cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2025)" : 5 Documents clear
Dukungan Suami Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Cerviks zuhrotunida, zuhrotunida; Suwardiman, Suwardiman
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.93764

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks tetap menjadi penyebab utama kematian, terutama karena diagnosis yang terlambat. Cakupan deteksi dini masih sangat rendah, yaitu 6,83%, dibandingkan dengan target nasional sebesar 70%. Salah satu hambatan dalam deteksi dini adalah perilaku perempuan dalam mencari layanan kesehatan. Oleh karena itu, dukungan dari suami sangat penting dalam mendorong perempuan untuk menjalani skrining dini kanker serviksTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan yang diberikan oleh suami dan perilaku yang ditunjukkan oleh istri terkait deteksi dini kanker serviks di Rumah Sakit Anak dan Rumah Sakit Santa Maria di JakartaMetode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 100 responden, yang dipilih menggunakan metode sampling acak. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan koefisien korelasi produk-moment Pearson.Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 40% kasus kanker serviks stadium awal yang terdeteksi dalam kategori aktif di RSAB Harapan Kita. Sementara itu, 96% responden melaporkan menerima dukungan yang baik dari suami mereka. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan dari suami dan perilaku yang mengarah pada deteksi dini kanker serviks pada wanita usia reproduksi (nilai P = 0,00), dengan rasio peluang (OR) sebesar 2,787. Hal ini menunjukkan bahwa wanita yang menerima dukungan kuat dari suami mereka hampir tiga kali lebih mungkin menjalani skrining kanker serviks dini dibandingkan dengan mereka yang menerima dukungan yang tidak memadai dari suami merekaKesimpulan: Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan korelasi yang signifikan antara dukungan pasangan dan deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, disarankan agar masyarakat meningkatkan kesadaran dan mengambil inisiatif dalam melakukan skrining dini kanker serviks. 
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit dan Jahe Terhadap Penurunan Intensitas Dismenore dengan Riwayat Keluarga Sebagai Variabel Moderating Budiani, Rhegita; Wijayanti, Wijayanti; Astuti, Hutari Puji
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.93999

Abstract

 Background: Dysmenorrhea is a common complaint among adolescent girls and can disrupt daily activities. Non-pharmacological therapies, such as ginger and turmeric drinks, are an alternative to reduce dysmenorrhea, and family history is suspected to influence its intensity.Objective: To determine the effect of ginger and turmeric drinks on reducing the intensity of dysmenorrhea, with family history as a moderating variable.Method: This quasi-experimental pretest–posttest study involved 66 adolescent girls with primary dysmenorrhea selected using purposive sampling. Dysmenorrhea intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS), and family history was collected through interviews. Data were analyzed using Wilcoxon, Mann–Whitney tests, and moderation regressionResults and Discussion: Asymp test results showed that ginger and turmeric drinks reduced dysmenorrhea. Linear regression indicated that family history acted as a moderating variableConclusion: Ginger and turmeric drinks effectively relieve dysmenorrhea symptoms, with family history influencing the magnitude of the intervention effect.
Determinan Kegagalan Induksi Persalinan Pada Kehamilan Aterm: Studi Retrospektif Di RSUP Dr Sardjito Periode 2020-2022 Saidah Agustina Sucipto Putri, Noer Elvi; Nurdiati, Detty Siti; Sangun, Diannisa Ikarumi Enisar
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.99812

Abstract

 Latar Belakang: World Health Organization (WHO) tahun 2012 memaparkan 300.000 atau sekitar 60% ibu hamil menjalani persalinan melalui bedah sesar. Tingginya kegagalan induksi persalinan yang berujung pada peningkatan bedah sesar mendorong WHO untuk merekomendasikan Sistem Klasifikasi Robson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka bedah sesar pada hamil cukup bulan yang direncanakan induksi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (2020-2022).Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan induksi persalinan pada kehamilan cukup bulan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta periode Tahun 2020-2022.Metode: Studi analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional, dengan data sekunder catatan medis dan analisis Robson.Hasil: Dari 269 subjek penelitian, didapatkan kegagalan induksi persalinan pada Grup 2 sebesar 38,8% dan Grup 4 sebesar 27,9%. Keberhasilan induksi persalinan dipengaruhi oleh indeks massa tubuh <30 kg/m² dan skor Bishop 2-9, sementara kegagalan induksi persalinan dipengaruhi oleh usia <20 dan >35 tahun, nulliparra, serta taksiran berat janin >3500 gram.Kesimpulan: : IMT < 30 kg/m² dan skor Bishop 2-9 induksinya lebih berhasil, sementara faktor-faktor lain meningkatkan risiko kegagalan induksi persalinan. Dosis penggunaan obat misoprostol, rute pemberian misoprostol, dan waktu paruh misoprostol, tidak memberikan hasil yang bermakna dalam induksi persalinan.
Prevalence of Depression and Anxiety Symptoms in Patients with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in Ambon City in 2025 Datu, Freti Sartika; Resnawaldi, Arlen; Yakobus, Sherly
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.110118

