cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
REVITALISASI NILAI PANCASILA DALAM UPAYA PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA DI BIDANG KEPABEANAN DI INDONESIA Deaf Wahyuni Ramadhani
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.738 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1149

Abstract

Kegiatan ekspor dan impor sangat berhubungan erat dengan tindak pidana penyelundupan. Kebijakan pemerintah terkait bidang kepabeanan yaitu dengan disyahkannya Undang-undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang kemudian dirubah dengan Undang-undang No. 17 Tahun 2006 (UU Kepabeanan), merupakan sikap antisipatif yang menjangkau dimensi strategi, substantif, dan esensial di bidang perdagangan internasional, yang diharapkan mampu menghadapi tantangan globalisasi dan perdagangan internasional.  Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengkaji apakah arti penting revitalisasi nilai Pancasila dalam upaya pemberantasan tindak pidana di bidang kepabeanan di Indonesia?. Kajian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan normatif dan studi kepustakaan yang bersumber dari, peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah. Setelah melalui dari hasil kajian maka ditemukan suatu kesimpulan bahwa masih tingginya angka penyelundupan di Indonesia merupakan suatu gambaran bahwa bidang ekonomi di Indonesia masih miskin nilai sehingga harus ditata dengan politik nilai keadilan sosial. Hukum memiliki tugas yang berat untuk menanamkan pemahaman pada pengusaha dan aparat akan nilai keadilan sosial. Dengan menjadikan nilai keadilan sosial sebagai karakter bagi mereka.
Peran Program Adiwiyata Mandiri dalam Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Peserta Didik Septi Rotari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.801 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1177

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan program adiwiyata mandiri di sekolah dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis implementasi program adiwiyata mandiri meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis kepedulian lingkungan peserta didik, mendeskripsikan kendala dan upaya implementasi program adiwiyata mandiri dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, cara meningkatkan kepedulian dengan mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan penghijauan tanaman, melakukan pemilahan sampah, pengomposan dan memanfaatkan penggunaan lahan, pengimplementasian dilihat dari materi, motode, media, sumber dan penilaian yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, pembiasaan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap lingkungan kelas seperti menjaga kebersihan kelas pada saat proses pembelajaran serta merawat taman kelas.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan program adiwiyata mandiri di sekolah dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis implementasi program adiwiyata mandiri meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik, menganalisis kepedulian lingkungan peserta didik, mendeskripsikan kendala dan upaya implementasi program adiwiyata mandiri dalam meningkatkan kepedulian lingkungan peserta didik. Pendekatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, observasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, cara meningkatkan kepedulian dengan mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan penghijauan tanaman, melakukan pemilahan sampah, pengomposan dan memanfaatkan penggunaan lahan, pengimplementasian dilihat dari materi, motode, media, sumber dan penilaian yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran, pembiasaan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap lingkungan kelas seperti menjaga kebersihan kelas pada saat proses pembelajaran serta merawat taman kelas.Kata Kunci: Program Adiwiyata Mandiri, Kepedulian Lingkungan
UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SMP NEGERI 1 JIWAN TAHUN 2016 Priyo Sularso
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.749 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1181

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 1 Jiwan dapat digunakan sebagai sarana pelestarian kearifan lokal. Subjek penelitian ini adalah para siswa peserta ekstrakurikuler karawita dan Bapak/Ibu Guru Pembina ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrakurikuler karawitan dapat dijadikan sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal karena dalam pelaksanaannya terjadi transfer nilai-nilai kearifan lokal dari Bapak/Ibu Guru kepada para siswa peserta ekstrakurikuler karawitan. Para siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karawitan memahami nilai-nilai kearifan lokal yang tersimpan dalam alat musik, gending, tembang ataupun tarian yang menjadi bagian dari karawitan tersebut serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 
MEMPERKOKOH IDIOLOGI NEGARA PANCASILA MELALUI BELA NEGARA Budiyono Budiyono
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.546 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1148

