cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DHARMA EKONOMI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 31 (2010)" : 10 Documents clear
MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA GLOBALISASI UNTUK PROSPEK “ C 59 “ DI PASAR INTERNASIONAL Darsono -
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.409 KB)

Abstract

Strategi bauran pemasaran internasional  yang dilakukan oleh PT. Caladi Lima Sembilan dalam menembus pasar global adalah dengan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan harus terbaik, dengan mengasumsi modifikasi pada fisik produk dengan melakukan tiga pilihan pada produk yang dipasarkan yaitu : memasarkaan produk yang sama disetiap Negara, adaptasi produk kepada kondisi local dan mengembangkan produk yang spesifikasi disetiap Negara.Keberhasilan untuk memenangkan persaingan dimasa mendatang adalah dengan penciptaan diferensiasi perbedaan yang tersembunyi (hidden difference) seperti halnya Sumber Daya, kompetensi, fungsi organisasi dan strategi intent dalam menghadapi lingkungan persaingan pada era globalisasi .Kompetensi dalam skala yang lebih luas mencakup perkembangan pasar baru selain dari pengembangan produk baru.Sebagai produsen pakain jadi yang menghasilkan kemeja, T Shirt dan pakaian rajutan dengan kualitas ekspor dalam melakukan kegiatan pemasarannya perusahaan melaksanakan pengembangan produk berdasar trend pasar yang ada dan dilakukan pengawasan mutu yang terdiri dari 3 tim, yaiut tim pengawas proses produksi, tim pengawas finishing dan tim pengepakan. Sedangkan kebijakan yang diambil dalam menembus pasar global yaitu kebijakan distribusi, kebijakan promosi dan kebijakan harga.Kata kunci : Distribusi, promosi dan harga   
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI ( TI ) DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKUNTASNI MANAJEMEN PERUSAHAAN subchan -
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.264 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat dewasa ini mempengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia, terutama perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang besar dalam dunia bisnis, terutama untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage). Untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) seorang manajer dituntut mampu memanfaatkan teknologi informasi di dalam berbagai aktifitas yang ada di dalam perusahaan. Salah satu aktivitas yang penting adalah penerapan akuntansi manajemen perusahaan. Perkembangan  teknologi informasi berpengaruh terhadap penerapan akuntansi manajemen perusahaan yang akan menghasilkan informasi secara cepat dan akurat dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan di bidang akuntansi manajemen secara khusus dan manajemen secara umum. Dengan demikian mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) sudah menjadi keharusan bagi manajer perusahaan. Kata kunci  :  teknologi informasi, informasi, akuntansi manajemen, keunggulan kompetitif, pengambilan keputusan. 
ANALISIS KEBIJAKAN PRODUKSI SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PRODUKSI (Studi Kasus pada PT Arindo Garmentama Semarang) ida martini alriani
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.387 KB)

Abstract

    PT.Arindo Garmentama yang bergerak dalam produksi pakaian jadi pada proses produksinya yang bersifat continous menghadapi permasalahan :”Bagaimana menentukan kombinasi produk optimal sebagai dasar perencanaan kapasitas produksi dan Bagaimana optimalisasi masih dapat dicapai apabila terjadi perubahan-perubahan koefisien-koefisien model.Untuk Menganalisis permasalahan tersebut diatas dipergunakan alat analisis linear programming pendekatan simplex sebagai penentu kombinasi produk optimal sebagai dasar perencanaan produksi.Dan Analisis sensitivitas untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebagai akibat perubahan-perubahan koefisien didalam model saat optimal telah tercapai.    Hasil analisis program simplex menunjukan untuk pencapaian optimalisasi sumber daya yang digunakan diproduksi jenis skrit 167 potong perhari,jenis dress 58 potong perhari,jenis blouse 96 potong perhari dan jenis pantaloon 126 potong perhari.Dengan keuntungan sebesar Rp.1.124.398 perhari.Jenis dress ternyata belum dapat diproduksi sesuai permintaan pasar sebesar 104 potong.Sedang untuk jenis lain telah optimal.Berdasar analisis sensitivitas untuk mencapai untuk mencapai kondisi optimal tersebut.Mesin bordir dan sablon dari kapasitas 14 jam per hari,dimungkinkan terjadi perubahan diturunkan hanya sebesar 11,67 jam perhari dan kapasitas perlu dinaikkan sebesar 15,83 jam perhari.Sedangkan untuk mesin-mesin yang lain masih dapat dinaikan kapasitas maksimal tidak terbatas.Dengan hasil tersebut dapat dijadikan kebijakan produksi untuk memperlancar proses produksi yang ada.     (Kata Kunci:Kombinasi produk optimal,perencanan proses produksi,kebijakan                         Produksi)  
PENGARUH PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK PENGHASILAN Yonatan Sunyoto
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.983 KB)

