cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Studi Literatur Perbedaan Ekspresi Messenger Ribonucleid Acid (mRNA) Reseptor Androgen Setelah Pemberian Testosteron antara Penis dan Kelenjar Prostat Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus) Pascakastrasi Luh Ari Arini
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.56 KB) | DOI: 10.22146/jkr.37823

Abstract

Background: Aging process (andropause) in men will cause a decrease in testosterone hormones, in other that decrese of androgen receptor (testosteron and dhyhidrtestosterone) in target organ, can be seen from AR mRNA expression. Andropause finaly impact of male reproductive organ, so given testosterone hormone therapy is important to restore the condition. Giving testosterone hormone causes increase the expression of AR mRNA in the prostate gland and penis, but in these two organs there is a different increase.Objective: to know the difference of expression AR mRNA after administration of testosterone between prostate gland and penis.Method: This article used literature review from database of intisari sains medis.Results and Discussion: AR mRNA expression in the prostate gland is smaller than the penile tissue, due to the prostate gland in addition to the 5α reductase enzyme there are also many aromatase enzymes. In the normal prostate gland the amount of 5α reductase is small, so the addition of testosterone is converted to DHT but also in aromatization to estrogen. Therefore, fewer androgen receptors are found compared to the tissue of the penis, in addition expression of AR mRNA in the preputial penis is higher than the prostate gland.Conclusion: Penile tissue is more responsive to testosterone and improves the function and maintenance of tissue especially in old. Keywords: androgen receptor mRNA; testosterone; penis and prostate
Pengaruh Pelatihan Ultrasonografi terhadap Tingkat Pengetahuan Residen Obstetri dan Ginekologi mengenai Keamanan Penggunaan Ultrasonografi Obstetri Suryani Puspa Dewi; Rukmono Siswishanto; Djaswadi Dasuki
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.948 KB) | DOI: 10.22146/jkr.41409

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan residen Obgin mengenai keamanan penggunaan USG obstetri di RSUP Dr. Sardjito antara yang sudah dan belum mengikuti pelatihan USG.Metode: Kuasi eksperimen dengan desain Post Test Only. Subyek penelitian adalah seluruh residen Obgin FK-KMK UGM yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data melalui pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai bioeffects dan safety index pemeriksaan USG obstetri.Hasil dan Pembahasan: Subyek penelitian terdiri dari 64 subyek yang sudah mengikuti pelatihan USG dan 24 subyek yang belum mengikuti pelatihan USG. Seluruh subyek yang belum mengikuti pelatihan memiliki klasifikasi pengetahuan kurang. Dan dari 64 subyek yang sudah mengikuti pelatihan hanya 1 subyek yang memiliki pengetahuan baik (1,56%), 14 subyek dengan pengetahuan cukup (21,87%), dan sisanya dengan pengetahuan kurang (76,56%). Dari analisis tidak ditemukan perbedaan yang bermakna diantara kedua kelompok tersebut (p=0,29).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan  mengenai keamanan penggunaan USG obstetri antara residen Obgin yang sudah dan belum mengikuti pelatihan ultrasonografi. Kata kunci: Ultrasonografi; bioeffects; safety index; pengetahuan; pelatihan ultrasonografi; residen Obstetri dan Ginekologi 
Pengaruh Konseling Antenatal terhadap Tingkat Penerimaan IUD Pasca Salin:Non RCT Andrianto Kurniawan; Risanto Siswosudarmo
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.508 KB) | DOI: 10.22146/jkr.41625

Abstract

Background: Postpartum period is a period where a woman has a great motivation to use a contraceptive. The present data showed that the use of IUD was only about 7,75% of all mixed contraceptive use. Counseling carried out during the antenatal care period continued during early labor is believed be able to increase its acceptance.
Objective: To compare the effect of antenatal counseling continued during the early labor versus counseling in the early labor only on the acceptance of postpartum IUD use.Method: The study was carried out in Sardjito Hospital and several Puskesmas in the province of Yogyakarta during six months period from January to June 2015. A non-randomized controlled trial (quasi experimental design) was used. Pregnant women meeting the inclusion and exclusion criteria that are counseled during their antenatal visit continued during their early labor were assigned as the exposed group. Those who are counseled during the early labor only were assigned to the control group. Counseling was done using a specific designed card introduced by BKKBN. The main outcome of interest is the real insertion of postpartum IUD. Chi square test, relative risk and logistic regression were used for statistical analysis.Result and Discussion: A total of 144 subjects were recruited consisting of 72 subjects as the exposed group and 72 as the control. Both groups were comparable in terms of age, parity, education, mode of delivery, and history of previous IUD use. The rate of IUD insertion on the exposed group was 52.8% compared to 26.4% in the control (RR 2.00; 95% CI 1.28-3.12). Other factors contributing to the acceptance of postpartum IUD were mode of delivery and previous IUD use. Logistic regression showed that the most dominant factor contributing to the acceptance of postpartum IUD was history of previous IUD use, (OR 8,42; 95% CI 1,68–42,27) followed by mode of delivery (OR 4.96; 95% CI 1.86–13.26), while timing of counseling was the third (RR 2.93; 95% CI 1.36–6.32).Conclusion: Counseling carried out during ANC continued in the period of early labor increased significantly the acceptance of postpartum IUD. Other factors contributing to the acceptance of IUD use were history of previous IUD use and mode of delivery.Key words: Postpartum IUD; Time of Counseling; Antenatal Care; Rate of Acceptance; IUD pasca salin; waktu konseling 
Pengaruh Metode Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Hanifah Mirzanie; Shinta Prawitasari; Shofwal Widad
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.393 KB) | DOI: 10.22146/jkr.42373

