cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Technopreneur (JTech)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 22524002     EISSN : 2548558x     DOI : -
Jurnal Technopreneur (Technology & Entrepreneur) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian dan pengetahuan sistematis tentang rekayasa dan teknologi, dalam bidang teknologi pertanian dan teknik mesin, Teknik Informatika dan Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali tahun 2012 dengan terbitan 2 kali setahun pada bulan Mei dan bulan November.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
REDESAIN ALAT PENCACAH JERAMI PADI MENGUNAKAN MOTOR LISTRIK ¼ HP Siradjuddin Haluti
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.86 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i1.161

Abstract

Jerami padi merupakan bagian dari batang tumbuhan tanpa akar yang akan tertinggal setelah panen butir buahnya .peranan sub sektor non padi juga memrlukan suatu sistem pengelolehan yang seimbanag, meliputi bebrbagai jenis cabang usaha,antara lain usaha ternak tahun.dalam hal ini petani hanya dapat melakukan pencacahan secara manual dengan mengunakan tenaga manusia yaitu dengan secara manual. Tuhuan penelitian yaitu merancang bnagun alat pencacah jerami serta mengetahui prose kerja darri alat pencach jerami secara tradisonal.penelitian mengunakan metode emprik yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan ataua di masayarakat petani kemudian di sesuaikan degan data dan studi literatur ,dari data tersebut di lanjutan dengan perancangan desain gambar atau sket gambar penelitian ,tahap selanjutnya adalah pembuatan alat pencacah jerami ini spektifikasinya adalah panjang alat 80 mm lebar 50 mm dan tinggi 50mm dengan kapasitas daya motor adalah ¼ hp dengan kecepatan 2800 rpm dan hasil di ats di simpulkan bahwa ternak bisa maelakukan pencacahan jerami sepanjang 5-50mm sebelum di berikan pasa ternak pencacahan tersebut masih melakukan secara manual dengan kapasitas 0.7kg jerami basah dan srta dalam pencacahan secara otomatis pencachan sebanyak 80 kg menghasilkan jerami sebanyak 26.66 kg/jam
METODE MULTI CRITERIA PLANNING OF URBAN INFRASTRUCTURE SYSTEM (MCPUIS) DALAM PERENCANAAN TATA RUANG WILAYAH PERKOTAAN BUDIYANTO AHAKILI
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 1 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.541 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i1.51

Abstract

Penerapan Metode Multi Criteria Planning Of Urban Infrastructure System (MCPUIS) digunakan untuk memecahkan masalah mengenai aspek keruangan sistem perkotaan. Metode MCPUIS dinilai memiliki kemampuan dapat mengintegrasikan tiga metodologi sekaligus dalam berbagai bidang penelitian yaitu adanya Geographic Information System (GIS), Database Manajemen System (DBMS), dan Multi Criteria Decission Analysis (MCDA). Salah satu penerapan MCDA dalam penelitian ini adalah penggunaan Metode AHP, SAW, TOPSIS dan ELECTRE. Metode AHP digunakan untuk pembobotan dalam perhitungan SAW, TOPSIS dan ELECTRE yang menghasilkan nilai perankingan. Ada8 (enam) kriteria dan 9 (sembilan) alternatif atau kecamatan yang digunakan dalam penelitian ini. Metode MCPUIS yang diimplementasikan dengan konsep analisis beberapa kriteria dan alternatif terhadap rancangan peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hasil dari perhitungan analisis metode MCPUIS dipilih metode perhitungan SAW, karena perhitungan SAW lebih mudah dikerjakan, dengan menjumlahkan semua nilai rating bobot normal untuk satu lokasi, sehingga didapatkan 4 alternatif/kecamatan yaitu kecamatan Kota Timur, Kota Utara, Kota Sipatana dan Kota Dungingi.
PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN PROVINSI GORONTALO TAHUN 2015 Rusthamrin H. Akuba; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.421 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.118

