cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SENTIA 2016
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2016)" : 74 Documents clear
PERAN DAN TANGGUNGJAWAB PERBANKAN DALAM IMPLEMENTASI GREEN BANKING Suryaman Suryaman; Yudi W. Suwandi
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.104 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipas suatu institusi keuangan yang memberikan prioritas pada sustainability dalam praktek bisnisnya. Pemahaman ini Green Banking bersendikan empat unsur kehidupan yakni nature, well-being, economy dan society.Kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu : Pengalihan Aset (asset transmutation), Transaksi (transaction), Likuiditas (liquidity, . Efisiensi (efficiency).Kesimpulan bahwa konsep green banking ini memperlihatkan implementasi konsep Mengenaifungsi perbankan Indonesia, secara umum diatur dalam Pasal 3 UU No. 7 Tahun 1992, Termasuk pengembangan teknologi informasi, yaitu pengembangan layanan e-channel. Kebijakan untuk program green banking bank bjb mengimplementasikan berbagai hal dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan kemudian mengalokasikan dana CSR.
SISTEM PENGISIANBATERAI (SEALED LEAD ACID)SLA MENGGUNAKAN INTERLEAVED BUCK CONVERTERDENGAN KAPASITOR KOPLING BERBASIS MIKROKONTROLER Eka Prassetyono; Achmad Haidir Ali Fathani; Novie Ayub Windarko
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sealed Lead Acid (SLA) Battery is one of commercial battery types widely used in the world. This battery type is very familiar because free maintenance and simple charging method, such as constant voltage or constant current and combination of both methods to obtain the appropriate charging current standards. In addition, charging power converter topologies to obtain high efficiency is also an option. This paper discusses SLA battery charging system with a combination of constant current and constant voltage using Interleaved Buck DC�DC Converter (IBC) with a coupling capacitorpower converters. This converter has a large step down voltage conversion ratio, small ripple of currents and voltages and have a high efficiency.PWM control and charging mode selectionATmega16 microcontroller is used as the control system. The experimental results for charging a 12V/17Ah battery showedthe charging system with a combination of constant current and constant voltage worked properly. Maximum voltage of converter for charging was14.3V at 2Acharging current, 4% ripple of current,2% ripple of voltage. Converter efficiency has reached 90.6%.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS BTS BERBASIS ANTENA SINGLE�BAND DAN MULTI-BAND UNTUK MENDUKUNG KESTABILAN JARINGAN Adith I.S Adith I.S; Agnes E.T Agnes E.T; Basuki R.H Basuki R.H; Ahmad S Ahmad S; Binti M Binti M
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat BTS berperan penting dalam dunia telekomunikasi terutama terhadap kestabilan jaringan. Antena sektoral multi-band mulai menggantikan peran antena sektoral single-band yang banyak digunakan pada BTS. Antena sektoral menjadi salah satu faktor penentu hasil coverage area yang mendukung kestabilan jaringan. Hasil perubahan penggunaan antena membutuhkan evaluasi pada sisi kinerja antena sektoral, perbandingan coverage area, dan perbandingan budget calculation antara antena multi-band dan single-band pada BTS. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk membandingkan kinerja antena pada faktor rx level sinyal & throughput , membandingkan coverage area yang dihasilkan oleh antena sektoral multi-band dan antena single-band kemudian membandingkan budget calculation penggunaan antena. Pengujian throughput dan pengukuran rx level signalmemanfaatkan drive test sehingga optimasi keberhasilan antena multi-band dipasangkan untuk memperoleh data sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan dan menentukan efisien perangkat pada area urban. Pengumpulan data BTS diperoleh dari salah satu operator di Indonesia. Pengambilan sampel sebanyak 8 BTS pada area kota Malang. Perbandingan kinerja antena sektoral ditinjau pada 3 faktor yaitu coverage area, Rx level sinyal/RSCP, dan Throughput jaringan. Hasil dari penelitian menunjukkan perbandingan efektifitas jaringan yang dihasilkan oleh antena sektoral multi-band dan antena sektoral single-band pada sisi coverage area antena menunjukkan hasil dari antena single-band lebih jauh dibandingkan antena multi-band. Sedangkan pada sisi rx level sinyal yang terukur pada proses drive test jaringan 2G yang dihasilkan oleh antena multi-band lebih baik, dengan nilai rx level sinyal kategori baik sebesar 80,19%, untuk jaringan 3G yang dihasilkan antena single-bandlebih baik, dengan nilai rx level sinyal kategori baik sebesar 91,84%.
SISTEM KONTROL KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PID�MQPSO Elkana Ishak; Fachrudin Hunaini; Faqih Rofii
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penalaan pada pengontrolan kecepatan motor dc biasanya dilakukan secara manual dengan berdasarkan pada teori penalaan. Teori penalaan yang sering digunakan adalah metode Ziegler-Nichols disamping metode Trial-Error. Kendala yang dialami oleh metode penalaan ini adalah respon yang dihasilkan belum optimal. Penelitian ini menggunakan algoritma MQPSO (Modified Quantum behaved Particle Swarm Optimization) untuk optimasi parameter Kp, Ki, dan Kd dari hasil penalaan metode Ziegler-Nichols. MQPSO merupakanpengembangan dari algoritma PSO (Particle Swarm Optimization) dan QPSO (Quantum behaved Particle Swarm Optimization). MQPSO memiliki perilaku pencarian partikel yang lebih detail karena memperhitungkan posisi partikel terhadap mbest dan gbest. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penalaan MQPSO menghasilkan parameter PID yang memiliki respon paling optimal dibandingkan penalaan QPSO, PSO, dan Ziegler-Nichols. MQPSO menghasilkan settling time sistem sebesar 41.0201ms, sedangkan QPSO sebesar 42.8276ms, PSO sebesar 43.7008ms, dan Ziegler-Nichols 61.8571ms.