Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Challenges in Implementing the Triple Elimination of Mother-to-Child Transmission: A Study from Coastal Region of Ambon, Indonesia Liengga, Haris; Manuputty, Amanda Gracia; Resnawaldi, Arlen
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 37 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikkk.V37.2.2025.78-83

Abstract

Background: HIV, syphilis, and hepatitis B can be transmitted during pregnancy, which can cause morbidity and mortality. Efforts to eliminate the transmission of IV, syphilis, and hepatitis B are contained in the Minister of Health Regulation through Antenatal Care services in community health centers by screening and case management of positive pregnant women. The coverage of triple elimination in Eastern Indonesia has not been implemented, especially in Ambon City, while the goal in 2022 is that 100% of pregnant women will be screened and managed to prevent perinatal transmission. Purpose: This study aimed to evaluate the implementation of triple elimination screening including coverage, completeness, and infection rates in Ambon City. Methods: This study is a descriptive retrospective analysis based on medical records from four Community Health Centers during the year 2022. Result: Among 1,666 pregnant women, only one of the four centers (25%) met the national screening coverage target. None achieved 100% test completeness. Syphilis showed the highest infection rate (up to 12.2%), while hepatitis B rates were below the national threshold (≤7.1%) in all centers. Conclusion: Ambon City's triple elimination screening implementation has not met national criteria. Enhancing program efficacy requires expanding access to screening services and bolstering health education.
PERSONAL HYGIENE REMAJA DALAM PENCEGAHAN FLUOR ALBUS PATOLOGIS Leatemia, Vanessa; Asmin, Elpira; Resnawaldi, Arlen
Molucca Medica Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16, NOMOR 2, OKTOBER 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2023.v16.i2.119

Abstract

Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan remaja putri yang rentan mengalami keputihan adalah 31,8%. Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 30,8%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, keterpaparan informasi dan peran ibu dengan perilaku personal hygiene remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2022. Jumlah sampel sebanyak 181 responden menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian ditemukan remaja memiliki perilaku personal hygiene yang baik (69%), namun memiliki pengetahuan yang kurang (53,6%). Remaja mendapat informasi tentang fluor albus dari media massa dan orang lain (51,4%) serta tidak mendapatkan informasi atau dukungan dari ibu (51,9%). Simpulan penelitian adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahun dan keterpaparan informasi dengan personal hygiene remaja sedangkan peran ibu berhubungan dengan personal hygiene remaja.
Prevalence of Depression and Anxiety Symptoms in Patients with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) in Ambon City in 2025 Datu, Freti Sartika; Resnawaldi, Arlen; Yakobus, Sherly
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.110118

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan gangguan endokrin yang paling umum pada wanita usia reproduksi dan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian terkait aspek psikologis SOPK di Indonesia, khususnya di Kota Ambon, masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui prevalensi gejala depresi dan kecemasan pada wanita dengan SOPK di Kota Ambon tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yang melibatkan 69 wanita usia 15– 49 tahun yang terdiagnosis SOPK berdasarkan Kriteria Rotterdam oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) secara digital dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel dan SPSS versi 29.0. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 31,9% responden mengalami gejala depresi, terdiri dari depresi ringan (23,2%), sedang (7,2%), dan berat (1,4%). Sementara itu, 50,7% responden mengalami gejala kecemasan, dengan rincian kecemasan ringan (21,7%), sedang (20,3%), dan berat (8,7%). Mayoritas gejala berada pada tingkat ringan hingga sedang, namun prevalensinya tetap tergolong tinggi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan perlunya pelaksanaan skrining rutin serta pendekatan komprehensif dalam penanganan pasien SOPK yang mencakup aspek fisik dan psikologis, guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.