cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 5 (2021): MKMI" : 10 Documents clear
Determinan Kinerja Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru oleh Petugas di Puskesmas Kota Semarang Nirwesti, Wahyu; Sriatmi, Ayun; Kusumawati, Aditya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.349-354

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit paru menular yang menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh banyak negara di dunia, terutama negara berkembang. Kota Semarang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penderita TB terbanyak dengan tingkat keberhasilan pengobatan TB yang rendah. Apalagi angka drop out penderita TB dan kasus TB MDR meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan adanya kegagalan dalam penanganan pasien TB di kota Semarang dan kinerja petugas kesehatan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber daya manusia, sarana prasarana, budaya organisasi, kepemimpinan, kompensasi, desain pekerjaan, dan motivasi dengan kinerja petugas kesehatan dalam menangani pasien TB di Puskesmas Kota Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 74 sampel pekerja yang merawat pasien TB. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tertutup. Univariat dan bivariat digunakan dalam menganalisis data.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas dalam menangani pasien TB baik dengan persentase 56,8. Dari uji bivariat, variabel yang berhubungan dengan kinerja dalam merawat pasien TB adalah kepemimpinan (p 0,000), kompensasi (p 0,018), desain pekerjaan (p 0,000), dan motivasi (p 0,000).Simpulan: Disarankan kepada Puskesmas untuk membuat SOP dalam bentuk flow chart dan mensosialisasikannya kepada petugas kesehatan yang menangani TB. Kepada Kepala Puskesmas dan para Wakil Pembina Dinas Kesehatan Kota agar melakukan pengawasan terhadap pengobatan pasien TB fase intensif secara masif.Kata kunci: Tuberkulosis; Kinerja; Kepemimpinan; Kompensasi; Motivasi ABSTRACT Title: Performance Determinants of Pulmonary Tuberculosis Management by Officers at the Semarang City Health CenterBackground: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious lung disease which becomes one of the health issues faced by many countries in the world, mostly by developing countries. Semarang City is one the regions in the Province of Central Java which has the highest number of TB patient with lower success rate in treating TB patient. Moreover, the drop out rate of TB patient and TB MDR cases increase every year. It shows that there is a failure in treating TB patient in Semarang city and the health worker’s performance is low. The aim of this research is to find out the relationship of human resources, infrastructure, organizational culture, leadership, compensation, job design, and motivation with the health worker’s performance in treating TB patient in the public health centers in Semarang City. Method: This research is a quantitative research using cross sectional approach to 74 sample of the workers treating TB patients. The data are collected using closed-questionnaire. Univariat and bivariat are used in analyzing the data. Result: The research shows that the worker’s performance in treating TB patients is good with percentage of 56,8. From the bivariat test, the variabels related with performance in treating TB patient are leadership (p 0,000), compentation (p 0,018), job design (p 0,000), and motivation (p 0,000).Conclusion: It is suggested for the public health centers to make SOP in flow chart form and socialize it to the TB treating health workers. For the chief of the Public Health Centers and the vice supervisors of the City Health Departement to supervise the intensive phase treating of TB patients massively.Keywords: Tuberculosis; Performance; Leadership; Compensation; Motivation.
Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Manyaran Kota Semarang Amallia, Ardhia; Kusumawati, Aditya; Prabamurti, Priyadi Nugraha
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.317-326

