cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23021098     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006" : 10 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DENGAN SIKAP TERHADAP KEKERASAN SUAMI PADA ISTRI YANG BEKERJA DI KELURAHAN SAMPANGAN KEC. GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG Astuti, Arie Dyah; Indrawati, Endang Sri; Astuti, Tri Puji
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.734 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.45 -54

Abstract

Budaya patriarki yang berorientasi pada kekuasaan laki-laki, memberikan kedudukan dankekuasaan yang lebih dominan kepada laki-laki, sehingga kedudukan perempuan menjadi lemahdan mendorong perempuan untuk menjadi tergantung dengan laki-laki, begitu pula dalamhubungan rumah tangga. Ketergantungan istri kepada suami secara ekonomi dalam rumah tanggaseringkali menjadi penyebab istri menjadi rentan terhadap tindakan kekerasan dalam rumahtangga. Kemandirian dengan cara bekerja merupakan suatu usaha agar istri memiliki kemampuandalam mengurangi ketergantungan terhadap suami, sehingga istri lebih dapat menentukan sikapdalam menghadapi masalah, salah satunya dalam menghadapi kekerasan yang dilakukan suami.Penelitian ini berusaha mengungkap hubungan antara kemandirian dengan sikap terhadapkekerasan suami pada istri yang bekerja, di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah MungkurSemarang. Subjek penelitian ini adalah istri yang bekerja di bidang swasta, usia 21-40 tahun dansudah mempunyai anak. Metode pengambilan data menggunakan dua skala yaitu, skalakemandirian dengan 39 aitem dengan = 0,9308 dan skala sikap terhadap kekerasan suami padaistri dengan 40 aitem dengan = 0,9442. Pengujian hipotesis menunjukkan skor koefisien korelasisebesar rxy= -0,524 dengan p=0,001 (p<0,01). Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwasemakin tinggi kemandirian istri yang bekerja, maka semakin negatif sikap terhadap kekerasandalam rumah tangga atau sikap cenderung menolak kekerasan. Sebaliknya semakin rendahtingkat kemandirian, maka semakin positif sikap terhadap kekerasan suami pada istri.Kemandirian memberikan sumbangan efektif sebesar 27,4 % terhadap sikap terhadapkekerasan dalam rumah tangga, sedangkan sebesar 72,6 % sikap istri terhadap kekerasan yangdilakukan suami dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, misalnya perasaan takut akan pembalasanyang dilakukan suami, merasa tidak ada tempat lain yang dituju, takut adanya stigma sosial danisolasi sosial, kurangnya kepercayaan diri, takut adanya perlakuan kejam, memikirkankepentingan anak, ancaman dari pelaku dengan melukai orang lain yang disayang korban, sertaistri masih mencintai suami.Kata Kunci: kemandirian, sikap terhadap kekerasan suami pada istri, istri bekerja
Psikologi Keluarga, Dari Keluarga Sakinah Hingga Keluarga Bangsa akung, achmad
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.351 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.107 - 109

Abstract

KEPERCAYAAN DIRI DAN PRESTASI ATLET TAE KWON DO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yulianto, Fitri; Nashori, Fuad
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.628 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.55 - 62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri denganprestasi atlet Tae Kwon Do DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dugaan awal yang diajukandalam penelitian ini adalah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi atlet TaeKwon Do DIY. Semakin tinggi kepercayaan diri semakin tinggi pula prestasi yang dicapai.Subyek dalam penelitian ini adalah atlet Tae Kwon Do yang menempati juara satu, dua, dantiga dalam kejuaraan daerah Tae Kwon Do DIY yang diadakan di Auditorium UPN Yogyakarta.Skala yang digunakan adalah skala kepercayaan diri berdasarkan aspek yang dikemukukan olehKumara (1987). Prestasi Tae Kwon Do dilihat dari data hasil kejuaraan.Metode analisis data dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSSversi 11 for windows. Teknik analisis menggunakan chi-square yang menunjukkan koefisien chisquare23,847 dengan p = 0,002 (p < 0,01) yang artinya ada hubungan yang signifikan antarakepercayaan diri dengan prestasi atlet Tae Kwon Do DIY. Jadi hipotesis penelitian diterima.Kata kunci: Kepercayaan diri, dukungan sosial, prestasi atlet.
RELIABILITAS DAN VALIDITAS KONSTRUK SKALA KONSEP DIRI UNTUK MAHASISWA INDONESIA Widodo, Prasetyo Budi
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.179 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.1 - 9