Abstract

Latar Belakang: Kanker leher rahim adalah penyebab kematian wanita terbanyak kedua di Indonesia. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan deteksi dini. Untuk mencapai cakupan deteksi dini yang baik perlu peningkatan pengetahuan masyarakat tentang bahaya, faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini.Tujuan Penelitian: Membandingkan efektivitas metode promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap para kader kesehatan mengenai deteksi dini kanker leher rahim.Metode penelitian: Quasi eksperimental. Subyek adalah kader kesehatan Kecamatan Gedongtengen. Intervensi berupa penyuluhan dengan leaflet atau tanpa leaflet mengenai deteksi dini kanker leher rahim. Desain penelitian adalah pre-test dan post-test. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan 30 pertanyaan pengetahuan dan 19 pertanyaan sikap yang dinyatakan sahih dan andal melalui uji korelasi Perason. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon, Uji Mann Whitney, uji korelasi Pearson dan uji regresi linier berganda.Tempat penelitian: Kecamatan Gedongtengen, Daerah Istimewa YogyakartaHasil: Dari 128 responden, penyuluhan dengan atau tanpa leaflet meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan secara bermakna (p =0,000), tetapi besar peningkatan ini tidak berbeda secara bermakna (p=0,175 dan p=0,740). Variabel luar yang berpengaruh dengan korelasi negatif pada peningkatan pengetahuan adalah penghasilan (p=0,006). Variabel luar yang berpengaruh pada peningkatan sikap dengan korelasi negatif adalah pendidikan (p=0,009).Kesimpulan: Penyuluhan dengan atau tanpa pemberian leaflet tidak berbeda untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader kesehatan.Kata kunci: deteksi dini; kanker leher rahim; kader kesehatan; promosi kesehatan
Hubungan Kadar Interferon Gamma (IFN-γ) Pada Cairan Asites Dan Darah Dengan Grade Karsinoma Ovarium Sakina Nasir Bagis; Moh Nailul Fahmi; Hanggoro Tri Rinonce
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.401 KB) | DOI: 10.22146/jkr.44181

Abstract

Latar Belakang: Kanker ovarium dapat digolongkan berdasarkan grade, yang dibagi menjadi low grade dan high grade. IFN-γ memiliki efek anti-tumor dan juga pro-tumor. Penelitian tentang kadar IFN-γ pada asites dan darah serta hubungannya dengan grade belum banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui hubungan kadar interferon gamma (IFN-γ) dengan grade karsinoma ovarium pada cairan asites dan darah.Metode: Penelitian cross sectional dengan sampel asites dan darah dari pasien karsinoma ovarium yang dilakukan operasi di RSUP Dr. Sardjito.Hasil dan Pembahasan: Pada sampel asites rata-rata pada low grade sebesar 0,57 pg/ml, pada high grade sebesar 0,68 pg/ml, pada sampel darah rata-rata pada low grade sebesar 0,74 pg/ml, pada high grade sebesar 0,84 pg/ml. Namun perbedaan rata-rata tersebut tidak signifikan (asites, p=0,780; darah, p=0,861). Pada cairan asites dan darah, rata-rata pada asites sebesar 0,66 pg/ml, pada darah 0,81 pg/ml, namun perbedaan rata-rata tersebut tidak signifikan (p=0,568).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kadar interferon-gamma (IFN- γ) cairan asites dan darah pada karsinoma ovarium low grade dan high grade. Tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kadar interferon-gamma (IFN- γ) pada cairan asites dan darah karsinoma ovarium. Kata Kunci: asites, darah, grade, interferon gamma (IFN-γ), karsinoma ovarium
Analisis Peran Penerapan Warga Peduli AIDS (WPA) pada Kader di Desa Karangtengah Cilongok, Banyumas Colti Sistiarani; Arif Kurniawan; Bambang Hariyadi
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.053 KB) | DOI: 10.22146/jkr.41626

Abstract

Latar Belakang: Pemberdayaan kader WPA diperlukan dalam upaya penerapan konsep WPA yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan perilaku berisiko di masyarakat.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan peran penerapan program WPA yang dilakukan oleh kader WPA.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader WPA yang aktif di wilayah Desa Karangtengah Cilongok. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 46 kader.Hasil dan Pembahasan: Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariate. Analisis bivariate menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang didapat dalam penelitian ini yaitu kader WPA sebagian besar memiliki persepsi baik sebesar 56,5%, pengetahuan yang baik sebesar 54,3%, serta peran dalam kegiatan  WPA sebagian besar  kurang baik sebesar 47,8%. Kesimpulan : Hasil analisis bivariat didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara persepsi dengan peran kader dalam pelaksanaan WPA, namun ada hubungan antara pengetahuan tentang WPA dengan peran kader dalam pelaksanaan WPA. Kata Kunci : Kader WPA;  Persepsi; Peran

Page 1 of 1 | Total Record : 6