cover
Contact Name
Dessy Ariyanti
Contact Email
dessy.ariyanti@che.undip.ac.id
Phone
+62247460058
Journal Mail Official
j.reaktor@che.undip.ac.id
Editorial Address
Department of Chemical Engineering, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto SH Tembalang Semarang 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Reaktor
Published by Universitas Diponegoro
Reaktor invites contributions of original and novel fundamental research. Reaktor publishes scientific study/ research papers, industrial problem solving related to Chemical Engineering field as well as review papers. The journal presents paper dealing with the topic related to Chemical Engineering including: Transport Phenomena and Chemical Engineering Operating Unit Chemical Reaction Technique, Chemical Kinetics, and Catalysis Designing, Modeling, and Process Optimization Energy and Conversion Technology Thermodynamics Process System Engineering and products Particulate and emulsion technologies Membrane Technology Material Development Food Technology and Bioprocess Waste Treatment Technology
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume 12, Nomor 1, Juni 2008" : 11 Documents clear
PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG UDANG SERTA APLIKASINYA DALAM MEREDUKSI KOLESTEROL LEMAK KAMBING Hargono Hargono; Abdullah Abdullah; Indro Sumantri
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.522 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.53-57

Abstract

Kitosan adalah hasil proses deasetilasi dari senyawa kitin yang banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting. Bila dikonsumsi di dalam tubuh manusia Kitosan bisa berfungsi menyerap lemak. Kemampuan Kitosan untuk menyerap lemak tergantung pada derajat deasetilasinya. Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan Kitosan dari kulit udang, dengan variasi konsentrasi NaOH masing-masing 20, 30, 40 dan 50% (% berat). Kitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah proses penyerapan lemak menggunakan Kitosan dengan derajad deasetilasi paling besar. Variabel penelitian adalah ekstrasi  masing-masing  10, 30, 45, 60 menit. massa lemak yang ditambahkan ke dalam 50 ml lemak masing-masing 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 gr. Lemak kemudian dianalisis kadar kolesterolnya dengan Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat deasetilasi Kitosan  paling tinggi adalah 82,98% yang didapat dari proses deasetilasi menggunakan konsentrasi NaOH 50%, sedangkan kondisi yang efektif proses penyerapani lemak adalah pada konsentrasi (g/ml) berat Kitosan 5 gr  di dalam 50 ml lemak serta waktu penyerapani lemak 60 menit menunjukkan derajad penyerapan kolesterol sebesar 45,46%
KAJIAN AWAL PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK DEDAK PADI DENGAN PROSES ESTERIFIKASI Aprilina Purbasari; Silviana Silviana
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.367 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.19-21

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang dapat dibuat dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau esterifikasi-transesterifikasi dengan alkohol. Minyak dedak padi merupakan salah satu minyak nabati yang mengandung asam lemak bebas tinggi. Pada penelitian ini minyak dedak padi diesterifikasi dengan pelarut methanol. Minyak kemudian diekstraksi dengan menggunakan etanol sebagai solven. Variabel operasi proses esterifikasi adalah suhu reaksi (40; 50; 60°C) dan konsentrasi HCl sebagai katalis (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5%-v) Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi asam lemak bebas menjadi ester meningkat seiring meningkatnya suhu dan katalis. Kondisi optimum adalah 50°C dengan 1,5%-v katalis dimana konversi asam lemak bebas yang diperoleh sebesar 78,33% dan konsentrasi metil ester pada produk sebesar76,89%.
PERSAMAAN DROP SIZE DI DALAM KOLOM BERPENGADUK CAKRAM (RDC) Martunus Martunus; Z. Helwani
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.507 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.12-18

Abstract

Perpindahan massa dari satu fase cair ke fase cair lainnya di dalam kolom ekstraksi cair-cair ditentukan dengan luas perpindahan antara kedua fase. Luas perpindahan ini dapat dinyatakan dengan drop size yang merupakan faktor yang sangat penting dalam perancangan kolom ekstraksi cair-cair berpengaduk (Rotating Disc Contactor, RDC). Tiga model yang berhubungan dengan drop size dikembangkan untuk variabel operasi kolom yang didasarkan pada kecepatan putaran yaitu yaitu model untuk ekstraksi tanpa pengadukan atau pengadukan dengan putaran sangat rendah, model dengan kecepatan pengadukan medium, dan model pengadukan dengan putaran tinggi. Artikel ini berisi pembahasan persamaan drop size yang sudah dipublikasikan menyangkut ketiga kondisi operasi tersebut.
PENGAMBILAN AIR DARI SISTEM ISOPROPIL ALKOHOL – AIR DENGAN DISTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL Silviana Silviana; Aprilina Purbasari
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.523 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.29-32

