Tri Handayani
Departemen Sejarah Fakultas, Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Perguruan Tinggi Tri Handayani
Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan Vol 11, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Arsip Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/khazanah.41493

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Nomor 24 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan agar masyarakat, khususnya di perguruan tinggi mengetahui aspek-aspek apa saja yang diatur dalam peraturan tersebut. Selain itu, agar mereka juga mengetahui rujukan apa saja yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan kearsipan perguruan tinggi. Penyelenggaraan kearsipan ini didorong untuk menerapkan model berkelanjutan (record continuum model). Berkaitan dengan hal tersebut, maka aspek-aspek dalam penyelenggaraannya harus benar-benar dipersiapkan sesuai dengan tujuan yang ada. Aspek-aspek tersebut meliputi: aspek penetapan kebijakan penyelenggaraan kearsipan bagi perguruan tinggi, aspek penetapan kebijakan, aspek pedoman atau standar kearsipan, aspek pembinaan, aspek pengelolaan arsip dan aspek sumber daya pendukung. ANRI telah menyediakan berbagai peraturan kepala ANRI sebagai pedoman bagi perguruan tinggi dalam penyusunan pedoman yang berlaku di internal perguruan tinggi masing-masing.
SOSIALISASI PENYEGARAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH BAGI PARA PENDIDIK DI LINGKUNGAN SD MANYARAN 01 SEMARANG MELALUI BACAAN SEJARAH KETELADANAN TOKOH NASIONAL Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.1.48-59

Abstract

ABSTRAKSosialiasi merupakan usaha memasyarakatkan sesuatu hal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum. Sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah pernah dilaksanakan diawal gerakan tersebut diintroduksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015. Gerakan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter positif siswa sejak mereka pertama kali masuk sekolah. Penyegaran Gerakan Literasi Sekolah perlu dilakukan terhadap para pendidik di lingkungan sekolah, agar diperoleh metode-metode baru membiasakan peserta didik untuk aktif membaca dan menulis. Tokoh nasional ditampilkan dalam kegiatan ini sebagai pembangkit semangat peserta didik agar mereka meneladani semangat tokoh tersebut untuk tidak mudah menyerah. Siswa didik yang aktif membaca dan menulis diharapkan memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar sepanjang hayat. Kehadiran sosialisasi ini mendapatkan respon positif dari para pendidik di lingkungan SD Negeri Manyaran 01 Semarang. Para pendidik dapat melakukan evaluasi terhadap metode yang telah diterapkan pada para peserta didik. Setelah sosialisasi diperoleh alternatif metode baru untuk diterapkan sesuai dengan tingkat kelas.Kata kunci : Pendidik, Peserta didik, Gerakan, Literasi, Sekolah DasarABSTRACTSocialization is an effort to promote something that requires the common public to acknowledge. The socialization of the School Literacy Movement was carried out at the beginning of the movement, which was introduced by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2015. This movement was expected to be able to form student’s positive characters, since their elementary periods of school. Refreshment of the School Literacy Movement needs to be carried out towards teachers in the school environment, in order to obtain new methods to accustom students to actively reading and writing. The historical national figures are to be presented in this activity as an encouragement for students to imitate the resilient spirit of the referred figures. Students who actively read and write are expected to grow the ability and willingness to long-life education. This socialization has received positive responses from the teachers in the SD Negeri Manyaran 01 Semarang. It allows them to evaluate the methods that have been applied to students. After the socialization, a new alternative method was acquired to be applied according to the class level.Keywords: Teacher, Student, Movement, Literacy, Primary School
PENDAMPINGAN PENCATATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.79-89

