cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Publika
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika" : 8 Documents clear
ANALISIS MOTIVASI PEGAWAI PADA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KARANGANTU, PROVINSI BANTEN Armansyah, Mohamad; Hidayat, Yahya Rahmana
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is an of evaluation on employee motivation at Fishery Port of Nusantara (PPN) inKarangantu, Banten Province, as a Technical Implementation Unit of the Directorate General of Capture Fishery, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. This study was conducted to determine the factors that most influence employee motivation based on 3 independent variables tested, namely: remuneration, organizational culture, and leadership. While the data collection procedure is conducted through a survey of all employees, where employees are given a questionnaire in a closed model. To obtain valid and reliable data, tested on samples in research instrument that is processed by using SPSS 21. From the results of data processing obtained value coefficient of determination (R2) of 0.667 or 66.7%. The data gathered can be interpreted as: work motivation of 66.7 percent is influenced by remuneration, organizational culture, and leadership. While the remaining 33.3 percent is explained by other independent variables that are not included in this study. This research suggests that to improve employee motivation, it is necessary to formulate a change of policy concerning organizational culture by evaluating the human resource placement pattern, in accordance with the competence of educational background, in order to carry out the tasks according to the direction of the leader, to work professionally and to provide the best service to the stakeholders. Keywords: remuneration, organizational culture, leadership AbstrakPenelitian ini merupakan salah satu evaluasi atas motivasi pegawai yang diterapkan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Provinsi Banten, selaku Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi motivasi pegawai berdasarkan 3 variabel independen yang diuji, yaitu: remunerasi, budaya organisasi dan kepemimpinan. Sementara prosedur pengumpulan data dilakukan melalui survey terhadap seluruh karyawan, di mana karyawan diberikan kuesioner dengan model tertutup. Untuk mendapatkan data yang valid dan terpercaya, dilakukan uji pada sampel pada instrument penelitian yang diolah dengan menggunakan SPSS 21. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,667 atau 66,7%. Dapat diartikan motivasi kerja sebesar 66,7 persen dipengaruhi oleh remunerasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan. Sedangkan sisanya 33,3 persen dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi pegawai perlu merumuskan perubahan kebijakan mengenai Budaya Organisasi dengan mengevaluasi pola penempatan sumber daya manusia, sesuai dengan kompetensi latar belakang pendidikan, agar dapat menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan, bekerja secara professional dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholders. Kata kunci: remunerasi, budaya organisasi, kepemimpinan
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPARANSI PENDAPATAN NEGARA DARI INDUSTRI EKSTRAKTIF PADA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN Niswanto, Iwan; Bratakusumah, Deddy S.
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPresidential Decree No. 26 Year 2010 on Transparency of State Revenues and Regional Income Gained from Extractive Industries is a formal basis for the implementation process of Extractive Industry Transparency Initiative (EITI). This research is a quantitative research. The analysis used in this research is multiple linear regression analysis, to measure the size of communication, human resources, disposition, and bureaucratic structure can explain the dependent variable of the implementation of state income transparency policy from extractive industry. Hypothesis test is done by t-test to test the influence of independent variable partially to dependent variable. Meanwhile,F-test is used to test the independent variable simultaneously. The results of this study indicate that there are significant influences of communication, human resources, disposition and bureaucratic structure to the implementation of the state revenue transparency policy from extractive industry of 60.7 percent simultaneously. However, only disposition factors have no positive effect on the success rate of the policy. Meanwhile, the other three factors give a significant influence where the bureaucracy structure factor has a regression coefficient of 0.353, followed by resource factor with regression coefficient 0,184, and communication with regression coefficient 0,214, The results of this researchmay form a recommendation for the Coordinating Ministry for Economic Affairs to improve the planning documents’ utilization and increase the involvement of human resources in order to succeed the implementation of state revenue transparency policy from extractive industries. Keywords : implementation of policy, transprarant of national income, coordinating ministry for economic affairs AbstrakPeraturan Presiden No. 26 Tahun 2010 Tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang Diperoleh dari Industri Ekstraktif merupakan suatu landasan formal terhadap proses implementasi EITI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, untuk mengukur seberapa besar variabel-variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi dapat menjelaskan variabel dependen implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industry ekstraktif. Uji hipotesis dilakukan dengan t-test untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk menguji variabel independen secara simultan digunakan F-test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi terhadap implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif simultan sebesar 60,7 persen. Namun, hanya faktor disposisi yang tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap keberhasilan kebijakan tersebut. Sedangkan ketiga faktor lainnya memberikan pengaruh yang signifikan, dimana faktor struktur birokrasi memiliki koefisien regresi 0,353, disusul faktor sumberdaya dengan koefisien regresi 0,184 dan komunikasi dengan koefisien regresi 0,214. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperbaiki penggunaan/pemanfaatan dokumen perencanaan dan meningkatkan jumlah dan keterlibatan SDM demi menyukseskan implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif. Kata kunci: implementasi kebijakan, transparansi pendapatan negara, kementerian koordinator bidang perekonomian
