cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2019)" : 22 Documents clear
Evaluasi Penetapan Batas Sempadan Ngarai Sianok Terhadap Bahaya Mikrozonasi Gerakan Tanah Bagi Permukiman Di Kota Bukittinggi Fikri Akbar Dinata; Yurni Suasti; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.273 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.288

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penataan kawasan pemukiman di kawasan ngarai sianok, mengetahui perubahan batas sempadan ngarai sianok terhadap penataan pemukimanserta penetapan kebijakan batas sempadan ngarai sianok terhadap bahaya mikrozonasi gerakan tanah bagi pemukiman di Kota Bukittinggi. Khususnya di Kelurahan Birugo, Belakang Balok, Kayu Kubu dan Bukik Cangang Kayu Ramang. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data adalah data sekunder yang di dapatkan dari instansi terkait di Kota Bukittinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah overlay (Tumpang susun). Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pertambahan permukiman berdasarkan citra tahun 2010 hingga 2015. Perubahan batas sempadan ngarai sianok ini mengakibatkan adanya permukiman yang harus di relokasi. Pemerintah Kota Bukittinggi telah membuat beberapa kebijakan terkait penetapan batas sempadan ngarai sianok dengan bahaya mikrozonasi gerakan tanah.
Kategori Pertanyaan Berpikir Spasial Di Dalam Buku Teks Geografi Sma Kelas Xii Terbitan Erlangga Tivani Monic Sandria; . ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.444 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.294

Abstract

Abstrak Artikel ini dibuat untuk (1) menganalisis kategori pertanyaan berpikir spasial yang terdapat di dalam buku teks geografi terbitan Erlangga dan Wangsa Jatra Lestari, dan (2) tanggapan guru mengenai kemampuan berpikir spasial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis konten. Sumber data penelitian adalah buku teks Wangsa Jatra Lestari kelas X, Erlangga kelas X, XI, dan XII. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan metode kuesioner. Analisis data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 1368 pertanyaan; 716 merupakan kategori Nonspasial dengan persentase 52,34%, 233 pertanyaan kategori Spasial Primitif dengan persentase 17,03%, 335 pertanyaan Spasial Sederhana dengan persentase 24,49%, dan 84 pertanyaan Kompleks spasial dengan persentase 6,14%. Selain itu, juga ditemukan bahwa guru geografi tidak memahami kemampuan berpikir spasial, karena hanya berpatokan pada Taksonomi Bloom sebagai dasar pembelajaran. 80% guru geografi mengetahui taksonomi berpikir selain Taksonomi Bloom, 20% lainnya tidak. Seluruh guru berasumsi bahwa High Order Thinking Skills (HOTS) sama dengan kemampuan berpikir spasial menurut Jo-Bednarz. 60% guru menyatakan bahwa pertanyaan di dalam buku teks geografi sudah cukup sesuai dengan kurikulum. 40% lainnya menyatakan tidak, karena pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam buku geografi hanya dipenuhi oleh soal-soal C1. Sedangkan standar untuk SMA adalah C1-C4.
Pola Penggunaan Remitan di Nagari Lagan Mudik Punggasan Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Novira Esa Framujiastri; Rery Novio
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.755 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik migran, pola penggunaan remitan dan dampak remitan terhadap sosial ekonomi rumah tangga di Nagari Lagan Mudik Punggasan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian merupakan seluruh keluarga migran. Sampel diperoleh sebanyak 57 responden menggunakan pendekatan Isac Michel. Teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik migran Nagari Lagan Mudik Punggasan didominasi oleh usia 25-29 tahun, dengan pendidikan rata-rata tingkat SMA. Daerah tujuan lebih banyak berada diluar Provinsi Sumatera Barat dengan persebaran tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Sebagian besar migran bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan dari segi pendapatan paling banyak tergolong berpendapatan sedang (Rp. 1.500.000 s/d Rp. 2.500.000 perbulan). (2) Pola penggunaan remitan di Nagari Lagan Mudik Punggasan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif dengan persentase 59,42%. Bentuk penggunaan paling banyak yaitu untuk membayar tagihan listrik dan air, bahan sembako, serta membeli peralatan elektronik. (3) Remitan berdampak terhadap sosial ekonomi rumah tangga keluarga migran dalam hal kemudahan membayar biaya pendidikan, bertambahnya peralatan elektronik keluarga migran, serta sumbangan yang diberikan untuk pembangunan desa dan sarana publik lainnya. Kata Kunci: Remitan, Pola Penggunaan Remitan, Dampak Remitan
Karakteristik Wisatawan Di Kawasan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci (Studi Kasus Pendaki Gunung Kerinci Kecamatan Kayu Aro) R. Flourenta alzikri; Rahmanelli .; afdhal .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.316 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wisatawan dikawasan Gunung Kerinci Kecamatan Kayu Aro berdasarkan karakteristik perjalanan, sosio-demografi, psikografi dan geografis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah semua wiasatawan Gunung Kerinci. Teknik pengambilan sampel menggunankan sampling insidental sebanyak 98 orang.Teknik pengumpulan data digunakan wawancara/angket, pengamatan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Karakteristik perjalanan, secara umum wisatawan melakukan kunjungan selama 2 hari pada akhir minggu bertujuan untuk rekreasi, kesenangan dan wisatawan membutuhkan akomodasi seperti homestay. 2. Karakteristik sosio-demografis, rata-rata umur wisatawan antara 24-26 tahun yang berjenis kelamin laki-laki 80 orang (82%) dengan status belum menikah 79 orang (81%). Wisatawan tersebut memiliki tingkat pendidikan tamatan SLTA 69 orang (70%) dengan pekerjaan pelajar/mahasiswa 59 orang (60,2%). 3. Karakteristik psikografis, untuk mencapai lokasi menggunakan angkutan umum dan sepeda motor. Mereka memperoleh informasi dari teman, menjadikan panorama pemandangan yang indah sebagai alasan mereka untuk berkunjung. Setelah berkunjung, wisatawan merasa puas dan ini pertama kalinya ke Gunung Kerinci.4. Karakteristik geografis, pada umumnya mereka berasal dan tinggal di daerah Provinsi Jambi Kabupaten Kerinci itu sendiri.
Dampak Banjir Terhadap Pendapatan Petani Padi di Pinggir Danau Singkarak Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok Meri Andani; Yurni Suasti; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.679 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.271

