Sebatik
SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan perguruan tinggi maupun keguruan dan lembaga penelitian lainnya, dengan kebebasan bertukar informasi yang didedikasikan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peneliti, penulis maupun pembaca melalui pertukaran informasi. SEBATIK mulai diperkenalkan dan dikembangkan di lingkungan STMIK Widya Cipta Dharma sejak tahun 2001 dan terbuka lebar untuk pengembangan yang berkesinambungan. SEBATIK terbit berkala dua kali dalam setahun, yaitu Juni dan Desember, dimana setiap edisi terbitan mengandung paling sedikit 5 buah judul artikel. Jurnal ini memuat hasil-hasil kegiatan penelitian, penemuan dan pengabdian masyarakat dari bukan hanya dari dunia IT tetapi juga berbagai bidang disiplin ilmu. SEBATIK terbuka untuk topik-topik penelitian dan pengabdian seperti topik hubungan masyarakat, peningkatan ekonomi, pendidikan, infrastruktur TIK, dan lain-lain. Semoga dengan artikel-artikel dalam kultivasi para peneliti dapat saling berbagi ilmu demi memajukan Indonesia khususnya Kalimantan Timur.
Articles
684 Documents
METODE PARTISIPATIF PADA PELATIHAN FINANCIAL LIFE SKILLS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN PENGAJAR TRIDAYA GROUP BANDUNG
Akmala Hadita;
Ramayani Yusuf;
Eki Dudi Darmawan
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (427.274 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1266
Pelatihan Financial Life Skills merupakan serangkaian pelatihan yang mengkombinasikan pelatihan soft skill dan literasi keuangan untuk dapat membuat keputusan keuangan yang tepat bagi semua orang. Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif dalam penyampaian materinya. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran pelatihan Financial Life Skills untuk meningkatkan literasi keuangan pada pengajar Tridaya Group Bandung . Penulisan ini menggunakan metode kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Peserta pelatihan merupakan karyawan Tridaya Group Bandung yang telah memiliki masa kerja 2- 15 tahun , dipilih secara acak oleh bagian HRD. Profesi peserta terdiri dari pengajar, office boy dan sekretaris wilayah. Hasil penelitian menunjukkan metode partisipatif yang digunakan dalam pelatihan dapat meningkatkan pemahaman peserta pelatihan Metode Partisipatif pemaknaan yang berbeda kepada peserta dan memberikan kesempatan pada peserta menemukan sendiri tujuan dan goal setting yang diharapkan pada setiap modul pelatihan. Pelatihan menggunakan metode partisipatif mampu memberikan peningkatan pemahaman dari peserta , terbukti dengan meningkatnya nilai dari dan yang diadakan sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebar oleh Trainer, kepuasan peserta pelatihan Financial Life Skills pengajar Tridaya Group adalah sebesar 92,5%
ANALISIS IMPLEMENTASI PENERAPAN SOP FUNDING DAN FINANCING DALAM MENCIPTAKAN AKUNTABILITAS PADA BMT NATIJATUL UMAT
Mira Rahmi;
Lili Puspita Sari
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (845.784 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1274
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi (SIA) melalui implementasi prosedur funding (penghimpunan dana) dan implementasi prosedur financing (pembiayaan) pada BMT Natijatul Umat (BMT NJU), dan apakah penerapan SIA tersebut dapat menciptakan akuntabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Akuntabilitas dinilai melalui akuntabilitas proses dan akuntabilitas koperasi yaitu aspek keuangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Permen KUKM). Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang telah digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa akuntabilitas BMT NJU dapat tercipta melalui akuntabilitas proses, yaitu penerapan SIA berupa implementasi prosedur funding dan financing yang memadai. Melalui akuntabilitas koperasi yaitu aspek keuangan berupa ketersediaan sistem informasi dan transparansi pengelolaan sistem akuntansi oleh BMT NJU. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dalam meningkatkan kinerja BMT NJU. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu penerapan SIA dalam menciptakan akuntabilitas, baru diukur melalui implementasi penerapan prosedur funding dan financing yaitu aspek akuntabilitas proses serta aspek keuangan yaitu ketersediaan sistem informasi dan transparansi. Akuntabilitas itu sendiri dapat tercipta dari berbagai aspek akuntabilitas lain, yaitu akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijaka
DINAMIKA SISTEM EKONOMI SIRKULAR BERBASIS MASYARAKAT METODE CAUSAL LOOP DIAGRAM KOTA BENGKAYANG
Aloysius Hari Kristianto;
Jones Parlindungan Nadapdap
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.184 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1279
