cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Reproduksi
ISSN : 2302836X     EISSN : 2621461X     DOI : -
Core Subject : Health,
urnal Kesehatan Reproduksi is a scientific journal published by Association of Women and Children Reproductive Health Enthusiasts and Experts/Ikatan Pemerhati Anak dan Kesehatan Reproduksi/IPAKESPRO) who works closely with the Department of Obstetrics and Gynaecology, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada. Jurnal Kesehatan Reproduksi first printed version was published in 2014 with ISSN 2302-836X. In 2016, we also have an online journal version with ISSN 2621-461X. Currently, we already use the Online Journal System, requiring all authors to submit their papers online. Afterwards, authors, editors and reviewers will be able to monitor the manuscript processing. This journal is published annually every April, August and December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
Deteksi Dini Conventional Smear dan Liquid Based Cytology dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks: Literature Review Ayu Indah Lestari; Budi Hidayat
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.679 KB) | DOI: 10.22146/jkr.42627

Abstract

Background: Cervical cancer is the most common cancer among women. Cervical cancer mortality is also an indicator of health success, because 86% of all deaths due to cervical cancer are in developing, low and middle income countries. Cervical cancer is caused by the Human Papilloma Virus (HPV), one of the most common sexually transmitted infections in the world.Objective: This literature review aims to describe early detection of pap smear (Conventional Smear and Liquid Based Cytology) as prevention of cervical cancer.Method: This review used the literature review method to search all related and relevant articles in PubMed, ProQuest, Science Direct and Portal Garuda with publications between 2008-2018.Results and Discussion: Liquid Based Cytology sensitivity (88%) is much higher than that reported in Conventional Smear (20-30%), Liquid Based Cytology examination has the potential to increase sensitivity in the diagnosis of endometrial carcinoma.Conclusion: Although conventional smear sensitivity is lower than Liquid Based Cytology, the price of conventional smear is more affordable for the community, and the target of Liquid Based Cytology is adapted for the upper middle class. To improved conventional smear effectiveness can be accompanied by IVA examination so that it is not repeated, more practical, and higher validity.
Analisis Faktor Determinan Kematian Ibu di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia Supriyadi Hari Respati; Sri Sulistyowati; Ronald Nababan
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.084 KB) | DOI: 10.22146/jkr.43463

Abstract

LatarBelakang: Kematian ibu di kabupaten Sukoharjo masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti 4 “terlalu” ,komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas,terlambat mengambil keputusan, merujuk dan mendapat pelayanan kesehatanserta sosioal ekonomi yang rendah.Metode: Observasional analitik dengan case control study. Jumlah sampel 16 kasus dan 32 kontrol dengan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square test, multivariat dengan metode regresi logistik.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara komplikasi kehamilan (p<0.034) (OR=4,200; 95% CI : 1,064 – 16,584), komplikasi persalinan (p<0.001) (OR=9,533; 95% CI : 2,397 – 37,909), komplikasi nifas (p<0.000), keterlambatan penanganan petugas (p=0,011),paritas (OR=0,035; 95% CI : 0,004 – 0,300; p=0,000) dan ibu bekerja (p=0,017)(OR=4.592; 95% CI : 1.257 – 16.771) terhadap kematian maternal. Dengan faktor  risiko di atas kemungkinan kematian maternal meningkat sebanayak 88,9 %.Kesimpulan: Komplikasi kehamilan, persalinan, nifas ,keterlambatan penanganan petugas, paritas dan ibu bekerja meningkatkan risiko kematian maternal
Perbedaan Kadar Interferon Gamma Cairan Asites Pada Subtipe Histopatologi Serosa dan Non-Serosa Kanker Ovarium Tipe Epitel Anindita Kurniasari; Moh Nailul Fahmi; Nungki Anggorowati
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.134 KB) | DOI: 10.22146/jkr.44182

