cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018" : 18 Documents clear
Efek Suplemen Kulit Kayu Manis dan Daun Pegagan terhadap Produktivitas Puyuh Petelur Strain Australia (Coturnix coturnix australica) Sunarno Sunarno
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.89-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa pengaruh suplemen dari kulit kayu manis dan daun pegagan terhadap bobot dan jumlah telur serta produktivitas puyuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3x ulangan. Delapan perlakuan tersebut, meliputi kontrol (pakan tanpa pemberian suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan), pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung daun pegagan 5% atau 10%, pakan yang diberi suplemen tepung kulit kayu manis dan pegagan (5%:5%, 5%:10% atau 10%:5%). Pemberian perlakuan di lakukan secara ad libitum setiap hari sebanyak 2 kali. Perlakuan pakan bersuplemen terhadap hewan uji diberikan selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung kulit kayu manis dan daun pegagan dalam pakan dapat meningkatkan bobot tubuh, bobot telur, namun menurunkan jumlah dan produktivitas telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, suplemen dari kulit kayu manis dengan konsentrasi 5% atau kombinasi suplemen dari kulit kayu manis-daun pegagan dengan rasio 5%:10% dapat meningkatkan produktivitas puyuh. Kata kunci: telur puyuh; kayu manis; pegagan; suplemen; kolesterol; antioksidan
Pengaruh Hormon dan Ukuran Eksplan terhadap Pertumbuhan Mata Tunas Tanaman Pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu) Secara In Vitro Fifit Yuniati; Sri Haryanti; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.20-28

Abstract

 Penggunaan eksplan mata tunas pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu)  diduga lebih efektif  membentuk tunas secara langsung ,sehingga dapat memotong satu tahapan kultur in vitro. Tujuan penelitian ini mengetahui kombinasi hormon dan ukuran eksplan yang terbaik untuk pertumbuhan mata tunas secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (4x2) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama hormon (P) yaitu P0: tanpa zat pengatur tumbuh, P1: IAA 0,5 mg/l + BA 4,5 mg/l, P2: IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l, P3: IAA 5,5 mg/l + BA 9,5 mg/l. Faktor kedua ukuran eksplan  yaitu B:  mata tunas besar (3 - 4 cm) dan K: mata tunas kecil (1 - 2 cm). Parameter yang diamati adalah bobot, diameter, warna, morfologi mata tunas dan browning. Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika ada beda pengaruh diuji lanjut Duncan’(DMRT) signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat interaksi perlakuan kombinasi hormon dan ukuran mata tunas terhadap diameter mata tunas, namun tidak terdapat interaksi terhadap bobot mata tunas. Perlakuan hormon dan ukuran mata tunas masing – masing berpengaruh nyata terhadap bobot mata tunas. Interaksi  hormon IAA 5,5 mg/l + BA  9,5 mg/l dan mata tunas besar menghasilkan  diameter mata tunas paling tinggi, sedangkan masing-masing perlakuan menghasilkan bobot mata tunas paling tinggi. Kombinasi hormon IAA 0,5 mg/l + BA  4,5 mg/l menghasilkan  diameter paling tinggi pada mata tunas kecil. Semua perlakuan kombinasi hormon dan mata tunas menyebabkan eksplan membengkak dan mengelupas kecuali pada kombinasi hormon IAA 3 mg/l + BA 7 mg/l eksplan hanya membengkak.  Warna eksplan menjadi hijau seiring dengan bertambahnya bobot. Kata kunci : mata tunas; Raja Bulu; IAA; BA
Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Antioksidan pada Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss.) Lutfiyatul Khusni; Rini Budi Hastuti; Erma Prihastanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.62-70