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan di Indonesia dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Provinsi Jawa Tengah berada pada peringkat ketiga dengan kasus tertinggi tuberkulosis di Indonesia. Pada tahun 2019 tercatat jumlah kasus tuberkulosis di Kota Semarang sebanyak 4307 kasus. Puskesmas Manyaran mengalami peningkatan kasus dalam tiga tahun terakhir, pada tahun 2017 (23 kasus), 2018 (28 kasus), dan 2019 (49 kasus). Puskesmas telah melakukan berbagai program untuk pencegahan tuberkulosis, namun kasus masih terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pencegahan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Manyaran.Metode: Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah masyarakat usia produktif yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Manyaran berjumlah 28.895 orang dengan sampel sebanyak 96 responden. Pengumpulan data melalui angket menggunakan google form dilakukan pada bulan Oktober-November 2020. Penelitian ini sudah lolos kaji etik dengan nomor 303/EA/KEPK-FKM/2020.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pada variabel usia (p-value=0,000), pengetahuan (pvalue=0,004), sikap (p-value=0,003), aksesibilitas informasi kesehatan (p-value=0,002), kondisi fisik rumah (pvalue=0,003), ketersediaan sumber daya (p-value=0,002), dukungan keluarga (p-value=0,000), dukungan petugas kesehatan (p-value=0,000), dan dukungan teman (p-value=0,015) dengan perilaku pencegahan tuberkulosis. Sedangkan, variabel yang tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (p-value=0,721), pendidikan terakhir (pvalue=1,000), pekerjaan (p-value=0,065), dan pendapatan (p-value=0,210). Uji regresi logistik menunjukkan dukungan petugas kesehatan memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis (pvalue=0,049) (OR=13,472).Simpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan pada variabel usia, pengetahuan, sikap, aksesbilitas informasi, kondisi fisik rumah, ketersediaan sumber daya, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan teman dengan perilaku pencegahan tuberkulosis. Dukungan petugas kesehatan merupakan variabel yang paling berpengaruh, yang berarti masyarakat yang memperoleh dukungan petugas kesehatan memiliki peluang 13,472 kali lebih besar untuk melakukan pencegahan tuberkulosis dengan baik dibanding yang tidak memperoleh.Kata kunci: Tuberkulosis; Perilaku Pencegahan Tuberkulosis; MasyarakatABSTRACTTitle: Community Behavior in the Prevention of Tuberculosis in the Area Puskesmas Manyaran, SemarangBackground: Tuberculosis is a health problem in Indonesia with increasing cases. Central Java became the three highest rates of tuberculosis cases in Indonesia. In 2019 there 4307 tuberculosis cases in Semarang City in 2019. Puskesmas Manyaran has experienced an increase in cases in the last three years, in 2017 (23 cases), 2018 (28 cases), 2019 (49 cases). Puskesmas have carried out various programs for the prevention of tuberculosis, but they have not shown good results. This study aim to determine the behavior of the community in preventing tuberculosis in the area of Puskesmas Manyaran.Method: The method used was observational with a cross sectional approach. The population of this research is people of productive age who live in the area of the Puskesmas Manyaran totaling 28,895 people with sample of 96 respondents. Data collection through questionnaires using google form was carried out in October-November 2020. This research has passed the ethical review number 303 / EA / KEPK-FKM / 2020.Result: The results showed a relationship between age (p-value=0.000), knowledge (p-value=0.004), attitude (p-value=0.003), accessibility of health information (p-value=0.002), physical condition of the house (p-value=0.003), availability of sources power (p-value=0.002), family support (p-value=0.000), support from health workers ( p=0.000), and support from friends (p=0.015). Meanwhile, the unrelated variables were gender (p-value=0.721), latest education (p-value=1,000), occupation (p-value=0.065), and income (p-value=0.210) with tuberculosis prevention behavior. The logistic regression test showed support from health care workers had the greatest influence on tuberculosis prevention behavior (p-value=0.049) (OR=13.472).Conclusion: The study shows a relationship between the variables of age, knowledge, attitudes, accessibility of information, physical condition of the house, availability of resources, family support, support from health workers, and support from friends. Support from health workers is the most influential variable, meaning that people who get support from health workers have a 13,472 times greater chance of taking good prevention than those who did not.Keywords: Tuberculosis; Tuberculosis Prevention Behavior; Community
Strategi Coping Stress Melalui Media Sosial pada Remaja di Kota Semarang Husodo, Besar Tirto; Amelia, Fransiska Devia Tiara; Handayani, Novia
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.327-333

