cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alfarhanic@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23564903     EISSN : 25798359     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH merupakan jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian dari mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Galuh.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016): September 2016" : 10 Documents clear
RESPON PETANI TERHADAP PENERAPAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea Mays spp.) POLA TUMPANGSARI Yuli Nurmayanti; Dini Rochdiani; Cecep Pardani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.230

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Respon petani terhadap penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, dan (2) Berbagai kendala yang dihadapi petani dalam penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang.Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi kasus di Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Sampel responden penelitian adalah 35 petani dari 139 petani jagung hibrida Bisi 2 di Desa Sagalaherang dengan menggunakan metode acak sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Tingkat respon petani terhadap penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang, secara umum sebagian besar petani responden termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 63,57. Untuk tingkat pengetahuan responden termasuk kategori tinggi dengan rata-rata skor 20,11, sikap responden termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 21,81, dan keterampilan termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 21,6.2) Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani dalam penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 antara lain: (a) Kurangnya bantuan modal dari pemerintah, (b) Kurangnya pengetahuan petani tentang teknologi pertanian, (c) Kurangnya pengendalian hama dan penyakit, (d) Adanya perebutan unsur hara dan sinar matahari pada tanaman, (e) Sulitnya akses jalan dan trasportasi saat pengangkutan hasil panen, serta letak kebun yang jauh dari pemukiman.Kata Kunci: Respon Petani, Usahatani Jagung Hibrida Bisi 2, Tumpangsari
TINGKAT PERSEPSI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH PEPAYA CALIFORNIA DI PASAR SWALAYAN Sulistiani Mardiah; Soetoro Soetoro; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat persepsi konsumen dalam keputusan pembelian buah pepaya california di pasar swalayan (2) Kendala yang dihadapi dalam kegiatan pengambilan keputusan pembelian buah pepaya california. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penarikan sampel menggunakan Non-probability sampling dengan cara judgement sampling pada 30 orang konsumen buah pepaya california di Toserba Yogya Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tingkat persepsi konsumen dalam keputusan pembelian buah pepaya california di pasar swalayan yang dilakukan di Toserba Yogya Ciamis tergolong ke dalam kategori sedang. Tingkat persepsi jika dilihat per dimensi yaitu : a) Dimensi produk memiliki tingkat persepsi baik. b) Dimensi harga memiliki tingkat persepsi sedang. c) Dimensi promosi memiliki tingkat persepsi sedang. 2) Kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan pengambilan keputusan pembelian pepaya california di pasar swalayan yaitu : a) Kendala internal ; pengalaman belajar dan memori dalam membeli buah pepaya california, dimana dimensi harga menjadi kendala. Selain itu kepribadian dan konsep diri, beberapa responden memiliki konsep dalam membeli buah pepaya california. Yang penting memiliki rasa buah pepaya california yang sama, responden tak perlu lagi membeli di pasar swalayan . b) Kendala Eksternal ; faktor sosial yaitu kelompok referensi dan keluarga, perolehan informasi dan referensi tempat lain. Kata Kunci: persepsi, buah pepaya
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DENGAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELATI Ivan Sayid Nurahman; Yus Rusman; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 2) Tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati, 3) Hubungan tingkat faktor sosial ekonomi dengan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penarikan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh (sensus) anggota populasi wanita tani pada Kelompok Wanita Tani Melati dengan jumlah anggota sebanyak 31 orang. Untuk mengetahui tingkat faktor sosial ekonomi petani dan tingkat partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dibagi ke dalam 3 kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah serta dilakukan analisis secara deskriptif. Sedangkan untuk menentukan interval masing-masing kategori