Abstract

DAMPAK BANJIR TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI PINGGIR DANAU SINGKARAK NAGARI PANINGGAHAN KECAMATAN JUNJUNG SIRIH KABUPATEN SOLOK Meri Andani[1], Yurni Suasti[2], Ahyuni2 Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email meriandani0497@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak banjir terhadap pendapatan petani padi di Pinggir Danau Singkarak Nagari Paninggahan. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang lahan pertanian padinya terkena banjir yaitu 160 KK dengan jumlah sampel 40 KK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak banjir terhadap pendapatan petani padi sangat besar. Petani padi pada saat tidak terkena dampak banjir memperoleh pendapatan akan tetapi pada saat terkena dampak banjir sebagian besar mengalami kerugian. Petani padi yang memiliki luas lahan kurang dari 0,25 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 138,20%, luas lahan antara 0,26 - 0,50 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 130,90%, luas lahan antara 051 - 0,99 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 109,63% dan luas lahan lebih dari 1 ha mengalami penurunan pendapatan sebesar 99,12%. Kata kunci : Luas Lahan, Biaya Produksi, Hasil Pertanian, Pendapatan. Abstract This study aims to determine the impact of flooding on the income of rice farmers on the shores of Lake Singkarak Nagari Paninggahan. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The population in this study were all rice farmers whose agricultural land affected by flooding was 160 households with a total sample of 40 families. The results of this study indicate that the impact of the flood on the income of rice farmers is very large. Rice farmers when they are not affected by the flood receive income but when affected by the flood most experience losses. Rice farmers who have a land area of less than 0.25 ha have decreased income by 138.20%, the land area between 0.26 - 0.50 ha has decreased income by 130.90%, the land area between 051 - 0.99 ha experienced a decrease in income of 109.63% and a land area of more than 1 ha experienced a decrease in income of 99.12%. Keywords: Land Area, Production Costs, Agricultural Products, Income [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi [2] Dosen Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dengan Pembimbing I Dra. Yurni Suasti, M.Si dan Pembimbing II Ahyuni, ST M.Si
Kondisi Sanitasi Lingkungan Sekolah (Studi Kasus Sd Negeri Di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Rika Anggraini; Iswandi U; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.439 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.283