Abstract

Isopropil alkohol (IPA) merupakan pelarut umum yang digunakan di industri. Secara ekonomi, dalam penggunaan pelarut perlu diupayakan proses pengambilan kembali pelarut tersebut. Kendala pengambilan kembali pelarut IPA dalam sistem IPA–air adalah sistem tersebut membentuk azeotrop. Untuk itu, penelitian ini mengkaji proses pengambilan air dalam sistem IPA–air melalui proses distilasi adsorptif menggunakan adsorben zeolit alam dan silika gel sebagai adsorbennya. Percobaan dilakukan dengan variabel tetap volume umpan sebesar 200 ml, dan variabel berubah jenis adsorben (zeolit alam dan silika gel) dan komposisi umpan IPA (70, 73, 75, 80 %-b). Proses distilasi adsoprsi dijalankan selama 30 menit sampai keluar produk, selanjutunya pengambilan produk untuk dianalisa tiap 5 menit dengan analisa gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan adsorben silika gel lebih efektif dan selektif menyerap air daripada zeolit alam. Dan didapat kondisi optimum penggunaan silika gel komposisi umpan adalah 75% berat IPA dalam larutan hingga kemurnian IPA hingga 91,6% pada menit ke dua puluh.
EKSTRAKSI KONTINYU DENGAN SIMULASI BATCH TIGA TAHAP ALIRAN LAWAN ARAH: PENGAMBILAN MINYAK BIJI ALPUKAT MENGGUNAKAN PELARUT N-HEXANE DAN ISO PROPIL ALKOHOL Bambang Pramudono; Septian Ardi Widioko; Wawan Rustyawan
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.091 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.37-41

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji rendemen dan selektivitas dari ekstraksi biji alpukat dengan pelarut n-hexane dan isopropyl alcohol (IPA). Ekstraksi dilakukan dengan sistem kontinyu simulasi batch bertahap tiga aliran lawan arah pada temperatur 82 oC (untuk pelarut n- hexane) dan 69 oC (untuk pelarut IPA), selama 2 jam dengan perbandingan bahan dan pelarut sebesar 20 gr/250 gr. Rendemen yang diperoleh pada penggunaan n-hexane dan IPA sebesar 18,69 % dan 17,87 %. Kedua minyak yang dihasilkan baik dari penggunaan n-hexane maupun IPA memenuhi spesifikasi minyak biji alpukat. Dari besarnya rendemen yang diperoleh menunjukkan bahwa secara kuantitatif  pelarut n-hexane lebih baik daripada IPA, tetapi dari segi kualitatif (kandungan impuritas) pelarut IPA lebih baik daripada n-hexane.
CHARACTERISATION OF SOLID AND LIQUID PINEAPPLE WASTE Abdullah Abdullah; Hanafi Mat
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.404 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.48-52

Abstract

The pineapple waste is contain high concentration of biodegradable organic material and suspended solid. As a result it has a high BOD and extremes of pH conditions. The pineapple wastes juice contains mainly sucrose, glucose, fructose and other nutrients. The characterisation this waste is needed to reduce it by  recycling to get raw material or  for  conversion into useful product of higher value added products such as organic acid, methane , ethanol, SCP and enzyme. Analysis of sugar indicates that liquid waste contains mainly sucrose, glucose and fructose.  The dominant sugar was fructose, glucose and sucrose.  The fructose and glucose levels were similar to each other, with fructose usually slightly higher than glucose. The total sugar and citric acid content were 73.76 and 2.18 g/l. The sugar content in solid waste is glucose and fructose was 8.24 and 12.17 %, no sucrose on this waste
PEMBUATAN RESIN PHENOL FORMALDEHID TERHADAP APLIKASINYA SEBAGAI VERNIS Nur Rokhati; Aji Prasetyaningrum
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.577 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.42-47

