Claim Missing Document
Check
Articles

Studi eksperimental sistem pengering biji jagung dengan metode natural convection untuk peningkatan kualitas produksi pertanian di Gorontalo Evi Sunarti Antu
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.945 KB)

Abstract

Abstrak:Untuk mendapatkan standar SNI 01-03920-1995 kadar air untuk jagung adalah 13-14%, jagung harus melewati prosespengeringan. Masyarakat Gorontalo dalam pengeringan masih menggunakan cara konvensional yakni denganmenjemur dibawah terik matahari langsung sehingga berpengaruh pada laju pengeringan. Salah satu metodepengeringan buatan yang telah dikembangkan antara lain adalah alat pengering dengan metode surya kolektor.Kolektor surya yang dirancang dan digunakan dalam penelitian ini adalah kolektor surya hybrid dengan absorber senggelombang, divariasikan dengan dua sudut kolektor. Kedua sudut kolektor yakni 75o dan 45o. Kadar air jagung awalsebelum penelitian adalah 20,7% dengan penjemuran konvensional kadar air dalam sehari menurun hingga 18%,sedangkan dengan menggunakan alat kolektor surya pada variasi sudut 45o kadar airnya menurun hingga 15,01% Lajupenguapan (Qe) sebesar 2758,011 watt.Kata kunci: Kadar air, jagung, kolektor surya, sudut
STUDI EKSPERIMEN EFEK KONVEKSI PAKSA PADA PENGERINGAN IKAN ASIN TIPE SURYA KOLEKTOR Evi Sunarti Antu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 3 No 1 (2015): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.306 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v3i1.27

Abstract

Untuk mengeringkan hasil tangkap dan hasil panen, nelayan dan petani masih mengandalkan pengeringan dengan sinar matahari. Namun pengeringan seperti ini memiliki kekurangan karena sangat tergantung musim. Jika musim penghujan maka prores pengeringan terganggu. Oleh karena itu diperlukan suatu alat teknologi tepat guna berupa alat pengering multi komoditas untuk membantu para nelayan dan petani dalam proses pengawetan/pengeringan agar para nelayan dan petani tidak mengalami kerugian akibat hasil tangkapan dan panen mengalami proses pembusukan. Salah satu alternatif pengeringan yang bekerja saat ini yaitu dengan menggunakan sistem surya kolektor, dimana pada alat tersebut terdapat oven pemanas sebagai tempat untuk menaruh ikan yang akan dikeringkan dan kolektor surya sebagai alat untuk menyerap serta mengumpulkan energi panas matahari, kemudian energi panas tersebut ditransfer kedalam oven pemanas dengan dua buah blower. Dari hasil yang didapat, massa awal ikan asin sebelum dilakukan proses pengeringan adalah 5 kg dan mengalami penurunan hingga 3,4 kg dan untuk penurunan kadar air akhir ikan asin dari kadar air awal 68.7 % menjadi kadar air 40 % dalam 7 jam pengeringan. Ini lebih efisien dibandingkan dengan pengeringan secara konvensional yang membutuhkan waktu 3-4 hari dalam pengeringan.
ANALISA SISTEM PENGERING BIJI JAGUNG DENGAN METODE NATURAL CONVECTION Evi Sunarti Antu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 1 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.288 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i1.43

Abstract

Untuk mendapatkan standar SNI 01-03920-1995 kadar air untuk jagung adalah 13-14%, jagung harus melewati proses pengeringan. Masyarakat Gorontalo dalam pengeringan masih menggunakan cara konvensional yakni dengan menjemur dibawah terik matahari langsung sehingga berpengaruh pada laju pengeringan. Salah satu metode pengeringan buatan yang telah dikembangkan antara lain adalah alat pengering dengan metode surya kolektor. Kolektor surya yang dirancang dan digunakan dalam penelitian ini adalah kolektor surya hybrid dengan absorber seng gelombang, divariasikan dengan dua sudut kolektor. Kedua sudut kolektor yakni 750 dan 450.Kadar air jagung awal sebelum penelitian adalah 20,7%. dengan penjemuran konvensional kadar air dalam sehari menurun hingga 18%., sedangkan dengan menggunakan alat kolektor surya pada variasi sudut 450 kadar airnya menurun hingga 15,01% Laju penguapan (Qe) sebesar 2758,011 watt.
LAMA PENGERINGAN JAGUNG EFEK RUMAH KACA DENGAN TAMBAHAN MEDIA PENYIMPAN PANAS Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.632 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.117