Ekonomi sirkular merupakan sebuah konsep ekonomi yang mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan tingkat konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Konsep ekonomi ini memberikan sebuah solusi dari permasalahan sampah yang diproduksi oleh masyarakat, dengan tujuan membuat produk baru dari sumber daya sampah yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan tata kelola sampah dalam kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan lingkungan hidup. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode kualitatif dinamika sistem (system dynamics) pendekatan Causal Loop Diagram. Teknik analisa data dengan menggunakan metode triangulasi yaitu wawancara mendalam dengan key informan, observasi partisipatif dan dokumentasi. Masih perlunya waktu secara bertahap (delay time) dalam mengimplementasikan konsep ekonomi sirkular berbasis masyarakat di kota Bengkayang terutama terkait dengan change behavior. Perlu adanya tindakan kolaboratif antar stakeholder seperti masyarakat umum, pemerintah daerah, pengusaha dan aktifis lingkungan hidup dalam mengimplementasikan sistem ekonomi sirkular. Program yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk bank sampah pada setiap desa dan bank sampah induk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menerapkan konsep 3R ( reduce-reuse-recycle ) untuk setiap rumah tangga serta pendampingan dan pelatihan mengenai tata kelola sampah yang bertanggung jawab di setiap desa, sekolah dasar hingga SMA/SMK. Pentingnya keterlibatan para stakeholder dalam membentuk partisipasi masyarakat untuk menerapkan sistem ekonomi sirkular hingga masyarakat mampu secara mandiri.
INFORMATION SYSTEM STRATEGIC PLANNING USING WARD AND PEPPARD FRAMEWORK AT THE REGIONAL SECRETARIAT OF BENGKAYANG REGENCY, THE ORGANIZATION SECTION
Angelina Agnes;
Agustinus Fritz Wijaya
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.45 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1283
The Bengkayang Regional Secretariat is a regional apparatus that has the task of formulating policies in Regional Government whose main task is to assist Assistant III in the Administration and General Affairs in institutional arrangement, organizational development, management and performance of regional apparatus. However, this research focuses on the organizational part whose task is to produce output in the form of Regent Regulations, Regional Regulations and Decrees and so on. The purpose of this research is to analyze the use of information systems and propose a number of application portfolios that can support planning and realization to improve office performance. As seen from the development, the office is still working on various tasks manually and there is no information system that supports the operational performance of the office. This information system strategic planning uses the Ward and Peppard framework supported by a SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), Value Chain (main activity and support for internal offices), McFarlan Strategic Grid (Mapping applications). Research with this method provides recommendations that have a big influence in optimizing the application of information systems and increasing the effectiveness of performance so that the vision, mission and goals of the organization can be achieved by following the increasingly rapid development of technology. Proposals for information systems that can be implemented within the next 3 years, namely e-formation, SIOTAK, SI MONEV, SI SPPD and SI Staff Reference.
PENGKLASIFIKASIAN GENRE MUSIK INDONESIA MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Carl Ray Wairata;
Ericks Rachmat Swedia;
Margi Cahyanti
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.348 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1286
Pada zaman sekarang sudah terdapat banyak sekali teknologi Artificial Intelligence. Artificial Intelligence sendiri memiliki beberapa sub bab, salah satunya adalah Machine Learning dan Deep Learning merupakan salah sub bab dari Machine Learning itu sendiri. Convolutional Neural network (CNN) adalah salah satu jenis neural network yang biasa digunakan pada data gambar. Pada penelitian ini akan digunakan untuk mengklasifikasikan genre musik dengan cara mengonversi data pada lagu menjadi sebuah gambar yang kita sebut spektogram. Pada penelitian akan mengimplementasikan CNN dalam mengategorikan 3 genre musik di Indonesia yakni; dangdut, Jazz dan Pop. Pada penelitian ini terdapat 100 lagu untuk masing-masing genre sebagai data setnya. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah mengoptimalkan tingkat akurasi dalam pengategorian genre musik menggunakan model CNN. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa penggunaan 35 epoch memiliki tingkat akurasi yang optimal yakni; tingkat akurasi tes sebesar 81,33% dan tingkat akurasi validasi sebesar 100%. Implementasi ini diharapkan dapat menentukan kategori dalam musik.
