cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SAINS DAN MATEMATIKA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 21 Issue 4 Year 2013" : 5 Documents clear
Sintesis 3,4-Metilendioksibenzaldehid dari Safrol pada Minyak Lawang (Cinnamomum cullilawan, Bl) sebagai Senyawa Antibakteri Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; AP, Nor Basid
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3803.939 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis 3,4-metilendioksibenzaldehid dari minyak lawang (Cinnanomum cullilawan Bl.). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi safrol dan sintesis 3,4-metilendioksibenzaldehid. Isolasi safrol melalui redistilasi dan ekstraksi menggunakan NaOH. Sedangkan sintesis 3,4-Metilendioksibenzaldehid melalui reaksi isomerisasi safrol dan reaksi oksidasi menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR dan GC-MS. Safrol yang diperoleh berupa cairan minyak kekuningan dengan rendemen 22,22%. Hasil isomerisasi safrol yaitu isosafrol berupa cairan minyak kuning kecoklatan. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus metilendioksi, C=C, dan =CH pada gugus alil. Sedangkan hasil oksidasi isosafrol berupa bubuk putih. Spektra FTIR menunjukkan telah terjadi konversi gugus C=C menjadi gugus aldehid. Aktivitas antibakteri dari senyawa 3,4 metilendioksibenzaldehid terhadap bakteri gram positif (Staphyllococcus aureus) dan bakteri gram negatif  (Escherichia coli), dengan metode difusi cakram kertas menunjukkan hasil yang potensial dengan semakin meningkatnya konsentrasi.   Keywords: safrol, isosafrol, 3,4-metilendioksibenzaldehid, minyak lawang
Sintesis Etil Sinamat dari Sinamaldehid pada Minyak Kayu Manis (Cinnamomum cassia) dan Uji Aktivitas sebagai Antidiabetes Amalia, Dian; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Fachriyah, Enny
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3930.412 KB)

Abstract

Minyak kayu manis diperoleh dengan cara distilasi dari kulit batang kayu manis. Komponen utama dalam minyak kayu manis adalah sinamaldehid (42-75%). Sinamaldehid merupakan senyawa yang memiliki gugus aldehid yang dapat dimodifikasi menjadi gugus ester yang dapat digunakan sebagai antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis etil sinamat dari asam sinamat dan menguji aktivitas etil sinamat sebagai antidiabetes. Metode dari penelitian ini adalah oksidasi dan esterifikasi. Etil sinamat diperoleh dari hasil sintesis merupakan cairan berwarna kuning jernih dan berbau harum dengan rendemen sebesar 98,86%. Hasil dari FTIR menunjukkan terbentuknya etil sinamat dengan adanya gugus C-O ester, sedangkan dari hasil GC-MS diperoleh kelimpahan etil sinamat sebesar 99,01%. Hasil uji aktivitas antidiabetes menunjukkan bahwa, senyawa etil sinamat memiliki nilai IC50 sebesar 215,509 ppm.   Keywords: sintesis; oksidasi; esterifikasi; sinamaldehid; antidiabetes.
Deteksi Jenis Padi Indica dan Japonica Padi Gogo Rancah Beras Merah Varietas Slegreng dan Mandel Berbasis Fragmen ORF100 dan ORF29 Haryanti, Wahyu Dewi U.; Kusumaningrum, Hermin P.; Budiharjo, Anto
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3251.83 KB)

Abstract

Deteksi fragmen Open Reading Frame (ORF)100 dan ORF29 telah dilakukan pada dua jenis padi gogo rancah beras merah yaitu varietas Slegreng dan Mandel. Metode penelitian dilakukan dengan cara isolasi DNA kloroplas padi diikuti dengan amplifikasi PCR menggunakan optimasi suhu annealing pada tiga suhu yang berbeda, yaitu 53°C, 55°C, dan 56°C. Selanjutnya hasil amplifikasi divisualisasikan menggunakan elektroforesis pada gel agarose 1%. Suhu annealing 53°C merupakan suhu yang optimal untuk memperlihatkan fragmen ORF100 dan ORF29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen ORF100 dan ORF29 dapat teramplifikasi pada padi Slegreng dan mandel, sehingga kedua jenis padi tersebut menunjukkan kecenderungan subspesies japonica. Perbedaan ketebalan dan ukuran pita tidak mempengaruhi keberadaan fragmen ORF100 dan ORF29 sebagai penanda untuk mengidentifikasi tipe indica atau japonica. Pemanfaatan marka molekuler fragmen ORF100 dan ORF29 dalam mendeteksi jenis padi diharapkan dapat melengkapi hasil karakterisasi dan pengelompokkan varietas padi berdasar karakter morfologi dan fisiologi.   Keywords: chloroplast DNA, ORF100, ORF29, indica-japonica differentiation
Geochemistry of Three Spots on Stream Water around Gedongsongo Hot Springs Aminin, Agustina L. N.; Suhartana, Suhartana; Sriatun, Sriatun; W., Didik S.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3107.652 KB)