dilakukan perhitungan menurut Sudjana (2005). Untuk menguji hipotesis secara parsial digunakan rumus koefisien Korelasi Rank Spearman dan untuk menguji hipotesis secara simultan digunakan rumus Koefisien Konkordans Kendall, dengan menggunakan software SPSS versi 23.0. Hasil dari penelitian ini adalah :1. Tingkat faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang yaitu dengan nilai rata-rata 36,03 diukur dari tingkat pendidikan, pendapatan per bulan, tingkat kekosmopolitan, tanggungan keluarga, kepemilikan kekayaan, dan jenis pekerjaan. Hasil pengukuran dari indikator faktor sosial ekonomi tersebut adalah sebagai berikut, tingkat pendidikan masuk dalam kategori rendah, pendapatan, tanggungan keluarga dan tingkat kekosmopolitan masuk kategori sedang, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan masuk dalam kategori tinggi.2. Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis termasuk kategori sedang, dengan nilai rata-rata mencapai 34,22. Sedangkan partisipasi dalam tahap perencanaan dan pengambilan keputusan termasuk kategori sedang. Pada tahap pelaksanaan dan pengambilan manfaat termasuk kategori tinggi. Pada tahap evaluasi termasuk kategori rendah.3. Secara parsial, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat kekosmopolitan, jumlah tanggungan keluarga, pemilikan kekayaan dan jenis pekerjaan mempunyai hubungan positif yang tidak nyata dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Secara simultan terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara faktor sosial ekonomi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dengan Tingkat Partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.Kata Kunci : Faktor sosial ekonomi pertanian, Partisipasi, KWT
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KERIPIK PISANG Irma Setiawati; Dini Rochdiani; Sudrajat Sudrajat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan, faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan agroindustri keripik pisang, alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik pisang di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal, maka responden yang diambil satu orang pengusaha keripik pisang dan sebagai responden pendukung yaitu satu orang Pemerintah Desa Hegarmanah dan satu orang dari Dinas Pertanian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Besarnya biaya total yang dikeluarkan oleh pengusaha keripik pisang dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.369.385,67, penerimaannya sebesar Rp 2.500.000,00 dan pendapatannya sebesar Rp 1.130.614,33.2) Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pengembangan agroindustri keripik pisang di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis terdiri dari kekuatan, kelemahan dan peluang, ancaman. Faktor-faktor yang menjadi kekuatan yaitu tersedianya cukup jumlah tenaga kerja, produksi mudah dilakukan, produk keripik pisang yang tahan lama, harga produk yang terjangkau. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi kelemahan yaitu keterbatasan permodalan, kualitas SDM yang masih kurang, pengemasan produk masih sederhana, dan promosi masih kurang. Faktor-faktor yang menjadi peluang yaitu tidak ada pesaing produk sejenis disatu daerah, pangsa pasar yang masih luas, permintaan semakin meningkat, cuaca tidak mempengaruhi produksi. Faktor-faktor yang menjadi ancaman yaitu kelangkaan bahan baku, fluktuasi harga bahan baku, kurang adanya peran dari pemerintah, dan kenaikan harga sarana produksi.3) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agroindustri keripik pisang di Desa Hegarmanah Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis yaitu mempertahankan kualitas produksi dan pengembangan pasar, mempertahankan kontinuitas produksi untuk memenuhi permintaan, optimalisasi kualitas SDM untuk memenuhi permintaan produk, diversifikasi produk untuk memenuhi pangsa pasar, pengelolaan tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku, keseragaman harga jual dengan peran serta pengawasan pemerintah, penganekaragaman pengemasan untuk memaksimalkan produksi dan menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam menyikapi permodalan.Kata Kunci: agroindustri, keripik pisang