Abstract

Pengeringan Efek Rumah Kaca masih jauh dari hasil yang optimal untuk itu dibutuhkan pengembangan untuk memaksimalkan kinerja alat untuk itu di perlukan perancangan alat pengering dengan media penyimpan panas untuk meningkatkan kualitas hasil panen jagung. Pengering efek rumah kaca memiliki 3 bagian utama yaitu ruang pengering pada keadaan tunak, batu sebagai media penyimpan panas dan variasi bukaan cerobong. Dimensi dari pengering ini adalah panjang 1 m, lebar 0,8 m, tinggi 0,6 m, tebal kaca 5 mm, tebal plat alumunium 3 mm, sudut kemiringan atap 60 ÌŠ, cerobong berdiameter 100 mm dengan tinggi 300 mm yang terbuat dari bahan pipa pvc dan batu sebagai penyimpan panas yang berdiameter 40 sampai dengan 50 cm. Mekanisme pembuatan alat ini terdiri dari evaluasi desain, persiapan alat dan bahan, pengerjaan alat dan pengujian alat. Hasil uji coba menunjukan pengering terbaik adalah pada variasi 6 dengan bak pengering alumunium dan bukaan 100 % pada cerobong 2 dengan hasil untuk pengeringan 5 kg jagung pipilan yang di uji cobakan yang membutuhkan waktu 9 jam waktu pengeringan Suhu ruang tertinggi adalah 62 ÌŠC, kadar air setelah pengujian menjadi 12,6 % dari kadar air awal 21 %, kelembaban relatif ruang pengering lebih kecil dari pada kelembaban relatif lingkungannya, massa akhir jagung adalah 3,1 kg dari massa awal 5 kg, Qe adalah 2344.51J/m2.s, Mev adalah 1039.19 gram dan efisiensi alat pengering yaitu 85 %, sedangkan efisiensi pengeringan terbaik adalah pada variasi 3 yaitu 70 %, dan lama penyimpanan terbaik adalah pada variasi 6 dengan panas batu menyimpan panas adalah 34 ÌŠC pada pukul 22.00 WITA
PERABIAKAN ALGORITMA SUHU PERMUKAAN LAUT LANDSAT 8 UNTUK PERAIRAN PONELO Romansah Wumu; Iqrimha staddal; Evi Sunarti Antu; Burhan Liputo; Farid Darise
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 5 No 2 (2017): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.631 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v5i2.119

Abstract

Suhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi kehidupan biota laut. Landsat menyediakan data suhu permukaan bumi sejak tahun 1978. Penelitian ini memfokuskan pada pebraikan algoritma Brightness Temperature (BT) pada band 10 dan 11 data Landsat 8 (L8) menjadi Suhu Permukaan Laut (SPL) untuk perairan Ponelo dengan metode regresi. Regresi yang diperoleh diuji menggunakan metode R-squared (R 2 ) dan Root Mean Square Error (RMSE). Berdasarkan hasil pengambilan data dan analisis data L8 pada tanggal 21 Mei 2017 diperoleh algoritma polinomial 2 merupakan algoritma terbaik dengan dengan koefisien a 0 , a 1 , dan a 2 secara berturut turut 3568.14, 329.64, dan -7.55 (R 2 = 0.86 dan RMSE = 0.73).
REDESAIN MATA PISAU PENCACAH PUPUK KOMPOS SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Evi Sunarti Antu; Yunita Djamalu
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 1 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.796 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v8i1.529