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENEMPATI RUSUNAWA FLAMBOYAN KEL. CENGKARENG BARAT, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Sabri, Mieco; Wiranto, Tatag
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the determinant of decision to occupy Low Cost Rent Apartment (Rusunawa). The data used is primary obtained by questionnaires to the 234 heads of households who is settled to Rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. The method used to analyze the data is multiple regression, correlation coefficient, coefficient of determination, test hypotheses using SPSS version 17.0. The results of the analysis states that: rusunawa infrastructure, neighborhoods and accessibility to and from the high-rise apartments are correlated significantly influence decision to occupy Rusunawa. This is consistent with the results of the F test which is denoted that the three variables that significantly influence the decision rusunawa occupied. Meanwhile, the results of the t test, showed that rusunawa infrastructure, environment and accessibility to and from the high-rise apartments significantly influence the decision to occupy rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. Keywords : infrastructure, residential environment, accessibility AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menempati rusunawa. Data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 234 kepala keluarga yang menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat. Metoda yang dipergunakan untuk menganalisisnya adalah regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji hipotesa F dan t dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 17.0. Hasil analisis menyatakan bahwa : sarana prasarana rusunawa, lingkungan pemukiman dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berkorelasi dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa. Hal ini sejalan dengan hasil uji F yang menyatakan bahwa ketiga varibel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati Rusunawa. Sedangkan, hasil uji t, menunjukan bahwa: sarana prasarana rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, lingkungan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, serta factor yang dominan mempengaruhi keputusan menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat, adalah aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa. Kata kunci : sarana prasarana, lingkungan pemukiman, aksesibilitas
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PELAYANAN ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TANGERANG TAHUN 2016 Ahwazi, Tuhpatul; Cholifihani, Muhammad
Publika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDue to importance of the health service, therefore is needed quality improvement and health services, so there are many factors affected. In this research the factors that affected in health service is an activity results as an individual or organization who have the same goals to fullfill necessary by means of others person activity. The Purpose : (1) to determine the affect between Proffesionalism and service organization performance in RSUD Tangerang city. (2) to determine the affects between leadership and service organization performance RSUD Tangerang city. (3) to determine the affects between an authority of management and service organization performance in RSUD Tangerang city. This research is quantitative research. In this research there are four variables, Proffesionalism (X1), Leadersip (X2), an authority of managements (X3) and service organisation performance (Y). Variable measurement in this research is using ordinal scala. Data were collected through questionnaire. The result of this research show that (1) Proffesionalism variable affets to service organization performance in RSUD Tangerang city with probability value 0,0002, (2) Leadership variable affects to service organization performance in year 2016 with probability value 0,0018, (3) An authority management variable doesn’t affect to service organization performance in year 2016 with probability value 0,204. Keywords : factors affecting service organization performance, professionalism, leadership AbstrakMengingat pentingnya pelayanan kesehatan, maka perlu adanya meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan, tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi. Dalam hal ini faktor-faktor yang mempengaruhi kualitias pelayanan kesehatan adalah kinerja pelayanan di rumah sakit. Tujuan dalam (1) Untuk mengetahui pengaruh antara profesionalisme dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. (2) Untuk mengetahui pengaruh antara kepemimpinan dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. (3) Untuk mengetahui pengaruh antara kewenangan diskresi dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini ada 4 variabel, yaitu profesionalisme (X1), kepemimpipinan (X2), kewenangan direksi (X3), dan kinerja pelayanan organisasi (Y). Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa1) Variabel Profesionalisme berpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000.2) Variabel Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,018. 3) Variabel Kewenangan Direksi tidakberpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,204. Kata kunci : faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan organisasi, profesionalisme, kepemimpinan