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma ovarium dapat dibedakan menjadi subtipe serosa dan non-serosa, dimana subtipe serosa memiliki prognosis yang lebih baik. IFN-γ dapat memiliki aktivitas pro-tumor maupun anti-tumor. Penelitian tentang kadar IFN-γ asites serta hubungannya dengan subtipe serosa dan non-serosa belum banyak dilakukan.Tujuan: Mengetahui perbedaan rata-rata kadar IFN-γ cairan asites pada subtipe serosa dan non-serosa karsinoma ovarium.Metode: Penelitian cross sectional selama periode September – Desember 2018. Pengambilan sampel asites dilakukan di kamar operasi RSUP Dr. Sardjito dan pengujian sitokin menggunakan Human IFN-γ ELISA Kit dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler FKKMK Universitas Gadjah Mada.Hasil dan Pembahasan: Pada 11 sampel subtipe serosa didapatkan rata-rata kadar IFN-γ sebesar 0,46 pg/ml, sedangkan pada 7 sampel non-serosa didapatkan rata-rata 0,97 pg/ml, namun perbedaan rata-rata tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,104).Simpulan: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kadar IFN-γ dalam cairan asites pada subtipe serosa dan non-serosa karsinoma ovarium.Kata Kunci: interferon gamma (IFN-γ), karsinoma ovarium, asites, subtipe histopatologi
Kualitas Rujukan Bidan Delima di RSU A.W. Sjahranie, Samarinda Erwin Ginting; Ariawan Soejoenoes; Risanto Siswosudarmo; Umar Malinta
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.886 KB) | DOI: 10.22146/jkr.46606

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan indikator tingkat kesehatan, di mana di Indonesia angka ini masih tinggi. Bidan Delima adalah salah satu program nasional dalam upaya menurunkan angka kemaitian ibu ini.Tujuan: Membandingkan ketepatan rujukan pasien Bidan Delima dengan Bidan Non-Delima serta luaran meternal dan neonatalnya.Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Pasien yang dirujuk oleh Bidan Delima digunakan sebagai kelompok kasus sedangkan pasien yang dirujuk oleh bidan Non-Delima digunakan sebagai kontrol. Penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional. Ukuran sampel dihitung untuk mendapatkan tipe satu 0,05, kekuatan 0,80 dan perbedaan proporsi sekitar 30%. Pengolahan data menggunakan alat pengolah data di komputer. Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisa statistik.Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 189 pasien yang memenuhi syarat yang terdiri dari 66 pasien Bidan Delima dan 123 pasien Bidan Non-Delima digunakan. Pasien tepat waktu yang dirujuk oleh Bidan Delima adalah 63,6% dibandingkan dengan 72,4% oleh Bidan Non-Delima, memberikan RP 0,88 (95% CI 0,71-1,09). Angka kelahiran vaginal masing-masing adalah 54,5% dan 66,7% pada Bidan Delima dan Non-Delima masing-masing (RP 0,82; 95% CI 0,64-1,05). Tingkat bayi bugar masing-masing  adalah 78,8% dan 86,2% pada Bidan Delima dan Non-Delima (RP 0,91; 95%  CI 0,79-1,05).Simpulan: Tidak ada perbedaan ketepatan rujukan, luaran maternal dan neonatal antara Bidan Delima dan Bidan Non-Delima.Kata Kunci: Bidan Delima; Non-Delima; Ketepatan Rujukan  
Tren dan Faktor Risiko Kematian Maternal di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta tahun 2012-2017 Uce Siswi Prihesti; Detty Siti Nurdiati; Eugenius Phyowai Ganap
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.636 KB) | DOI: 10.22146/jkr.46609