Abstract

Latar belakang: Media sosial menawarkan keadaan memahami dan dipahami bagi pengguna, serta koneksi instan dengan ruang publik yang interaktif dan nyaman. Media sosial sebagai strategi coping dapat membantu individu mendapatkan akses ke sumber informasi dan terhubung serta mendapat dukungan dari orang lain saat menghadapi keadaan yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana remaja memanfaatkan media sosial sebagai strategi coping stress.Metode: Metode pada penelitian menggunakan pendekatan cross sectional melalui observasional kuantitatif.  Populasi penelitian ini remaja yang berdomisili di Kota Semarang berjumlah 299.768 remaja dengan sampel sebanyak 384 responden menggunakan teknik proportional purposive sampling. Pengumpulan data melalui angket online.Hasil: Responden berjenis kelamin perempuan (72,9%), dan laki-laki (27,1%). Responden yang melakukan praktik pemanfaatan media sosial sebagai strategi coping stress baik sebanyak 57,8% dan pemanfaatan yang buruk sebanyak 42,2%.  Praktik pemanfaatan media sosial sebagai strategi coping stress berhubungan dengan tingkat stres responden (p-value=0,003). Selain itu praktik pemanfaatan media sosial sebagai strategi coping stress berhubungan dengan penggunaan media sosial  (p-value=0,019).Simpulan: Responden memanfaatkan media sosial sebagai strategi coping stress untuk melampiaskan stres yang meraka miliki dengan akivitas media sosial yang dilakukan berupa menonton video. Sehingga dibutuhkan peran instansti kesehatan dalam membuat promosi kesehatan yang menarik mengenai coping stress melalui media sosial agar pengguna media sosial dapat menggunakannya dengan bijak dan efisien.Kata kunci: Koping Stres; Media Sosial; Remaja  ABSTRACTTitle: Copimg Stress Strategy Using Social Media in Adolescents in Semarang CityBackground: Social media offers users a state of understanding and being understood, as well as instant connection with interactive and convenient public spaces. Social media as a coping strategy can help individuals gain access to sources of information and connect and get support from others when dealing with stressful situations. This study aims to determine how adolescents use social media as a strategy coping stress.Method: The research method uses aapproach cross sectional through quantitative observation. The population of this research is adolescents who live in the city of Semarang totaling 299,768 teenagers with a sample of 384 respondents using proportional purposive sampling technique. Data collection through questionnaire online.Result: Respondents were female (72.9%), and male (27.1%). Respondents who had a good practice using social media as a strategy coping stress are 57.8% and 42.2% are not good yet. The practice of using social media as astrategy coping stress related to the respondent's stress level (p-value= 0.003). In addition, the practice of using social media as a strategy coping stress related to the use of social media (p-value= 0.019).Conclusion: Respondents use social media as a strategy coping stress to vent the stress they have with social media activities carried out in the form of watching videos. So that it takes the role of health agencies in making attractive health promotions about coping stress through social media so that social media users can use them wisely and efficiently.Keywords: Coping Stress; Social Media; Adolescents
Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Kepatuhan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Yuliyanti, Fitria; Suryoputro, Antono; Fatmasari, Eka Yunila
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.334-341

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia membentuk kebijakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus tersebut di seluruh Indonesia. Desa Banyukuning merupakan desa yang masih aktif dalam membuat sebuah acara pada masa pandemi COVID-19 dan ditemukan permasalahan terkait dengan kepatuhan protokol kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat serta untuk melihat kondisi masyarakat Desa Banyukuning dalam tanggap pencegahan Covid-19.Metode: Metode penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden 96 orang yang dipilih dengan teknik quota/proporsional sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, tingkat pendidikan, sarana prasarana, pengawasan, dan dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan masyarakat dengan nilai p di bawah 0,05.Simpulan: Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memaksimalkan program “Jogo Tonggo” yang digalakkan oleh pemerintah daerah untuk menjaga sikap masyarakat yang waspada, peduli, dan informatif terhadap perkembangan Covid-19.Kata kunci: Kepatuhan; Pencegahan; Covid-19  ABSTRACTTitle: Factors Affecting Community Compliance toward Covid-19 Prevention Health Protocol in Banyukuning Village, Bandungan District, Semarang RegencyBackground: As part of an effort to reduce the spread of the virus throughout Indonesia, the Indonesian government established a health protocol policy for Covid-19 prevention. Banyukuning Village is a village that is still active in making events during the COVID-19 pandemic and problems related to compliance with health protocols. The purpose of this study is to discover what factors influence community compliance and to assess the community's readiness to respond to Covid-19 prevention in Banyukuning.Method: A quantitative research design with a cross-sectional approach was used in the research method. The total number of respondents was 96, and they were chosen using a quota / proportional sampling technique.Result: Gender, education level, infrastructure, supervision, and support from community leaders were found to have a significant relationship with community compliance, with a p value less than 0.05.Conclusion: One effort that can be made is to maximize the local government's "Jogo Tonggo" program in order to maintain an alert, caring, and informative attitude toward the development of Covid-19.Keywords: Compliance; Prevention; Covid-19
Hubungan Keragaman Pangan dengan Kecukupan Gizi dan Status Gizi Ibu Menyusui di Daerah Pertanian Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Rofiana, Annisa Restu; Pradigdo, Siti Fatimah; Pangestuti, Dina Rahayuning
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.300-307