Abstract

Produksi hasil budidaya bayam merah masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Budidaya bayam merah ini bertujuan untuk memperoleh senyawa antioksidan  tinggi,yang dipengaruhi oleh faktor naungan. Naungan berkaitan dengan cahaya yang diterima oleh tanaman dan mempengaruhi proses fotosintesis serta pertumbuhan untuk menghasilkan aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan menganalisis pengaruh naungan terhadap aktivitas antioksidan yang terdapat pada bayam merah pada tingkat naungan yang berbeda. Rancangan penelitian ini menggunakan RAL satu faktor yaitu naungan. Analisis data menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 95% dan jika beda nyata dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tetapi cenderung menurunkan pertumbuhan bayam merah, namun perlakuan naungan menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan bayam merah. Pertumbuhan bayam merah optimal intensitas cahaya kisaran 1965 lux. Perlakuan naungan 70% merupakan naungan yang paling baik menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi dibanding perlakuan lain. Kata Kunci : naungan; pertumbuhan; aktivitas antioksidan; bayam merah
Tebal Dinding dan Diameter Lumen Arteria Koronaria Tikus Putih Setelah Pemberian Teh Kombucha Kadar 100% Waktu Fermentasi 6, 9 dan 12 Hari Sri Isdadiyanto
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.97-104

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian teh kombucha kadar 100% sebagai drinking water dengan variasi waktu fermentasi. Penelitian ini menggunakan Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan  sebanyak 16 ekor umur 2 bulan, dengan perlakuan Teh kombucha yang difermentasi selama 6, 9 dan 12 hari pada suhu 25oC per oral. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (selama 28 hari) dan 4 ulangan, yaitu : P0 = kontrol, tanpa tambahan teh kombucha, P1 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 6 hari, P2 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 9 hari, P3 = air minum + 1,8 ml teh kombucha pagi dan sore fermentasi 12 hari. Variabel yang diukur adalah kadar kolesterol, HDL dan LDL. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan Uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 10,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian teh kombucha tidak mempengaruhi tebal dinding dan diameter lumen arteria koronaria tikus putih (Rattus norvegicus). Kata kunci: Rattus norvegicus; teh kombucha kadar 100%; tebal dinding; diameter lumen; arteri koronaria
Kadar Protein, Indeks Putih Telur, dan Nilai Haugh Unit Telur Itik Setelah Perendaman Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Waktu Penyimpanan yang Berbeda pada Suhu 4ºC Lia Lestari; Siti Muflichatun Mardiati; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.39-45

Abstract

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki nilai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap kadar protein, Indeks Putih Telur (IPT), dan nilai Haugh Unit (HU) pada telur itik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 5 kali ulangan. Telur yang digunakan sebanyak 45 butir dengan perlakuan pencucian air dan perendaman ekstrak daun salam serta penyimpanan setelah 14 hari dan 28 hari pada suhu 4oC. Perlakuan terdiri atas P0: kontrol (telur umur satu hari dan tanpa penyimpanan), P114 dan P228: pencucian air, perendaman ekstrak daun salam, P314 dan P428: pencucian air, tanpa perendaman ekstrak daun salam, P514 dan P628: tanpa pencucian air, dengan perendaman ekstrak daun salam, P714 dan P828: tanpa pencucian air, tanpa perendaman ekstrak air daun salam. Variabel yang diamati yaitu kadar protein telur, IPT, serta nilai HU. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan uji Duncan dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi pada P314 (12,792%) serta terendah pada P428 (9,85%), kadar protein pada P714 lebih rendah dibandingkan perlakuan yang lain setelah penyimpanan 14 hari. Nilai IPT tertinggi pada P514 (0,079) dan terendah pada P828 (0,069). Nilai HU tertinggi pada P514 (75,116) dan terendah pada P828 (65,924). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak air daun salam tidak efektif digunakan untuk mengawetkan telur pada suhu penyimpanan 4oC. Kata kunci : Telur itik; Haugh unit (HU); Indeks Putih Telur (IPT); protein; daun salam
Bobot Badan Mencit (Mus musculus L.) setelah Pemberian Ekstrak Ethanol Daun Nimba (Azadirachta indica) Secara Oral Selama 21 Hari Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.133-139

