cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2301816X     EISSN : 25797638     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 3 Documents clear
KORELASI ASIAN MONSOON, EL NINO SOUTH OSCILATION DAN INDIAN OCEAN DIPOLE TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DI PROPINSI LAMPUNG Efendi, Eko; Purwandani, Andi
AQUASAINS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.37 KB)

Abstract

Perairan Asia Tenggara dan sekitarnya memiliki variabilitas laut-atmosfer yang besar akibat dari fluktuasi parameter oseanografi yang berasal dari perairan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia pada arah zonal dan pada arah meridional berasal dari Laut Cina Selatan, perairan utara dan selatan Jawa dan perairan barat Australia. Fenomena yang dominan mempengaruhi variabilitas laut-atmosfer di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya adalah Muson, Dipole Mode (DM) dan El Nino Southern Oscillation (ENSO) dengan siklus waktu dari musiman sampai antar tahunan. Penelitian sebelumnya yang dilakukan lebih banyak mengkaji Muson, DM dan ENSO secara individu dari fenomenanya itu sendiri, tidak secara komprehensif mengarah kepada kemungkinan adanya interaksi satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji variabilitas lautatmosfer dan proses dinamika interaksi antara Muson, DM dan ENSO secara simultan terhadap curah hujan di Propinsi Lampung. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan metode yang dapat mendekomposisi sinyal tersebut baik pada skala ruang maupun waktu dari hasil interaksi antara Muson, DM dan ENSO. Analisis yang digunakan meliputi transformasi wavelet kontinyu dan korelasi silang transformasi wavelet. Dari analisis transformasi wavelet kontinu, koherensi maupun transformasi silang diperoleh kesimpulan bahwa pola curah hujan di wilayah lampung sangat dipengaruhi oleh pengaruh musiman atau adanya pengaruh WNPMI dibandingkan dengan pengaruh DMI dan SOI, akan tetapi arah fase yang berlawanan menunjukkan adanya pola pergantian pengaruh yang terjadi. DMI berpengaruh pada periode 6 bulanan, sedangakan SOI berpengaruh pada fase 12 bulanan
STRATEGI PENGATURAN PENANGKAPAN BERBASIS POPULASI DENGAN ALAT TANGKAP BUBU RANGKAI PADA PERIKANAN RAJUNGAN: STUDI KASUS DI PERAIRAN KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Mustafa, Ahmad; Abdullah, Abdullah
AQUASAINS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.531 KB)

Abstract

Perikanan rajungan di PerairanKabupaten Konawe, Sulawesi Tenggaradilingkupi permasalahan kurang efisiennyaalat tangkap yang digunakan (bubutunggal dan jaring insang dasar) yangberdampak pada tekanan terhadap populasirajungan. Penggunaan bubu rangkaidiharapkan dapat mengatasi permasalahantersebut. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis ukuran dan kematangan gonadrajungan hasil tangkapan bubu rangkaiberdasarkan fase bulan serta efisiensiekonomis alat tangkap ini. Hasil penelitianmenunjukkan kecenderungan lebar karapaksdan bobot individu rata-rata yanglebih tinggi pada fase bulan awal terangdan fase bulan terang, walaupun rata-ratajumlah individu yang tertangkap per tiriplebih tinggi pada fase bulan terang danawal gelap. Hanya sedikit rajungan matanggonad yang tertangkap. Strategi yang dapatditerapkan untuk meningkatkan sifatramah lingkungan bubu rangkai adalah: Bubudipasang pada kedalaman >15 meteruntuk memperoleh ukuran yang lebih besar;Operasi penangkapan dapat difokuskanpada fase bulan awal terang dan teranguntuk memperoleh bobot individu yang lebih besar; Bila tertangkap rajungan denganlebar karapaks < 10cm atau betina matanggonad dapat dilepas kembali ke alam;Untuk efisiensi pemasaran, hasil tangkapandapat ditampung sementara dalam kurungantancap dan diberi pakan ikan rucah.Usaha penangkapan rajungan denganbubu rangkai layak dan menguntungkan secaraekonomis dengan nilai NPV Rp. 84 .098 . 870, B/C - ratio 23 dan IRR 605 %.
STUDI POTENSI TERIPANG DI PERAIRAN BANGKA SEBAGAI SUMBER STEROID UNTUK SEX REVERSAL IKAN NILA Kurniawan, Andri; Kurniawan, Ardiansyah
AQUASAINS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.329 KB)

Abstract

Teripang merupakan salah satupotensi perikanan dan kelautan BangkaBelitung. Selama ini, teripang dimanfaatkansebagai bahan makanan maupunproduk olahan. Padahal, teripang diketahuimengandung bahan aktif steroid yangdapat difungsikan untuk berbagai keperluan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuipotensi teripang yang ada di PerairanBangka dan menganalisis potensi senyawabioaktif steroid yang terkadung untuksex reversal ikan nila. Berdasarkan hasilpenelitian yang dilakukan di TanjungGunung diperoleh jenis teripang yang dominanadalah teripang karang (Holothurianobilis), teripang getah (H. leucospilota),dan teripang dada merah (H. edulis). Setelahdilakukan uji kualitatif potensi steroiddengan uji visualisasi warna LiebermanBurchard diperoleh hasil positif steroidterhadap ketiga jenis teripang tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 3