cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 5, No.3, September 2010" : 8 Documents clear
ANALISA PENGARUH TARIF DAN KUALITAS TERHADAP VOLUNTARY CHURN PRODUK FLEXI TRENDY (Studi Kasus : PT. Telkom Wilayah Kota Semarang ) Santoso, Haryo; Saptadi, Singgih; Benita, Benita
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.202 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.199-210

Abstract

Pada abad 21 ini, telekomunikasi sudah berkembang dengan pesat. Perkembangan itu dibuktikan dengan munculnya teknologi-teknologi dalam bidang telekomunikasi yang semakin memudahkan manusia untuk berkomunikasi. Layanan telekomunikasi nirkabel yang dikenal saat ini di Indonesia terdiri dari 2 jenis yaitu layanan telekomunikasi Full Mobility atau Mobile Wireless Access (MWA) dan Limited Mobility atau Fixed Wireless Access (FWA), sedangkan teknologi yang digunakan terdiri dari  teknologi Global System for Mobile Comunnication (GSM) dan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). PT. TELKOM merupakan market leader dalam industri telekomunikasi seluler di Indonesia yang berlisensi FWA dengan market share mencapai 60% dari seluruh pasar FWA di Indonesia. Salah satu cara untuk mempertahankan jumlah pelanggan yaitu dengan meminimalisasi voluntary churn. Voluntary churn yaitu pelanggan yang berhenti menggunakan layanan PT TELKOM atas permintaan sendiri.  PT. TELKOM mempunyai dua produk berlisensi FWA yaitu Flexi Classy dan Flexi Trendy. Jumlah pelanggan yang melakukan voluntary churn pada Flexi Trendy jauh lebih besar daripada Flexi Classy. Menurut Mattison (2005, h.53) ada dua faktor utama yang menyebabkan voluntary churn yaitu faktor taruf yang ditawarkan dan faktor kualitas yang diberikan. Oleh karena itu pada penelitian ini menganalisa pengaruh tarif dan kualitas terhadap voluntary churn pada produk Flexi Trendy. Penelitian ini menggunakan system dynamics sebagai alat bantu (tools) dalam menganalisa pengaruh tarif dan kualitas terhadap voluntary churn. Dari penelitian ini diketahui bahwa bahwa faktor tarif memiliki pengaruh dan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan faktor kualitas terhadap terjadinya voluntary churn. Selain itu, faktor tarif telepon ke operator lain memiliki kontribusi terbesar terhadap tingkat voluntary churn dibandingkan dengan faktor yang lain.  Strategi terbaik yang dapat dilakukan berdasarkan tingkat churn yang dihasilkan untuk setiap strategi adalah dengan menurunkan tarif sms Flexi Trendy ke operator lain dan tarif telepon Flexi Trendy. Kata kunci: tarif, kualitas, voluntary churn, system dynamics     Abstract   At twenty first century, telecommunication has being developed rapidly. It has been proven by technologies appearance in the telecommunication sector which facilitates people to communicate each to another. There are two kinds of wireless telecommunication service that has been known in Indonesia, Full Mobility telecommunication service or Mobile Wireless Access (MWA) and Limited Mobility or Fixed Wireless Access (FWA). While, the used technology are consist of GSM (Global System for Mobile Communication) and CDMA (Code Division Multiple Access). PT. TELKOM is the market leader in cellular telecommunication industries which is licensed by FWA with market share up to 60% from all the FWA market in Indonesia. One of the ways to keep customer numbers is by minimizing voluntary churn. Voluntary churn is discontinuance customer numbers using PT. TELKOM service by own request.  PT. TELKOM has two licensed FWA products, Flexi Classy and Flexi Trendy. Customer numbers which are doing voluntary churn to Flexi Trendy larger than Flexi Classy. According to Mattison (2005, p.53) there are two primary factor causes voluntary churn, rate offering factor and quality offering factor. Therefore in this research, author tries to analyze rate offering and quality offering effect concerning voluntary churn for Flexi Trendy product. This research is using system dynamics as a tool to analyze the rate and quality offering effect concerning voluntary churn. From the research has been known that rate factor has greater influence and contribution than quality factor to voluntary churn occurrence. In addition to that phone rate to other phone operator factor has the greatest contribution than others factor. The best strategy according to churn produced level for each strategy is decreasing short message service rate from Flexi Trendy to others operator and decreasing phone rate of Flexi Trendy. Keywords:  Rate, Quality, Voluntary churn, System Dynamics
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER UNTUK EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PAKAN PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG Sriyanto, Sriyanto; Pujotomo, Darminto; Octavian MP, Yogi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.679 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.159-166