Abstract

Latar belakang: Pola makan beragam dan memenuhi kecukupan gizi akan mempengaruhi status gizi ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keragaman pangan dengan kecukupan gizi dan status gizi ibu menyusui di daerah pertanian Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 60 ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan dengan pengambilan sampel secara purposive. Keragaman pangan diukur menggunakan MDD-W dari FAO, kecukupan gizi diukur menggunakan food recall 2x24 jam, status gizi menurut IMT dan ukuran LILA, serta persen lemak tubuh dihitung menggunakan rumus prediksi Paul Deurenberg. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Rank Spearman.Hasil: Ibu menyusui berusia 20-35 tahun, 61,7% menyelesaikan pendidikan dasar, 88,3% IRT, 86,7% menggunakan kontrasepsi hormonal, 63,3% pendapatan keluarga <UMR, 66,7% jumlah anggota keluarga ≥ 4 orang, rerata skor keragaman pangan 5,57 (beragam), tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan karbohidrat ≤89% AKG (kurang), tingkat kecukupan lemak 90-110% AKG (normal),  tingkat kecukupan vitamin A ≥77% AKG (cukup), 65% persen lemak tubuh normal, 48,3% IMT kategori obesitas, dan 96,7% tidak berisiko KEK. Ada hubungan keragaman pangan dengan tingkat kecukupan vitamin A (p=0,000). Ada hubungan tingkat kecukupan protein dengan LILA (p=0,024). Ada hubungan persen lemak tubuh dengan IMT (p=0,000) dan LILA (p=0,000). Tidak ada hubungan keragaman pangan dengan IMT (p=0,426) dan LILA (p=0,433).Simpulan: Status gizi ibu menyusui tidak dipengaruhi secara langsung oleh keragaman pangan, namun, dipengaruhi oleh tingkat kecukupan protein, vitamin A dan persen lemak tubuh.Kata kunci: Keragaman Pangan; Kecukupan Gizi; Status Gizi; Ibu Menyusui; Daerah Pertanian ABSTRACTTitle: Relationship between Food Diversity with Nutritional Adequacy and Nutritional Status of Breastfeeding Mothers in Agricultural Area of Karangreja, Purbalingga RegencyBackground: The nutritional intake of breastfeeding mothers is still less than the nutrition adequacy rate because this is due to a less diverse diet. Consumption of various foods must be by the nutritional needs to achieve an ideal nutritional status. This study aims to analyze the relationship between food diversity with nutritional adequacy and nutritional status of breastfeeding mothers in agricultural area of Karangreja, Purbalingga Regency.Method:This type of research is analytic observational with a cross sectional design. Sample of 60 breastfeeding mothers infants aged 0-6 months with purposive sampling. Measurement of food diversity variables using Minimum Dietary Diversity for Women (MDD-W) from FAO, nutritional adequacy using food recall 2x24 hours, nutritional status using Body Mass Index (BMI) and Mid Upper Arm Circumference (MUAC) measurements, and percent body fat using Paul Deurenberg's predictive formula. Data analysis used the Pearson correlation test and Rank Spearman.Result: The average food diversity score was 5.57(various); average energy adequacy, protein adequacy, carbohydrate adequacy level ≤89% RDA (lacking); average fat adequacy level 90-110% RDA (normal); average vitamin A adequacy level ≥77% RDA (adequate); as much as 65% percent of body fat is normal, 48,3% of BMI is obese, and 96.7% is not at risk of chronic energy deficiency. There was a relationship between food diversity and the adequacy level of vitamin A (p-value=0.001). There was a relationship between the protein adequacy level with MUAC (p-value=0.024). There was a relationship between percent body fat with BMI (p-value=0.001) and MUAC (p-value=0.001). There was no relationship between food diversity with BMI (p-value=0.426) and MUAC (p-value=0.433).Conclusion: Nutritional status of breastfeeding mothers was not directly affected by food diversity. However, it was influenced by protein adequacy level, vitamin A adequacy level, and percent of body fat.Keywords: Food  Diversity; Nutritional Adequacy; Nutritional Status, Breastfeeding Mothers; Agricultural Area
Hubungan Asupan Protein, Status Gizi Ibu Menyusui, dan Kandungan Protein pada Air Susu Ibu (ASI): Telaah Sistematik Hapsari, Qori Chairunisa; Rahfiludin, Mohammad Zen; Pangestuti, Dina Rahayuning
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.372-378