Abstract

ABSTRAKPendampingan merupakan kegiatan menemani seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah pendampingan pencatatan koleksi perpustakaan sekolah dasar dengan menggunakan sistem yang telah diatur dalam Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Pencatatan koleksi perpustakaan dilakukan pada Buku Induk secara manual maupun elektronik. Tujuan pendampingan adalah meningkatkan efektifitas kerja para pengelola arsip dalam mencapai tujuan. Tujuan pencatatan koleksi pustaka identik dengan tujuan pengolahan koleksi, yaitu memudahkan temu balik koleksi yang diperlukan. Buku Induk juga merupakan salah satu komponen sarana prasarana yang dinilai dalam program penilaian sekolah. Kegiatan pendampingan diperlukan oleh Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang karena sekolah ini belum pernah membuat Buku Induk. Peserta pendampingan adalah pengelola perpustakaan dan guru kelas yang diberikan tugas tambahan mengelola perpustakaan. Hasil kegiatan adalah pengelola perpustakaan memiliki pengetahuan baru tentang Buku Induk. Hasil tambahan adalah draft Buku Induk. Draft ini sangat penting karena merupakan salah satu kelengkapan dokumen sarana prasarana yang dinilai dalam kegiatan penilaian sekolahKata kunci : Pendampingan, Perpustakaan, Buku Induk, Sarana Prasarana, Sekolah Dasar ABSTRACTMentoring is an activity to accompany a person or group of people to achieve the expected goals. Mentoring in this activity is mentoring in recording elementary school library collections using a system that has been regulated in the School Library Administration Guidelines. Recording of library collections is carried out on the Main Book manually or electronically. The purpose of the mentoring is to increase the effectiveness of the library managers' work in achieving the goals.  The purpose of recording library collections is identical to the purpose of processing collections, that is to facilitate the retrieval of the required collection. The Parent Book is also one of the components of the facilities that are assessed in the school assessment program. Mentoring activities are needed by this school because this school has never made the Main Book. Mentoring participants are library managers and classroom teachers who are given additional tasks to manage the library. The result of the activity is that the library manager has new knowledge about the Main Book. An additional result is a draft of the Main Book.  This draft is very important because it is one of the completeness of the infrastructure documents that are assessed in school assessment activitiesKeywords: Mentoring, Library, Main Book, Facilities, Primary School
Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (Kajian Terhadap Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis pada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jakarta dan Universitas Padjadjaran, Bandung) Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.308 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.2.255-269

Abstract

Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip merupakan salah satu dari empat pedoman yang diperlukan dalam proses pengelolaan arsip dinamis. Keberadaannya diperlukan sebagai pedoman para pengelola arsip dalam memberikan layanan akses terhadap arsip dinamis.  Merujuk pada Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis milik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” di Jakarta dengan Sistem Klasifikasi dan Keamanan Akses Arsip Dinamis milik Universitas Padjadjaran (Unpad) diketahui bahwa kedua perguruan tinggi negeri tersebut menggunakan metode yang berbeda. UPN “Veteran” di Jakarta menyatukan Klasifikasi Arsip dengan Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis ke dalam satu peraturan rektor. Sementara itu Klasifikasi Arsip dengan Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis milik Unpad dipisah dalam dua peraturan rektor. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis terhadap peraturan rektor kedua perguruan tinggi negeri tersebut tentang bagaimana peraturan rektor melindungi fisik dan isi informasi dinamis yang mereka ciptakan agar tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat khususnya masyarakat perguruan tinggi dapat mengetahui dan melaksanakan penyusunan peraturan perguruan tinggi khususnya tentang Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip, serta mengimplementasikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses arsip diatur oleh masing-masing perguruan tinggi berdasar perundang-undangan kearsipan serta perundang-undangan kearsipan perguruan tinggi, tetapi substansinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi; (2) substansi klasifikasi keamanan dan akses arsip pada kedua perguruan tinggi negeri tersebut telah merujuk pada peraturan yang telah ditetapkan dalam peraturan menteri yang mengkoordinasi perguruan tinggi di Indonesia.      
Peran Buku Induk sebagai Sumber Informasi Aset Koleksi Pustaka: Studi Kasus pada Perpustakaan SD Negeri Manyaran 01 Semarang Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.63 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.4.631-642

Abstract

Peran dalam konteks bahasa memiliki arti menjadi sesuatu. Peran dalam konteks paper ini adalah keberadaan Buku Induk memiliki pengaruh terhadap akurasi informasi tentang aset koleksi buku yang dimiliki suatu perpustakaan. Buku Induk merupakan catatan tentang koleksi perpustakaan pada awal koleksi tersebut diterima oleh perpustakaan. Dengan demikian kita dapat mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki perpustakaan melalui Buku Induk. Metode observasi, wawancara, penggunaan dokumen pemerintah, serta partisipasi dilakukan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Ilmu Perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa data jumlah koleksi buku yang disampaikan oleh pengelola perpustakaan berbeda dengan data jumlah koleksi buku setelah penelitian dilakukan. Keberhasilan penelitian terjadi karena sikap terbuka Kepala Sekolah dan pengelola perpustakaan, koleksi perpustakaan terlokalisir di perpustakaan, dukungan dari para asisten peneliti pengolah data koleksi pustaka. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti hingga manajemen perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang benar-benar terlaksana sebagaimana seharusnya.
Peran Partisipasi Pimpinan dan Pegawai Administrasi dalam Penyusunan Klasifikasi dan Jadwal Retensi: Studi Kasus pada Terminal LPG Semarang Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.402 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.2.135-149