Abstract

Study on the physical characteristics, chemical content of water as well as microbiological composition in the area of ​​geothermal hot springs in Gedongsongo have been done. Water samples were collected on the area within streaming water with moderate temperature. The selection was done on the basis of water that will enter into agricultural and residential areas. Water analysis includes physical analysis, such as temperature, water clarity and odor. While the chemical analysis comprised the oxide content of Mg and Ca. Anion analysis was also performed as sulfate, phosphate, bicarbonate and chloride. The microbiological composition performed using SSCP method for community analysis. The results showed a correlation between the temperature and the content of the anions. The higher temperature of water showed the higher level of anions. The existence of the metal oxide is directly proportional to the levels of the anions. The lower acidity of water showed the higher the levels of hydrogen sulfide. Bacterial composition based on SSCP profile showed a slight different of diversity.
Pembentukan Bintil Akar Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill) dengan Perlakuan Jerami pada Masa Inkubasi yang Berbeda Kumalasari, Ika Dyah; Astuti, Endah Dwi; Prihastanti, Erma
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3497.454 KB)

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max (L) Merrill) merupakan tanaman yang sudah dikenal masyarakat dan memilik potensi besar untuk dikembangkan. Tanaman kedelai termasuk tanaman legum yang pada akarnya terdapat bintil akar yang merupakan simbiosis antara akar dengan bakteri Rhizobium japonicum. Bintil akar berfungsi untuk mengikat unsur nitrogen bebas. Selain itu juga dapat menyuburkan tanah karena dapat menghemat penggunaan Nh3 yang tersedia ditanah dan penyediaan unsur nitrogen ke tanah. Tanaman kedelai agar tumbuh subur dan kaya bahan organik. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah jeramipadi yang merupakan limbah organik yang mempunyai rasio C/N tinggi. Jerami padi mengandung gula, pati, selulose, hemiselulose, pektin, lignin, lemak dan protein. Jerami padi jumlahnya melimpah dan biasanya dibakar dan dibenamkan kedalam sawahdan terjadi dekomposisi. Selama proses dekomposisi terjadi aminasi, amonifikasi, dan nitrifikasi. Petani biasanya menanam kedelai setelah ditanami padi sebelum kemudian ditanami padi lagi tapi belum diketahui berapa lama inkubasi jerami padi berpengaruh menguntungkan dalam pembentukan bintil akar tanaman kedelai. Diharapkan dengan masa inkubasi yang berbeda dapat diketahui tingkat dekomposisi jerami padi yang berpengaruh terhadap pembentukan bintil akar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jerami padi pada masa inkubasi yang berbeda pada pembentukan bintil akar tanaman kedelai (Glycine max (L) Merrill)  dan masa inkubasi jeramiyang berpengaruh paling baik terhadap pembentukan bintil akar tanaman kedelai. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan faktor tunggal dengan perlakuan P1=jerami padi masa inkubasi 15hari, P2=jerami padi pada masa inkubasi 30 hari, P3=jerami padi pada masa inkubasi 45 hari, P0=jerami padi masa inkubasi 15hari (sebagai kontrol). Masing-masing perlakuan dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah bintil akar, persentase bintil akar, berat basah bintil akar dan berat kering bintil akar. Data yang diperoleh dianalisi dengan ANOVA pada taraf uji 5% dan bila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf uji 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jerami padi tanpa inkubasi (kontrol) dapat meningkatkan pembentukan bintil akar. Semakin lama masa inkubasi maka semakin menurunkan pembentukan bintil akar tanaman kedelai.   Keywords: Glycine max (L) Merrill, bintil akar, dekomposisi, jerami padi

Page 1 of 1 | Total Record : 5