Abstract

Ketahanan dan kerentanan pangan menjadi tantangan yang besar bagi pembangunan di Provinsi Gorontalo seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, persentase penduduk miskin yang masih tinggi, angka pengangguran terbuka sebesar 4,18% sedangkan di tingkat nasional sebesar 5,81% pada Februari 2015. Selain itu, infrastruktur yang mempengaruhi keterjangkauan pangan belum merata di seluruh daerah. Hal ini mempengaruhi tingkat ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan daerah-daerah yang rawan dan rentan pangan di Provinsi Gorontalo. Metode survei dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dari 5 kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo. Peta komposit kerawanan pangan dihasilkan dari kombinasi semua indikator kerawanan pangan kronis dengan menggunakan pembobotan berdasarkan Principal Component Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas kabupaten/kota dalam penanganan ketahanan dan kerentanan pangan yaitu (1) Kabupaten Gorontalo Utara; (2) Kabupaten Pohuwato; (3) Kabupaten Gorontalo; (4) Kabupaten Boalemo; (5) Kabupaten Bone Bolango; dan (6) Kota Gorontalo.
STUDI PENGEMASAN TUNA EKOR KUNING (Thunnus albacares) DI CV. CAHAYA MANDIRI DESA BOTU BARANI KELURAHAN BONE PANTAI PROVINSI GORONTALO Wila Rumina Nento
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.969 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di CV. Cahaya Mandiri, Desa Botu Barani, Kelurahan Bone Pantai, Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari – 1 Februari 2011. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan dan pengemasan serta ekspor ikan tuna ekor kuning (Thunnus albacares) di CV Cahaya Mandiri Pantai Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Pantai, Provinsi Gorontalo.Proses pengemasan ikan tuna ekor kuning menggunakan plastik PP untuk produk saku dan plastik PE untuk produk loin, ground meat dan tail. Proses pengemasan ikan tuna ekor kuning meliputi penerimaan bahan baku, pencucian, penimbangan I, pemotongan, pembentukan loin, saku dan tail, pembuangan kulit, pembuangan daging gelap, penimbangan II, pemberian gas CO dan pendinginan, pengecekan, pengemasan primer, pemvakuman, pembekuan, penimbangan, pengemasan sekunder dan pelabelan, penyimpanan beku, pemuatan (stuffing) dan terakhir ekspor. Demi menghasilkan produk yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi, CV. Cahaya Mandiri menerapkan sanitasi dan hygiene pada bahan baku, air, peralatan yang digunakan, karyawan, lingkungan dan produk akhir.
ANALISIS MUTU ES KRIM KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L) DAN SUSU SAPI SEGAR Syaiful Umela
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 2 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.773 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i2.68

Abstract

Milk is one very important farm products as compared with other beverage ingredients, milk is a drink that is close to perfection. Milk contains nutritionally complete, ie; lactose, vitamins and minerals that our bodies need. In addition it contains glycerol fatty acid is more easily digested by the body. As a source of animal protein is very good for making milk is not easy to be replaced by other foods, especially for vulnerable groups such as infant nutrition, the elderly and pregnant or lactating women.This study aims to determine the level of preference, the melting power, protein content, total sugars and to determine the nutritional composition of the ice cream produced. The method used in this study is completely randomized design (CRD). The data were obtained and analyzed through organoleptic and proximate analysis.The results showed that the level of preference panelists for the best formulation is E2 with a value that is a sense of (4.0), aroma (3.7), texture (3.2) and colors (3.2). Results of the quality of the ice cream is melting power in all 3 treatment is in the range from 3.35 to 5.77 (m), protein content and high sugar content is E3. Based on the results of this study concluded that the overall A level of 3 treatments of ice cream are on a scale from 2.8 to 4.0 or in the standard up to the level of love. The best treatment resulting from the treatment of E2.
Pengaruh Penambahan Sukrosa pada Pembuatan Selai Langsat A. Khairun Mutia; Rafika Yunus
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 2 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.121 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i2.57

