cover
Contact Name
Sopyan Tsauri
Contact Email
sopyan_tsauri@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@fai-umj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat
ISSN : 08546460     EISSN : 27156931     DOI : -
Misykat Al Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat is a nationally accredited peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Islamic Studies University of Muhammadiyah Jakarta. The focus and scope of this journal are limited to the Islamic studies in particularly of tarbiya (Islamic education), da'wah (Islamic communication) and sharia (Islamic law and economics) that related to society in Indonesia and the Islamic world.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
ANALISIS ISI PROGRAM ISLAM ITU INDAH DI STASIUN TRANS TV Habib, Zamris; Hardjito, Hardjito
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.227 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Program “Islam Itu Indah” merupakan salah satu program talkshow religi yang hadir di pertelevisian Indonesia.Program “Islam Itu Indah” pertama kali tayang sejak tahun 2010 hingga sekarang.Program ini mampu mempertahankan eksistensinya hingga sekarang. Terbukti program tersebut masih tayang setiap hari selama satu jam pada pukul 05.30-06.30 WIB. Namun yang menjadi masalah di sini adalah (1) apakah isi pesan dakwah yang disampaikan oleh ustadz Maulana dalam program “Islam Itu Indah” sudah benar?Dan (2) apakah ustadz Maulana mengemukakan dalil-dalil berdasarkan al-Qur‟an dan Hadis dalam berdakwah?
DAKWAH WALI SONGO DAN ISLAMISASI DI JAWA Falakhuddin, Fuad
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.728 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Islam masuk ke Jawa pada abad pertama hijriyah atau abad ke 7 M, namun proses Islamisasi secara masif terjadi setelah berdirinya kerajaan Islam di Demak Jawa Tengah pada abad 15 ( tahun 1475M ), dan didukung oleh para da‟i kharismatik yang dikenal sebagai Wali Songo. Ada dua model da‟wah wali songo, pertama dilakukan Sunan Giri di Gresik yakni dengan pendekatan struktural, karena sebagai da‟i dia juga sekaligus sebagai penguasa ( Raja Giri ) yang otomatis dapat menekan terjadinya puritanisasi atas adat istiadat / budaya yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Model kedua, yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, yakni dengan pendekatan kultural, karena dia berada diluar kekuasaan, sehingga da‟wahnya justru melalui simpul-simpul budaya yang ada pada saat itu.
WACANA KESETARAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM SISTEM HUKUM WARIS ISLAM Nurhadi, Nurhadi
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.405 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Kesetaraan kedudukan dan hak perempuan dengan laki-laki sebagai ahli waris merupakan nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Perilaku anggota masyarakat Muslim dalam segenap lapisan yang banyak menempuh medium hibah dan wasiat dalam pengalihan hak atas harta yang akan ditinggalkan orang tua kepada anak menunjukkan inner voice mereka yang tidak ingin membeda-bedakan antara anak laki-laki dan perempuan dalam pembagian waris. Meskipun demikian, penggunaan medium ini menyisakan celah untuk dibatalkan oleh pengadilan, karena para ulama fiqh berpandangan bahwa menghindari faraidh dengan melakukan hibah atau wasiat merupakan bentuk hilah atau hiyal al-syar'iyah yang secara hukum terlarang.Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya pembaharuan hukum waris nasional yang memberikan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dengan menerapkan asas “kesetaraan terbuka”. Penggunaan asas “kesetaraan terbuka” terhadap kedudukan dan hak perempuan dengan laki-laki sebagai ahli waris ini sudah pada tempatnya dalam upaya membangun hukum kewarisan nasional dalam bentuk undang-undang, dengan catatan masyarakat Muslim tetap diberikan peluang melakukan penyimpangan atas asas tersebut jika telah terdapat kesepakatan dari seluruh ahli waris.
PEMIKIRAN IBNU KHALDUN TENTANG PENDIDIKAN ISLAM Rohmah, Siti
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.083 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Pemikiran Ibnu Khaldun tentang Pendidikan Islam, tidak hanya mementingkan keagamaan saja melainkan juga dari segi keduniaan, menurutnya keduanya tidak kalah pentingnya, keduanya harus sama-sama diberikan kepada anak didik. Menurut Ibnu Khaldun Alqur’an adalah sebagai pelajaran awal yang harus diberikan kepada anak, jika anak sudah mencapai taraf perkembangan berfikir sesuai dengan tingkat kemampuan anak didik. Karena ini akan menjadi dasar yang dijadikan sebagai fondasi bagi kelanjutan proses pendidikan dan pengajaran.
DISTINGSI TAFSIR ADHWAU AL-BAYAN FI IDHAH AL-QUR’AN BI AL-QUR’AN Haris, Abdul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.122 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Tafsir Adhwau al-Bayan fi Idhah al-Qur’an bi al-Qur’an adalah karya Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar al-Jakni al-Syanqithy. Tafsir ini meskipun dari segi waktu penulisan tergolong tafsir modern, namun dilihat dari isinya masih mengikuti para penafsir tradisional. Tujuan utama penulisan tafsir ini yaitu menjelaskan ayat al-Qur’an dengan ayat al-Qur’an sebagaimana disepakati oleh para ulama bahwa tafsir yang paling mulia dan paling agung adalah tafsir kitabullah dengan kitabullah, karena tidak ada yang lebih tahu makna kalamullah dari pada Allah azza wa jalla. Dan untuk menjelaskan hukum-hukum fiqh pada semua ayat yang dijelaskan dengan mengambil dalil dari sunnah dan pendapat para ulama kemudian memilih yang dianggap rajah, lebih kuat, tanpa ta’assub kepada madzhab tertentu atau kepada pendapat seseorang tertentu, karena yang diperhatikan adalah pendapatnya bukan siapa yang mengatakannya.
QIYAS DAN ‘URF DALAM HUKUM ZAKAT ANTARA KONSEP DAN PRAKTIK Bariyah, Oneng Nurul
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