Abstract

Dalam usaha penggemukan sapi potong, upaya meningkatkan produktivitas ditentukan oleh faktor makanan. Hal ini dikarenakan harga jual sapi ditentukan oleh berat badan hidup dan kualitas dagingnya, sehingga pengaturan dan manajemen pakan yang baik akan berpengaruh secara signifikan pada efisiensi usaha. Demikian pula dengan berbagai pakan alternatif yang murah namun memiliki nutrisi yang tinggi, memunculkan peluang, untuk melakukan perbaikan ransum pakan ternak. Proses penggemukan sapi juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi ternak, yang bersifat unik satu dengan yang lain. Ketiadaan sistem informasi yang tepat untuk menentukan kebutuhan komposisi pakan ternak yang sesuai mengakibatkan upaya penggemukan tidak berjalan optimal. Untuk itu diperlukan dikembangkan suatu bentuk sistem informasi yang mampu mencatat secara akurat kebutuhan pakan sapi berdasar kenaikan beratnya, dan juga mampu menentukan komposisi pakan yang tepat dari berbagai alternatif pakan murah bernutrisi tinggi. Dengan adanya perangkat lunak CAFA System (Cattle Fattening System) yang memanfaatkan basis data pakan dan ternak diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian pakan ternak. Kata kunci: perangkat lunak, CAFA System, basis data, efisiensi, pakan ternak    In the fattening of cattle, efforts to increase productivity is determined by dietary factors. This is because beef prices are determined by the weight of living and quality of the meat, so the arrangement and management of good food will impact significantly on business efficiency. Similarly, various alternative feed is cheap but has a high nutrition, led to opportunities, to improve livestock feed rations. The process of fattening cattle is also influenced by various conditions of livestock, which are unique to one another. The absence of appropriate information systems to determine the need for animal feed composition according to lead the efforts of fattening is not running optimally. Therefore we need to develop a form of information system which is able to record accurately the needs of increasing severity based cattle feed, and also able to determine the exact feed composition of the various alternatives cheap high nutritious food. With this software CAFA System (Cattle Fattening System) which utilizes a database of feed and livestock is expected to improve efficiency and effectiveness of feeding livestock. Keywords: software, CAFA System, database, efficiency, animal feed
SIMULASI SISTEM DINAMIK UNTUK MENINGKATKAN KINERJA RANTAI PASOK (Studi Kasus di Industri Kulit PT Lembah Tidar Jaya Magelang) Widodo, Eko Muh; Fatimah, Yun Arifatul; Indarto, Sigit
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.646 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.211-216