Abstract

Permasalahan alat pengompos SORT (Sampah Organik Rumah Tangga) terdapat pada sistem mata pisau untuk proses pencacahan sampah. Hasil cacahan dihasilkan belum halus sehingga proses penguraiannya terhadap tanah relatif lebih lama. Pada penelitian ini akan difokuskan pada optimalisasi pisau pencacah sampah organikSelain itu juga dilakukan pengemasan produk serta uji kemanfaatan kompos yang dihasilkan terhadap tanaman pekarangan rumah. Proses optimalisasi alat dilakukan dengan cara membuat redesain pisau pecacah. Dari hasil pengujian didapatkan lama waktu pencacahan adalah 33,3 detik, ukuran hasil cacahan berkisar antara 0,2-1 cm dengan menggunakan sampel 1200gr. Hasil pupuk kompos terbaik didiperoleh pada sampel dengan perlakuan limbah melalui pencacahan dan diberi larutan EM4. Pada sampel ini sudah mulai tumbuh kecambah pada hari ke lima dengan tinggi kecambah adalah 1,5 cm. Sampel terbaik dikemas dalam satu kemasan dengan berat 5 kg per sak kemasan dengan tujuan untuk memberikan nilai jual yang lebih baik.
PENGEMBANGAN PRODUKSI VCO (VIRGIN COCONOUT OIL) UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA MELALUI SENTUHAN TTG (TEKNOLOGI TEPAT GUNA) DI DESA TONTULOW, KECAMATAN PINOGALUMAN, KABUPATEN. BOLAANG MONGONDOW UTARA, SULAWESI UTARA Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu; Max Kurniawan; Dayuwanto Harun
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i1.348

Abstract

Vco (Virgin Coconout Oil) merupakan minyak kelapa yang diolah secara tradisional oleh masyarakat didesa-desa yang mempunyai aroma dan rasa yang khas dan banyak digemari masyarakat Gorontalo. Tujuan jangka panjang program ini yakni mengembangkan produksi VCO (Virgin coconout oil) dalam skala industry rumah tangga dengan menggunakan alat teknologi tepat guna. Target khusus yang ingin dicapai yakni menjadikan desa Tontulowsebagai desa pusat produksi VCO di Gorontalo. Sasaran dari program yakni masyarakat penghasil VCO dalam skala kecil yang ada di desa Tontulow Kec. Botupingge Kab. Bone Bolango. Hal ini dipertimbangkan karena lokasi desa Tontulowbanyak ditumbuhi pohon kelapa dan ada beberapa kelompok masyarakat desa Tontulowpenghasil VCO yang belum lancar dan stabil dalam memproduksi virgin coconout oil. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pelatihan penggunaan alat Teknologi tepat guna dalam pengolahan VCO dalam skala industri rumah tangga. Untuk mendukung metode tersebut maka alur kegiatannya meliputi perancangan alat, pembuatan/fabrikasi alat, uji coba alat, serta memberikan pelatihan.
PELATIHAN TEKNIS PEMELIHARAAN PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF PLTS DAN PLTMH DI KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO, GORONTALO Yunita Djamalu; Burhan Liputo; Evi Sunarti Antu
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 1 No 1 Oktober 2018
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v1i1.709

Abstract

Desa Pilolayeha dan desa Suka Makmur telah memiliki pembangkit listrik alternatif seperti PLTS dan PLTMH. Pembangkit ini memanfaatkan energi matahari dan energi air sebagai sumber pembangkitdaya listrik yang digunakan warga dua desa tersebut untuk berbagai aktivitas kebutuhan.Persoalannya adalah aspek konsevasi dan pemeliharaan sistem pembangkit secara teknis belumdipahami masyarakat sehingga kepedulian untuk melakukan kegiatan dimaksud baik secara personalmaupun bersama belum dilakukan. Hal ini dapat berdampak pada eksistensi operasi dan pemeliharaansistem pembangkit yang selama masih mengandalkan intervensi pemerintah daerah setempat. Solusipersoalannya adalah pembinaan pengetahuan dan pemahaman masyarakat pemberdayaan pengelolaansistem pembangkit PLTS dan PLTMH melalui pelatihan praktis. Kegiatan Pengabdian kepadaMasyarakat (PkM) dimaksudkan untuk solusi-solusi tersebut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melaluibeberapa tahapan, yaitu survei kondisi desa, koordinasi pemerintah desa, sosialisasi pendahuluan,sosialisasi pelaksanaan dan pelaksanaan kegiatan dan pelatihan. Berdasarkan hasil PkM diperolehhasil bahwa masyarakat secara umum telah mengetahui dan memahami bagaimana seharusnyapengelolaan sistem pembangkit listrik alternatif tersebut.
PEMANFAATAN PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) SEBAGAI ALTERNATIF PENGERING OLAHAN IKAN Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu; Romi Djafar; Burhan Liputo; Sjahril Botutihe
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.383 KB) | DOI: 10.56190/jat.v1i1.2

