pembentukan mahasiswa STAIN dari berbagai jurusan dan prodi. Jurnal ini membahas upaya meningkatkan prestasi dengan belajar mengajar sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan teori dengan praktik dalam pembelajaran. Tujuan utama adalah memperkaya pengalaman mahasiswa dan memperkuat hubungan antara STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dengan masyarakat Gampong Labuhan Tarok II dengan tujuan menciptakan sinergi positif dalam dunia pendidikan. Studi ini mengintegrasikan studi pendahuluan, analisis kebutuhan, desain program pengalaman lapangan, pelaksanaan praktik, dan evaluasi. Survei dan wawancara digunakan untuk memahami kebutuhan dan harapan dari berbagai pihak. Program Kuliah Pengabdian Masyarakat dirancang untuk mengoptimalkan penerapan teori, fokus pada pembelajaran berbasis kompetensi, dan pengembangan karakter. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan dan feedback dari pamong pembimbing dan dosen pembimbing. Hasil jurnal menunjukkan bahwa optimalisasi kuliah pengabdian masyarakat memberikan dampak positif terhadap pengembangan profesionalisme dan keterampilan mahasiswa STAIN Meulaboh. Gampong Labuhan Tarok II, sebagai mitra, turut merasakan manfaat kolaborasi ini. Kerjasama ini diharapkan dapat berlanjut, memberikan kontribusi positif bagi kedua institusi, serta memperkaya lingkungan pendidikan di wilayah tersebut.
Kontroversi dan Penerimaan Pemikiran Amina Wadud dalam Dunia Islam: Kajian Sosiologis dan Historis dalam Perspektif Peradaban Islam Kontemporer Handayani, Ani; Aidil, Aidil; Fauzi Nazar, Reza; Nurhayati, Ria; Ahsanul Aziz, Muhammad
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zawiyah.v12i1.13446

Abstract

The issue of women’s leadership in Islam remains a subject of theological and social debate among contemporary Muslim societies. One of the figures who has triggered a global discourse on this issue is Amina Wadud, particularly following her act of leading a Friday prayer in 2005. This study aims to analyze Amina Wadud’s thought on gender equality and women’s leadership in religious worship, as well as to examine the responses of the Muslim world to these ideas from a sociological and historical perspective of contemporary Islamic civilization. This research employs a qualitative approach in the form of library research, utilizing the works of Amina Wadud as primary sources and various scholarly articles and academic journals as secondary sources. The analysis is conducted using a feminist hermeneutical approach to understand the construction of gender-just interpretations of the Qur’an. The findings indicate that Amina Wadud’s interpretation emphasizes the principle of gender equality in Islam and argues that there is no explicit textual prohibition in the Qur’an against women’s leadership in certain contexts. Muslim responses to this line of thought vary, ranging from normative rejection to progressive acceptance, influenced by cultural, historical, and social factors. This study underscores the importance of inclusive dialogue among academics, religious scholars, and Muslim communities in responding to feminist interpretations of Islam. Keywords: Amina Wadud, gender equality, women’s leadership, contemporary Islam, feminist hermeneutics.
PENDAMPINGAN UMKM DESA ROKO-ROKO: PEMBUATAN BALIHO USAHA DAN PEMASARAN DIGITALISASI MENGGUNAKAN QRIS MELALUI PROGRAM KKN REGULER KELOMPOK 29 USN KOLAKA Titing, Andry Stepahnie; Wahyudi, Komang Veri; Dirga, Dirga; Lestari, Jihan; Nilamsari, Nilamsari; Aidil, Aidil; Hamka, Novita Sari; Sani, Sani; Rusmiati, Riska; Sulmainar, Sulmainar; Siringo-Ringo, Febrina Enjelia; Hasna, Wa; Warsukni, Warsukni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6630

Abstract

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Roko-Roko, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, masih mengandalkan promosi konvensional dan transaksi tunai. Artikel ini membahas program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 Universitas Sembilanbelas November Kolaka Tahun 2026 yang mendampingi tiga pelaku UMKM di Dusun I dan Dusun II Desa Roko-Roko, yaitu usaha jahit, penjual makanan dan minuman, serta pabrik pembuatan tempe, melalui pembuatan baliho usaha dan pendampingan aktivasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah membantu memperjelas identitas visual usaha dan mendorong transaksi non-tunai pelaku UMKM. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi minimnya penanda identitas visual usaha serta keterbatasan akses terhadap sistem pembayaran digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif door-to-door, mencakup desain dan pemasangan baliho usaha serta pendampingan aktivasi akun QRIS. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara singkat, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiga UMKM memperoleh baliho usaha sebagai penanda identitas visual, sementara satu UMKM, yaitu usaha jahit, berhasil mengaktifkan dan menggunakan QRIS sebagai sarana transaksi non-tunai, sedangkan dua UMKM lainnya masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk aktivasi QRIS. Temuan awal menunjukkan bahwa baliho usaha diterima dengan baik oleh pelaku usaha, sementara pemanfaatan QRIS masih memerlukan proses adaptasi lebih lanjut. Simpulannya, kombinasi bantuan baliho dan pendampingan QRIS dinilai membantu sebagai intervensi awal penguatan identitas dan akses layanan keuangan digital UMKM perdesaan pada level mikro, namun perlu dikombinasikan dengan pelatihan pemasaran digital lanjutan agar dampaknya lebih berkelanjutan. Assistance for MSMEs in Roko-Roko Village: Creation of Business Signage and Activation of QRIS Digital Payments Abstract Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Roko-Roko Village, Tirawuta Subdistrict, East Kolaka Regency, still rely on conventional promotion and cash-based transactions. This article presents the Community Service Program (KKN) conducted by Group 29 of Universitas Sembilanbelas November Kolaka in 2026, which assisted three MSMEs in Dusun I and Dusun II of Roko-Roko Village — a tailoring business, a food and beverage vendor, and a tempe production business — through the creation of business signboards (baliho) and QRIS payment activation assistance. The objective of this activity is to help clarify the visual identity of the businesses and encourage non-cash transactions among MSME actors. The main problems addressed include the limited visual identity of business locations and restricted access to digital payment systems. The method employed was a participatory door-to-door approach covering signboard design and installation as well as QRIS account activation assistance. Data were collected through field observation, brief interviews, and documentation during implementation. The results show that all three MSMEs received business signboards as a visual identity marker, while only one, the tailoring business, successfully activated and used QRIS for non-cash transactions; the other two still require further assistance for QRIS activation. Early findings indicate that the signboards were well received by business owners, while QRIS adoption still requires further adaptation. In conclusion, the combination of signboard assistance and QRIS guidance is considered a helpful initial intervention to strengthen the identity and digital financial access of rural MSMEs at the micro level, though it needs to be combined with further digital marketing training for a more sustainable impact