cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018" : 5 Documents clear
Kajian Geoteknik untuk Perencanaan Pembangunan Pemukiman Baru pada Kawasan Handil Berkat Makmur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Fauziah Ali; Najib Najib; Rinal Khaidar Ali
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2655.08 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.50-58

Abstract

Pengembangan dan pembangunan di Kawasan Handil Berkat Makmur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah semakin pesat, terutama seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Salah satu langkah yang perlu diambil untuk mengurangi nilai risiko dalam mengembangkan lahan adalah dengan melakukan kajian geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, sifat fisik, dan sifat mekanika tanah, menentukan pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah, dan memberikan rekomendasi rekayasa teknik untuk menambah daya dukung tanah pada lokasi penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi pengambilan sampel, disturbed dan undisturbed, menggunakan bor tangan, pemetaan geoteknik, dan uji sondir. Sampel bor disiapkan untuk uji sifat fisik tanah.Jenis tanah pada lokasi penelitian adalah endapan gambut, lempung, dan lanau berlempung, yang bersifat jenuh, expansive, konsistensi sangat lunak – keras, dan kondisi air tidak dapat mengalir keluar rongga pori. Nilai qu berdasarkan data sondir pada kedalaman 1 – 6 m, sebesar 56,80 – 66,32 ton/m2, dan qa sebesar 18,93 – 22,11 ton/m2, sedangkan nilai qu berdasarkan data laboratorium sebesar 0,65 – 2,48 ton/m2, dan qa sebesar 0,22 – 0,83 ton/m2. Rekomendasi rekayasa teknik untuk menambah daya dukung tanah, dapat menggunakan pondasi cerucuk untuk pondasi rumah, dan penggunaan geotekstil serta penambahan tanah urugan pada jalan yang berada di lingkungan pemukiman.
Geologi dan Mineralisasi Logam Daerah Sangon, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Dyatmico Pambudi; Tri Winarno; Yoga Aribowo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4561.714 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.74-80

Abstract

Daerah Sangon, Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta tersusun dari Formasi Andesit Tua. Vulkanisme tersier pegunungan Kulon Progo telah mengendapkan mineral logam, salah satunya di daerah Sangon. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tipe alterasi, tipe mineralisasi, serta hubungan pola sebaran urat kuarsa dengan tipe alterasi dan tipe mineralisasi.Penelitian dilakukan pada kavling seluas 2 x 2 km2 dengan melakukan pemetaan geologi dan analisis laboratorium. Observasi lapangan mencakup pengambilan data struktur dan batuan. Analisis laboratorium yang dilakukan antara lain analisis petrografi, mineragrafi, dan XRD untuk mengetahui mineral primer, sekunder, dan logam.Hasil analisis menunjukkan bahwa stratigrafi daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Andesit Tua berupa batuan lava andesit dan andesit porfir. Struktur geologi yang berkembang berupa sesar geser cabang yang mempengaruhi mineralisasi logam. Kavling bagian utara mempunyai dimensi urat relatif kecil, tipe alterasi advance argilik dan inner propilitik, mineral logam emas, pirit, kalkopirit, arsenopirit, sfalerit dengan suhu yang rendah 50oC - 120oC. Kavling bagian tengah mempunyai dimensi urat relatif besar, tipe alterasi propilitik, mineral logam pirit, kalkopirit dengan suhu yang rendah 200oC - 340oC. Kavling bagian selatan mempunyai dimensi urat relatif kecil, tipe alterasi filik, mineral logam pirit, kalkopirit dengan suhu yang rendah 280oC - 400oC. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Daerah Sangon adalah lokasi endapan epitermal sulfida rendah.
Perbandingan Klasifikasi Massa Batuan Kuantitatif (Q, RMR dan RMi) Siswanto Siswanto; Dyah Anggraini
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.89 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.67-73