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SANTAN KELAPA Aan Mahaerani; Dini Rochdiani; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 1) faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal agroindustri santan kelapa di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran,2) merumuskan alternatif strategi dan menentukan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan agroindustri santan kelapa di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus di PT Pacific Eastern Coconut Utama.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Responden yang diambil sebanyak empat orang yang dipilih secara sengaja (purposive). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Berdasarkan faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agroindustri santan kelapa, dapat diidentifikasi faktor-faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan. Adapun kekuatan internal antara lain : kualitas produk, menguasai pasar modern, kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, kemampuan dalam mengakses modal, pemberian insentif kepada tenaga kerja, dan mempunyai website. Kelemahan internal antara lain : hambatan masuk bagi industri santan kelapa, keterbatasan sumberdaya/ kapabilitas perusahaan, pengedukasian produk terutama manfaat dari santan, pemasaran masih terbatas, dan sistem kelembagaan rendah. Identifikasi faktor-faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman. Adapun peluang eksternal antara lain : kemajuan teknologi produksi, komunikasi dan informasi, permintaan pasar, kebijakan Dispaperindagkop UMKM Kabupaten Pangandaran yang menempatkan santan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pangandaran, sarana dan pemasaran memadai, penetapan lokasi perusahaan, dan daya beli masyarakat. Sedangkan ancaman eksternal antara lain : persaingan dengan industri sejenis, perbaruan atau direvisinya peraturan, meningkatnya kekuatan tawar menawar dari pembeli/ pemasok, lemahnya daya beli masyarakat, dan jaringan distribusi pesaing lebih luas. 2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan adalah mempertahankan kualitas produk dan kapasitas produksi, memperluas peluang pasar dengan memanfaatkan website, dan meningkatkan pemberian insentif kepada tenaga kerja untuk dapat mengembangkan usahanya.Kata Kunci : Agroindustri, Santan Kelapa
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN RENTABILITAS AGROINDUSTRI TAHU BULAT Iif Latifah; Yus Rusman; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya :1) Biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C agroindustri tahu bulat dalam satu kali proses produksi. 2) Nilai tambah agroindustri tahu bulat dalam satu kali proses produksi, dan 3) Nilai rentabilitas agroindustri tahu bulat dalam satu kali proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada seorang perajin tahu bulat di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Responden yang diambil dalam penelitian ini diambil secara sengaja (purposive sampling), yaitu pada agroindustri tahu bulat perusahaan Asian Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Besarnya biaya produksi agroindustri tahu bulat pada perusahaan Asian dalam satu kali proses produksi adalah Rp.44.872.306,71, penerimaan sebesar Rp.85.705.000,00 pendapatan sebesar Rp. 40.832.693,29, dan R/C sebesar 1,90. 2) Besarnya nilai tambah pada agroindustri tahu bulat pada perusahaan Asian dalam satu kali proses produksi sebesar Rp.11.964,46 per kilogram. 3) Besarnya nilai rentabilitas pada agroindustri tahu bulat pada perusahaan Asian dalam satu kali proses produksi sebesar 90,99 persen.Kata Kunci : Biaya, Pendapatan, R/C, Nilai Tambah, Rentabilitas.
ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI JAHE ( Zingiber officinale ) Didin Saadudin; Yus Rusman; Cecep Pardani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.216

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani jahe per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, (2) Besarnya pendapatan pada usahatani jahe per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, (3) Besarnya R/C pada usahatani jahe per hektar per satu kali musim tanam di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling), dari seluruh anggota populasi yang berjumlah 120 orang dan diambil responden sebanyak 30 orang (25 persen dari anggota populasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Besarnya biaya pada usahatani jahe di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis sebesar Rp 21.023.831,65 per hektar per satu kali musim tanam. Penerimaannya sebesar Rp 57.363.000,- per hektar per satu kali musim tanam, diperoleh dari hasil panen jahe sebesar 9.560,50 kilogram per hektar dengan harga Rp 6.000,- per kilogram. 2) Besarnya pendapatan pada usahatani jahe di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis adalah sebesar Rp 36.339.168,35 per hektar per satu kali musim tanam. 3) Besarnya R/C pada usahatani jahe di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis adalah sebesar 2,73. Artinya setiap pengeluaran Rp 1,00 maka petani jahe akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp 2,73 sehingga petani jahe memperoleh keuntungan sebesar Rp 1,73. Dengan demikian usahatani jahe di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis menguntungkan untuk diusahakan.