Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi
Jurnal Anuva presents the latest information of study and research of Cultural Studies and Library and Information Science. Scientific scope of this journal covers cultural studies, library, documentation, and information science. Cultural Studies includes philosophy, literature, linguistics, philology, anthropology, and sociology. Library science includes librarianship, management activity/library services, library collection management, library automation, digital libraries, library cooperation, library empowerment, and/or development of library system/document and information institution. Studies of documentation include record and archive management, activities of data documentation, information, and publications/literature/collection in a database or a certain media, such as; repository, big data, codata, metadata, and/or development documentation system in the library/document and information institution. Studies of information include infometrics, bibliometrics, webometrics, repackaging information, retrieval information, knowledge management, literacy information, dissemination information, and/or development of information systems in the library/document and information institution.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 4 (2020): Desember"
:
14 Documents
clear
Modal Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Rasa Percaya Diri bagi Narapidana untuk Kembali Berbaur dengan Masyarkat
Hanum Aisharahma;
Ana Irhandayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.985 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.441-452
Modal sosial merupakan kemampuan yang diperlukan dan kemudian dikembangkan oleh individu atau kelompok sebagai modal untuk berosialisasi dengan masyarakat. Maka dari itu, sebagai seseorang yang akan kembali bermasyarakat, modal sosial dibutuhkan juga oleh narapidana. Perpustakaan sebagai salah satu sarana pendukung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang pun turut berperan dalam memberikan modal sosial bagi narapidana. Modal sosial yang menjadi dasar utama dalam penelitian ini adalah modal sosial menurut Coleman yang terdiri dari 3 pilar, yaitu kepercayaan, informasi, dan norma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran yang dilakukan perpustakaan lembaga pemasyarakatan dalam memberikan modal sosial bagi narapidana, khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Dalam melaksanakan penelitian ini, digunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi semi terstruktur. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data menurut Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan hasil bahwa perpustakaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang merupakan sarana pendukung proses pembinaan narapidana. Sebagai sarana pendukung proses pembinaan tersebut, perpustakaan lembaga pemasyarakatan berperan sebagai sarana pendidikan, sarana informasi, dan sarana rekreasi. Sedangkan peran perpustakaan dalam memberikan modal sosial yang berupa kepercayaan, informasi, dan norma bagi narapidana, diberikan melalui berbagai koleksi bahan bacaan yang disediakan di Perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang.
Records Center: Kajian antara Teori dan Kebijakan
Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.913 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.583-594
Records Center merupakan bagian dari program pengelolaan arsip inaktif. Keberadaan records center diperlukan untuk menjaga ketahanan informasi berbasis arsip. Arsip inaktif disimpan di records center tidak dalam jangka waktu yang lama. Meskipun nilai guna informasi yang direkam di dalam arsip inaktif sudah menurun, tetapi sewaktu-waktu mereka masih akan diakses sebagai pendukung pelaksanaan kerja penciptanya. Dengan pertimbangan tersebut, maka arsip inaktif diolah dan disimpan di records center. Selain itu ruang yang semula digunakan untuk menyimpan arsip tersebut dapat digunakan untuk menyimpan arsip aktif yang baru diciptakan. Merujuk pada pemaparan yang disampaikan secara teoritis dari literatur yang ditulis oleh Betty R Ricks dkk, Mary E. Robek dkk, Jay Kennedy dkk diketahui, bahwa pada prinsipnya mereka memiliki pemikiran yang relatif sama terhadap fungsi records center khususnya dalam kajian ini terkait dengan tata ruang records center. Sementara itu pemerintah melalui Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2000 tentang Standar Minimal Gedung dan Ruang Penyimpanan Arsip Inaktiftelah memberikan pedoman tentang standar minimal suatu records center. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat luas tentang records center. Penelitian ini menggunakan pendekatan kearsipan, dan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Betty R Ricks dkk, Mary E. Robek dkk, Jay Kennedy dkk memiliki pemikiran yang relatif sama tentang records center. Menurut mereka bangunan records center perlu dibagi menjadi dua fungsi. Fungsi pertama untuk mengolah arsip inaktif, dan fungsi kedua adalah untuk menyimpan arsip inaktif.