Abstract

Reformasi perpajakan di Indonesia sudah dilakukan mulai tahun 1983,1994,2000 dan 2008.Penerapan Undang-undang pajak tahun 2008, diperkirakan tahun pertama akan menimbulkan potensial loss penerimaan pajak, khususnya penurunan tarif orang pribadi dan kenaikan PTKP.Wajib pajak badan, akan dikenakan  tarif pajak pasal 17 1b dan 31E yaitu (28% x 50%)=14% jika wajib pajak mempunyai peredaran bruto sampai dengan Rp4.800.000.000. Wajib pajak yang mempunyai peredaran usaha dibawah Rp4.800.000.000 pengenaan pajaknya akan berbeda antara 4% -1,5%. Namun bagi wajib pajak mempunyai peredaran bruto sampai dengan Rp50.000.000.000,- akan dikenakan dua tarif, yaitu (28%x50%) = 14% dan 28%. Untuk wajib pajak yang perusahaan go publik yang sahamnya diperdagangkan di BEI lebih dari 40% tarif (28%-5%) = 23% untuk perusahaan go publik yang sahamnya diperdagangkan di BEI lebih dari 40% dikenakan tarif (28%-5%) = 23%, sehingga diperoleh keringanan pajak sebesar 5%-7%. 
PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL PERUSAHAAN TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE DAN IMPLIKASINYA PADA RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA Hedy Kuswanto
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.625 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada industri manufaktur periode 2006 – 2008. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 27 perusahaan. Dengan analisis regresi linear berganda, penelitian ini membuktikan bahwa Price To Book Value (PBV) berpengaruh signifikan terhadap return saham, sedangkan Return on Equity (ROE) dan Growth berpengaruh signifikan terhadap Price to BookValue (PBV), dan pada pengujian Dividen Payout Ratio (DPR) dan Degree of Financial Leverage tidak berpengaruh signifikan  terhadap Price To Book Value (PBV). Hasil penelitian ini diharapkan bisa dijadikan acuan bagi perusahaan dalam menarik investor untuk berinvestasi Keyword : Dividend Payout Ratio, Return On Equity, Growth, Degree of Financial Leverage, Price to Book Value, Return Saham 
ANALISIS DAMPAK KOMPETENSI TERHADAP MOTIVASI KERJA PETUGAS PENYULUH LAPANGAN DI KABUPATEN BATANG Competency Impact Toward Job Motivation of Government Officer for Agriculture Information at Kabupaten Batang Analysis R Pramono
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.21 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja. Model penelitian ini diuji menggunakan SEM dengan program AMOS versi 5. Populasi penelitian ini meliputi Petugas Penyuluh Lapangan di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Batang dengan 100 sampel dari 157 total populasi.            Satu hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan dibuktikan dengan besaran CR dengan p < 0,05. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi berpengaruh terhadap motivasi kerja (CR=3.427).            Temuan strategis yang didapat dalam penelitian ini terwujud dalam implikasi manajerial dengan mempertimbangkan berbagai strategi membangun kompetensi guna meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini juga merekomendasi untuk meningkatkan penelitian dan evaluasi terhadap masing-masing variabel guna mencapai peningkatan motivasi kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja dan Kompetensi. 
PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI (P3DN) DALAM MENGHADAPI DAMPAK KRISIS GLOBAL Fasochah -
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.832 KB)