Abstract

Latar belakang: Kandungan Air Susu Ibu (ASI) yang memiliki fungsi penting dalam mencegah morbiditas hingga mortalitas bayi adalah protein. Protein dalam ASI berfungsi dalam perkembangan, imunitas, antibakteri, antiinflamasi, dan antiinfeksi. Kandungan protein dalam ASI dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu asupan protein ibu dan status gizi ibu menyusui. Sumber protein yang dikonsumsi ibu menyusui akan diserap oleh tubuh dan kemudian dialirkan ke dalam kantung ASI untuk selanjutnya digunakan dalam pembentukan protein ASI. Ibu yang memiliki status gizi baik akan menyerap asupan protein dengan lebih baik sehingga kandungan protein dalam ASI lebih optimal. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein, status gizi ibu menyusui dan kandungan protein yang terdapat dalam ASI.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur menggunakan sumber data yang berasal dari hasil pencarian pada database online antara lain SCOPUS, Science Direct, Google Scholar, Proquest, dan Portal Garuda yang memuat jurnal nasional dan internasional terakreditasi.  Hasil: Pencarian artikel berdasarkan kata kunci didapatkan sebanyak 7389 artikel. Hasil akhir didapat 18 artikel yang memenuhi syarat untuk direview. Terdapat 9 artikel terkait asupan protein ibu menyusui terhadap kandungan protein ASI dan 13 artikel terkait status gizi ibu menyusui terhadap kandungan protein ASI.Simpulan: Terdapat 4 dari total 9 artikel menyatakan adanya hubungan antara asupan protein dan kandungan protein ASI. Terdapat 8 dari 13 artikel menyatakan ada hubungan antara status gizi ibu menyusui dan kandungan protein ASI. Asupan protein memiliki hubungan secara tidak langsung terhadap kandungan protein pada ASI dikarenakan penyerapan asupan protein pada ibu dan produksi protein ASI dipengaruhi oleh status gizi ibu serta hormon. Status gizi ibu menyusui memiliki hubungan secara langsung terhadap kandungan protein pada ASI. Ibu yang memiliki status gizi baik akan menyerap protein dari makanan dengan lebih optimal serta akan menghasilkan ASI dengan kandungan protein yang optimal.Kata kunci: Ibu Menyusui; ASI, Protein; Asupan Protein; Status Gizi ABSTRACT Title: Relationship Between Protein Intake, Nutritional Status of Breastfeeding Mothers and Protein Content in Breast Milk: Literature ReviewBackground: The content of human milk (ASI) that has an important function to preventing morbidity and mortality for infant is protein. Protein in human milk has many functions such as development, immunity, antibacterial, anti-inflammatory, and anti-infective. The protein content in breast milk is influenced by several things, there are maternal protein intake and nutritional status of breastfeeding mothers. The source of protein consumed by breastfeeding mothers will be absorbed by the body and then flowed into the breast milk bag for further use in the formation of breast milk protein. Mothers who have good nutritional status will absorb protein intake better so that the protein content in breast milk are being optimal. The purpose of this literature study was to determine whether there was a relationship between protein intake, nutritional status of breastfeeding mothers and protein content in breast milk.Method: The type of research is a literature study because researcher using data sources from online databases, including SCOPUS, Science Direct, Google Scholar, Proquest, and the Garuda Portal which contains accredited national and international journals.Result: There are found 7389 articles based on keywords. The final results obtained 18 articles that meet the requirements for review. There are 9 articles related to protein intake of breastfeeding mothers on protein content of breast milk, 13 articles related to nutritional status of breastfeeding mothers on protein content of breast milk, and 4 articles regarding protein intake and nutritional status of breastfeeding mothers on protein content of breast milk.Conclusion: There are 4 out of a total of 9 articles stating a relationship between protein intake and protein content of breast milk. There are 8 out of 13 articles stating that there is a relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and the protein content of breast milk. There are 2 out of 4 articles stated that there was a relationship between protein intake of breastfeeding mothers and protein content in breast milk, and there was no relationship between nutritional status of breastfeeding mothers and protein content in breast milk. Protein intake has an indirect relationship to protein content in breast milk because the absorption of protein intake in the mother and protein production in breast milk is influenced by the nutritional status of the mother and hormones. The nutritional status of breastfeeding mothers has a direct relationship to the protein content of breast milk. Mothers who have good nutritional status will absorb protein from food optimally and will produce breast milk with optimal protein content.Keywords: Breastfeeding Mother; Human Milk; Protein; Protein Intake; Nutritional Status
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan Imunisasi Rutin pada Anak: Kajian Literatur Indahsari, Ratna
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.365-371