Abstract

Semenjak reformasi pembicaraan tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara semakin redup. Hal ini juga tidak terlepas dari rezim-rezim pemerintahan sebelumnya yang belum menjalankan Pancasila sebagai idiologi negara dengan  benar. Sementara berbagai idiologi transnasional bermunculan mewarnai gerakan-gerakan sosial bernuansa agama yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak kelompok-kelompok masyarakat, yang dampaknya kerap menimbulkan konflik dan kekerasan dalam masyarakat.  Indonesia seolah berjalan tanpa arah yang jelas terombang ambing karena tanpa pijakan yang kokoh.  Bila ada peristiwa konflik dan kekerasan yang banyak menyedot perhatian publik, kita baru teringat Pancasila sebagai idiologi negara dipanggil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa dan kenegaraan yang terjadi. Maka dari itu kita harus kembali meyakini bahwa Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa dan telah terbukti berhasil melalui berbagai ujian yang akan menggantikannya serta dapat mempersatukan bangsa  harus semakin diperkokoh, dimantapkan dalam sanubari bangsa Indonesia guna menangkal idiologi-idiologi asing bernuansa agama (radikal) yang tidak sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia melalui bela negara. Dengan bela negara yang dilakukan secara berkesinambungan, semakin memperkuat kebangsaan dan  pertahanan Indonesia.
PERAN GURU DALAM UPAYA PEMBENTUKAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 BARAT KABUPATEN MAGETAN TAHUN AJARAN 2015/2016 Nurhadji Nugraha; Nevanda i Depika Sari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.163 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1147

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru dalam upaya pembentukan wawasan kebangsaan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Barat Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didesain sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data diperoleh dari narasumber sebagai orang yang dapat memberikan informasi terkait dengan keperluan penelitian, yaitu: Kepala Sekolah, Guru PKn, Guru IPS dan Siswa Kelas VIII SMPN 1 Barat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga macam teknik, yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan metode penelitian yang digunakan, maka analisis data dilakukan dengan metode analisis kualitatif. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa peran guru SMPN 1 Barat dalam upaya pembentukan wawasan kebangsaan yaitu guru memberikan pemahaman kepada siswanya untuk cinta tanah air, bangga akan budaya dan kekayaan alam Indonesia, mengikuti upacara bendera dengan tertib, mengikuti OSIS, mengikuti ekstrakurikuler pramuka, menyanyikan lagu nasional sebelum dan sesudah pelajaran, menghargai dan mencintai produk dan budaya dalam negeri, budaya cium tangan saat bertemu guru, siswa tidak membeda-bedakan teman, siswa menaati tata tertib sekolah, serta melakukan bakti sosial bagi orang-orang yang membutuhkan.
RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA (Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Kewarganegaraan) Galih Puji Mulyono; Galih Puji Mulyoto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.96 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1212

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan serta faktor penyebab munculnya radikalisme di Indonesia ditinjau dari sudut pandang sosiologi kewarganegaraan dan cara mengatasi munculnya radikalisme dalam masyarakat.Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode analisis isi.. Subjek dalam penelitian ini adalah isi berita pada media massa, media online maupun buku. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Radikalisme di Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikanm data dan pengelolaan data tersebut. langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan olah data tersebut.Hasil Penelitian ini adalah awal munculnya gerakan radikalisme di Indonesia karena persoalan kesenjangan-kesenjangan yang masuk ke ranah sosial, ekonomi, bahkan politik. Sebuah bukti bahwa radikalisme ini muncul karena kegagalan negara Indonesia memberikan keadilan sosial serta kesejahteraan seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD RI 1945. Negara Indonesia belum mampu mewujudkan kesejahteraan yang mengakibatkan munculnya kesenjangan-kesenjangan sosial. Oleh Karena itu, perlu perbaikkan kesejahteraan masyarakat sehingga radikalisme agama mampu di cegah sedini mungkin.
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI PERGURUAN TINGGI ISLAM DI PAPUA (STUDI KASUS DI STKIP MUHAMMADIYAH SORONG PAPUA BARAT) Ihsan Ahmad
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.716 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v5i1.1160

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan dan menganalisis tentang penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural yang ada di STKIP Muhammadiyah Sorong dengan fokus kajiannya mencakup: Peran pendidikan multikultural, Implementasi pendidikan multikultural; dan Implikasi pendidikan multikultural terhadap sikap toleransi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural didasarkan pada beberapa prinsip, yaitu: keterbukaan (openness), toleransi (tolerance), bersatu dalam perbedaan (unity in diversity), Implementasi penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural terpolakan menjadi dua, yaitu multicultural knowing dan multicultural feeling. dan penanaman nilai-nilai pendidikan multikultural memiliki implikasi yang positif terhadap sikap toleransi para mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sorong.

Page 1 of 1 | Total Record : 7