Abstract

Partisipasi adalah peran serta seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu kegiatan. Partisipasi dalam konteks kebijakan publik adalah partisipasi aktif pihak yang berada pada posisi rentan tidak hanya pada proses pembuatan melainkan hingga terlibat secara langsung terhadap dampak yang diakibatkan oleh kebijakan tersebut. Klasifikasi dan jadwal retensi arsip merupakan dua dari empat pilar penyelenggaraan kearsipan dinamis. Keberadaannya diperlukan sebagai pendukung keberlangsungan sistem informasi organisasi. Metode penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan penggunaan dokumen pemerintah, dan dokumen milik perusahaan Terminal LPG Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan administrasi publik dan manajemen arsip. Hasil penelitian menunjukkan, pimpinan atau manajer beserta para pegawai administrasi memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam proses penyusunan klasifikasi dan jadwal retensi arsip. Keberhasilan penelitian terjadi karena gaya kepemimpinan manajer perusahaan yang baik, komunikasi manajer pada para pegawai administrasi yang baik, serta serta komunikasi antar pegawai administrasi yang baik. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti hingga perusahaan benar-benar memiliki klasifikasi dan jadwal retensi arsip sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kearsipan perusahaan.
Jadwal Retensi Arsip di Era Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.431 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.4.447-460

Abstract

Jadwal Retensi Arsip merupakan salah satu dari empat pedoman yang diperlukan dalam proses pengelolaan arsip dinamis. Keberadaannya diperlukan sebagai pedoman dalam penentuan masa simpan arsip. Merujuk pada 10 Jadwal Retensi Arsip milik 15 institusi pemerintah diketahui bahwa format jadwal retensi arsip tersebut cenderung tidak sama. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis terhadap perundang-undangan kearsipan khususnya terkait nilaiguna arsip beserta bagan alir penyimpanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk masyarakat, khususnya institusi pemerintah, badan usaha, lembaga pendidikan untuk mengetahui unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam penyusunan jawal retensi arsip. Mereka juga akan mengetahui referensi apa yang dapat digunakan dalam penentuan nilaiguna arsip. ANRI telah menyediakan berbagai peraturan kepala ANRI sebagai pedoman dalam perumusan jadwal retensi arsip yang berlaku bagi internal institusi masing-masing. Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen perkantoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dalam penyusunan jadwal retensi arsip dipengaruhi oleh pemahaman terhadap perundang-undangan kearsipan yang berlaku.
Perencanaan Desain Tata Ruang Arsip Perguruan Tinggi: Sebuah Kajian Teoritis Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.06 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.2.315-328

Abstract

Arsip Perguruan Tinggi merupakan Unit Kearsipan di Perguruan Tinggi yang memelihara, merawat, menyimpan dan menyajikan arsip statis milik perguruan tinggi tersebut. Informasi yang direkam di dalam arsip statis sudah tidak diperlukan lagi untuk mendukung pekerjaan sehari-hari di lingkungan perguruan tinggi, tetapi memiliki nilai kesejarahan bagi perguruan tinggi tersebut. Arsip statis disimpan secara permanen di Arsip Perguruan Tinggi. Arsip yang dihasilkan oleh perguruan tinggi berkaitan dengan kegiatan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan administrasi. Arsip-arsip tersebut direkam dalam berbagai bentuk dan media, antara lain kertas, digital, foto, film, dan lain-lain. Media rekam arsip sangat dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Dengan dasar tersebut, maka Arsip Perguruan Tinggi perlu menyiapkan berbagai sarana bantu untuk membaca arsip sesuai media rekamnya, serta ruang untuk melakukan penelusuran arsip. Peneliti menggunakan teori-teori yang disampaikan oleh Betty R. Ricks et al, Mary E. Robek et al,Pugh, Maher, Anne Marie-Schwirtlich, Anne Marie-Schwirtlich & Gunnel Bellviken. Teori-teori yang mereka tulis dalam bentuk buku perlu diperhatikan, karena pemikiran para pejuang kearsipan ini mempertimbangkan banyak hal untuk menjaga keselamatan dan kelestarian fisik maupun isi informasi arsip. Penelitian ini menggunakan pendekatan kearsipan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa diperlukan penyesuaian terhadap kualitas atau nilai informasi yang disimpan, arsip yang disimpan, fasilitas, perencanaan yang matang dan terkoordinasi dalam merencanakan desain ruang penelusuran pada Arsip Perguruan Tinggi.
Records Center: Kajian antara Teori dan Kebijakan Tri Handayani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.913 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.4.583-594