This paper explains the position of qiyas and 'urf in the law of zakat both in concept and in practice. This is motivated by the idea that worship it is subject to the provisions of Shari'ah both the Qur’an and the Sunnah of the Prophet, there is no gap for ijtihad in it. However, it only happens in worship mahdhah, while the part of religious charity although there is space to do ijtihad. By analyzing the normative source of law, both the Qur'an and the Sunnah was found that qiyas and  'urf is very influential in determining the law of zakat. This is in line with the rules stipulate that the customs influential changes in law enforcement. Similarly, qiyas  used in zakat going on in measures of the zakat for objects that are not explicitly mentioned in the Qur’an and the Sunnah of the Prophet as zakat of income. Qiyas and 'urf become the method of ijtihad development of charity law.
FENOMENA AL-SYIQAQ DALAM PUTUSAN PERKAWINAN DI PENGADILAN AGAMA KOTA BOGOR Jajuli, Sulaiman
Misykat al-Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat Vol 28, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.942 KB) | DOI: 10.24853/ma.28.1.%p

Abstract

Perbuatan dan perlakuan cerai gugat yang diistilahkan dalam bahasa fiqih dengan al-syiqaq, dalam kehidupan rumah tangga merupakan sebuah istilah yang menggambarkan kondisi rumah tangga yang tidak harmonis antara suami dan istri, meskipun mereka masih berada dalam sebuah ikatan perkawinan. Kasus terjadinya al-syiqaq salah satunya adalah yang terjadi di kota Bogor. Pengadilan Agama sebagai pejabat yang berwenang untuk mengadili sebuah kasus al-syiqaq, mengatakan bahwa kasus al-syiqaq itu merupakan fenomena gunung es, terlihat sedikit dari jauh padahal kasusnya banyak terjadi. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan pembahasan yang lebih mendalam tentang cerai gugat (al-syiqaq) di Pengadilan Agama Kota Bogor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7