TINGKAT LITERASI PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DAN DETERMINANNYA (STUDI DI JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, DAN BEKASI)
Neni Susilawati;
Indriani Indriani;
Vidia Riana;
Daffa Abyan
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.475 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1288
Literasi pajak merupakan faktor krusial yang memengaruhi tingkat kepatuhan pajak dalam sistem pemungutan yang menerapkan self assessment. Masih rendahnya tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) di Indonesia salah satunya diduga karena rendahnya literasi Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP). Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat literasi PPh OP di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta mengidentifikasi faktor determinannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data survei dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi PPh OP di Jabodetabek adalah sedang. Tingkat literasi sedang ini adalah karena kurangnya ketertarikan WP OP untuk mencari informasi tentang pajak dan kurang efektifnya sosialisasi pajak yang dilakukan oleh otoritas pajak. Peneliti merekomendasikan optimalisasi penggunaan sosial media sebagai sarana edukasi pajak untuk masyarakat yang efisien dan efektif. Paradigma bahwa pajak bersifat tidak kontra prestasi perlu diubah. Pemerintah perlu berinovasi agar masyarakat memiliki ketertarikan lebih tinggi dan merasa bangga apabila berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui pajaknya. Penelitian yang mendalami tentang taxpayer behavior merupakan penelitian yang menarik bagi penelitian lain agar persoalan klasik kepatuhan WP OP ini perlahan dapat terpecahkan.
PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA SURAKARTA
Khabib Alia Akhmad;
Singgih Purnomo
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.614 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1293
Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pihak yang cukup berperan bagi pembangunan suatu negara. Di negara-negara berkembang keberadaan UMKM memberikan pengaruh kepada perekonomian negaranya, dan di Indonesia eksistensi UMKM secara langsung memberikan kontribusi bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Negara. Eksistensi UMKM menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah keberadaan teknologi. Adanya perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut para pelaku UMKM untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut, salah satu diantaranya adalah penggunaan teknologi informasi (TI) bagi pengembangan usaha para pelaku UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan teknologi informasi berupa e-commerce pada pelaku UMKM di Kota Surakarta serta kendala-kendala yang dihadapi UMKM di Kota Surakarta dalam menerapkan teknologi informasi tersebut untuk menunjang kegiatan usahanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui indept interview, observasi, wawancara terstruktur dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi memberikan dampak bagi pelaku UMKM di Kota Surakarta berupa peningkatan jumlah pesanan yang diterima, adanya peningkatan jumlah produksi, peningkatan pendapatan dan penambahan jumlah konsumen yang baru. Untuk kendala utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Kota Surakarta dalam pemanfaatan teknologi informasi adalah berasal dari faktor internal pelaku UMKM yakni belum adanya pemisahan manajemen kegiatan produksi maupun pemasaran, serta kemampuan penguasaan teknologi yang terbatas.
DISTRIBUSI SPASIAL PENDERITA MALARIA DI DISTRIK SENTANI TIMUR KABUPATEN JAYAPURA
Henny Sesanti Budi Hastuty;
Denik Wahyu Setyowati
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.617 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1295
Papua merupakan daerah endemik malaria dan sebagai penyumbang kasus terbesar di Indonesia yaitu sebesar 79% kasus. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Jayapura termasuk dalam tiga kabupaten dengan API tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi spasial epidemiologi penderita malaria di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian eksploratif, pendekatan observasi dan survei dengan Sistem Informasi Geografi (SIG). Populasi adalah seluruh penderita malaria yang beralamat di Kampung Nolokla yang tercatat pada register rawat jalan Puskesmas Harapan Distrik Sentani Timur bulan Januari sampai Maret 2019. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penderita malaria adalah sejumlah 290 orang. Berdasarkan kelompok kelompok umur tertinggi pada 15-64 tahun yaitu (52,1%), jenis kelamin laki-laki (53%), waktu kejadian malaria tertinggi pada bulan Maret (40,4%), tempat tinggal di RW 3 (37,9%). Peta distribusi spasial penderita malaria pada bulan Februari hingga Maret tersebar merata di seluruh RW dengan jumlah keseluruhan sebanyak 98 titik penderita malaria dan sebagian besar penderita malaria di RW 3 dengan jumlah sebanyak 37 orang. Kesimpulan, bahwa distribusi spasial epidemiologi penderita malaria di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur terletak di RW 3, letak rumah penderita malaria berada di pinggiran hutan, rawa –rawa, terdapat kubangan dan genangan air sehingga berpotensi menjadi tempat perindukan larva Anopheles sp.
