cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Berkala Bioteknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6, No. 1, April 2023" : 6 Documents clear
Produksi Enzim Protease Alkalis Termostabil Aspergillus flavus DUCC-K225 Pada Media Limbah Cair Tahu dan Uji Keseuaiannya Terhadap Deterjen Utami, Linda Ayu; Rukmi, Isworo; Pujiyanto, Sri
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protease merupakan sekelompok besar enzim yang mampu menghidrolisis protein menjadi asam amino. Enzim ini mampu menyumbang 60% dari total penjualan enzim diseluruh dunia pada berbagai industri seperti industri deterjen. Protease yang digunakan dalam industri deterjen harus stabil pada suhu dan pH basa yang tinggi, atau disebut protease alkalis termostabil. Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui pengaruh suhu terhadap aktivitas dan stabilitas enzim protease alkalis Aspergillus flavus DUCC-K225, serta uji kesesuaiannya terhadap deterjen komersial. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal suhu inkubasi aktivitas enzim yaitu, 29oC, 40oC, 45oC, 50oC, 55oC, dan 60oC dengan ulangan 3 kali. Data penelitian dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Duncan pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas protease tertinggi A. flavus DUCC-K225 diperoleh pada suhu 60˚C dengan nilai sebesar 215.03 U/mL, enzim protease dari Aspergillus flavus DUCC-K225 stabil pada suhu 60°C setelah inkubasi satu jam dengan mempertahankan aktivitas residu sebesar 85.8%. Uji Kesesuaian enzim protease A. flavus DUCC-K225 terhadap 5 deterjen komersial yang diujikan, mampu meningkatkan daya pembersihan noda darah pada kain, sehingga dapat digunakan sebagai aditif dalam deterjen.
Penggunaan Sekam Padi dan Tongkol Jagung Sebagai Media Organik pada Perbanyakan Miselium Jamur Trichoderma harzianum Mufida, Naimatul; Suprihadi, Agung; Purwantisari, Susiana
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichoderma harzianum merupakan jamur antagonis yang dimanfaatkan sebagai agen hayati pengendali penyakit pada tanaman. Peranan T. harzianum yang begitu besar membutuhkan media yang efektif dan murah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil media organik terbaik yang dapat dijadikan media alternatif pengganti PDB pada perbanyakan miselium jamur T. harzianum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu media Potato Dextrose Broth (PDB), sekam padi, tongkol jagung serta campuran sekam padi dan tongkol jagung dengan tiga kali ulangan. Suspensi konidia Trichoderma harzianum sebanyak 2 x 108 ml/propagul diinokulasikan pada 150 ml media perlakuan kemudian miselium jamur dipanen pada hari keenam. Hasil analisis menunjukkan, penggunaan media PDB menghasilkan berat kering miselium T. harzianum yang paling besar yaitu 0.62 gram, sedangkan pada media sekam padi, tongkol jagung, campuran keduanya berturut turut yaitu 0,59 gram; 0,18 gram; 0,42 gram. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sekam padi dapat dijadikan media alternatif untuk perbanyakan miselium T. harzianum. Kata kunci: T. harzianum, media organik, berat kering miselium
Kemampuan memproduksi inulinase isolat khamir hasil isolasi dari Nira Siwalan (Borassus flabellifer L.) dengan variasi konsentrasi CaCl Maisaroh, Siti; Wijarnaka, Wijarnaka; Suprihadi, Agung
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inulinase (EC 3.2.1.7.) merupakan enzim yang dapat menghidrolisis inulin menjadi fruktosa atau frukto-oligosakarida. Inulinase mikrobial sangat menarik dan menjadi perhatian banyak peneliti salah satunya berasal dari golongan khamir. Khamir seringkali ditemukan pada makanan yang banyak mengandung gula seperti pada nira siwalan (Borassus flabellifer L.). Khamir memanfaatkan gula sederhana pada makanan untuk mendapatkan energi. Bila nira disimpan maka akan terjadi fermentasi oleh adanya mikroorganisme yang terdapat dalam nira sehingga menyebabkan rasa asam karena terbentuknya asam asetat dan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti khamir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kalsium terbaik terhadap produksi inulinase khamir indegenous nira siwalan (Borassus flabellifer L.). Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium bioteknologi, Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro. Penentuan aktivitas Inulinase dilakukan dengan metode DNS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi CaCl2 (Ca0, Ca0,5, Ca1,0, dan Ca1,5) dan faktor II waktu inkubasi (T0, T4, T8, T12, T16, dan T20). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan konsentrasi CaCl2 0.5 mM dengan aktivitas inulinase 0.555 IU/mL memberikan pengaruh terbaik.