Abstract

Latar Bakang: Kematian maternal merupakan masalah obstetrik besar di Indonesia. Pada tahun 2015 MDG’s menargetkan angka kematian ibu di Indonesia sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup.Tujuan: Untuk mengetahui tren dan menganalisis faktor risiko yang menyebabkan kematian maternal di RSUP dr. Sardjito tahun 2012-2017.Metode :Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol di RSUP Dr. Sardjito dengan sampel kasus maternal yang meninggal pada tahun 2012-2017 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kontrol diambil dengan melakukan matching dengan umur kehamilan dan tanggal masuk rumah sakit, besarnya masing-masing 100 sampel. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistik.Hasil dan pembahasan: Pada tahun 2012 – 2017 terdapat 100 kematian maternal dengan penyebab utama adalah preeklampsia 29%, penyakit jantung 25%, penyakit lain 19%, infeksi (sepsis) 16%, dan perdarahan 11%. Dengan penyebab kematian langsung 43% dan tidak langsung 57%. Pada penelitian ini tren angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup cenderung meningkat, tertinggi pada tahun 2016 sebesar 2670 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan penyebab kematian maternal terbanyak pada tahun 2012, 2015, 2016 dan 2017 adalah preeklampsia sedangkan pada tahun 2013 dan 2014 adalah penyakit jantung. Kasus rujukan (OR 11,67; CI 95% 4,51-30,19), infeksi (OR 7,42; CI 95% 2,21-24,87) dan penyakit jantung (OR 4,02; CI95% 1,65-9,80) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian kematian maternal.Kesimpulan: Tren kematian maternal di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2012-2017 cenderung meningkat. Kasus rujukan, infeksi dan penyakit jantung berpengaruh meningkatkan kejadian kematian maternal di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2012-2017.Kata kunci: Kematian maternal; tren dan faktor risiko
Efikasi Misoprostol Rektal Intraoperasi Seksio Cesarea Versus Oksitosin dalam Mengurangi Jumlah Perdarahan untuk Mencegah Perdarahan Post Partum Milhan Milhan; Ariawan Soejoenoes; Shinta Prawitasari
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.344 KB) | DOI: 10.22146/jkr.48773

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan post partum adalah salah satu etiologi kematian ibu. Setelah operasi caesar, uterotonik dalam bentuk infus oksitosin (20-40 IU) atau misoprostol rektal (200-600 μg) diberikan untuk kontraksi uterus pasca operasi pada pasien pada risiko perdarahan post partum. Penelitian ini dibuat membandingkan kedua agen uterotonik  tersebut.Tujuan : Mengetahui perbandingan penggunaan misoprostol rektal tiga tablet (600 ugr) dan penggunaan oksitosin 20 IU  selama operasi seksio cesarea dalam mengurangi jumlah perdarahan untuk mencegah perdarahan post partum di fasilitas kesehatan tingkat lanjut.Metode : Penelitian ini adalah  double blind randomised controlled trial. Populasi penelitian adalah pasien rawat inap ruang kebidanan dan kandungan RSUD Datu Sanggul, Rantau. Besar sampel ditentukan dengan rumus Kirkwood dan Steme sebesar 98. Secara acak peserta dibagi ke kelompok misoprostol dan oksitosin. Farmasi menyediakan obat penelitian dan plasebo dalam bentuk yang tidak dapat dikenali. Untuk kelompok misoprostol disiapkan tablet misoprostol 600 μg untuk digunakan secara rektal ditambah spuit yang sudah diisi sebelumnya larutan saline normal. Kelompok oksitosin disiapkan tablet plasebo untuk digunakan secara rektal ditambah jarum suntik dengan oksitosin 20 IU dan larutan normal saline.Hasil dan Pembahasan: Didapatkan kelompok 1 (misoprostol) dari 42 sampel, yang mengalami perdarahan kurang dari 1000 ml sebanyak 41 sampel (97,6%) dan yang perdarahan lebih dari atau sama dengan 1000 ml sebanyak 1 sampel (2,38%). Sedangkan kelompok 2 (oksitosin) dari 42 sampel yang mengalami perdarahan kurang dari 1000 ml sebanyak 36 sampel (85,7% ) dan yang perdarahan lebih dari 1000 ml sebanyak 6 sampel  (14,3% )Kesimpulan: Ada perbedaan bermakna antara jumlah perdarahan kelompok misoprostol dengan jumlah perdarahan kelompok oksitosin. Karena mean rank kelompok misoprostol lebih rendah dapat disimpulkan bahwa: “Jumlah perdarahan pada penggunaan misoprostol rektal tiga tablet (600 ugr) lebih sedikit dibanding penggunaan oksitosin 20 IU selama operasi seksio cesarea”. Di antara variabel-variabel perancu, riwayat partus lama dan adanya faktor keterlambatan, berhubungan dengan  jumlah perdarahan. Variabel yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah atau banyaknya perdarahan adalah variabel “ada terlambat/tidak”. Kata Kunci: Jumlah Perdarahan, Oksitosin, Misoprostol, Perdarahan Postpartum

Page 1 of 1 | Total Record : 6