Abstract

 Dalam sebuah industri, informasi mengambil peran penting dalam setiap aspek yang melibatkan manajemen industri. Informasi yang tidak akurat akan asupan produksi perlambatan dan pengaturan couse tidak sempurna. Supply chain adalah rantai baik secara kuantitatif dan kualitatif yang dapat diterima formulir hulu hingga hilir dan itu adalah bentuk terbesar informasi. Penelitian dilakukan pada indikator kinerja supply chain, adalah produk tingkat persediaan dan order backlog. Dalam analisa indikator, ada beberapa langkah asupan di PT industri kulit. Lembah Tidar Jaya Magelang yang Beam House asupan, Retainning asupan dan Finishing asupan. Indikator pengukuran untuk langkah tiga menggunakan aplikasi simulasi sistem dinamik dengan menggunakan Berbasis Model Berbagi Informasi dan Berbagi Informasi Model demmand. Output implikasi ini dilakukan untuk mengetahui perilaku persediaan dan pesanan backlog houbig PT. Lembah Tidar Jaya Magelang. Penerapan simulasi di tingkat persediaan produk dan backlog indikator agar memberi hasil perilaku persediaan kenaikan atau penurunan antara Berdasarkan Model dan demmand Berbagi Model. Order backlog penurunan juga invluenced dengan persediaan, untuk Permintaan Berbagi cenderung stabil, dan dapat menurunkan tingkat backlog order yang menunjukkan besar dalam asupan industri kulit di PT. Lembah Tidar Jaya Magelang. Kata kunci: Supply Chain, Dinamic Sistem, Produk Level Inventory, Order BacklogIn an industrial, information takes important role in every aspect involving industrial management. Inaccurate information will slowdown production procces and couse imperfect arrangement. Supply chain is a good chain quantitatively and qualitatively which can be accepted form upstream to downstream and it is the biggest form of information. The research done on performance indicator of supply chain, it is product inventory level and order backlog. In analizing the indicator, there are some procces step in leather industri PT. Lembah Tidar Jaya Magelang that are Beam House Procces, Retainning Procces and Finishing Procces. Indicator measurement for the three step uses application of dynamic system simulation by using Based Model Information Sharing and Demmand Model Information Sharing. Output of this implication is done to know inventory behaviour and houbig order backlog of PT. Lembah Tidar Jaya Magelang. The application of the simulation in indicator product inventory level and order backlog gives the result of inventory behaviour increasing and decreasing between Based Model and Demmand Sharing Model. The decreasing order backlog is also invluenced by inventory, for Demand Sharing tends to be stable, and it can decrease order backlog level which is show big in procces of leather industri in PT. Lembah Tidar Jaya Magelang. Key Word : Supply Chain, System Dinamic, Product Inventory Level, Order Backlog
RANCANG BANGUN MODEL PENGUKURAN KINERJA PABRIK GULA Dewayana, Triwulandari S.; M., Syamsul; Sukardi, Sukardi; Raharja, Sapta
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12777/jati.5.3.167-174