Abstract

Krisis global telah menurunkan secara dramatis permintaan dunia terhadap barang-barang eksport dari Indonesia yang dikhawatirkan akan menyebabkan ledakan pengangguran dalam jumlah besar . Dalam hal ini pasar dalam negeri yang besar dapat merupakan katup penyelamat bagi industri yang semula menjadi berorientasi eksport untuk mengalihkan penjualannya ke pasar domestik ,apalagi dengan dibukanya Asian China Trade Agreement(ACFTA) atau pasar bebas terutama produk-produk  china yang merupakan pesaing dari produk-produk domestik.       Salah satu solusi dalam mengatasi dampak krisis global adalah menggalakkan kembali penggunaan produksi dalam negeri dalam rangka meningkatkan pasar domestik untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi produk buatan Indonesia.Permasalahan yang ada adalah bagaimana solusi nya untuk meningkatkan penggunaan produk dalam Negeri dan bagaimana  produk dalam negeri dalam mengantisipasi Krisis Ekonomi Global/Pasar Bebas .     Untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri adalah dengan:1) Optimalisasi Program P3DN Untuk Menumbuhkan Industri Dalam Negeri,2) Mendongkrak Potensi Pasar P3DN yang ada,3) Adanya dukungan Dari Lembaga Pemerintah Dalam Peningkatan Penggunaan Produk  Dalam Negeri,4) Adanya langkah-langkah Pengamanan Produk dalam Negeri.Dan penggunaan produk dalam negeri untuk mengatasi krisis ekonomi global maupun adanya pasar bebas adalah dengan:1) Penguatan Eksport Produk Industri,2) Menjaga akses pasar,3) Penguatan Distribusi(Pemanfaatan Ritel dan Dagang Internasional),4) Pengamanan Pasar Dalam Negeri Kata Kunci:Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri,Pasar Global
PENGARUH PAD, DAU, DAK DAN BELANJA PEMBANGUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI JAWA TENGAH subchan -; sudarman - -
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.227 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PAD, DAU, DAK dan belanja pembangunan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah . Populasinya adalah seluruh  kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 35. Adapun sampel yang diambil adalah seluruh anggota populasi dengan metode sampling jenuh. Tahun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan APBD tahun 2006. Dengan menggunakan alat analisis regersi berganda, penelitian ini membuktikan bahwa  PAD , DAU, DAK dan belanja pembangunan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan  ekonomi (PDRB). 
PROBLEMATIKA BURUH DALAM MENGHADAPI SISTEM KERJA KONTRAK DAN OUTSOURCING Wachid Fuady Rahmat
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.356 KB)

Abstract

Lahirnya UU NO 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, mengatur dan melegalkan tentang system kerja kontrak dan outsourcing. Dalam pasal 59 diatur tentang system kenja kontrak, sedangkan pasal 64-66 mengatur tentang outsourcing. Pasal 64 menyebutkan ahwa perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyedia jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis. Batalan kerja kontrak ( pekerjaan waktu tertentu ) hanya diizinkan untuk pekerjaan pendukung, tetapi dalam prakteknya banyak penyimpangan yang bahkan merambah luas kesemua ranah pekerjaan, hal ini dikarenakan tidak adanya sanksi hokum yang tegas dan lemahnya pengawasan dari pemerintah. Kondisi tersebut tentu saja banyak mendatangkan penderitaan dan perlawanan dari kaum uruh. Sikap solutif dalam hubungan Industrial harus memandang perusahaan sebagai mitra dan buruh tidak dianggap sebagi alat produksi semata, sehingga terjadi proses memanusiakan manusia.  kata kunci : kerja kontrak, outsourcing, buruh, huungan Industrial
KEKUATAN MEREK MENJADI ALTERNATIF STRATEGI BERSAING PADA ERA PEMASARAN KONTEMPORER sb handayani
DHARMA EKONOMI Vol 17, No 31 (2010)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.575 KB)