IMPLEMENTASI DEEP LEARNING FLOWER SCANNER MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Hanissa Anggraini Pratiwi;
Margi Cahyanti;
Missa Lamsani
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.898 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1297
Bunga atau kembang adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik. Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), ada sekitar 391.000 spesies tanaman vaskular yang saat ini diketahui sains, dimana sekitar 369.000 spesies (atau 94 persen) adalah tanaman berbunga. Klasifikasi jenis bunga merupakan pekerjaan yang membutuhkan waktu dan pengetahuan. Perkembangan visi komputer memungkinkan otomatisasi klasifikasi jenis bunga dengan efisien dan akurat. Deep Learning merupakan cabang ilmu machine learning berbasis Jaringan Saraf Tiruan (JST) atau bisa dikatakan sebagai perkembangan dari JST. Dalam Deep Learning, sebuah komputer belajar mengklasifikasi secara langsung dari gambar atau suara. Dengan menggunakan teknologi Deep Learning yang merupakan salah satu bidang ilmu baru dalam Machine learning dan berkembang dengan sangat pesat. Deep Learning memiliki kemampuan yang baik dalam Computer Vision, yaitu Image Classification atau kalsifikasi objek pada citra dalam bentuk dua dimensi misalnya gambar dan suara. Hasil final test accuracy yang diperoleh yaitu didapat keakuratan sebesar 100% dengan salah satu hasil pengujian yaitu klasifikasi bunga mawar dengan akurasi sebesar 99,30%. Model data latih menggunakan dengan total dataset 460 gambar (yang diambil melalui pencarian gambar pada Google Image) sebanyak 30 kali dilatih, di mana setiap 13 langkah terhitung 1 training. Sehingga menghasilkan keluaran nilai akurasi dari data yang telah dilatih (val_acc) dan nilai akurasi dari data yang hilang atau miss (val_loss). Diharapkan dengan adanya implementasi aplikasi ini dapat membantu pengguna untuk memelihara bunga hias dengan jenis sesuai dengan keinginan.
APLIKASI PENDETEKSI KESAMAAN DOKUMEN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA JARAK JARO WINKLER DAN LEVENSHTEIN
Ravi Ahmad Salim;
M Ridwan Dwi Septian;
Suhartini Suhartini;
Dyah Anggraini;
Qomariyah Qomariyah
Sebatik Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.424 KB)
|
DOI: 10.46984/sebatik.v25i1.1309
Peranan teknologi di era revolusi 4.0 membuat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi semakin luas. Peranan ini juga mencakup segala bidang, salah satunya untuk mempermudah pengguna dalam mendapatkan informasi yang tersedia secara bebas dan tanpa biaya. Akan tetapi hal ini memungkinkan terjadinya pengambilan informasi tertulis (karya tulis, penulisan ilmiah, dokumen dan lain sebagainya) tanpa mencantumkan referensi (menjiplak) yang biasa dikenal sebagai tindakan plagiarism. Teknologi informasi pengukur tingkat plagiat suatu dokumen teks berhubungan dengan pencarian informasi dari data yang ada. Dokumen teks merupakan sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat digunakan sebagai keterangan. Untuk membuat suatu informasi tertentu dibutuhkan waktu yang lama untuk memproses hasil kemiripan dari seluruh isi dokumen teks. Pemrosesan text mining menggunakan beberapa algoritma. Salah satunya adalah algoritma Jarak Jaro Winkler dan Jarak Levenshtein . Jarak Jaro Winkler adalah sebuah algoritma menghitung panjang kata dalam dokumen, kata yang sama, dan jumlah transposisi. Sedangkan algoritma Jarak Levenshtein digunakan untuk menghitung jarak yang dibutuhkan untuk mengubah satu kata menjadi kata lain. Untuk itu dibuat aplikasi pendeteksi untuk melihat kemiripan dokumen teks dengan menerapkan Algoritma jarak Jaro Winkler dan jarak Levenshtein. Kedua algoritma ini diimplementasikan dan menampilkan hasil dari perhitungan antara Jaro Winkler dan jarak Levenshtein dalam sebuah aplikasi. Dengan melihat perbandingan kedua algoritma ini pengguna dapat mengetahui algoritma mana yang akan menghasilkan keluaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan pencarian kemiripan secara manual.