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PELAYANAN ORGANISASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TANGERANG TAHUN 2016 Ahwazi, Tuhpatul; Cholifihani, Muhammad
Publika : Jurnal Administrasi Publik Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDue to importance of the health service, therefore is needed quality improvement and health services, so there are many factors affected. In this research the factors that affected in health service is an activity results as an individual or organization who have the same goals to fullfill necessary by means of others person activity. The Purpose : (1) to determine the affect between Proffesionalism and service organization performance in RSUD Tangerang city. (2) to determine the affects between leadership and service organization performance RSUD Tangerang city. (3) to determine the affects between an authority of management and service organization performance in RSUD Tangerang city. This research is quantitative research. In this research there are four variables, Proffesionalism (X1), Leadersip (X2), an authority of managements (X3) and service organisation performance (Y). Variable measurement in this research is using ordinal scala. Data were collected through questionnaire. The result of this research show that (1) Proffesionalism variable affets to service organization performance in RSUD Tangerang city with probability value 0,0002, (2) Leadership variable affects to service organization performance in year 2016 with probability value 0,0018, (3) An authority management variable doesn’t affect to service organization performance in year 2016 with probability value 0,204. Keywords : factors affecting service organization performance, professionalism, leadership AbstrakMengingat pentingnya pelayanan kesehatan, maka perlu adanya meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan, tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi. Dalam hal ini faktor-faktor yang mempengaruhi kualitias pelayanan kesehatan adalah kinerja pelayanan di rumah sakit. Tujuan dalam (1) Untuk mengetahui pengaruh antara profesionalisme dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. (2) Untuk mengetahui pengaruh antara kepemimpinan dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. (3) Untuk mengetahui pengaruh antara kewenangan diskresi dengan kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanggerang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini ada 4 variabel, yaitu profesionalisme (X1), kepemimpipinan (X2), kewenangan direksi (X3), dan kinerja pelayanan organisasi (Y). Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala ordinal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa1) Variabel Profesionalisme berpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000.2) Variabel Kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,018. 3) Variabel Kewenangan Direksi tidakberpengaruh terhadap Kinerja Pelayanan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang Tahun 2016 dengan nilai probabilitas sebesar 0,204. Kata kunci : faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan organisasi, profesionalisme, kepemimpinan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENEMPATI RUSUNAWA FLAMBOYAN KEL. CENGKARENG BARAT, KOTA ADMINISTRASI JAKARTA BARAT Sabri, Mieco; Wiranto, Tatag
Publika : Jurnal Administrasi Publik Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the determinant of decision to occupy Low Cost Rent Apartment (Rusunawa). The data used is primary obtained by questionnaires to the 234 heads of households who is settled to Rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. The method used to analyze the data is multiple regression, correlation coefficient, coefficient of determination, test hypotheses using SPSS version 17.0. The results of the analysis states that: rusunawa infrastructure, neighborhoods and accessibility to and from the high-rise apartments are correlated significantly influence decision to occupy Rusunawa. This is consistent with the results of the F test which is denoted that the three variables that significantly influence the decision rusunawa occupied. Meanwhile, the results of the t test, showed that rusunawa infrastructure, environment and accessibility to and from the high-rise apartments significantly influence the decision to occupy rusunawa Flamboyan, West Cengkareng, West Jakarta Administration. Keywords : infrastructure, residential environment, accessibility AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan menempati rusunawa. Data yang dipergunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 234 kepala keluarga yang menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat. Metoda yang dipergunakan untuk menganalisisnya adalah regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji hipotesa F dan t dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 17.0. Hasil analisis menyatakan bahwa : sarana prasarana rusunawa, lingkungan pemukiman dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berkorelasi dan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa. Hal ini sejalan dengan hasil uji F yang menyatakan bahwa ketiga varibel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati Rusunawa. Sedangkan, hasil uji t, menunjukan bahwa: sarana prasarana rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, lingkungan berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa dan aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa berpengaruh signifikan terhadap keputusan menempati rusunawa, serta factor yang dominan mempengaruhi keputusan menempati rusunawa Flamboyan, Kel. Cengkareng Barat, Kota Administrasi Jakarta Barat, adalah aksesibilitas dari dan menuju ke rusunawa. Kata kunci : sarana prasarana, lingkungan pemukiman, aksesibilitas
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPARANSI PENDAPATAN NEGARA DARI INDUSTRI EKSTRAKTIF PADA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN Niswanto, Iwan; Bratakusumah, Deddy S.