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI DAN PARTISIPASI PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI POLA TANAM PADI (Oryza sativa L) JAJAR LEGOWO 4 : 1 Sri Mulyati; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Tingkat partisipasi petani dalam penerapan teknologi pola tanam padi jajar legowo 4 : 1. 2) Karakteristik sosial ekonomi petani yang menerapkan teknologi pola tanam padi jajar legowo 4 : 1. 3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerapan teknologi pola tanam padi jajar legowo 4 : 1. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (case study) di Kelompoktani Gunung Harja Desa Kalijaya Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Sampel yang diambil adalah semua anggota Kelompoktani Gunung Harja sebanyak 24 orang. Hasil penelitiannya adalah : 1)Tingkat partisipasi petani dalam Kelompoktani Gunung Harja termasuk dalam kategori tinggi dengan jumlah 13 orang atau 54,16 persen, dan yang berada pada kategori rendah sebanyak 11 orang atau 45,83 persen. 2) Karakteristik sosial ekonomi petani berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 11 orang atau 45,83 persen, kategori tinggi sebanyak 7 orang atau 29,17 persen, dan yang terakhir berada pada kategori rendah sebanyak 6 orang atau 25 persen. 3)Faktor sosial ekonomi petani yang meliputi, umur responden, tingkat pendidikan formal dan non formal, jumlah tanggungan keluarga, luas lahan, frekuensi mengikuti penyuluhan dan pengalaman bertani secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap penerapan teknologi pola tanam padi jajar legowo 4 : 1.Kata Kunci : Kelompoktani, Jajar Legowo 4 :1.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KOPRA Hengki Prastio; Soetoro Soetoro; Tito Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Saluran pemasaran kopra mulai dari produsen sampai ke konsumen, 2) Besarnya marjin, biaya pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran kopra dari produsen ke konsumen, dan 3) Persentase harga yang diterima petani atau Farmer’s share (Producer’s share) dalam proses pendistribusian kopra di Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Sampel yang diambil sebagai responden sebanyak 3 orang perajin, Sedangkan jumlah pedagang pengumpul 1 orang, yang diambil dengan cara Snowball Sampling Method. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa : 1) Terdapat dua saluran pemasaran kopra dari Desa Sindangsari sampai ke konsumen akhir (pabrik pecu) Saluran pemasaran I : Petani → Konsumen . Saluran pemasaran II : Petani → Pedagang Pengumpul → Konsumen . 2) Besarnya marjin, biaya dan keuntungan pemasaran pada saluran pemasaran I yaitu Rp.3.000,- per Kg dan pada saluran pemasaran II yaitu Rp.2.500,- per Kg. Besarnya biaya yang dikeluarkan pada saluran pemasaran I yaitu Rp.1.100,- per Kg, dan pada saluran pemasaran II yaitu Rp.1.300,- per Kg. Sedangkan besarnya keuntungan pada saluran pemasaran I yaitu Rp.1.900,- per Kg, dan pada saluran pemasaran II yaitu Rp.1.200,- per Kg. 3) Bagian harga yang diterima petani atau Farmer’s share(Producer’s share) pada saluran pemasaran I sebesar 100 % dan pada saluran pemasaran II sebesar 66,67 % . Kata Kunci: Saluran Pemasaran, Kopra
ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI KUBIS PUTIH (Brassica oleracea) Andi Maulana; Dini Rochdiani; Muhamad Nurdin Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v3i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya: (1) Biaya yang di keluarkan dalam usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum, (2) Pendapatan dalam usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum, (3) Titik impas dalam usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai, dengan mengambil kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Jumlah responden diamibil dari semua petani kubis sebanyak 20 orang petani dengan menggunakan metode sampling jenuh atau sensus.     Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa : 1) Besarnya biaya yang dikeluarkan dalam usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum rata-rata sebesar Rp 1.778.876,13. 2) Besarnya pendapatan usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum rata-rata sebesar Rp 1.221.125,86. 3) Besarnya titik impas pada usahatani kubis per hektar per satu musim tanam di Desa Cibeureum rata-rata sebagai berikut: a) Titik impas penerimaan adalah Rp 683.846,84. b)Titik impas volume produksi adalah 227,94 kilogram. c) Titik impas luas lahan adalah 0,02/hektar. d) Titik impas harga adalah Rp 592,95. Kata Kunci : Titik impas, Usahatani, Kubis putih

Page 1 of 1 | Total Record : 10