Abstract

KONDISI SANITASI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Kasus SD Negeri di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman) Rika Anggraini1, Iswandi U2, Endah Purwaningsih3 Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang E-mail : anggrainirika337@gmail.com ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui bagaimana sarana jamban/toilet di SD Negeri Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. (2) Mengetahui bagaimana sarana pembuangan air limbah di SD Negeri di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh SD Negeri di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil obsevasi, wawanvara, penyebaran angket dan dokumentasi penelitian. Teknik analisi data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) sanitasi jamban yang terpisah dari ruang kelas, ruang guru, perpustakaan dan UKS memiliki nilai 100%. Jumlah jamban yang tidak mencukupi yaitu 56,5%, sabun cuci tangan 30%, kondisi jamban 71% tidak selalu dalam keadaan bersih, kondisi bak penampungan air 91%, bak dikosongkan pada saat libur panjang 56,5%. (2) sarana pembuanga air limbah yang tidak terpisah dari penuntas air hujan 65%, limbah dibuang tidaak melalui septic tank 13% akan tetapi di alirkan ke sungai dan ke empang. Kata Kunci : Lingkungan, Sanitasi, Sekolah ABSTRACT The of aims research are (1) to know how the toilet’s facility in public elementary school in district of Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman regency. (2) to know how the condition of the waste disposal facility in public elementary school in district of Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman regency. The method used in this research is descriptive method. The population of this research is all of the public elementary school in district of Nan Sabaris Kabupaten Padang pariaman regency. The method of data’s collecting is got from the result of observation, interview, quoestionnaire distribution, and the documentation of research. The technique for analyzing data is total sampling technique. The result of the research shows that (1) separated toilet sanitation from class, teacher’s room, libarary, and school medical room, has score of 100%. The amount of insufficient toilets is 56,5%, hand soap is 30%, toilet’s condition which is not always good is 71%, condition of water reservoir is 91%, and clearing the bath tub in periode of holiday is 56,5%. (2) water disposal facility which is not separated from rainwater removal is 65%, the disposed waste doesn’t go through the septic tank is 13% but it goes through river and canals. Keyword :Environment, Sanitation, School
Karakteristik Petani Kelapa Sawit di Nagari Air Hitam Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan Yuliawati Yuliawai; rahmanelli .; khairani .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.731 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.329

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani kelapa sawit di Nagari Air Hitam Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rata-rata luas lahan petani kelapa sawit adalah 0,5-2 hektar. Rata-rata lama usaha petani kelapa sawit antara 5-10 tahun. Intensitas penyuluhan sangat rendah. Petani tidak melakukan pemupukan secara rutin. Rata-rata petani menggunakan pestisida dua liter per hektar, jenis pestisida yang digunakan adalah gramason, rata-rata petani menggunakan pestisida dua kali dalam setahun. Kondisi tanah mendukung untuk usaha tani kelapa saawit. Kendala yang dialami ketika hujan jalan licin, dan banjir. Kata Kunci : Karakteristik Petani Kelapa Sawit Abstract This study is aimed at knowing of the characeristics of the palm farmer in Nagari Air Hitam, Silaut Sub-district, Pesisir Selatan District. This kind of research is quantitative research. The average of the farmland area is 0,5-2 hectare. The intensity of the counseling is low. Famers do not cultivate a regularly. The average farmer uses pesticide 2 liters/acre, the type of pesticide used is a gramason, the average farmer used pesticida twice a year. The state of the land supported for the farmer palm oil. Obstacles that are experienced when road rains are slippery, and floods. Keyword: Characteristics a farmer Palm Oil
Aspirasi Orang Tua tentang Pendidikan Anak Beben Saputra; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.819 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspirasi orang tua tentang pendidikan anak.Penelitian ini tergolong deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menemukan bahwa bahwa: Latar belakang pendidikan orang tua anak usia sekolah cukup bervariasi mulai dari (SD – PT), yang terbanyak (42,31%) adalah tamat SD, kemudian tamat SMP 30,77%. Sedangkan latar belakang pekerjaannya yang terbanyak (34,61%) yaitu petani, kemudian pedagang 30,77%. Aspirasi orang tua ditinjau dari latar belakang pendidikan dan pekerjaannya memiliki aspirasi positif terhadap pendidikan anaknya. Orang tua menilai bahwa pendidikan itu penting terutama untuk masa depan anak, salah cara untuk meraih kesuksesan , dan dapat merubah pola pikir anak. Harapan orang tua adalah anak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang baik, bisa membantu orang tua dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Faktor-Faktor Penyebab Pedagang Bertahan Di Pasar Lama Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Widya Rahmawati; Surtani .; fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.082 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.324