Abstract

Penelitian tentang reliabilitas dan validitas konstruk skala konsep diri mahasiswa pentingmengingat di Indonesia sampai saat ini belum ada instrumen yang secara khusus dipergunakanuntuk mengukur atau menilai konsep diri mahasiswa dan karena perkembangan pemahamantentang konstruk konsep diri yang selalu berkembang dari pandangan konsep diri sebagai strukturyang berdimensi tunggal sampai kepada konsep diri sebagai sebuah konstruk yang bersifatmultidimensi. Penelitian ini dilakukan karena reliabilitas dan validitas konstruk skala konsep diriyang dipergunakan dalam penelitian ini belum teruji, serta hasil penelitian merupakan bukti yangmendukung atau sebaliknya tidak mendukung multidimensionalitas konsep diri.Subjek dalam penelitian ini adalah 489 mahasiswa Psikologi dari tiga universitas yangberbeda, yaitu Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, UniversitasMuhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Skala konsepdiri yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi dari Self Description Questionaire III(SDQ III) yang dikembangkan oleh Herberth W. Marsh dari Self-Concept Enhancement andLearning Facilitation (SELF) Research Centre, University of Western Sydney. Dalam penelitianini, digunakan beberapa metode analisis yaitu formula Alpha, analisis faktor konfirmatori dananalisis faktor eksploratori.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas skor komposit yang dicapaioleh skala konsep diri dalam penelitian ini tinggi, yaitu sebesar 0.98, dengan koefisien reliabilitasmasing-masing variabel (komponen) bergerak dari nilai 0.5942 sampai dengan 0.8924. Konsepdiri subjek tersusun ke dalam dua faktor yaitu faktor diri sosial dan faktor daya tarik. Faktor dirisosial mampu menjelaskan varians sebesar 28.151% dan didukung oleh 8 variabel yaitukejujuran, nilai-nilai spiritual, kemampuan umum, hubungan dengan orang tua, hubungan dengansesama jenis, kemampuan verbal, matematika, dan kestabilan emosi. Faktor kedua, yaitu dayatarik mampu menjelaskan varians sebesar 22.452% dan mempunyai lima (5) muatan faktor(variabel) yaitu hubungan dengan lawan jenis, penampilan fisik, diri secara umum, pemecahanmasalah, dan kemampuan fisik. Ini menunjukkan multidimensionalitas konsep diri, tetapimengindikasikan bahwa validitas konstruk skala konsep diri dalam penelitian ini belum tercapaisecara maksimal.Kata kunci: reliabilitas, validitas konstruk, skala konsep diri
THE LORD OF THE RINGS: THE FELLOWSHIP OF THE RING The Influence of The Secondary Characters, Gandalf and Aragorn, on the Personality Development of the Major Character, Frodo Baggins Perdana, Abhirama S.D.
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.468 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.63 -86

Abstract

Studi ini membahas perkembangan kepribadian tokoh utama sebagaimana dipengaruhi olehpara tokoh pendamping dalam novel karangan J.R.R. Tolkien berjudul The Lord of the Rings:The Fellowship of the Ring. Kedua tokoh pendamping tersebut yaitu Gandalf dan Aragornmemiliki kualitas tertentu yang mempengaruhi perkembangan kepribadian sang tokoh utamayaitu Frodo Baggins. Sangatlah menarik untuk membahas pengaruh orang lain padaperkembangan kepribadian seseorang karena kebanyakan orang tidak dapat hidup dalamkesendirian. Setiap individu memiliki kepribadiannya masing-masing, namun pengaruh positifyang didapatkan dari orang lain dapat membawa mereka ke arah perkembangan.Studi ini memiliki dua tujuan. Tujuan pertama untuk menganalisis pelukisan watak Gandalf,Aragorn, dan Frodo Baggins. Tujuan kedua untuk menemukan pengaruh Gandalf dan Aragornpada perkembangan kepribadian Frodo Baggins.Teori psikologi digunakan untuk memberikan penjelasan tentang kepribadian, pengaruh, daninteraksi. Selain itu, juga diterapkan untuk menjawab rumusan masalah kedua. Selanjutnya,pendekatan psikologi digunakan dalam studi ini karena kepribadian merupakan salah satu aspekpsikologi seseorang.Pada awalnya, dari analisis tersebut dapat terlihat bahwa sang tokoh utama yaitu FrodoBaggins memiliki kepribadian yang penakut dan bergantung pada orang lain. Akhirnya,kepribadiannya berkembang setelah dia menerima pengaruh dari para tokoh pendamping yaituGandalf dan Aragorn. Perkembangan kepribadiannya dapat terlihat di akhir cerita, yaitu diamenunjukkan pengendalian diri, tanggung-jawab, dan sikap kepemimpinan. Ketiga hal tersebutmembekalinya untuk menghadapi dan menuntaskan tanggung-jawabnya.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GOTONG ROYONG (COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PELAJARAN MATEMATIKA (Suatu studi Eksperimental pada Siswa di SMP 26 Semarang) Indiyani, Novita Eka; Listiara, Anita
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.107 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.10 -28

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagianpelajar, termasuk siswa SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanyakenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika, yang enyebabkan banyak siswatidak lulus pada tahun 2004. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasimatematika siswa adalah kecemasan. Kecemasan itu sendiri muncul karena berbagai sebab, salahsatunya situasi belajar yang menekan. Guru memegang peranan penting dalam mencari alternatifuntuk mengatasi kecemasan siswa, seperti dengan menciptakan situasi belajar yang terstruktur,menyenangkan, dan dapat memberikan rasa aman bagi siswa. Cooperative Learning didugaefektif untuk mengatasi kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. CooperativeLearning merupakan metode belajar kelompok yang terstruktur, dengan pengelolaan kelas,penataan ruang kelas, dan teknik-teknik mengajar tertentu.Karakteristik subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua, skor kecemasan dalammenghadapi pelajaran matematika tinggi, siswa belum pernah diberi materi belajar matematikadengan metode Cooperative Learning, siswa tidak sedang mengikuti pelajaran/kursus/lesmatematika diluar jam sekolah. Penelitian ini menggunakan desain non-randomized controlgroup pretest-posttest design. Pemilihan subjek menggunakan metode pair matching (padanansepasang) berdasarkan hasil pretest skala kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaranmatematika. Subjek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masingberjumlah 16 orang. Pengambilan datadilakukan dengan wawancara, observasi, pengisian skala kecemasan siswa dalam menghadapipelajaran matematika, dokumentasi, dan tes berupa ulangan matematika.Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan teknik IndependentSample T Test menghasilkan perbedaan mean sebesar 12,63 dengan p=0,003 (p<0,05). Hasiltersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor kecemasan siswa dalammenghadapi pelajaran matematika kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupabelajar matematika dengan metode Cooperative Learning dan kelompok kontrol yang tidakmendapat perlakuan.Kata Kunci : Kecemasan dalam menghadapi pelajaran matematika, Cooperative Learning, siswa SMP.
POLITIK ETIKA DALAM PERUBAHAN “MALE – FEMALE STYLE” Zaelany, Andy Ahmad
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.968 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.87 - 93

Abstract

The topic of “Male-Female Style” is related to the body language (in German: koerper-Sprache), which is in practice become a cover of person identity. Each sexhas socio-culturally a certain area of body language. Community who is supporter of a culturerequires the existence of harmonization between body language with its sex in daily activities.Attitudes and behaviors which create a disharmony of body language and its sex will arousedenunciation and negative acceptance from community toward certain individual.The socio-cultural implication of the change of ‘male-female style’ is vast, especially onthe aspects of demography and culture. The mistakes in the anticipation and the management ofchange could cause a social unrest.
POTRET PSIKOSOSIAL KORBAN GEMPA 27 MEI 2006 (Sebuah Studi Kualitatif di Kecamatan Wedi dan Gantiwarno, Klaten) Masykur, Achmad Mujab
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.161 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.36 - 44