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak terhadap sistem pelayanan kesehatan, yaitu terganggunya pelayanan kesehatan dasar seperti pelayanan imunisasi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap layanan imunisasi rutin serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari publikasi literatur terdahulu. Terdapat total 17.500 publikasi yang teridentifikasi berkaitan dengan topik yang dicari. Setelah dilakukan screening kedua dengan menggunakan cakupan tahun publikasi dari tahun 2020-2021 maka didapatkan 36 publikasi.Hasil: Beberapa negara di dunia mengalami penurunan cakupan imunisasi dan pemanfaatan layanan selama pandemi COVID-19. Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu ketakutan masyarakat akan terpapar virus COVID-19, ketidaksiapan sistem pelayanan kesehatan dan keterbatasan mobilitas masyarakat. Dalam mengatasi dampak disrupsi imunisasi rutin, tenaga kesehatan dan pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan cakupan dan target imunisasi yang mengalami ketertinggalan.Simpulan: Adanya pandemi COVID-19 mempengaruhi terdisrupsinya layanan kesehatan esensial termasuk layanan imunisasi, menyebabkan menurunnya cakupan imunisasi PD3I, dan dapat berisiko terhadap timbulnya masalah kesehatan lain seperti kejadian luar biasa (KLB) PD3I.Kata Kunci: Imunisasi Rutin; Covid-19; Dampak Disrupsi Layanan Imunisasi ABSTRACT Title: The Effect of The Covid-19 Pandemic on Routine Immunization Services for Children: Literature ReviewBackground: The COVID-19 pandemic is impacting on the health care system, namely the disruption of basic health services such as routine immunization services. This study aims to determine the impact of the COVID-19 pandemic on routine immunization services as well as the factors that affect them. Method: This study conducted literature review method using secondary data derived from previous literature publications. Result: Some countries around the world had reported a decrease in immunization coverage and service utilization during the COVID-19 pandemic. Factors that influence this are people's fear of exposure to the COVID-19 virus, unpreparedness of the health care system and limited mobility of the community. In addressing the impact of routine immunization disruptions, health workers and governments should strive to improve the coverage and targets of immunizations. Conclusion: The existence of the COVID-19 pandemic affects the disruption of essential health services including immunization services, causes a decrease in PD31 immunization coverage, and can be a risk of other health problems such as PD31 outbreaks. Keyword: Routine Immunization; Covid-19; Disruption Immunization Services Impact
Evaluasi Aspek Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Kedunggalar Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Jawa Timur Marlina, Nanda Ika Vera; Joko, Tri; Setiani, Onny
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.308-316

Abstract

Latar belakang: Pasar Tradisional Kedunggalar dikategorikan sebagai pasar tipe A. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 diantaranya tidak adanya proses pemilahan sampah dan pengolahan sampah serta banyak dijumpai sampah yang berserakan di lingkungan pasar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Kedunggalar.Metode: Penelitian ini merupakan observasional bersifat deskriptif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan  pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pegawai Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Pengelola Pasar, Petugas kebersihan pasar, dan Pedagang Pasar. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling . Objek penelitian ini adalah karakteristik sampah dan aspek pengelolaan sampah.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sumber penghasil sampah adalah los, kios, dasaran, kamar mandi, kantor pengelola pasar, gudang, halaman, parkiran, dan mushola dengan jenis sampah berupa sampah organik, anorganik dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Jumlah sampah rata-rata yang dihasilkan mencapai 64,576 kg/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dilakukan dari operasional kelembagaan, hukum, keuangan, dan peran serta masyarakat. Penerapan pengelolaan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan akhir sampah yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.Simpulan: Hasil penilaian pelaksanaan aspek pengelolaan sampah mendapatkan presentase 72,60% untuk kategori sesuai dan 27,39% untuk kategori belum sesuai. Presentase kesesuaian tidak sesuai dan belum memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013, yang merupakan minimal 80%.Kata kunci: Pengelolaan; Sampah; Pasar; Evaluasi ABSTRACT Title: Evaluation Of Aspect Of Waste Management In Kedunggalar Traditional Market, Kedunggalar District, Ngawi Regency, East JavaBackground: The Kedunggalar Traditional Market is categorized as a type A market. The results of the observations show that waste management is still not in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works of the Republic of Indonesia Number 03/PRT/M/2013 including the absence of waste sorting and waste processing and there is a lot of garbage scattered around the environment. market. This study aims to evaluate the implementation of waste management in Kedunggalar Traditional Market.Method: This research is descriptive observational. The method used is quantitative and qualitative with a cross sectional approach. The subjects of this study were employees of the Department of Trade and Market Management, Market Managers, Market Cleaning Officers, and Market Traders. Sampling using purposive sampling technique. The object of this research is the characteristics of waste and aspects of waste management.Result: Based on the results of the research, the sources of waste generation are booths, kiosks, foundations, bathrooms, market management offices, warehouses, yards, parking lots, and prayer rooms with types of waste in the form of organic, inorganic and B3 (Hazardous and Toxic Materials) waste. The average amount of waste produced reaches 64.576 kg/day. The results showed that waste management was carried out from institutional operations, law, finance, and community participation. The implementation of waste management includes sorting, collecting, transporting, processing, and final disposal of waste that is not in accordance with applicable regulations.Conclusion: The results of the assessment of the implementation of the waste management aspect obtained a percentage of 72.60% for the appropriate category and 27.39% for the unsuitable category. The percentage of conformity does not match and does not meet the requirements based on the Regulation of the Minister of Public Works of the Republic of Indonesia Number 03/PRT/M/2013, which is a minimum of 80%.Keywords: Management; Waste; Market; Evaluation
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Bulu Lor 2021 Safitri, Vania Arthamevia; Pangestuti, Dina Rahayuning; Kartini, Apoina
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.342-348