Abstract

Kelurahan Tanjung Kramat adalah salah satu Kelurahan yang berada di wilayah hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kelurahan ini memiliki lahan yang dikelilingi oleh laut sehingga sebagian besar masyarakat kelurahan Tanjung Kramat berprofesi sebagai nelayan dan penjual ikan. Untuk mengoptimalkan potensi kelompok masyarakat kelurahan tanjung kramat, tim pengabdinberinisiatif untuk mendesiminasikan alat pengering untuk pengolahan ikan dari hasil penelitian Dosen dan Mahasiswa. Alat pengering ini dapat difungsikan selain untuk pasca panen dibidang pertanian juga untuk pasca panen dibidang perikanan yang dalam hal ini pada kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengolahan ikan kering yaitu ikan asin atau yang biasa disebut ikan garam oleh masyarakat gorontalo dan juga untuk pengeringan kerupuk ikan. Alat pengering yang didesiminasikan adalah alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dengan dua sistem kerja yang berbeda yakni pengering alami dan pengeringan secara paksa. Alat pengering efek rumah kaca berbentuk prisma segi empat dengan tambahan exhaust adalah alat pengeringan dengan sistem kerja pengeringan paksa dan alat pengering efek rumah kaca dengan variasi bukaan cerobong penghawaan dengan sistem yang alami, menggunakan variasi ini agar mempercepat laju pengeringan dan menghilangkan kondensasi didalam ruang pengering. Dalam proses pengabdian pada kelompok masyarakat ini tim pengabdi mengemas kegiatan dari ceramah presentasi pengenalan alat, tanya jawab, praktek cara pembuatan alat, cara penggunaan alat dan cara pemeliharaan alat. Dari hasil kegiatan tersebut disepakati bahwa untuk kegiatan selanjutnya lebih difokuskan pada pembuatan produk olahan ikan pengemasan, dan pemasaran.
DESAIN MESIN MULTI PROSES PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENGOLAH LIMBAH JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK Zulzain Ilahude; Burhan Liputo; Yunita Djamalu; Evi Sunarti Antu
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.193 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v1i1.3

Abstract

Di Provinsi Gorontalo, komoditas tanaman pangan merupakan komoditas yang dominan dan dikembangkan secara intensif terutama tanaman jenis jagung. Mengamati kondisi potensi ketersediaan lahan dan komoditi tanaman jagung yang terus dikembangkan di daerah ini, tentu akan sangat membutuhkan teknologi praktis untuk membantu para petani dalam mengolah hasil panen komoditi jagung. Akan tetapi limbah jagung yang dihasilkan berupa kulit dan tongkol juga akan berdampak dan berpotensi meningkat. Berdasarkan kondisi ini, maka tim peneliti akan membuat rancangan sebuah sistem mesin dengan prinsip mekanik multi proses berupa fungsi pengupas, pemipil dan pengolah kulit dan tongkol jagung menjadi pakan ternak sehingga lebih praktis membantu para petani jagung dan peternak. Dengan menerapkan karakteristik mekanik multi proses ini, maka pekerjaan yang membutuhkan beberapa kali tahapan pengolahan dapat dilakukan hanya dengan sekali tahapan.