Abstract

Penggunaan Nimba sebagai tanaman obat perlu dikaji dengan lebih teliti karena memiliki beberapa senyawa yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan ekstrak ethanol daun A. indica sebagai bahan obat herbal terhadap perubahan bobot badan  mencit jantan. Ekstraksi daun Nimba dilakukan  dengan teknik maserasi menggunakan ethanol 70%. Dua puluh empat mencit Swiss Webster jantan dewasa dengan usia 2.5 bulan digunakan sebagai hewan uji. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan empat perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (akuades), P1, P2, dan P3 berupa ekstrak ethanol daun Mimba dengan dosis 8, 11.2 dan 14 mg/kgBB/hari. Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Pengamatan bobot badan dilakukan pada awal perlakuan, dilanjutkan setiap tujuh hari. Konsumsi pakan diukur setiap tiga hari. Konsumsi minum diukur setiap hari.  Data dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata bobot badan hewan uji pada akhir perlakuan adalah 36.62±3.52 untuk P0, 33.02±1.69 untuk P1, 32.40±2.89 untuk P2 dan 32.93±1.79 untuk P3. Bobot badan hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P1, P2 dan P3. Konsumsi minum hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P2 dan P3 tetapi konsumsi pakan menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa paparan ekstrak ethanol daun Nimba menyebabkan penurunan bobot badan hewan uji. Kata kunci: nimba; bobot badan; mencit
Histopatologi Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan setelah Pemberian Teh Kombucha Konsentrasi 100% dengan Waktu Fermentasi yang Berbeda Agung Putra Nugraha; Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.71-78

Abstract

Hepar berfungsi sebagai biotransformasi, penyimpanan nutrisi dan detoksifikasi racun yang datang melalui makanan dan minuman. Minuman fermentasi dapat mempengaruhi kondisi jaringan hepar dan bobot badan karena hasil dari metabolit sekunder adalah alkohol dan beberapa asam organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh perlakuan teh kombucha fermentasi 6 (P1), 9 (P2) dan 12 (P3) hari fermentasi konsentrasi 100% terhadap jaringan hepar, diameter hepatosit, bobot badan, konsumsi pakan dan minum. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini terdiri dari P0 : perlakuan kontrol; P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah perlakuan teh kombucha fermentasi 6, 9 dan 12 hari konsentrasi 100%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah diameter hepatosit, bobot badan, konsumsi pakan dan minum pada hewan uji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan uji Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teh kombucha fermentasi 6, 9 dan 12 hari konsentrasi 100% tidak memiliki perbedaan nyata terhadap seluruh variabel. Histologi hepar terlihat normal dan tidak menunjukkan ciri-ciri kerusakan sel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa teh kombucha dapat dikonsumsi aman oleh mammalia karena tidak menimbulkan kerusakan hepar pada hewan model penelitian. Kata kunci : histopatolgi, hepar, teh kombucha, bobot badan, tikus wistar (Rattus norvegicus) 
Kandungan Antioksidan dan Kolesterol Dalam Daging Broiler (Galus gallus Domestica) Hasil Pemberian Suplemen dalam Pakan Dari Tepung Daun Pegagan dan Bayam Merah Muhammad Adnan Jafar Alfian; Sunarno Sunarno; Muhammad Fikri Zulfikar; Ahmad Rifai
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.41 KB) | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.126-132

Abstract

Daun pegagan dan bayam merah mengandung senyawa antioksidan (polifenol), kaya akan serat, vitamin dan mineral yang diharapkan dapat meningkatkan kandungan antioksidan dan menurunkan kandungaan kolesterol dalam daging broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa efek suplemen dari daun pegagan dan bayam merah terhadap kandungan antioksidan dan kolesterol daging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Enam perlakuan tersebut, meliputi P0 atau kontrol (broiler yang diberi pakan tanpa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah), P1 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun pegagan sebanyak 5%), P2 (broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung daun bayam merah sebanyak 5%), P3, P4, dan P5 berturut-turut adalah broiler yang diberi pakan dengan suplemen tepung kulit daun pegagan dan bayam merah dengan rasio (3,75%:1,25%, 2,5%:2,5% atau 1,25%:3,75%). Pemberian perlakuan di lakukan secara ad libitum setiap hari sebanyak 2 kali Perlakuan diberikan selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen tepung daun pegagan dan daun bayam merah dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap bobot tubuh, kadar antioksidan dan kolesterol dalam daging broiler (P<0,05). Suplemen tepung daun pegagan dan bayam merah dengan rasio konsentrasi 2,5%:2,5% memberi pengaruh terbaik terhadap tiga parameter yang diamati sehingga hasil penelitian ini dapat diaplikasikan untuk mendukung kegiatan budidaya agar broiler dapat menghasilkan daging yang menyehatkan. Kata kunci: broiler; daun pegagan; daun bayam merah; suplemen; kolesterol; antioksidan

Page 2 of 2 | Total Record : 18