Abstract

Records Center merupakan bagian dari program pengelolaan arsip inaktif. Keberadaan records center diperlukan untuk menjaga ketahanan informasi berbasis arsip.  Arsip inaktif disimpan di records center tidak dalam jangka waktu yang lama. Meskipun nilai guna informasi yang direkam di dalam arsip inaktif sudah menurun, tetapi sewaktu-waktu mereka masih akan diakses sebagai pendukung pelaksanaan kerja penciptanya. Dengan pertimbangan tersebut, maka arsip inaktif diolah dan disimpan di records center. Selain itu ruang yang semula digunakan untuk menyimpan arsip tersebut dapat digunakan untuk menyimpan arsip aktif yang baru diciptakan. Merujuk pada pemaparan yang disampaikan secara teoritis dari literatur yang ditulis oleh Betty R Ricks dkk, Mary E. Robek dkk, Jay Kennedy dkk diketahui, bahwa pada prinsipnya mereka memiliki pemikiran yang relatif sama terhadap fungsi records center khususnya dalam kajian ini terkait dengan tata ruang records center. Sementara itu pemerintah melalui Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2000 tentang Standar Minimal Gedung dan Ruang Penyimpanan Arsip Inaktiftelah memberikan pedoman tentang standar minimal suatu records center. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat luas tentang records center. Penelitian ini menggunakan pendekatan kearsipan, dan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Betty R Ricks dkk, Mary E. Robek dkk, Jay Kennedy dkk memiliki pemikiran yang relatif sama tentang records center. Menurut mereka bangunan records center perlu dibagi menjadi dua  fungsi. Fungsi pertama untuk mengolah arsip inaktif, dan fungsi kedua adalah untuk menyimpan arsip inaktif.      
PENDAMPINGAN PENETAPAN NOMOR INVENTARIS KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI SD NEGERI MANYARAN 01 SEMARANG Tri Handayani; Endah Sri Hartatik
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.1.109-123

Abstract

Buku Inventaris merupakan salah satu sarana perpustakaan yang diperlukan sebagai dasar bagi pelaksanaan pengolahan koleksi pustaka selanjutnya. Observasi yang dilakukan terhadap sejumlah perpustakaan sekolah dasar di Indonesia melalui berbagai laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa masih ditemukan sekolah-sekolah dasar yang kondisi perpustakaannya tidak terkelola sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pendampingan dalam kegiatan ini adalah pendampingan terhadap para pengelola perpustakaan dalam menetapkan nomor inventaris. Penetapan ini harus dilakukan agar tahapan selanjutnya dalam pengolahan koleksi pustaka dapat dilakukan. Kegiatan pendampingan penetapan nomor inventaris koleksi pustaka yang dimiliki perpustakaan Sekolah Dasar Negeri Manyaran 01 Semarang diperlukan karena sekolah ini belum pernah membuat Buku Inventaris. Peserta pendampingan adalah Operator dan guru kelas yang diberikan tugas tambahan mengelola perpustakaan. Hasil kegiatan adalah pengelola perpustakan memiliki pengetahuan baru tentang Nomor Inventaris. Hasil lainnya adalah SD Negeri Manyaran 01 Semarang memiliki draft baru Buku Inventaris yang lebih lengkap informasinya.  Kata kunci : Pendampingan, Perpustakaan, Nomor Inventaris, Buku Inventaris, Sekolah DasarInventory books are one of the library facilities needed as a basis for the implementation of further processing of library collections. Observations made on several elementary school libraries in Indonesia through various research reports that have been carried out previously show that there are still elementary schools whose library conditions are not managed according to the standards set by the National Library of the Republic of Indonesia. Mentoring in this activity is mentoring library managers in determining inventory numbers. This determination must be made so that the next stage in processing library collections can be carried out. Mentoring activities in determining the inventory number of library collections owned by the Manyaran 01 Semarang State Elementary School library are needed because this school has never made an Inventory Book. Mentoring participants are Operators and classroom teachers who were given the additional task of managing the library. The result of the activity is that the library manager has new knowledge about Inventory Numbers. Another result is that the Manyaran 01 State Elementary School Semarang has a new draft of the Inventory Book with more complete information.Keywords: Mentoring, Library, Inventory Number, Inventory Books, Elementary School