Abstract

Penelitian yang berhubungan dengan upaya perbaikan kinerja pabrik gula (sebagai proses yang digunakan secara sistematis untuk memperbaiki kinerja secara berkesinambungan) belum pernah dilakukan. Terkait dengan pengukuran kinerja pabrik gula, pada penelitian terdahulu menunjukkan adanya keterbatasan karena hanya dilakukan dengan menggunakan range ukuran kinerja yang terbatas dan tidak memperhatikan keterkaitannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pengukuran kinerja pabrik gula (sebagai sub model dari model perbaikan kinerja)  yang digunakan untuk mengukur kinerja pabrik gula (skala kecil, menengah dan besar) dengan meningkatkan range ukuran kinerja (efisiensi dan produktivitas) dan memperhatikan keterkaitannya. Tahapan yang dilakukan  yaitu 1) identifikasi terhadap ukuran kinerja, 2) merancang proses pengukuran, dan 3) menentukan infrastruktur teknis. Terdapat 10 ukuran kinerja yang digunakan. Cara pengukurannya menggunakan pendekatan Fuzzy Expert System. Infrastruktur teknis yang digunakan yaitu MATLAB (versi 7.01).Verifikasi dan validasi  model dilakukan dengan uji coba model pada 11 pabrik gula menggunakan data kinerja tahun 2008. Hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa 1) rerata kinerja strategis untuk skala pabrik menengah dan kecil adalah rendah sedangkan untuk skala besar adalah tinggi; 2) rerata kinerja operasional pada semua skala pabrik gula adalah rendah; 3) rerata kinerja taktis pada skala menengah dan kecil adalah sedang, dan untuk skala besar adalah tinggi. Kata kunci : Fuzzy Expert System, pabrik gula, pengukuran kinerja, ukuran kinerja      Research related to improvement of the performance of the sugar factory (as the process used systematically to improve performance on an ongoing basis) has not been done. Related to performance measurement of sugar mills, in previous studies showed limitations because it only be done using a limited range of performance measures and do not pay attention to their relation. This research aims to produce a sugar factory performance measurement model (as a sub model of performance improvement model) that is used to measure the performance of the sugar factory (small scale, medium and large) to increase the range of performance measures (efficiency and productivity) and pay attention to their relation. Steps being taken: 1) identification of performance measures, 2) designing the process of measurement, and 3) determine the technical infrastructure. There are 10 performance measures used. How measurement using Fuzzy Expert System approach. Technical infrastructure used in the MATLAB (version 7:01). Verification and validation of the model is done by testing the model in 11 sugar mills using performance data in 2008. Performance measurement results show that 1) the mean of strategic performance for medium-and small-scale plant is low while for a large scale is high, 2) average operational performance at all scales of sugar factories is low, 3) average tactical performance in medium and small scale are being , and for a large scale is high. Keywords: Fuzzy Expert System, sugar mills, performance measurement, performance measures 
Analisis Pengendalian Kualitas Cacat Bintik Untuk Produk Hyundai Atoz (Type Mx) Di PT Hyundai Indonesia Motor Aribowo, Budi; Kushandayati, Kushandayati
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.583 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.217-224

Abstract

PT.Hyundai Indonesia Motor (HIM) adalah perusahaan yang bergerak pada bidang otomotif khususnya dalam perakitan mobil dengan merk Hyundai. Dalam upaya mempertahankan kualitas produk, PT.HIM berusaha untuk meminimasi jumlah kecacatan dalam setiap unit inspeksinya. Untuk itu diperlukan sebuah metode pengendalian dan peningkatan kualitas untuk mengidentifikasi cacat ke penyebab akar utamanya. Dari pengumpulan data yang dilakukan di PT. HIM dari bulan Maret sampai dengan Agustus 2006, didapatkan bahwa cacat bintik (dirt) merupakan jenis cacat terbesar yang terjadi di PT.HIM yaitu sebesar 67,93% dan hal ini terjadi pada proses pengecatan Lalu pada tahap berikutnya setelah dilakukan proses brainstorming dengan pihak terkait di dalam perusahaan untuk mencari penyebab utama cacat bintik yang kemudian hasilnya ditampilkan melalui diagram fishbone. Untuk mengetahui prioritas perbaikan atau tindak lanjut terhadap penyebab ~penyebab yang dipaparkan dalam diagram fishbone maka digunakanlah metode AHP. Dari hasil pengolahan dengan metode AHP didapatkan penyebab utama yang paling signifikan dalam terhadap cacat bintik adalah faktor lingkungan dengan nilai bobot atau nilai eigen sebesar 51,13% disusul dengan faktor manusia dengan nilai bobot 19,11 %. Pada tahap selanjutnya, dilakukan analisis perbaikan dengan menggunakan model FMEA, setelah itu melalui hasil RPN yang didapatkan, modus kegagalan potensial yang paling utama sebagai penyebab terjadinya kecacatan yang harus segera ditangani. Dalam hal ini modus kegagalan potensial terbesar yang menyebabkan cacat bintik (dirt), dengan nilai RPN adalah 280, adalah tidak dibersihkannya blower yang terdapat di lantai produksi maupun di perlengkapan. Maka tindakan yang perlu dilakukan adalah melakukan pembersihan blower secara teratur terutama di ruang aplikasi pengecatan. Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Cacat Bintik (Dirt), Atoz Type MX     Abstract   PT.Hyundai Indonesia Motor (HIM) is a company engaged in the automotive field, especially in assembling Hyundai cars with the brand. In an effort to maintain product quality, PT.HIM trying to minimize the number of defects in each inspection unit. It required a method of controlling and improving quality to identify the root causes of defects to the main. From data collection conducted at PT. HIM from March to August 2006, it was found that the defect spots (dirt) is the largest type of defect that occurs in PT.HIM that is equal to 67.93% and this occurs in the process of painting then at a later stage after the brainstorming process is carried out with related parties in the company to seek the main causes of disability spots which then results are displayed through a fishbone diagram. To determine priority of repairs or follow-up to cause ~ cause fishbone diagram presented in the AHP method is used. The results obtained with the AHP method is the most significant major cause of disability in the spots are environmental factors with weight value or eigen value of 51.13% followed by the human factor with a value of 19.11% weighting. In the next stage, analysis improvements using FMEA model, after it obtained through the NDP, the potential failure modes as the main cause of disability that must be addressed. In this case the greatest potential failure modes that cause defective spots (dirt), with the NDP is 280, is not cleaned the blower located on the production floor or in the equipment. Then action needs to be done is to do the cleaning blower regularly, especially in the space of painting applications. Keywords: Quality Control, Defect Spot (Dirt), Atoz Type MX
PENGARUH MESIN NC PANEL SAW TERHADAP EFISIENSI PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN BARBIROLI Indriartiningtias, Retno
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.047 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.175-184