Abstract

Selai merupakan produk makanan dengan konsistensi gel atau semi padat yang dibuat dari bubur buah. Buah langsat yang melimpah pada musim tertentu, sehingga perlu diolah lebih lanjut untuk mengurangi buah yang dibuang akibat kerusakan. Penambahan sukrosa diharapkan dapat meningkatkan cita rasa dan tekstur dari selai langsat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memperoleh formulasi penambahan sukrosa (gula pasir) yang sesuai untuk memperoleh selai yang baik. Penelitian Ini Dilaksanakan Di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Gorontalo dan Di Laboratorium Politeknik Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Selai langsat kemudian di uji proksimat meliputi kadar gula, kadar air dan kadar total padatan terlarut. Dari hasil penelitian ini, berdasarkan uji organoleptik perlakuan yang disukai oleh panelis adalah perlakuan A2 (gula pasir 65%) dengan skor warna 3,9 (suka), rasa 4 (suka), aroma 3,7 (suka) dan tekstur 4,1 (suka) dengan tingkat kadar air 55,67%, kadar total padatan terlarut 53,42% dan kadar gula 53,54%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA MIE JAGUNG PULUT (ZEA MAYS CERITINA) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) Satria Wati Pade; Nurfitriyanti Bulotio
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 1 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.591 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i1.155

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis komoditi penting di Indonesia. Komoditas jagung saat ini menjadi komoditas nasional yang cukup strategis (Kementan, 2016). Menurut BPS (2017) produksi jagung di Gorontalo tahun 2015 cukup melimpah tercatat 643.513 ton. Akan tetapi, pada skala petani atau usaha kecil menengah, jagung umumnya hanya dijual begitu saja sebagai kudapan atau makanan ringan. Untuk meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan dari jagung maka dapat dilakukan pengolahan jagung menjadi produk-produk turunannya diantaranya diolah menjadi tepung jagung yang dapat diolah lebih lanjut menjadi bahan dasar dalam pembuatan mie basah. Mie merupakan produk makanan dengan bahan baku tepung terigu sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Produk mie yang berbahan dasar tepung terigu memiliki karbohidrat cukup tinggi akan tetapi kadar proteinnya kurang. Salah satu sumber protein yang cukup tinggi dan mudah didapat yaitu ikan cakalang yang dapat ditambahkan dalam mie basah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri atas tiga perlakuan yaitu perlakuan A= tepung jagung pulut 200 gr + tepung terigu 800 gr + tepung ikan cakalang 50 gr, perlakuan B=tepung jagung pulut 400 gr + tepung terigu 600 gr + tepung ikan cakalang 50 gr, C=tepung jagung pulut 600 gr + tepung terigu 400 gr + tepung ikan cakalang 50 gr, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati meliputi : kadar protein, kadar air, kadar abu, warna dan daya pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar protein 6,47%, kadar air 50,43%, kadar abu 0,64%, warna berkisar antara 2,8-3,4 atau taraf tidak suka sampai netral dan daya pengembangan berkisar antara10,8-28,50%.
ANALISA SISTEM PENGERING BIJI JAGUNG DENGAN METODE NATURAL CONVECTION Evi Sunarti Antu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 1 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.288 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i1.43

Abstract

Untuk mendapatkan standar SNI 01-03920-1995 kadar air untuk jagung adalah 13-14%, jagung harus melewati proses pengeringan. Masyarakat Gorontalo dalam pengeringan masih menggunakan cara konvensional yakni dengan menjemur dibawah terik matahari langsung sehingga berpengaruh pada laju pengeringan. Salah satu metode pengeringan buatan yang telah dikembangkan antara lain adalah alat pengering dengan metode surya kolektor. Kolektor surya yang dirancang dan digunakan dalam penelitian ini adalah kolektor surya hybrid dengan absorber seng gelombang, divariasikan dengan dua sudut kolektor. Kedua sudut kolektor yakni 750 dan 450.Kadar air jagung awal sebelum penelitian adalah 20,7%. dengan penjemuran konvensional kadar air dalam sehari menurun hingga 18%., sedangkan dengan menggunakan alat kolektor surya pada variasi sudut 450 kadar airnya menurun hingga 15,01% Laju penguapan (Qe) sebesar 2758,011 watt.
DESAIN VEROGE (VERTICAL ROTARY GARDEN), UNTUK PERTANIAN SAYUR ORGANIK LAHAN SEMPIT Moh. Fikri Pomalingo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 1 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.004 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i1.74