Abstract

Phenol formaldehid termasuk kelompok resin sintetis yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi antara phenol dengan formaldehid. Ada dua jenis resin phenol formaldehid yaitu : novolak yang bersifat termoplast dan resol yang bersifat termoset. Phenol formaldehid dapat diaplikasikan sebagai vernis karena dapat membentuk lapisan film yang kering.Penelitian dilakukan dengan mereaksikan phenol dan formaldehid dengan pH dan perbandingan mol bervariasi. Jenis novolak dibuat pada suasana asam dengan penambahan HCl, suhu 900C, dan waktu reaksi 5 jam, sedangkan jenis resol dibuat pada suasana basa dengan penambahan NaOH, suhu 800C dan waktu reaksi 3 jam. Hasil resin phenol formaldehid diaplikasikan sebagai vernis pada kayu jati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya pH dan perbandingan reaktan, waktu kering semakin lama. Kondisi optimum jenis novolak diperoleh pada pH 2,5 dan perbandingan reaktan 1 : 0,8, sedangkan untuk jenis resol dicapai pada pH 10 dan perbandingan mol reaktan 1 : 2. Aplikasi jenis novolak sebagai vernis kayu menghasilkan warna yang lebih cerah (tingkat gloss tinggi) dibanding dengan jenis resol
PEMUTIHAN ENCENG GONDOK MENGGUNAKAN H2O2 DENGAN KATALISATOR NATRIUM BIKARBONAT Diah Susetyo Retnowati
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.059 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.33-36

Abstract

Batang enceng gondok (Eichornia crasipess) dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan seperti tas, atau digunakan sebagai pengganti rotan dalam industri mebel.Untuk mendapatkan warna yang lebih cerah, umumnya batang  enceng gondok kering yang berwarna coklat diputihkan  dengan perendaman dalam larutan yang mengandung oksidator. Pada penelitian ini, oksidator yang dipakai adalah hidrogen peroksida, suatu oksidator yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan oksidator lainnya. Oksidator ini dilarutkan dalam pelarut yang berupa campuran etanol-air. Untuk lebih mempercepat proses pemutihan, juga ditambahkan katalisator NaHCO3 yang dapat bereaksi dengan hidrogen peroksida membentuk peroksidamonokarbonat yang lebih reaktif. Hasil enceng gondok yang putih dan cerah, serta mempunyai kuat tarik cukup tinggi, diperoleh  pada proses pemutihan selama 3 jam dalam larutan etanol-air dengan perbandingan volume 0,36 yang mengandung H2O2 dan NaHCO3 dengan konsentrasi 4 % berat dan 1,95 g/L.
MIGRASI KE SCILAB UNTUK VISUALISASI SERTA PENYELESAIAN MODEL MATEMATIS Setia Budi Sasongko
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.134 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.1-6

Abstract

Perangkat lunak merupakan salah satu komponen yang mutlak diperlukan dalam simulasi komputer. Permasalahan harga menjadi salah satu kendala dalam pengembangan sistem tersebut. Akan tetapi problema tersebut dapat diatasi dengan menggunakan Scilab sebagai “Open Source Software”. Scilab merupakan perangkat lunak berbasis matrik dalam menyelesaian permasalahan matematis dan visualisasi hasilnya.Penyusunan program didasarkan pada model matematis untuk bioreaktor. Validasi hasil dari Scilab dilakukan melalui komparasi hasil visualisasi dengan perangkat lunak Polymath 5 versi pendidikan. Hasil yang diperoleh dari Scilab tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil yang diperoleh dengan Polymath 5. Berdasarkan hasil tersebut, perlu dikembangkan lebih lanjut simulasi komputasi dengan menggunakan Scilab.
PROSES GLISEROLISIS MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI MONO DAN DIACYL GLISEROL DENGAN PELARUT N-BUTANOL DAN KATALIS MgO Didi Dwi Anggoro; Faleh Setia Budi
Reaktor Volume 12, Nomor 1, Juni 2008
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.888 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.1.22-28