Abstract

Cukup 57 detik bagi Tuhan untuk bersabda melalui kedahsyatan alam ciptaannya,bahwa kuasa-Nya memang tidak ada yang mungkin mampu menyamai. Gempa bumi tektonikyang ‘hanya’ berkekuatan 5,9 pada Skala Richter telah membuat manusia benar-benar tiadaberdaya, lir kadyo gabah dipun interi (seperti gabah diputar-putar dan dibolak-balik di atastampi). Segala apa yang dibisikbangun dalam jalinan rentang panjang kehidupan umat manusiakini tinggal puing, porak poranda dihantam bencana. Nama Tuhan pun diseru, disenandungkandengan mesra ketika manusia merasa diri lemah, tidak berdaya dirundung ketakutan, ditimpaduka dan dihimpit rasa sakit.Musibah gempa memang tidak sekedar meluluhlantakkan bangunan fisik, tetapi jugamengoyak bangunan psikologis dan sosial masyarakat. Tulisan ini adalah hasil studi lapanganyang didapatkan selama penulis berkesempatan menjadi tim relawan pendampingan korbangempa. Potret psikososial masyarakat korban gempa menarik untuk dikaji lebih mendalamkarena ternyata di dalamnya tidak sekedar ditemukan nilai-nilai yag negatif, tetapi juga nilainilaipositif yang berasal dari kearifan lokal guna menggali makna terdalam menghadapibencana.Kata Kunci : psikososial, gempa bumi, kearifan lokal, Jawa
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU DELINKUEN PADA REMAJA Setianingsih, Eko; Uyun, Zahrotul; Zuwono, Susatyo
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.716 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.29 - 35

Abstract

The purpose of this research is to know the correlation between socialadjustment and problem solving with the behavioral delinquency at adolescent. Bycluster random sampling, subjects are 78 students of SMU PGRI 01 Kendal. Themeasurement tools are behavioral of delinquency scale, social adjustment scale andproblem solving scale. Results shows that there are very significant correlationbetween social adjustment and problem solving with the behavioral delinquency.Key words : behavioral delinquency at adolescent, social adjustment, problem solving
IMPLIKASI IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA KARYAWAN Idrus, Muhammad
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.625 KB) | DOI: 10.14710/jpu.3.1.94 - 106

Abstract

Dalam bekerja, lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap sikap kerja danmenentukan prestasi kerja pegawai. Lingkungan kerja yang menyenangkan membuat sikappegawai positif dan memberi dorongan untuk bekerja lebih tekun dan lebih baik. Sebaliknya, jikasituasi lingkungan tidak menyengangkan mereka cenderung meninggalkan lingkungan tersebut.Sebagaimana diungkap Ghiselli dan Brown (dalam Tjalla, 1989) bahwa lingkungan kerjaberpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas hasil kerja karyawan.Steers (1980) menyatakan bahwa pengaruh lingkungan dapat dilihat dari dua sisi, yaitulingkungan luar dan lingkungan dalam. Lingkungan luar umumnya menggambarkan kekuatanyang berada di luar organisasi, sedangkan lingkungan dalam merujuk pada faktor-faktor di dalamorganisasi yang menciptakan milieu kultural dan sosial tempat berlangsungnya kegiatan.Lingkungan dalam ini biasanya disebut dengan istilah iklim organisasi.Menyadari betapa iklim organisasi memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadapsetiap individu di organisasi, yang pada ujung-ujungnya akan pula berpengaruh terhadap kualitaskerja, maka dengan sendirinya perlu pemahaman yang baik tentang iklim organisasi. Tulisan iniakan mengantarkan pada pengenalan dimensi iklim organisasi dan “carut-marut” yangmenyertainya serta pengaruh yang ditimbulkannya terhadap kepuasan kerja dan kualitaskehidupan kerja karyawan

Page 1 of 1 | Total Record : 10