Abstract

Efisiensi  dalam  produksi  dapat  tercapai  jika  sumber  daya  yang tersedia dapat dialokasikan secara efektif dan efisien dengan didukung fasilitas produksi baik. Salah satu fasilitas produksi yang berpengaruh pada jalannya produksi yaitu mesin NC Panel Saw yang merupakan mesin potong yang bergerak pada pemotongan awal / proses awal cabinet IV yang bertanggung jawab pada produk–produk TV Stand. Adanya upaya efisiensi produksi pada cabinet IV khususnya pada mesin NC Panel Saw, maka penelitian ini ingin mengetahui pengaruh mesin NC Panel Saw terhadap efisiensi produksi sehingga menghasilkan waste yang minimum dengan menggunakan pendekatan Barbiroli. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa indikator-indikator yang dikembangkan dalam metode ini terlihat mampu untuk mempresentasikan berbagai segi efisiensi dari sebuah proses khususnya dari segi teknis dan teknologi yang memiliki keterkaitan dengannya dengan adanya faktor-faktor ini, pengukuran efisiensi keseluruhan pada mesin NC Panel Saw dari segi proses dapat dilakukan dengan baik. Kata kunci : Efisiensi, NC Panel Saw, Barbiroli    Efficiency in a production can be reached if availability of resources are allocating effectively and efficiency.  One of production facility is NC Panel Saw machine. NC Panel Saw is a cutting machine in the beginning of cabinet IV that produced TV Stand. This research try to analyze the relationship NC Panel Saw machine with production efficiency to reduce waste using Barbiroli method. The result from the research that indicators using barbiroli method can present any sides of efficiency, specially technique and technology. The measurement of efficiency  NC Panel Saw machine in PT. X is enough. Key words : Eficiency, NC Panel Saw, Barbiroli
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DAN MODEL KANO (Studi Kasus di PT. Perusahaan Air Minum Lyonnaise Jaya Jakarta) Puspitasari, Nia Budi; Suliantoro, Hery; Kusumawardhani, Laila
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.429 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.185-198