EKSPRESI GEN PENYANDI PEROKSIDASE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) (CaPer) SEBAGAI RESPONS TERHADAP Fusarium oxysporum Elsima, Athried; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Ferniah, Rejeki Siti
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang sering terkena serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman) misalnya Fusarium oxysporum. Tanaman cabai merah memiliki sifat ketahanan kimiawi aktif yaitu mengekspresikan peroksidase sebagai respons terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen penyandi peroksidase pada tanaman cabai merah sebagai respons terhadap jamur F. oxysporum. Penelitian ini diawali dengan inokulasi jamur pada tanaman cabai merah dilakukan dengan metode rendaman akar. Analisis ekspresi gen penyandi peroksidase menggunakan qRT-PCR dilakukan pada gen CaPer dengan gen 18s rRNA sebagai gen pembaku, pada interval 6, 48, dan 96 jam setelah inokulasi. Hasil penelitian gen CaPer terekspresi paling tinggi pada 6 jam setelah inokulasi.
Isolasi Bakteri Endofit dari Tanaman Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan Uji Aktivitas Antibakterinya terhadap Bakteri Penyebab Penyakit Kulit Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa Anggistina, Wulansari; Wijarnaka, Wijarnaka; Raharjo, Budi
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Profil Kesehatan Indonesia 2010 menunjukkan bahwa penyakit kulit menjadi peringkat ketiga dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit se-Indonesia. Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit kulit. Tanaman bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak digunakan untuk mengobati penyakit kulit dan memiliki efek samping yang lebih aman daripada obat kimia. Bakteri endofit mampu menghasilkan senyawa bioaktif bersifat antibakteri yang sama dengan tanaman inangnya, maka tidak perlu menebang tanaman aslinya untuk diambil sebagai simplisia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengisolasi bakteri endofit dari tanaman bangle dan mengetahui aktivitas antibakterinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit kulit Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri adalah metode difusi agar menggunakan paperdisk. Hasil isolasi diperoleh 16 isolat bakteri dari bagian rimpang, akar, batang dan daun. Hasil skrining diperoleh 3 isolat bakteri endofit yang potensial yaitu isolat Da_2 dari bagian daun, Ba_2 dari bagian batang dan Ri_2 dari bagian rimpang. Aktivitas antibakteri supernatan isolat Ba_2 menunjukkan efek yang paling baik dibandingkan dengan supernatan isolat Da_2 dan Ri_2. Diameter zona hambat terbesar pada isolat Ba_2 terhadap bakteri uji S. epidemidis sebesar 26 mm yang dapat dikategorikan sangat kuat sedangkan pada Isolat bakteri endofit Ba_2 terhadap P. aeruginosa sebesar 13,99 mm yang dikategorikan kuat.
Produksi Enzim Protease Alkalis Termostabil Aspergillus flavus DUCC-K225 Pada Media Limbah Cair Tahu dan Uji Keseuaiannya Terhadap Deterjen Utami, Linda Ayu; Rukmi, Isworo; Pujiyanto, Sri
Berkala Bioteknologi Vol. 6, No. 1, April 2023
Publisher : Berkala Bioteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protease merupakan sekelompok besar enzim yang mampu menghidrolisis protein menjadi asam amino. Enzim ini mampu menyumbang 60% dari total penjualan enzim diseluruh dunia pada berbagai industri seperti industri deterjen. Protease yang digunakan dalam industri deterjen harus stabil pada suhu dan pH basa yang tinggi, atau disebut protease alkalis termostabil. Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui pengaruh suhu terhadap aktivitas dan stabilitas enzim protease alkalis Aspergillus flavus DUCC-K225, serta uji kesesuaiannya terhadap deterjen komersial. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal suhu inkubasi aktivitas enzim yaitu, 29oC, 40oC, 45oC, 50oC, 55oC, dan 60oC dengan ulangan 3 kali. Data penelitian dianalisis dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Duncan pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, aktivitas protease tertinggi A. flavus DUCC-K225 diperoleh pada suhu 60˚C dengan nilai sebesar 215.03 U/mL, enzim protease dari Aspergillus flavus DUCC-K225 stabil pada suhu 60°C setelah inkubasi satu jam dengan mempertahankan aktivitas residu sebesar 85.8%. Uji Kesesuaian enzim protease A. flavus DUCC-K225 terhadap 5 deterjen komersial yang diujikan, mampu meningkatkan daya pembersihan noda darah pada kain, sehingga dapat digunakan sebagai aditif dalam deterjen.

Page 1 of 1 | Total Record : 6