Memahami Budaya Masyarakat Pekalongan Melalui Tindak Tutur Direktif di Kampung Batik Kauman
Laili Mahmudah;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.144 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.521-529
Budaya termanifestasi dari unsur-unsur yang sangat rumit, diantaranya ialah unsur bahasa. Unsur bahasa biasa dicirikan dari perilaku komunikatif yang digunakan oleh suatu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karya tulis ini memaparkan tentang memahami budaya masyarakat Pekalongan melalui salah satu kajian linguistik modern yang pelik untuk dikaji, yaitu tindak tutur direktif. Pendekatan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Data dalam karya tulis ini diambil dari percakapan pemilik rumah batik dan para pegawai pembuat batiknya. Pertama, percakapan penutur direkam dan dicatat dalam bentuk tulisan. Kemudian data yang didapat dianalisa menggunakan klasifikasi bentuk tindak tutur direktif dari Prayitno. Hasil analisis data yaitu setiap pemilik rumah batik memiliki kecenderungan tersendiri dalam memilih jenis kalimat untuk mengekspresikan bentuk tindak tutur direktif. Di rumah batik Seni Budaya, pemilik lebih sering menggunakan kalimat indirek. Di rumah batik Ratna Asih, pemilik lebih sering menggunakan kalimat direk yang terkesan to the point. Dan di rumah batik Griya Batik Mas, pemilik cenderung menggunakan kalimat indirek. Sehingga, dari observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa budaya masyarakat Pekalongan dalam mengaplikasikan tindak tutur direktif sebagian besar menggunakan kalimat indirect yang merepresentasikan kesopanan dan egaliter. Egaliter yang dimaksud adalah saling menggunakan bahasa halus dan sopan, meskipun tindak tutur tersebut dilakukan oleh pemilik terhadap karyawan.
Kecerdasan Buatan sebagai Konsep Baru pada Perpustakaan
Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.374 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.453-460
Artikel ini membahas tentang kecerdasan buatan dalam perpustakaan dan beberapa contoh penerapannya dalam perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa bidang dalam kecerdasan buatan yang dapat diterapkan di perpustakaan. Masing-masing dari bidang tersebut mempunyai peluang untuk diterapkan di perpustakaan. Penerapan ini akan berpengaruh pada citra perpustakaan karena pada jaman sekarang ini masih jarang perpustakaan yang menerapkan kecerdasan buatan. Dalam pemanfaatan ini, pustakawan bertindak sebagai inisiator dan teman diskusi bagi ahli teknologi informasi untuk mewujudkan perpustakaan dengan menerapkan kecerdasan buatan di dalamnya. Dengan menerapkan kecerdasan buatan pada masa ini tentunya perpustakaan akan menjadi pelopor perpustakaan yang melek akan kecerdasan buatan.
Proses Fonologis Satuan Hitung Dalam Bahasa Jepang: Kajian Transformasi Generatif
Satyanto Satyanto;
Deli Nirmala
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.686 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.531-542
Pembelajar asing bahasa Jepang sering mengalami kesulitan dalam memperlajari satuan hitung bahasa Jepang adalah adanya variasi satuan hitung yang banyak. Selain penyebab itu ternyata dalam satuan hitung bahasa Jepang terjadi perubahan bunyi pada angka maupun pemarkah satuannya dalam suatu kondisi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membuat suatu kaidah tentang asimilasi konsonan dengan konsonan yang ada dalam satuan hitung bahasa Jepang. Kaidah yang dibuat dalam penelitian ini dapat membantu dan mempermudah para pembelajar asing bahasa Jepang untuk memahami perubahan bunyi yang terjadi dalam satuan hitung bahasa Jepang. Data yang diambil dan digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berupa transkripsi fonetis dari satuan hitung bahasa Jepang yang ada didalam bahan ajar buku Minna no Nihongo I. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori fonologi generatif dengan melihat fitur distingtif dari setiap segmen. Metode yang digunakan adalah metode padan teknik dasar pilah unsur penentu. Hasil dari penelitian ini adalah adanya penambahan [+voiced] pada pemarkah satuan hitungnya yang menyebabkan [ҫ] / [h] --> [b] dan [s] --> [z] jika pemarkahnya tidak berawalan bunyi konsonan [d], [k], [m], [s] yang diikuti bunyi vokal [a], atau [h]/[ҫ] yang didahului vokal [o]. Selain itu tidak ditemukan perubahan dari [+voiced] menjadi [-voiced].
Tinjauan Pragmatik Serat Bab Kanjeng Ing Sêmadi Sarta Bab Wangsulipun Kanjeng Kyai Tunggul Wulung
Korinatussofia Melati;
Muh. Abdullah;
Rukiyah Rukiyah
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.757 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.461-473
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek moral dan aspek historis yang terdapat dalam naskah Serat Bab Kanjeng Ing Sêmadi Sarta Bab Wangsulipun Kanjeng Kyai Tunggul Wulung (SBKISSBWKKTW). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka, dan metode pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah SBKISSBWKKTW saat penelitian dilakukan merupakan naskah tunggal. Hasil yang didapat berdasarkan analisis pragmatik adalah aspek moral yang terdapat dalam naskah adalah ajaran bertapa, menahan hawa nafsu, menahan godaan dunia, menyingkirkan godaan setan, sifat pemaaf, dan etika di dalam masjid. Adapun aspek historisnya meliputi asal-usul Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, asal- usul Makam Imogiri dan asal-usul Hyang Kyai Darehan.
Peningkatan Kemampuan Mengingat Kosakata Melalui Model Pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) Berbasis Karuta Calis
Rini Emmalia Susanti;
M. Suryadi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.734 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.543 - 559
Penelitian ini dilaksanakan berusaha untuk meningkatkan kemampuan mengingat koskata pada kompetensi dasar Kegiatan sehari-hari melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbasis karuta calis. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dari Kurt Lewis yang dilakukan dalam 2 siklus. Metode penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan deskriftif. Peserta didik kelas XI IPS 2 adalah subjek dari penelitian ini. Data penelitian dihimpun dari beberapa hasil tes peserta didik pada setiap siklus terkait kompetensi dasar Kegiatan Sehari-hari. Perolehan nilai peserta didik mengalami kenaikan setelah diberikan tindakan. Hasil perolehan nilai pra-siklus adalah 63,37%. Setelah dilakukan PTK, nilai pada siklus I mencapai nilai 76,74% dan siklus 2 mencapai nilai 85,71%. Dilihat dari indikator keberhasilan nilai rerata peserta didik pada dua siklus yang mencapai 81,23% dan adanya perubahan tingkah laku (kerjasama, disiplin, tekun, aktif) yang signifikan. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbasis karuta calis mampu meningkatkan kemampuan mengingat kosakata peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Kendal.
Uncovering the Culture of Osing People in Palatalizing the Consonant Clusters
Galang Fajaryanto;
Agus Subiyanto
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (725.473 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.475-492
Osing dialect is one of the Javanese dialects used in Banyuwangi, East Java. This dialect has a unique phenomenon called as palatalization that does not exist in other Javanese dialects called as palatalization. Palatalization is an assimilation process that involves the interaction of sounds triggering the palatal articulation. Commonly, palatalization involves two sounds that consist of a single consonant (target) and a single vowel (trigger) as the environment in its appearance. Different from the common palatalization phenomena, the Osing dialect has palatalization in consonant clusters form. In the Osing dialect, there are 21 consonant clusters but only few of the consonant clusters undergo the palatalization. This study aimed to identify the consonant clusters which undergo the palatalization and find the palatalization pattern. The analysis method that we used in this study is descriptive-qualitative method. In the analysis, we also provided a discussion by using generative phonology. The data used in this article were taken from the Osing speaker in Kemiren, Banyuwangi. The result of this analysis showed that the palatalization of consonant clusters happens when the cluster are constructed by two consonants which have voiced features and they are followed by the trigger sounds.
Peran Pustakawan dalam Pembentukan Pustakawan Kecil di Perpustakaan Sekolah Dasar Islam Hidayatullah Semarang
Elfira Nova Audina;
Jumino Jumino
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.965 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.411-424
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam pembentukan “Pustakawan Kecil” di perpustakaan SD Islam Hidayatullah Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Program “Pustakawan Kecil” dimulai pada awal tahun 2018. Kegiatan ini dibentuk atas permintaan Kepala SD Hidayatullah Semarang. Tujuan dari program “Pustakawan Kecil” sendiri adalah mengajak mahasiswa untuk berorganisasi dan membantu pustakawan dalam menjalankan tugasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pustakawan Kecil telah melakukan kegiatan dasar yang dilakukan oleh pustakawan, seperti pembuatan rak, checkout buku, dan pelayanan retur buku. Kendala utama yang dihadapi pustakawan dalam menangani program “Pustakawan Kecil” adalah seringnya siswa tidak fokus, karena program itu sendiri dilaksanakan pada waktu istirahat sekolah. Siswa merasa waktu istirahatnya berkurang dan membuat mereka tidak fokus mengikuti program. Kata kunci: Perpustakaan sekolah; Pustakawan Kecil; Program Pustakawan
Self-Reflective Project in the EFL Online Class for Increasing Student Talk Time Using Cooperative Learning Method
Ade Irma Mentari;
Deli Nirmala
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.098 KB)
|
DOI: 10.14710/anuva.4.4.561-567
The pandemic of Covid19 causes teaching learning activities to be carried out online. This makes the teacher and students’ interactions limited on the screen. Through self-reflection project, it has been found that students’ engagement in class needs to be improved. Cooperative learning method was used to increase student talk time during the class. The data were four videos of the online class and the form of self-reflective project. Each video contained one lesson with its aim. The results showed that there was an increase in student talk time. Students became more active and engaged when participating in online classroom discussion. The teacher also produced less language production since the students played a role as the leader of the discussion who could make up particular rules during the discussion to create fun atmosphere. Students also became more creative and confident when sharing their ideas.