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari, air merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena seiring dengan pertambahan penduduk maka kebutuhan air tidak dapat dipungkiri akan semakin meningkat. Maka dalam menyikapi hal tersebut PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) hadir di Jakarta untuk meningkatkan penyediaan dan pelayanan air bersih. Dari 306 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di Indonesia, hanya 10 % yang dalam keadaan sehat. Dengan melihat kondisi tersebut maka Palyja perlu untuk mengarah pada inovasi-inovasi. Di dalam penelitian ini dilakukan studi kualitas layanan dengan integrasi Importance Performance Analysis (IPA) dan Model Kano. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu Palyja dalam mengevaluasi kepuasan pelanggan mereka, bukan hanya untuk mengidentifikasi apakah harapan konsumen telah terpenuhi atau belum tetapi juga mengidentifikasi atribut-atribut layanan yang fungsional dan disfungsional. Sehingga dari integrasi tersebut dapat diketahui atribut layanan apa yang perlu mendapat prioritas untuk ditingkatkan. Selanjutnya dari model ini, dapat diidentifikasi rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan Palyja. Dari hasil integrasi tersebut dapat diketahui bahwa atribut yang perlu mendapat prioritas untuk ditingkatkan adalah penerapan fasilitas air Palyja yang dapat langsung diminum oleh konsumen. Tentunya dengan memperhatikan kualitas air yang bersih dan aman untuk diminum. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Importance Performance Analysis (IPA), Model Kano, Palyja    In order to meet daily needs, water is important to note because along with the increase of population, the water demand will inevitably increase. So in addressing these PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) present in Jakarta to improve the provision and water services. Of the 306 Regional Water Company (PDAM) that exist in Indonesia, only 10% are in good health. By looking at current economic conditions, Palyja need to lead to innovations. Within this study, quality of service with the integration ofImportance Performance Analysis (IPA) and the Kano Model. This approach aims to help Palyja in evaluating their customers' satisfaction, not only to identify whether consumer expectations are met or not, but also identify the service attributes, functional and dysfunctional. So, from the integration of service attributes can know what needs to be given priority for improvement. Furthermore, from this model, can be identified recommendations for improvements that can be done Palyja. From the results of such integration can be seen that the attributes that should be given priority to improved water facilities Palyja is the application that can be drunk directly by consumers. Of course, with due regard to the quality of clean and safe water to drink. Keywords: Quality of Service, Importance Performance Analysis (IPA), Kano Model, Palyja
PERANCANGAN ALAT PERMAINAN UNTUK PASIEN PASCA STROKE Rosyada, Zaenal Fanani; Nurkertamanda, Denny; Dewangga, Asa
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.659 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.151-158

Abstract

Bermain merupakan bagian yang sedemikian diterimanya dalam kehidupan manusia sehingga diharapkan bermain juga mampu digunakan sebagai alat dengan fungsi lain seperti alat dalam rehabilitasi penyakit stroke. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk dengan dasar pin board yang kemudian dapat digunakan sebagai alat permainan dalam rehabilitasi penyakit stroke. Value engineering digunakan sebagai metode dalam merekam proses kreatif selama pengembangan pin board menjadi alat permainan. Value engineering menggunakan tools FAST sebagai pendekatan untuk memetakan aliran proses fungsional dari produk utama dan produk tujuan yang diharapkan. Hasil penelitian adalah alat permainan berupa permainan ular tangga dan halma, dengan dasar permainan berbentuk pin board dengan karakteristik permaianan permainan multi player. Fungsi tujuan produk tercapai yaitu bagaimana pada saat terapi pasien dapat memiliki perasaan seperti sedang bermain sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dan nyaman. Kata kunci : Value Engineering, FAST, pin board, alat permainan.   Playing an integral part of such a receipt in human life which is expected to play also could be used as tools with other functions such as tool in stroke rehabilitation. The purpose of this research is to develop products with the basic pin board which can then be used as a tool in rehabilitation of stroke play. Value engineering is used as a method of recording the creative process during the development of a tool pin board game. FAST value engineering use tools as an approach to map the functional process flow of the main products and the products expected goals. The results are tools in the form of games or snake ladder game and checkers, with a basic pin-shaped game board with the characteristics of multi-player games or game. Objective function that is how the product is achieved when the patient's therapy may have a feeling like I'm playing so as to avoid boredom and comfortable. Keywords: Value Engineering, FAST, pin board, game equipment.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue