cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 25989596     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Started in 2017, FaST publishes articles in the areas of science and technology, particularly in food technology, biology, electrical engineering, industrial engineering, mathematics and civil engineering. Articles are either reviews and/or research results.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): MAY" : 12 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kualitas Udara, Kecepatan Angin, dan Arah Angin Menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan Visualisasi Data Menggunakan Blynk : [Design of Air Quality, Wind Speed, and Wind Direction Monitoring System Using ESP32 Microcontroller and Data Visualization Using Blynk] Abdur Rahman Haritsah; Henri P. Uranus
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9159

Abstract

Air quality, wind speed, and wind direction monitoring system is a system that can measure environmental parameters that affect human health and comfort, as well as displaying real-time measurement data through an application. This system is designed and built using ESP32 microcontroller and data visualization using Blynk IoT platform. The system consists of three main components, namely sensors, microcontroller, and IoT platform. The sensors used are DHT22 sensor to read temperature and humidity, MQ135 sensor to read CO2 concentration, anemometer sensor to read wind speed, and wind direction sensor to read wind direction. These sensors send data to the ESP32 microcontroller, which then processes the data and sends it to the Blynk server via an internet connection. In addition, the measurement data is also automatically sent to a Google Spreadsheet using the Google Sheets API. This allows users to save data in a tabular format, perform further analysis, and store measurement history in the cloud. The Blynk app displays measurement data in the form of graphs, numbers, and color indicators. The test showed that the system can function well in measuring environmental parameters. Verification showed that the average relative errors in reading the parameters are as follows: temperature 1.7%, humidity 1.63%, CO2 concentration 1.99%, and wind speed 0.02%. These error values are within accepted tolerance level, hence the system is sufficiently accurate to measure environmental conditions. Bahasa Indonesia Abstract: Sistem monitoring kualitas udara, kecepatan angin, dan arah angin adalah sistem yang dapat mengukur parameter-parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan manusia, serta menampilkan data hasil pengukuran secara real-time melalui aplikasi. Sistem ini dirancang dan dibangun dengan menggunakan Mikrokontroler ESP32 dan visualisasi data menggunakan Blynk. Mikrokontroler ESP32 adalah sistem berbiaya rendah dan berdaya rendah, terintegrasi pada chip mikrokontroler, dengan WiFi terintegrasi dan mode ganda Bluetooth. Blynk adalah platform perangkat lunak IoT berbiaya rendah dan berdaya rendah yang memungkinkan pengembang untuk membuat proyek terhubung dengan mudah. Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu sensor, mikrokontroler, dan aplikasi. Sensor yang digunakan adalah sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan, sensor MQ135 untuk membaca CO2, sensor anemometer untuk membaca kecepatan angin, dan sensor arah angin untuk membaca arah angin. Sensor-sensor ini mengirim data ke mikrokontroler ESP32, yang kemudian mengolah data dan mengirimnya ke server Blynk melalui koneksi internet. Selain itu, data hasil pengukuran juga dikirimkan secara otomatis ke Google Spreadsheet menggunakan API Google Sheets. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan data dalam format tabel, melakukan analisis lebih lanjut, dan menyimpan riwayat pengukuran secara terpusat. Aplikasi Blynk menampilkan data hasil pengukuran dalam bentuk grafik, angka, dan indikator warna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik dalam mengukur parameter-parameter lingkungan. Rata-rata kadar CO2 adalah 310PPM. Rata-rata kecepatan angin adalah 1.2 m/s, dengan nilai minimum 0 m/s dan maksimum 3.1 m/s. Arah angin terbanyak adalah dari arah Tenggara (135°). Sistem ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna untuk mengetahui kondisi lingkungan di sekitarnya.
Pengembangan dan Perancangan Alat Potong Sayur dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD): [Vegetable Cutting Tools Development and Design Using Quality Function Deployment (QFD) Method] Limiyana, Fanny; sylvia, sylvia
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9564

Abstract

Technology can help household chores. One household task involves manual cutting of vegetables. The concept of vegetable cutting tool’s design and development is driven by the need to reduce injuries and increase productivity for users. The research’s objective is to design and develop a vegetable cutting tool using the Quality Function Deployment (QFD) method. The limitations of the problems in QFD are the creation of the House of Quality , parts deployment, and product development and design is on phases 0, 1, 2, and 3. Phase 0 generates a mission statement for the vegetable cutting tool. Phase 1 creates assessments for the HoQ. Phase 2 produces design representations. Phase 3 designs the prototype. First step of HoQ is gathering feedback on customer needs based on feature, performance, and ergonomic aspects. The Voice of Customer results in six variable WHATs and seven HOWs. The HoQ shows three main priorities for product design and  development: short user steps, blade sharpness, and automation of the tool. Parts deployment identifies critical components in the design of the tool, including the main frame, tool automation, and blade. Subsequently, the vegetables cutting tool’s prototype is designed. Prototype shows difference in ergonomic and shorter user step. Bahasa Indonesia Abstract: Teknologi dapat membantu manusia menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga yaitu pemotongan sayur yang manual. Gagasan pengembangan dan perancangan alat potong sayur dilandasi oleh kebutuhan pengurangan cedera serta meningkatkan produktivitas kerja bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang dan mengembangkan produk alat potong sayur menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pembatasan masalah penelitian pada QFD dilakukan penyusunan House of Quality, parts deployment, serta pada pengembangan dan perancangan produk berfokus pada fase 0, 1, 2, dan 3. Fase 0 menghasilkan mission statement alat potong sayur. Fase 1 menghasilkan penilaian penyusunan HoQ. Fase 2 menghasilkan penggambaran desain. Fase 3 berfokus perancangan prototype. Penyusunan awal HoQ adalah mendapatkan suara kebutuhan pelanggan yang didasarkan aspek fitur, performansi dan ergonomi. Pengumpulan VoC menghasilkan enam variabel WHATs dan tujuh HOWs. Hasil HoQ mendapatkan tiga prioritas utama dalam pengembangan dan perancangan produk yaitu langkah penggunaan singkat, ketajaman pisau, dan otomatisasi alat potong sayur. Parts deployment mengidentifikasi komponen kritis dalam perancangan alat potong sayur yaitu kerangka utama, otomatisasi alat, dan pisau pemotong. Lalu, dilanjutkan perancangan prototype alat potong sayur. Prototype memberikan pengembangan yang terlihat pada aspek ergonomi dan langkah penggunaan alat singkat.
Evaluation of Plantaricin Gene Expression in Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a: [Evaluasi Ekspresi Gen Plantarisin pada Lactiplantibacillus plantarum Strain SU-KC1a] Sugata, Marcelia; Sunardi, Jessica; Victor, Hans; Tan, Tjie Jan
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9595

Abstract

Lactobacillus species are normal gastrointestinal flora and are commonly used in the food industry for fermented milk products. Due to their probiotic properties, Lactobacillus strains are considered safe and effective for human consumption, with antimicrobial activity often attributed to bacteriocins. Lactobacillus plantarum (known as Lactiplantibacillus plantarum) produces plantaricin, a ribosomally synthesized bacteriocin with activity against a range of pathogens and potential as a bio-preservative. In this study, L. plantarum SU-KC1a, isolated from human breast milk, was assessed for its antimicrobial activity through the production of plantaricin. Since plantaricin is typically produced at low concentrations, reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) was employed. PCR amplification of the plnJ and plnK genes resulted in amplicons of approximately 168 bp and 173 bp, respectively. These findings suggest that L. plantarum SU-KC1a produces plantaricin JK. However, further sequence analysis is required to confirm the homology of the amplified genes with known plantaricin J and K genes in GenBank. Bahasa Indonesia Abstract: Spesies Lactobacillus adalah flora gastrointestinal normal dan sering digunakan dalam industri makanan untuk produk susu fermentasi. Karena sifat probiotiknya, strain Lactobacillus dianggap aman dan efektif untuk konsumsi manusia, dengan aktivitas antimikroba yang sering dikaitkan dengan bakteriosin. Lactobacillus plantarum (dikenal sebagai Lactiplantibacillus plantarum) menghasilkan plantarisin, sebuah bakteriosin yang disintesis ribosom dengan aktivitas melawan berbagai patogen dan berpotensi sebagai bio-preservatif. Dalam penelitian ini, L. plantarum SU-KC1a yang diisolasi dari ASI manusia dievaluasi aktivitas antimikrobanya melalui produksi plantarisin. Karena plantarisin biasanya diproduksi dalam konsentrasi rendah, dilakukan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Amplifikasi PCR dari gen plnJ dan plnK menghasilkan produk amplifikasi sekitar masing-masing 168 bp dan 173 bp. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa L. plantarum SU-KC1a menghasilkan plantarisin JK. Namun, analisis urutan lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi kesamaan gen yang diamplifikasi dengan gen plantarisin J dan K yang diketahui di GenBank.
Optimasi Tata Letak Penyimpanan Bahan Baku Menggunakan Metode Penyimpanan Berbasis Kelas di PT. XYZ: [Optimization of Raw Material Storage Layout Using A Class-Based Storage Method at PT. XYZ] Christiani, Agustina; Nata, Christopher; Putra, Kurniawan Dwi
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9596

Abstract

In an operational process of the manufacturing industry, one of the crucial aspects that affect efficiency and productivity is the layout of raw material storage. At present, the way raw materials are stored at PT XYZ still uses simple storage methods and there has been no adjustment to the new provisions or policies that apply. This condition causes several problems including: difficulty in grouping raw materials based on their characteristics, difficulty in ensuring proper inventory rotation. In addition, the planned installation of new machines and buildings in the production area makes it necessary to rearrange the arrangement of raw materials. Based on this background, it is necessary to re-plan the new raw material storage layout to maximize the remaining storage space to be more optimal and in accordance with future production needs with the class-based storage policy. The result of this research is a proposed layout design that can accommodate production needs in department X, Plant M, PT XYZ.  Based on the analysis, it is known that the proposed layout design can reduce travel distance by 6.69%, reduce material handling costs by 7.5%., and increase space efficiency by 3.11% from the initial raw material layout. This study shows that the class-based grouping strategy and layout improvements provide significant benefits in space efficiency and operational cost reduction. Bahasa Indonesia Abstract: Dalam proses operasional industri manufaktur, salah satu aspek krusial yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas adalah tata letak penyimpanan bahan baku. Pada saat ini, cara penyimpanan bahan baku di PT. XYZ masih menggunakan metode penyimpanan sederhana dan belum adanya penyesuaian dengan ketentuan atau kebijakan baru yang berlaku. Hal ini mengakibatkan beberapa masalah di antaranya: kesulitan dalam mengelompokkan bahan baku berdasarkan karakteristiknya, kesulitan dalam memastikan rotasi persediaan yang tepat. Selain itu adanya rencana pemasangan mesin dan bangunan yang baru di area produksi membuat perlu dilakukan tata ulang kembali susunan bahan baku. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu adanya perencanaan ulang tata letak penyimpanan bahan baku yang baru untuk memaksimalkan ruang penyimpanan yang tersisa agar lebih maksimal dan sesuai dengan kebutuhan produksi ke depannya dengan metode penyimpanan berbasis kelas. Hasil penelitian ini adalah rancangan tata letak usulan yang dapat mengakomodasi kebutuhan produksi di departemen X, Plant M, PT XYZ. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa rancangan tata letak usulan yang dibuat dapat mengurangi jarak tempuh sebesar 6,69%, dan mengurangi ongkos material handling sebesar 7,5% serta meningkatkan efisiensi ruang sebesar 3,11% dari tata letak bahan baku awal. Studi ini menunjukkan bahwa strategi pengelompokan berbasis kelas dan perbaikan tata letak memberikan manfaat signifikan dalam efisiensi ruang dan pengurangan biaya operasional.
Efek Edible Coating dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati pada Mutu Daging Sapi Segar: [Effect of Edible Coating with Addition of Teak Leaf Extract on The Quality of Fresh Beef] Handayani, Ratna; Meldi, Helenna
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9607

Abstract

Beef is one of perishable food because it has the availability of complete nutrition. Storage at low temperatur could slow down quality degradation. Edible coating is a method that has been proven capable of protecting and inhibiting damage to food products. The addition of antimicrobial compounds can be an alternative in increasing the durability and quality of food during storage. Red teak leaves, Chinese teak leaves and Dutch teak leaves are known to have active compounds that can act as antibacterial. This study aims to study the effect of adding different types of teak leaf extract as an additive to the edible coating on the quality of beef stored at refrigerator temperatures. Each ethanol extract of teak leaves will be seen its antibacterial activity based on inhibition zones produced using the well diffusion method, MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) at concentrations of 1, 2, and 3%. Red teak leaves have the ability to produce the best inhibition zone diameter between the two other types of teak leaves at 3% extract concentration can produce inhibition zone diameter of 14.85 ± 0.05 mm against Escherichia coli bacteria and 12.93 ± 0.55 mm against Staphylococcus aureus bacteria. Edible coating with the addition of 3% red teak leaf extract is known to be able to maintain the quality of beef until the storage time of the 9th day at refrigerator temperature (chilling) based on parameters of pH, color (lightness and hue value) and total plate count (TPC). Bahasa Indonesia Abstract: Daging sapi merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan karena memiliki ketersediaan nutrisi yang lengkap. Salah satu cara untuk memperlambat penurunan mutu daging sapi yaitu dengan penyimpanan suhu rendah. Edible coating merupakan metode yang telah terbukti mampu melindungi dan menghambat kerusakan produk pangan. Penambahan senyawa anti mikroba dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Daun jati Merah, daun jati Cina dan daun jati Belanda diketahui memiliki senyawa aktif yang dapat berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek dari penambahan ekstrak daun jati dengan jenis yang berbeda sebagai bahan tambahan pada edible coating terhadap mutu daging sapi yang disimpan pada suhu refrigerator. Setiap ekstrak daun jati akan dilihat aktivitas antibakterinya berdasarkan zona hambat yang dihasilkan menggunakan metode difusi sumur, nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 1, 2, dan 3%.  Daun jati Merah memiliki kemampuan menghasilkan diameter zona hambat yang paling baik diantara kedua jenis daun jati lainnya pada konsentrasi ekstrak 3% dapat menghasilkan diameter zona hambat sebesar 14,85 ± 0,05 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,93 ± 0,55 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Edible coating dengan penambahan ekstrak daun jati Merah 3% diketahui mampu mempertahankan mutu daging sapi hingga waktu penyimpanan hari ke-9 pada suhu chilling (refrigerator) berdasarkan parameter mutu pH, warna (lightness dan nilai Hue) dan total plate count (TPC).
Pemanfaatan Tepung Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duchesne) sebagai Substituen Tepung Beras pada Pembuatan Baby Puff: [Utilization of Pumpkin Flour (Cucurbita Moschata Duchesne) as A Constituent of Rice Flour in Making Baby Puff] Cornelia, MT, Dr. Ir. Melanie; Maulani, Heidi
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9609

Abstract

Pumpkin was one of Indonesian agricultural product and known as a good source of carrotenoids such as β-carotene. β-carrotene was one of vitamin A precursor for human body and good for children’s growth. In this research, pumpkin flour made by two methods, by soaking in sodium metabisulfite solution 0,25% and with no treatment as control. This treatment can preserve β-carrotene value during heating process. The objective of this research were to determine the best method on producing pumpkin flour and to study its physical characteristic, β-carotene, dietary fiber, hardness, color and proximate analysis of chosen baby puff using pumpkin flour as its substitute. The result show that the best method of pumpkin flour was soaking in sodium metabisulfite solution 0,25%. The best pumpkin flour has characteristic 35,24µg/g of β-carotene, 4,62% dietary fiber, 66,7 ohue, 407,67% water holding capacity, and 0,63 gr/ml density. The best baby puff formulation based on physical, chemical analysis and organoleptic score was 5 % pumpkin flour subtitution. Its contain 24,6 µg/g of β-carotene, 5,12% of dietary fiber, 79,86 ohue and 493,00 g hardness. The highest amount of β-carotene was found in baby puff with 20% pumpkin flour subtitution Bahasa Indonesia Abstract: Labu kuning merupakan hasil pertanian Indonesia yang dikenal sebagai sumber zat gizi berupa β-karoten. β-karoten adalah salah satu prekursor vitamin A bagi tubuh manusia dan baik untuk pertumbuhan anak. Pada penelitian ini, tepung labu kuning dibuat dengan dua metode, yaitu perlakuan perendaman dalam larutan natrium metabisulfit 0,25% dan tanpa perlakuan sebagai kontrol. Perlakuan ini dapat mempertahankan nilai β-karoten selama proses pemanasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan metode terbaik yaitu perendaman pada pembuatan tepung labu kuning berdasarkan sifat fisik, β-karoten, dan analisis proksimat tepung labu kuning terpilih dilihat dari β-karoten, serat pangan, kekerasan dan warna tepung labu kuning dan menggunakan tepung labu kuning sebagai substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembuatan tepung labu kuning terbaik adalah perendaman dengan larutan natrium metabisulfit 0,25%. Tepung labu kuning terbaik mempunyai data analisis β-karoten 35,24µg/g, serat pangan 4,62%, daya ikat air 407,67%, dan berat jenis 0,63 gr/ml. Formulasi baby puff terbaik berdasarkan analisis fisik dan kimia serta skor organoleptik adalah subtitusi tepung labu kuning 5%. Kandungan β-karotennya 24,6 µg/g, serat pangan 5,12%, kekerasan 493,00 g. Kandungan β-karoten tertinggi terdapat pada baby puff dengan subtitusi tepung labu kuning 20%
Pemanfaatan R untuk Komputasi Simbolik: [The Utilization of R for Symbolic Computation] Yudistira, I Gusti Agung Anom
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9649

Abstract

One of the R packages for symbolic operations that is currently active and developing is Ryacas. This package is an interface between the yacas system and R, combining symbolic and numerical computation capabilities in one system. This study aims to explore and document R's capabilities in symbolic computation using Ryacas. There are three topics that will be discussed in this research, namely 1) precision of arithmetic calculations, 2) application to linear algebra, and 3) application of symbolic computation to solving Mathematics-Statistics cases. Ryacas is able to increase the precision of numerical calculations in simple arithmetic cases, and operations in linear algebra. The case of obtaining the probability distribution function and probability density function of a random variable U which is a function of a random variable Y, can be easily solved by Ryacas. The output of symbolic computation from this last case is further processed numerically by R in the form of a graphical appearance, with the ggplot2 package. Likewise, the simulation process is carried out to generate the values of the random variable U. These results illustrate the continuous process between symbolic and numerical computation in one system, in this case R. Bahasa Indonesia Abstract: Paket R untuk operasi simbolik yang saat ini aktif dan berkembang salah satunya adalah Ryacas.  Paket ini merupakan antarmuka antara sistem yacas dan R, sehingga menggabungkan kemampuan komputasi simbolik dan numerik dalam satu sistem.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan kemampuan R dalam komputasi simbolik dengan menggunakan Ryacas.  Ada tiga topik yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu 1) presisi perhitungan aritmatika, 2) penerapan pada aljabar linear, dan 3) penerapan komputasi simbolik pada pemecahan kasus Matematika-Statistik.  Ryacas mampu meningkatkan presisi perhitung-an numerik pada kasus aritmatika sederhana, dan operasi-operasi pada aljabar linear.  Kasus mendapatkan fungsi sebaran peluang dan fungsi kepekatan peluang dari peubah acak U yang merupakan fungsi dari suatu peubah acak Y, dapat dengan mudah diselesaikan oleh Ryacas.  Luaran komputsi simbolik dari kasus terakhir ini, diperoses lebih lanjut secara numerik oleh R berupa penampilan grafik, dengan paket ggplot2. Demikian pula proses simulasi dilakukan untuk membangkitkan nilai-nilai peubah acak U.  Hasil ini mengilustrasikan proses bersinam-bungan antara komputasi simbolik dan numerik dalam satu sistem, dalam hal ini R.  
Karakteristik Mikroenkapsulat Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Berdasarkan Rasio Core to Coating pada Metode Gelasi Ion: [Characteristics of Red Fruit Oil Microencapsulates (Pandanus conoideus Lam.) Based on Core to Coating Ratio at Ion Gelation Method] Mastuti, Titri Siratantri; Gunawan, Angela Michelle
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9654

Abstract

Red fruit oil has high carotenoid content which has the potential as a natural pigment. Microencapsulation with ion gelation method is one of method that can be used to protect carotenoid compounds which are naturally sensitive to light, oxygen, and high temperatures. The successful of the encapsulation process can be seen from the characteristics of the product and its encapsulation efficiency. The purpose of this study was to determine the effect of the core to coating ratio (CCR) on carotenoid efficiency and the characteristics of red fruit oil microencapsulation with the ionic gelation method using chitosan and STPP coating materials and their storage stability.fruit oil. In the preliminary stage is characterization of red fruit oil and the emulsion. In the main stage, red fruit oil microcapsules were made with variations of core to coating ratio (1:1, 1:2, 1:3, 1:4) and analyzed on the 1st and 11th days. Core to coating ratio affects water content, solubility, encapsulation efficiency, total carotenoids, carotenoid retention, antioxidant activity and stability, particle size, and color. Microencapsulates with a core to coating ratio of 1:1 gave the best results with 6.94±0.61% water content, 8.76±0.38% solubility, 67.89±5.72% encapsulation efficiency, 141.39±18.10 µg/g total carotenoid content, 83.31±2.75% carotenoid retention, 49.05±1.44 mg AAE/100 g antioxidant activity, and the value of °Hue 53.26 which shows a yellowish red color. The results of the particle size test showed a particle diameter of 1.5838 µm with a Polydispersity Index value of 0.374. Bahasa Indonesia Abstract: Minyak buah merah memiliki kandungan karotenoid tinggi yang berpotensi sebagai pewarna alami. Mikroenkapsulasi dengan metode gelasi ion merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melindungi senyawa karotenoid yang secara natural bersifat sensitif terhadap cahaya, oksigen, dan suhu tinggi. Kesuksesan proses enkapsulasi dapat dilihat dari karakteristik produk dan efisiensi enkapsulasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio core to coating (CCR) terhadap efisiensi karotenoid dan karakteristik mikroenkapsulat minyak buah merah dengan metode gelasi ionik menggunakan bahan penyalut kitosan dan STPP serta stabilitas penyimpanannya. Pada tahap pendahuluan dilakukan karakterisasi minyak buah merah yang digunakan dan emulsinya. Pada tahap utama dilakukan pembuatan mikroenkapsulat minyak buah merah dengan rasio core to coating (1:1, 1:2, 1:3, 1:4) dan dianalisis pada hari ke-1 dan ke-11. Rasio core to coating berpengaruh terhadap kadar air, kelarutan, efisiensi enkapsulasi, total karotenoid, retensi karotenoid, kapasitas antioksidan dan stabilitasnya, ukuran partikel, serta warna. Mikroenkapsulat dengan rasio core to coating 1:1 memberikan hasil terbaik dengan kadar air 6,94±0,61%, kelarutan 8,76±0,38%, efisiensi enkapsulasi 67,89±5,72%, kandungan total karotenoid 141,39±18,10 μg/g, retensi karotenoid 83,31±2,75%, kapasitas antioksidan 49,05±1,44 mg AAE/100 g, serta nilai °Hue 53,26 yang menunjukkan warna merah kekuningan. Hasil uji ukuran partikel menunjukkan diameter partikel sebesar 1,58 μm dengan nilai Polydispersity Index  0,374.  
Modifikasi Sistem Cutting Body Ply pada Mesin Building Menggunakan PLC Allen-Bradley: [Modification of Bodyply Cutting System on Building Machines Using Allen-Bradley PLC] Rhizma, Mario Gracio Anduinta; Siburian, Denson; Uranus, Henri
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9661

Abstract

The process of body ply cutting system was previously performed manually, resulting in high cycle time and safety risks. The main issues include the lack of standardization in cutting pressure, cutting speed, and the risks associated with using a blade heated to 160-180°C. The proposed automated solution involves implementing proximity sensors, a Variable Frequency Drive (VFD), pneumatic solenoids, a three-phase motor, and a heating system with temperature control using a thermocouple. The system is controlled using an Allen-Bradley PLC and programmed with Studio 5000 Logix Designer. The results indicate that the modifications successfully reduce the cycle time per unit by 9.11% and increased production in the first shift by 7.6%. Bahasa Indonesia Abstract: Proses body ply cutting sebelumnya dilakukan secara manual, menyebabkan tingginya cycle time dan risiko keselamatan kerja. Beberapa masalah utama yang terjadi adalah tekanan pemotongan yang tidak standar, kecepatan pemotongan, dan risiko penggunaan pisau yang dipanaskan hingga 160-180°C. Solusi yang diusulkan adalah otomatisasi proses mencakup penerapan sensor proximity, Variable Frequency Drive (VFD), solenoid pneumatik, motor 3 fasa, serta pemanas dengan pengendalian suhu menggunakan termokopel. Sistem ini dikontrol menggunakan PLC Allen-Bradley dan diprogram melalui Studio 5000 Logix Designer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi ini berhasil mengurangi cycle time/unit sebesar  9,11%  dan  meningkatkan  produksi  pada  shift  1  sebesar  7,6%.  
Enhancing School Efficiency with A Web-Based E-Reporting System: [Peningkatan Efisiensi Sekolah dengan Sistem E-Reporting Berbasis Web] Rahayu, Priskila Christine; Monika Karnadi; Christopher Nata
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v9i1.9678

Abstract

The education sector, a crucial component of the service industry, faced significant challenges in improving operational optimization, particularly in administrative processes. Managing grades and preparing report cards often presented a substantial workload for educators, especially in SMA Santa Patricia. This study aimed to develop an integrated web-based e-Report system to optimize operations by addressing ineffectiveness, inefficiencies, and human error. The system was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) framework with a prototyping model. Usability testing through the Computer System Usability Questionnaire (CSUQ) demonstrated improvements, including a 12% increase in effectiveness and an 8% enhancement in efficiency. Additionally, paired T-test results revealed notable gains in system usefulness (14%), information quality (13%), interface quality (14%), and overall system performance (13%) compared to the previous Microsoft Excel-based system. These results underscore the critical role of integrated systems in streamlining operations within the service industry. Bahasa Indonesia Abstract: Sektor pendidikan, sebagai bagian penting dari industri jasa, menghadapi tantangan besar dalam mengoptimalkan operasional, khususnya dalam proses administrasi. Pengelolaan nilai dan penyusunan rapor sering kali menjadi beban kerja yang cukup besar bagi para pendidik, terutama di SMA Santa Patricia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem e-Rapor berbasis web yang terintegrasi guna mengoptimalkan operasional dengan mengatasi ketidakefisienan, ketidakefektifan, dan kesalahan manusia. Sistem ini dikembangkan menggunakan kerangka kerja System Development Life Cycle (SDLC) dengan model prototyping. Uji kegunaan yang dilakukan melalui Computer System Usability Questionnaire (CSUQ) menunjukkan adanya peningkatan, termasuk peningkatan efektivitas sebesar 12% dan efisiensi sebesar 8%. Selain itu, hasil paired T-test mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kegunaan sistem (14%), kualitas informasi (13%), kualitas antarmuka (14%), dan kinerja sistem secara keseluruhan (13%) dibandingkan dengan sistem sebelumnya yang berbasis Microsoft Excel. Hasil ini menegaskan peran penting sistem terintegrasi dalam menyederhanakan operasional di sektor jasa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12