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Lebih dari setengah produksinya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor. Produk turunan minyak sawit seperti Mono-Di Acyl Gliserol (MAG-DAG) mempunyai nilai ekonomi yang  tingg dan selama ini Indonesia masih mengimpornya. MAG- DAG dibuat dari senyawa gliserida yang banyak terdapat dalam bahan minyak atau lemak, seperti minyak kelapa sawit, dengan gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah Studi eksperimen produksi MAG-DAG dari minyak kelapa sawit pada suhu rendah (2000C) dengan reaktor batch skala laboratorium, dan mengetahui pengaruh variabel-variabel proses. Variabel berubah yang digunakan adalah suhu (70 oC, 90 oC, dan 110 oC), rasio gliserol/CPO (3, 4, dan 5), dan jumlah katalis (2% w, 3% w, dan 4% w). Sedangkan variabel tetapnya adalah berat total campuran reaksi 300 gram, kecepatan pengadukan 400 rpm, waktu 4 jam dan jumlah pelarut 20 ml/10 gram CPO. Dari hasil pengolahan data menggunakan program STATISTICA 6 diperoleh kondisi operasi optimum dicapai pada suhu sekitar 70-1000C, rasio gliserol/CPO sekitar 3,5-4,5 serta katalis pada kisaran 2,5-4% dengan konversi yang diperoleh sekitar 93-98%. Dengan adanya penambahan pelarut n-Butanol, reaksi dapat dijalankan pada suhu yang lebih rendah (di bawah 2000C) tanpa menurunkan konversi yang diperoleh.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Volume 25 No.2 August 2025 Volume 25 No.1 April 2025 Volume 24 No.3 December 2024 Volume 24 No.2 August 2024 Volume 24 No.1 April 2024 Volume 23 No.3 December 2023 Volume 23 No.2 August 2023 Volume 23 No.1 April 2023 Volume 22 No. 3 December 2022 Volume 22 No.2 August 2022 Volume 22 No. 1 April 2022 Volume 21 No.4 December 2021 Volume 21 No. 3 September 2021 Volume 21 No. 2 June 2021 Volume 21 No. 1 March 2021 Volume 20 No.4 December 2020 Volume 20 No.3 September 2020 Volume 20 No.2 June 2020 Volume 20 No.1 March 2020 Volume 19 No. 4 December 2019 Volume 19 No. 3 September 2019 Volume 19 No. 2 June 2019 Volume 19 No. 1 March 2019 Volume 18 No. 4 December 2018 Volume 18 No. 3 September 2018 Volume 18 No. 2 June 2018 Volume 18 No. 1 March 2018 Volume 17 No. 4 Desember 2017 Volume 17 No. 3 September 2017 Volume 17 No. 2 Juni 2017 Volume 17 No.1 Maret 2017 Volume 16 No.4 Desember 2016 Volume 16 No.3 September 2016 Volume 16 No. 2 Juni 2016 Volume 16 No.1 Maret 2016 Volume 15 No.4 Oktober 2015 Volume 15 No.3 April 2015 Volume 15, No.2, OKTOBER 2014 Volume 15, No.1, APRIL 2014 Volume 14, No. 4, OKTOBER 2013 Volume 14, No. 3, APRIL 2013 Volume 14, Nomor 2, Oktober 2012 Volume 14, Nomor 1, April 2012 Volume 13, Nomor 4, Desember 2011 Volume 13, Nomor 3, Juni 2011 Volume 13, Nomor 2, Desember 2010 Volume 13, Nomor 1, Juni 2010 Volume 12, Nomor 4, Desember 2009 Volume 12, Nomor 3, Juni 2009 Volume 12, Nomor 2, Desember 2008 Volume 12, Nomor 1, Juni 2008 Volume 11, Nomor 2, Desember 2007 Volume 11, Nomor 1, Juni 2007 Volume 10, Nomor 2, Desember 2006 Volume 10 No. 1 Juni 2006 Volume 09 No. 02 Desember 2005 Volume 09 No.1 Juni 2005 Volume 08 No.2 Desember 2004 Volume 08 No.1 Juni 2004 Volume 07 No.2 Desember 2003 Volume 07 No. 1 Juni 2003 Volume 6 No. 2 Desember 2002 Volume 6 No. 1 Juni 2002 Volume 5 No.2 Desember 2001 Volume 5 No. 1 Juni 2001 Volume 3 No.1 Desember 1999 More Issue