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan gangguan endokrin yang paling umum pada wanita usia reproduksi dan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian terkait aspek psikologis SOPK di Indonesia, khususnya di Kota Ambon, masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui prevalensi gejala depresi dan kecemasan pada wanita dengan SOPK di Kota Ambon tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yang melibatkan 69 wanita usia 15– 49 tahun yang terdiagnosis SOPK berdasarkan Kriteria Rotterdam oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) secara digital dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan SPSS versi 29.0. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 31,9% responden mengalami gejala depresi, terdiri dari depresi ringan (23,2%), sedang (7,2%), dan berat (1,4%). Sementara itu, 50,7% responden mengalami gejala kecemasan, dengan rincian kecemasan ringan (21,7%), sedang (20,3%), dan berat (8,7%). Mayoritas gejala berada pada tingkat ringan hingga sedang, namun prevalensinya tetap tergolong tinggi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan perlunya pelaksanaan skrining rutin serta pendekatan komprehensif dalam penanganan pasien SOPK yang mencakup aspek fisik dan psikologis, guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. 
Profil Efek Toksisitas Hematologi Concurrent Chemoradiation Therapy (CCRT) Dengan Kombinasi Cisplatin Dan 5-Fluorouracil Pada Pasien Kanker Serviks Stadium IIB – IVA Nurdiansyah, Farid; Pradjatmo, Heru; Siswishanto, Rukmono
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.114139

Abstract

Latar Belakang: Terapi kemoradiasi bersamaan (CCRT) merupakan pengobatan standar untuk kanker serviks stadium IIB–IVA, terapi kemoradiasi konkuren (CCRT) biasanya menggunakan cisplatin saja atau kombinasi cisplatin dan 5-fluorourasil (5-FU) yang diberikan bersamaan dengan radioterapi. Selama kemoterapi, penting untuk memantau dampak toksisitas hematologi. Efek toksisitas hematologi yang disebabkan oleh kemoterapi dapat memengaruhi kelancaran terapi dan bahkan dapat menyebabkan siklus kemoterapi berikutnya tertunda.Tujuan: Untuk menentukan gambaran toksisitas hematologi yang disebabkan oleh CCRT dengan kombinasi cisplatin dan 5-FU pada pasien dengan kanker serviks stadium IIB–IVA.Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasi deskriptif dengan subjek penelitian adalah pasien yang didiagnosis kanker serviks pertama kali pada periode Januari tahun 2018 sampai dengan Maret 2021. Sejumlah 31 pasien mendapatkan kemoterapi 5-Fluorouracil 500 mg dilanjutkan cisplatin 70 mg yang diberikan bersamaan dengan External Beam Radiation Therapy (EBRT). Kemoterapi diberikan setiap minggu, maksimal 6 kali siklus selama CCRT. Pasien mendapat terapi radiasi berupa EBRT selama 5 hari setiap minggu kemudian dilanjutkan dengan brakiterapi.Hasil: Dari analisis univariat didapatkan bahwa dari 31 pasien didapatkan sebagian besar berusia ≥ 50 tahun dengan paritas ≥ 3, hasil histopatologi SCC derajat differensiasi sedang – buruk dan stadium II B - III A. Hampir mayoritas pasien mengalami toksisitas hematologi derajat 1 (anemia 51,6%, leukopenia 22,6%, trombositopenia 12%). Sedangkan yang mengalami toksisitas neutropenia sebagian besar derajat 2 (9,7%).Kesimpulan: CCRT dengan regimen cisplatin ditambah 5-fluorouracil memiliki risiko efek toksisitas hematologi berupa anemia, leukopenia, trombositopenia, dan neutropenia dengan derajat toksisitas masing – masing berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 5