Abstract

Latar belakang: Persentase cakupan bayi usia 0-6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif di Puskesmas Bulu Lor Semarang sebesar 48,39%, angka ini masih lebih rendah dari Target Renstra Kota Semarang (65%) dan target nasional (80%). Pengetahuan ibu yang rendah berisiko 1.81 kali dan sikap ibu yang rendah berisiko  2,81 kali terhadap pemberian ASI. Teknik pemberian edukasi dengan metode video dalam rangka pendidikan kesehatan dinilai lebih mampu dan lebih efektif untuk mengubah pengetahuan ataupun kemampuan seseorang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bulu Lor Semarang.Metode: Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2021. Desain studi yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan menggunakan one-group pre test-post test design. Jumlah sampel sebanyak 36 ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 jenis media video (durasi 3 – 5 menit) dan dilakukan selama 2 minggu. Terdapat pemberian konseling sebelum dilakulan post test. Analisis data menggunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat (Wilcoxon signed ranks).Hasil: Ibu menyusui berusia 20 – 35 tahun (75%), berpendidikan tinggi (77,8%), tidak bekerja (72,2%), mendapatkan dukungan keluarga baik (75%), dan pernah mendapatkan paparan informasi ASI eksklusif (66,7%). Rerata skor pada pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebanyak 16,5 dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 18,5. Rerata skor pada sikap sebelum diberikan intervensi sebanyak 7,7 dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 9,0. Uji statistik menggunakan Wilcoxon signed ranks menunjukan hasil bahwa pemberian edukasi dengan media video berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI (p-value=0,001).Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.Kata kunci: ASI Eksklusif; Edukasi; Ibu; Pengetahuan; Sikap ABSTRACT Title: The Effect of Education on Mother's Knowledge and Attitude in Exclusive Breastfeeding at Bulu Lor Health Center 2021Background: The percentage coverage of infants aged 0-6 months who received exclusive breastfeeding at the Bulu Lor Health Center Semarang was 48.39%, this figure is still lower than the Semarang city strategic plan target (65%) and the national target (80%). Research conducted by Iin showed that the mother's knowledge and attitude influenced breastfeeding with OR=1.81 on mother's knowledge and OR=2.81 on mother's attitude. This study aims to determine the effect of nutrition education on the knowledge and attitudes of mothers in exclusive breastfeeding at Bulu Lor Health Center Semarang.Method: The study was conducted in February-April 2021 using a quasi-experimental design, and obtained a total sample of 36 mothers breastfeeding infants aged 0-6 months. The intervention was carried out by giving 2 types of video media (duration 3 – 5 minutes) and carried out for 2 weeks. There is counseling before the post test. Data analysis using univariate and bivariate analysis (Wilcoxon signed ranks).Result: Breastfeeding mothers aged 20-35 years (75%), highly educated (77.8%), do not work (72.2%), have good family support (75%), and have had exposure to information on exclusive breastfeeding (66.7 %). Average of knowledge score before being given an intervention were 16.5 and after being given an intervention it increased to 18.5. Mean of attitude score before being given the intervention was 7.7 and after being given the intervention it increased to 9.0. Statistical test using Wilcoxon signed ranks showed that the provision of education with video media affected the level of knowledge and attitudes of mothers about breastfeeding (p-value = 0.001).Conclusion: There is an effect of providing education with video media on mother's knowledge and attitudes in exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive Breastfeeding; Education; Mother; Knowledge; Attitude
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Prilaku Pencegahan Covid-19 pada Santri di Kota Mataram (Studi di Pondok Pesantren Abu Hurairah) Rahmani, Mufida Ananditta; Prabamurti, Priyadi Nugraha; Indraswari, Ratih; Husodo, Besar Tirto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.355-364