Publika : Jurnal Administrasi Publik Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPresidential Decree No. 26 Year 2010 on Transparency of State Revenues and Regional Income Gained from Extractive Industries is a formal basis for the implementation process of Extractive Industry Transparency Initiative (EITI). This research is a quantitative research. The analysis used in this research is multiple linear regression analysis, to measure the size of communication, human resources, disposition, and bureaucratic structure can explain the dependent variable of the implementation of state income transparency policy from extractive industry. Hypothesis test is done by t-test to test the influence of independent variable partially to dependent variable. Meanwhile,F-test is used to test the independent variable simultaneously. The results of this study indicate that there are significant influences of communication, human resources, disposition and bureaucratic structure to the implementation of the state revenue transparency policy from extractive industry of 60.7 percent simultaneously. However, only disposition factors have no positive effect on the success rate of the policy. Meanwhile, the other three factors give a significant influence where the bureaucracy structure factor has a regression coefficient of 0.353, followed by resource factor with regression coefficient 0,184, and communication with regression coefficient 0,214, The results of this researchmay form a recommendation for the Coordinating Ministry for Economic Affairs to improve the planning documents’ utilization and increase the involvement of human resources in order to succeed the implementation of state revenue transparency policy from extractive industries. Keywords : implementation of policy, transprarant of national income, coordinating ministry for economic affairs AbstrakPeraturan Presiden No. 26 Tahun 2010 Tentang Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah yang Diperoleh dari Industri Ekstraktif merupakan suatu landasan formal terhadap proses implementasi EITI. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, untuk mengukur seberapa besar variabel-variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi dapat menjelaskan variabel dependen implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industry ekstraktif. Uji hipotesis dilakukan dengan t-test untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk menguji variabel independen secara simultan digunakan F-test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel komunikasi, sumber daya manusia, disposisi (sikap), dan struktur birokrasi terhadap implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif simultan sebesar 60,7 persen. Namun, hanya faktor disposisi yang tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap keberhasilan kebijakan tersebut. Sedangkan ketiga faktor lainnya memberikan pengaruh yang signifikan, dimana faktor struktur birokrasi memiliki koefisien regresi 0,353, disusul faktor sumberdaya dengan koefisien regresi 0,184 dan komunikasi dengan koefisien regresi 0,214. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperbaiki penggunaan/pemanfaatan dokumen perencanaan dan meningkatkan jumlah dan keterlibatan SDM demi menyukseskan implementasi kebijakan transparansi pendapatan negara dari industri ekstraktif. Kata kunci: implementasi kebijakan, transparansi pendapatan negara, kementerian koordinator bidang perekonomian
ANALISIS MOTIVASI PEGAWAI PADA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KARANGANTU, PROVINSI BANTEN Armansyah, Mohamad; Hidayat, Yahya Rahmana
Publika : Jurnal Administrasi Publik Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Publika
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is an of evaluation on employee motivation at Fishery Port of Nusantara (PPN) inKarangantu, Banten Province, as a Technical Implementation Unit of the Directorate General of Capture Fishery, Ministry of Marine Affairs and Fisheries. This study was conducted to determine the factors that most influence employee motivation based on 3 independent variables tested, namely: remuneration, organizational culture, and leadership. While the data collection procedure is conducted through a survey of all employees, where employees are given a questionnaire in a closed model. To obtain valid and reliable data, tested on samples in research instrument that is processed by using SPSS 21. From the results of data processing obtained value coefficient of determination (R2) of 0.667 or 66.7%. The data gathered can be interpreted as: work motivation of 66.7 percent is influenced by remuneration, organizational culture, and leadership. While the remaining 33.3 percent is explained by other independent variables that are not included in this study. This research suggests that to improve employee motivation, it is necessary to formulate a change of policy concerning organizational culture by evaluating the human resource placement pattern, in accordance with the competence of educational background, in order to carry out the tasks according to the direction of the leader, to work professionally and to provide the best service to the stakeholders. Keywords: remuneration, organizational culture, leadership AbstrakPenelitian ini merupakan salah satu evaluasi atas motivasi pegawai yang diterapkan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Provinsi Banten, selaku Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling mempengaruhi motivasi pegawai berdasarkan 3 variabel independen yang diuji, yaitu: remunerasi, budaya organisasi dan kepemimpinan. Sementara prosedur pengumpulan data dilakukan melalui survey terhadap seluruh karyawan, di mana karyawan diberikan kuesioner dengan model tertutup. Untuk mendapatkan data yang valid dan terpercaya, dilakukan uji pada sampel pada instrument penelitian yang diolah dengan menggunakan SPSS 21. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,667 atau 66,7%. Dapat diartikan motivasi kerja sebesar 66,7 persen dipengaruhi oleh remunerasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan. Sedangkan sisanya 33,3 persen dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan motivasi pegawai perlu merumuskan perubahan kebijakan mengenai Budaya Organisasi dengan mengevaluasi pola penempatan sumber daya manusia, sesuai dengan kompetensi latar belakang pendidikan, agar dapat menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan, bekerja secara professional dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholders. Kata kunci: remunerasi, budaya organisasi, kepemimpinan

Page 1 of 1 | Total Record : 8