Abstract

Sulitnya mencari lahan untuk bercocok tanam di daerah perkotaan dikarenakan tingginya laju pertumbuhan penduduk yang sebanding dengan laju alih fungsi lahan.Desain rumah perkotaan yang cenderung minimalis membuat sulitnya masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam dikarenakan keterbatasan lahan dipekarangan rumah mereka.Vertical Rotary Gardening (VEROGE) bertujuan untuk memberikan solusi bagi masyarakat perkotaan yang sulit bercocok tanam, memperknalkan sistem pertanaman vertical dan berputar untuk sayur organik guna effisiensi lahan dan memberikan kemudahan dalam merawat tanaman. VEROGE hanya diperuntukkan bagi tanaman yang tingginya maksimal 50 cm setelah panen, pembuatan alat diawali dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, membuat tiang penyangga ukuran tinggi 367 cm dan lebar 170 cm sebanyak 2 buah, membuat rangka pot sebanyak 16 buah, membuat roda pemutar, memotong sabuk puli sesuai ukuran dan merangkai alat dan mengecatnya. VEROGE memiliki ukuran panjang 170 cm, lebar 95 cm dan tinggi 400 cm.Alat ini memiliki berat kosong tanpa tanah 140 Kg dan memberikan effisiensi lahan 31% dibandingkan dengan sistem pertanaman horizontal. Hasil pengukuran tinggi dan biomassa tanaman hari ke 15 dan ke 30, menunjukkan bahwa tanaman yang ditanam secara horizontal memiliki pertumbuhan yang bagus, hal ini dikarenakan tanaman pada lahan horizontal memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk perakrannya sehingga akar lebih banyak mengambil unsur hara dari tanah. Perbedaan hasil antara alat dan lahan horizontal yang tidak terlalu jauh, membuat VEROGE layak menjadi solusi bagi pertanian sayur organik di daerah perkotaan dan memberikan solusi bagi masyarkat perkotaan yang memiliki hobi menanam akan tetapi lahannya terbatas.
ANALISIS PENGARUH FUNGSI MEKANIK KINCIR SUDU TERBUKA PADA PLTMH 50 kVA DI DESA MONGIILO KABUPATEN BONE BOLANGO Burhan Liputo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.876 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.23

Abstract

Desa Mongiilo terdapat sistem PLTMH berkapasitas 50 kVA yang pernah dimanfaatkan oleh warga setempat untuk keperluan listrik rumah tangga dan penerangan akses jalan desa. Sistem PLTMH ini sudah tidak beroperasi lagi karena sering mengalami gangguan dan kerusakan pada komponen bagian sistem PLTMH. Diantara gangguan yang terjadi adalah sabuk transmisi sering putus, tegangan dan frekuensi yang dihasilkan tidak mencapai standar parameter normal. Salah satu penyebabnya adalah fungsi kerja parameter sistem mekanik penggerak tidak berfungsi dengan baik, sehingga telah berpengaruh pada kinerja sistem PLTMH. Akibatnya adalah sistem pembangkit tidak dapat dioperasikan lagi, sementara kondisi desa belum mendapatkan distribusi tenaga listrik dari pihak PLN setempat. Oleh sebab itu perlu dilakukan evaluasi fungsi kerja parameter sistem mekanik untuk mendapatkan data acuan dalam melakukan redesain sistem mekanik PLTMH sehingga dapat menghasilkan kinerja sistem yang optimal.

Page 2 of 16 | Total Record : 155