Abstract

Sejak dibentuknya ACFTA (ASEAN – China Free Trade Agrement) pada tahun 2001,pertumbuhan ekonomi Cina tidak boleh dipandang sebelah mata, hal ini menjadi suatu kenyataan yang harus kita  hadapi  .  Perkembangan ekonomi  Cina sungguh sangat merisaukan  industri nasional ,hal ini di karenakan  hampir semua anggota ACTFA memiliki produk sejenis dan  harus bersaing dalam  mencari daerah sasaran bagi pasarnya.Sebagaimana kita tahu bahwa produk-produk Cina  telah  membanjiri pasar domestik maupun pasar internasional kita, kondisi tersebut   tentu saja sungguh tidak menguntungkan bagi industri kita,  karena serbuan produk-produk  Cina    mempengaruhi kehidupan    industri nasional  maupun industri internasional dimana   mereka akan  kehilangan pasar ekspornya.          Berdasarkan data dari departemen perdagangan, kontribusi ekspor Indonesia dibeberapa Negara cenderung menurun dari tahun 1996 sampai dengan 2003. Sementara   Cina   terus agresif meningkatkan pangsa pasarnya di pasar ekpor dunia. Bahkan Cina justru   mampu mencapai peningkatan ekspor yang sangat signifikan yaitu sebesar 33,78 persen pada sektor industri tekstil dan produk tekstil, melebihi India (13,6%) dan Vietnam (1,8 %)  .  Untuk Industri mebel, produk Indonesia bersaing ketat dengan produk Cina di pasar ekspor Amerika. Namun Cina berhasil merebut pasar ekspor Amerika dari Indonesia , ironisnya, sebagian besar bahan baku industri Cina berasal dari Indonesia.  Kasus pengakuan negara tetangga kita (Malaysia) atas produk Batik Indonesia menambah persoalan persoalan yang sedang dihadapi industri nasional  di era yang semakin terbuka ini.     Melihat kenyataan di atas bisa kita gambarkan bahwa industri nasional harus bangkit untuk menghadapi perusahaan-perusahaan global di pasar internasional, karena saat ini banyak sekali perusahaan nasional yang telah didominasi oleh perusahaan global , dari  perusahaan tekstil, elektronik,makanan, sampai munculnya bisnis telekomunikasi  & perbankan global . Dalam kebanyakan industri jelas bahwa perusahaan yang ingin bertahan hidup  di era seperti saat  ini adalah perusahaan yang berorientasi secara global, yang mampu melakukan perubahan-perubahan  (dinamis) untuk  menghadapi tantangan dan mendapatkan kesempatan memasuki pasar internasional (pasar global) (Warren J. Keegan,1996)Dunia saat ini berada di era  keterbukaan  yang  telah mengubah secara drastis pola produksi  yang semula berupaya memenuhi semua kebutuhan kini lebih ditekankan pada spesialisasi , ditambah perlu menggunakan   merek  (brand) atau tidak untuk produk tersebut. Setiap perusahaan yang akan memasuki pasar internasional perlu memutuskan apakah harus menggunakan merek sendiri( manufacturer’s brand) atau merek perantara (Private brand). (Fandi Tjiptono,1997).Sebagaimana di ungkapkan oleh  Michael Porter, 1980,        mengemukakan  3 strategi generik yaitu : Diferensiasi, Keunggulan biaya menyeluruh  dan Fokus. Bagaimana  menciptakan keunggulan (keunikan)   produk dilihat dari kacamata pelanggan  adalah senjata persaingan  ( competitieve advantage ).Produk  yang sudah unggul secara otomatis mendorong terbangunnya  persepsi (  brand image ) di benak konsumen . Harga, bisa menjadi keunggulan saat produk kita mampu menguasai sebagaian besar luas pasar  dengan strategi harga murah , seperti yang dilakukan  Cina menggempur produk-produk pesaingnya , sebaliknya ada juga keunggulan lain seperti unggul dalam  kualitas barang, kekuatan merek (brand)   termasuk citra  perusahaannya, keanekaragaman produk pun juga bisa menjadi keungulan karena memberikan banyak pilihana kepada calon konsumennya. Biasanya    produk-produk berkwalitas   berbiaya produksi  lebih   tinggi  , dan rentetannya   harga pun menjadi tinggi pula.Nah yang menjadi persoalan pemasaran  saat ini bagaimana  produk produk nasional bisa diakui secara global  pada era kontemporer seperti sekarang ini  ? Bagaimana dengan produk-produk yang memberi ciri khas budaya bangsa Indonesia seperti hasil industri batik yang beberapa pekan lalu sempat di akui oleh negara tetangga kita (Malaysia ) ? Apakah batik juga mampu menciptakan kekuatan merek diera pemasaran yang mengglobal ?

Page 1 of 1 | Total Record : 10