Abstract

Latar belakang: Pondok pesantren tempat berisiko terjadinya penularan COVID-19. Pembelajaran di pondok pesantren Abu Hurairah tetap dilaksanakan meskipun terdapat kasus COVID-19. Penularan COVID-19 terjadi karena kurangnya upaya santri untuk melakukan pencegahan dan tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan selama di pondok pesantren. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu 80 santri. Penentuan sampel dengan total sampling. Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi ditetapkan peneliti dan berjumlah 80 santri. Variabel bebas yaitu jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, sarana prasarana, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Pengumpulan data menggunakan google form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%, dan multivariat menggunakan uji regresi binary logistic.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki perilaku melakukan pencegahan COVID-19 dengan kategori baik. Perilaku pencegahan COVID-19 yang dilakukan santri yaitu mencuci tangan, memakai masker, menajaga jarak dan mengurangi mobilitas. Variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,004), sikap (p=0,002), perilaku teman (p=0,017), perilaku asatidz (p=0,001). Variabel yang paling mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 pada santri adalah sikap (OR =5,361).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren Abu Hurairah Kota Mataram yaitu pengetahuan, sikap, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Faktor yang tidak berhubungan yaitu umur, jenis kelamin, ketersediaan sumber informasi, sarana prasarana dan faktor yang paling berpengaruh yaitu sikap. Pondok pesantren perlu melakukan optimalisasi pembinaan poskestren dalam memberdayakan santri sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap yang baik dalam penerapan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren.Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID-19; Santri; Pondok Pesantren ABSTRACT Title: Factors Related to COVID-19 Prevention Behavior in Santri Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram CityBackground: Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) is a place with a high risk of COVID-19 transmission. Learning in Pondok Pesantren Abu Hurairah is still conducted even though there is a COVID-19 case. The COVID-19 transmission occurs due to the lack of students’ effort to prevent COVID and does not discipline in following health protocols in the Islamic boarding school. Therefore, the aim of this study is to analyze the factors related to COVID-19 prevention behavior on students in the Islamic boarding school.Methods: This study was quantitative research with a cross-sectional design. The population of the study was 80 students. The determination of samples used total sampling. The selection of samples was according to the inclusion criteria determined by the researcher, which was 80 students. Independent variables were gender, age, educational level, knowledge, attitude, source of information, facilities and infrastructures, friends' behavior, and asatidz (teachers). The dependent variable was COVID-19 prevention behavior. Data collection used Google Form. The data analysis was conducted by univariate and bivariate using a chi-square test with a significance of 95%, and multivariate using binary logistic regression test.Results: The results of the study show that 52.5% of respondents have behavior to prevent COVID-19 with a good category. COVID-19 prevention behaviors carried out by students are by washing hands, wearing a mask, maintaining distance, and reducing mobilities. The related variables are knowledge (p=0.004), attitude (p=0.002), friends’ behavior (p=0.017), asatidz behavior (p=0.001). The most influencing variable on COVID-19 prevention behavior in students is attitude (OR =5.361).Conclusion: Factors related to the COVID-19 prevention behavior on students in Pondok Pesantren Abu Hurairah of Mataram City are knowledge, attitude, friends’ behavior, asatidz behavior. Unrelated factors are age, gender, the availability of information, as well as facilities and infrastructures. Moreover, the most influencing factor is attitude. The boarding school needs to optimize the development of poskestren (boarding school health post) in empowering students as an effort to increase a good knowledge and attitude in implementing COVID-19 prevention behavior on students in the boarding school.Keywords: COVID-19 Prevention Behavior; Student; Islamic Boarding School

Page 1 of 1 | Total Record : 10