cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019): April 2019" : 5 Documents clear
Pengudusan Progresif Orang Percaya Menurut 1 Yohanes 1:9 Nurnilam Sarumaha
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.90

Abstract

One of God's will in human life is to live in holiness, even though it is not an easy thing to maintain a holy life perfectly. However, holiness can be progressive. This study aims to show the importance of progressive sanctification of believers. By using a descriptive method of analysis of the biblical text, especially 1 John 1: 9, it can be concluded that believers must progressively sanctify. Sanctification is progressively a reflection of the growth of the Christian faith toward maturity.AbstrakSalah satu kehendak Tuhan dalam hidup manusia adalah hidup di dalam kekudusan, sekalipun bukanlah hal yang mudah mempertahankan hidup yang kudus secara sempurna. Namun demikian, kekudusan itu dapat bersifat progresif. Kajian ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya pengudusan secara progresif orang percaya. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis terhadap teks Alkitab, khususnya 1 Yohanes 1:9, maka dapat disimpulkan bahwa orang percaya harus mengalami pengudusan secara progresif. Pengudusan secara progresif merupakan refleksi pertumbuhan iman Kristen menuju kedewasaan.
Implikasi Penggunaan El dan YHWH dalam Kekristenan Masa Kini Eben Munthe
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.92

Abstract

The use of the terms El and YHWH relating to the name of God or God in the Bible produces a lot of discussion, in which groups eventually tend to maintain YHWH or Yahweh as names that cannot be replaced. The group is usually called Yahweism, or the admirers of the name Yahweh. This article provides a literature review with a qualitative approach to the texts of the Scriptures concerning the use of the term name. With descriptive and analytical methods, the conclusion is that the use of El and YHWH in the Old Testament refers to the same person so that it is not necessary to debate its use. El refers to revelation in general, while YHWH shows special revelation in the context of the election and salvation of a nation or people. AbstrakPenggunaan istilah El dan YHWH berkaitan dengan nama Allah atau Tuhan dalam Alkitab menghasilkan banyak diskusi, di mana pada akhirnya muncul kelompok yang cenderung mempertahankan YHWH atau Yahweh sebagai nama diri yang tidak boleh diganti. Kelompok tersebut biasa disebut Yahweisme, atau para pengagum nama Yahweh. Artikel ini memberikan kajian literature dengan pendekatan kualitatif pada teks-teks Kitab Suci berkenaan dengan penggunaan istilah nama tersebut. Dengan metode deskriptif dan analisis, maka diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan El dan YHWH dalam Perjanjian Lama merujuk pada satu pribadi yang sama sehingga tidak perlu diperdebatkan penggunaannya. El menunjuk pada pewahyuan secara umum, sementara YHWH menunjukkan pewahyuan khusus dalam konteks pemilihan dan keselamatan sebuah bangsa atau umat.
Fungsi Gereja Sebagai Entrepreneurship Sosial dalam Masyarakat Majemuk Erman Sepniagus Saragih
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.89

Abstract

There is a tendency that the church has not been maximal in carrying out its social functions when viewed from the issue of a pluralistic community context. The church must actively transform the deacon, specifically alleviating the social problems surrounded. This study aimed to describe the model of transformation deaconal mission into the form of Christian entrepreneurs. By using literature review and descriptive methods, the conclusions obtained is: The church must be able to foster a sense of solidarity starting from inside the church to outside through the economic empowerment of her people.AbstrakAda kecenderungan bahwa gereja belum maksimal dalam menjalankan fungsi sosialnya ketika ditinjau dari persoalan konteks masyarakat majemuk. Gereja harus giat bertransformasi diakonia, secara khusus pengentasan masalah sosial yang berada disekitarnya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model transformasi misiologis diakonial dalam bentuk entrepreneur kristiani. Dengan menggunakan kajian literatur dan metode deskriptif, maka kesimpulan yang diperoleh adalah: Gereja harus dapat menumbuhkan rasa solidaritas dimulai dari jemaat hingga ke luar gereja melalui pemberdayaan ekonomi uma
Evaluasi terhadap Tata Ibadah Kontekstual Gereja Kristen Jawa Ayub Widhi Rumekso
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.91

Abstract

The worship of the people of the Javanese Christian Church cannot be separated from the liturgy. The liturgy gives an introduction, views, and attitudes of the Christian faith to the Javanese Christian Church amid its existence. Throughout the history of the MPD liturgies, the I, II, III, and lectionary variations of the I and II liturgical models have been developed. The process of birth and development of the GKJ liturgy are important elements of research to find an explanation, why GKJ people still have a distance from the realities of life that exist in society. The results found in this study indicate that the GKJ liturgy that has been built has not been placed on the reality of the struggle and hopes of the people amid community and cultural life. The current GKJ's view of the liturgy has a similar meaning to the religious rituals of the people that shape the identity of the people, but there is no critical step capability to build up their worship with praxis so that it can be lived in and have an impact on the lives of the people and the community. Abstrak Peribadahan umat Gereja Kristen Jawa tidak bisa dilepaskan dari liturgi. Liturgi memberikan pengenalan, pandangan, serta sikap iman Kristen kepada umat Gereja Kristen Jawa di tengah keberadaannya. Sepanjang sejarah liturgi GKJ telah dikembangkan model liturgi GKJ formula I, II, III, dan leksionari variasi I dan II. Proses kelahiran dan pengembangan liturgi GKJ merupakan unsur-unsur penting penelitian dalam rangka mencari penjelasan, mengapa umat GKJ masih memiliki jarak dengan kenyataan kehidupan yang ada di tengah masyarakat. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa liturgi GKJ yang telah dibangun belum diletakkan pada kenyataan pergumulan dan harapan umat di tengah kehidupan masyarakat dan budayanya. Pandangan GKJ masa kini tentang liturgi memiliki persamaan makna dengan ritual keagamaan masyarakat yang membentuk jatidiri umat, tetapi belum ada kemampuan langkah kritis konkrit untuk membangun tata peribadahannya dengan praksis sehigga dapat dihayati dan memberikan dampak bagi kehidupan umat maupun masyarakatnya.
Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Kolose 3:21 Ezra Tari; Talizaro Tafonao
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.93

Abstract

This article aimed to describe the education of children in the family based on Colossians 3:21. This study used a sociological criticism approach by conducting a study of the text of Colossians 3:21 to analyze the Bible's view of children's education in the family. The conclusion of this textual study is educating children without violence. Paul reminded fathers in educating children to prioritize love as the basis for education in the family. The love of a father will be reflected in the lives of every child through communication and imprinted in an attitude of obedience and respect for parents. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendreskripsikan pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan Kolose 3:21. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kritik sosiologis dengan melakukan kajian terhadap teks Kolose 3:21untuk meng-analisis pandangan Alkitab tentang pendidikan anak dalam keluarga. Kesimpulan dalam kajian terhadap teks tersebut adalah mendidik anak tanpa adanya kekerasan. Paulus mengingatkan para ayah dalam mendidik anak-anak lebih mengutamakan kasih sayang sebagai dasar pendidikan dalam keluarga. Kasih sayang seorang ayah akan tercermin dalam kehidupan setiap anak melalui komunikasi dan terpatri dalam sikap taat dan menghormati orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 5