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung serta sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru yang telah dibangun. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor-faktor penyebab pedagang bertahan di pasar lama Kecamatan Lubuk Alung adalah 1) Faktor langsung yang mepengaruhi adalah (a) Lokasi pasar yang dekat dengan rumah pedagang dan pembeli dengan jarak tempuh rata-rata kurang dari 3 Km. (b) Transportasi yang dapat digunakan untuk sampai ke pasar lama kendaraan umum dan pribadi. (c) Harga sewa kios yang terjangkau Rp 500.000 – Rp 1.500.000 pertahun (d) Rata-rata pendapatan pedagang berkisar Rp 500.000 – Rp 1.000.000 perhari dengan keuntungan Rp 250.000 – Rp 500.000 perhari. Sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi yaitu (a) Kebijakan, tidak ada ketegasan pengelola pasar secara resmi untuk memindahkan pedagang dari pasar lama kepasar baru. (b) Hubungan sosial kemasyarakatan pedagang dengan lingkungan sudah terjalin dengan baik, dibuktikan dengan adanya ikatan antar pedagang yaitu IKAPILA (Ikatan Pedagang Pasar Lubuk Alung. 2) Sikap pedagang dan pembeli terhadap pasar baru umumnya tidak setuju, karena status penempatan pedagang di pasar baru belum jelas, pedagang sudah merasa nyaman di pasar lama rata-rata mereka berdagang sudah bertahun-tahun, biaya sewa yang mahal, alasan lainnya jarak dari terminal angkot ke pasar baru cukup jauh kurang lebih 200 meter. Hanya sebagian kecil responden dari pasar lama yang menyatakan setuju, karena dipandang pasar baru kebih teratur, jalannya lebih besar dan sudah diaspal. Kata Kunci : Sikap pedagang, pasar lama. Abstarct This study aims to find out about the factors that cause traders to survive in the old market Lubuk Alung District and the attitude of traders and buyers to new markets that have been built. This type of research is qualitative research. The results of the study found that the factors that caused traders to survive in the old market of Lubuk Alung Subdistrict were 1) Direct influencing factors were (a) Market location close to the homes of traders and buyers with an average distance of less than 3 Km. (b) Transportation that can be used to get to the old market of public and private vehicles. (c) Affordable kiosk rental prices of IDR 500,000 - IDR 1,500,000 per year (d) The average income of traders ranges from IDR 500,000 - IDR 1,000,000 per day with a profit of IDR 250,000 - IDR 500,000 per day. Whereas indirect factors that influence are (a) Policies, there is no official firmness of market managers to move traders from old markets to new markets. (b) Community social relations with traders and the environment have been well established, as evidenced by the bond between traders, namely IKAPILA (Lubuk Alung Market Trader Association. 2) The attitude of traders and buyers to new markets generally does not agree, because the placement status of traders in new markets has not clearly, traders already feel comfortable in the old market, on average they trade for years, expensive rental costs, other reasons the distance from the angkot terminal to the new market is quite far about 200 meters. Only a small number of respondents from the old market stated that they agreed, because it was seen by the new market to be more orderly, the road was bigger and already paved. Keywords: Attitudes of traders, old markets.
Persepsi Pasangan Usia Subur (Pus) Tentang Keluarga Berencana (Kb) Di Wilayah Pesisir Pantai Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Maisyaqinah Qinah; Yurni Suasti; Rery Novio
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.74 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.272

Abstract

PERSEPSI PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG KELUARGA BERENCANA (KB) DI WILAYAH PESISIR PANTAI KECAMATAN PARIAMAN UTARA KOTA PARIAMAN Maisyaqinah[1], Yurni Suasti[2], Rery Novio2 Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email maisyaqinah@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi Pasangan Usia Subur (PUS) tentang Keluarga Berencana (KB) berdasarkan tingkat pendidikan, umur, pekerjaan dan penghasilan keluarga di wilayah pesisir pantai Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh PUS yang berada di wilayah pesisir pantai Kecamatan Pariaman Utara. Sampel diambil dari Desa Naras I dan Desa Padang Birik-Birik dengan jumlah 71 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi PUS tentang KB berbeda secara signifikan berdasarkan tingkat pendidikannya. PUS dengan tingkat pendidikan tinggi mempunyai persepsi positif yang tinggi sedangkan PUS dengan tingkat pendidikan rendah memiliki persepsi positif yang juga rendah. Berbeda halnya dengan tingkat pendidikan, persepsi PUS tidak berbeda jika dilihat berdasarkan umur, pekerjaan dan penghasilan rumah tangga. Kata kunci : Persepsi Pasangan Usia Subur (PUS) dan Keluarga Berencana (KB) Abstract This study aims to describe the perception of fertile age couples (PUS) regarding family planning (KB) based on education level, age, occupation and family income in the coastal areas of North Pariaman Subdistrict, Kota Pariaman. This type of research is descriptive with a quantitative approach. The population in this study were all PUS in the coastal areas of North Pariaman Subdistrict. Samples were taken from Naras I Village and Padang Birik-Birik Village with a total of 71 respondents. The results of the study found that perceptions of PUS about family planning differed significantly based on their level of education. PUS with a higher education level has a high positive perception while PUS with a low level of education has a low positive perception. Unlike the case with the level of education, the perception of PUS is no different when viewed based on age, occupation and household income. Keywords: Perception of fertile couples (PUS) and family planning (KB) [1] Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk Wisuda Desember 2018 [2] Dosen Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dengan Pembimbing I Dra. Yurni Suasti, M.Si dan Pembimbing II Rery Novio, S.Pd., M.Pd

Page 1 of 3 | Total Record : 22