Abstract

RQD merupakan sistem klasifikasi masa batuan tertua dan masih digunakan hingga saat ini. Dari sistem ini setidaknya melahirkan tiga sistem klasifikasi masa batuan yang disempurnakan dan lebih detail. Ketiga sistem klasifikasi itu adalah Q, RMR dan RMi. Oleh karena input dasar ketiga sistem ini hampir sama maka kita bisa menggabungkan kedalam satu set perhitungan untuk mendapatkan hasilnya. Keunggulannya adalah dalam satu perhitungan kita bisa mendapatkan hasil yang berbeda dan dengan mudah membandingkannya untuk dilakukan analisa lebih lanjut. Hasil ketiga sistem ini dapat digunakan untuk menghasilkan keputusan yang lebih akurat, asalkan input data berada dalam batasan sistem yang dimaksud. Tidak ada satu metode yang paling superior dibanding metode lainnya, sehingga praktisi harus memilih metode yang tepat disesuikan dengan kondisi lapangan yang terjadi.
Petrogenesis Batuan Beku dan Karakteristik Kekar Tiang di Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Mohammad Bagus Pranata; Jenian Marin; Yoga Aribowo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4437.488 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.41-49

Abstract

Kekar tiang di Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo, yang dikenal sebagai Situs Pajangan, termasuk dalam Formasi Kebobutak di Pegunungan Kulon Progo. Studi kekar tiang di Situs Pajangan yang baru tersingkap pada tahun 2016 masih memerlukan penelitian lanjut yang bertujuan untuk mengetahui petrogenesis hasil magmatisme serta karakteristik kekar tiang Bukit Pajangan.Penelitian ini mencakup survey observasi lapangan, analisis petrografi, dan analisis karakteristik kekar tiang. Observasi lapangan meliputi pemetaan geologi Situs Pajangan dan sekitarnya, pengambilan orientasi kekar tiang, kemiringan kekar tiang, dan pengambilan sampel batuan. Analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui tekstur dan persentase mineral. Analisis karakteristik kekar tiang dapat mengetahui geometri kekar tiang, orientasi kekar tiang, dan arah pendinginan magma saat membentuk Bukit Pajangan.Litologi penyusun daerah penelitian dari tua ke muda yaitu, intrusi basalt, lava andesit, breksi andesit, dan endapan aluvial. Seluruh sampel batuan di Bukit Pajangan ditentukan sebagai Andesit Basaltik. Orientasi kekar di daerah penelitian membentuk derajat kemiringan sebesar 0o-45o, diasumsikan sebagai kemiringan magma saat mengintrusi. Magmatisme pada saat pembentukan andesit basaltik secara umum dikontrol oleh fraksinasi kristal dan pencampuran magma, sedangkan komposisi mineralnya mengindikasikan hasil aktivitas Gunung Gajah yang memiliki tipe magma menengah-basa. Karakteristik kekar tiang pada Situs Pajangan adalah tipe subdivisi kekar tiang lower colonnade dan hasil aktivitas intrusi dangkal.
Karakteristik Interaksi Fluida-Batuan dan Pendugaan Suhu Reservoir pada Sistem Panasbumi Kamojang Garut Berdasarkan Data Kimia Gas Sumur Produksi Yoga Aribowo; Marcelina Ramadhani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.246 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.59-66

Abstract

Lapangan Panasbumi Kamojang merupakan salah satu lapangan tertua yang berproduksi di Indonesia, dengan karakter dominasi uap. Salah satu cara memahami tatanan sistem panasbumi adalah dengan menganalisis kimia fluida, baik air maupun gas. Analisis geokimia gas pada lapangan Kamojang ini dilakukan pada gas yang berasal dari 10 sumur produksi, dengan metoda kromatografi gas untuk gas non reaktif dan metoda titrasi untuk gas reaktif. Hasil analisis diplot pada beberapa diagram segitiga untuk analisis asal air. Perhitungan suhu reservoir dilakukan dengan geotermometer berdasar formula dari beberapa penulis sebelumnya. Berdasar terneri N2-He-Ar, fluida pada sumur B, E, A, G diperkirakan berasal dari gas magmatik, sedangkan sumur I, H, D, C dari air meteorik, dan berdasar terneri N2-CO2-Ar, input gas diperkirakan berasal dari gas magmatik. Berdasar perhitungan geotermometer, suhu reservoir berkisar antara 230-279,7oC.

Page 1 of 1 | Total Record : 5