Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK"
:
10 Documents
clear
DUKUNGAN SUMBER DAYA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PASHMINA USIA SEKOLAH DASAR OLEH NASYIATUL ‘AISYIYAH KABUPATEN BOYOLALI
Werdani, Kusuma Estu
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1739
Jumlah remaja yang mengalami kehamilan dini <19 tahun di Kabupaten Boyolali pada tahun 2019 sebesar 295. pada tahun 2020 dari bulan Januari-Agustus mengalami peningkatan sebesar 307. Tingginya masalah kesehatan reproduksi remaja dapat disebabkan antara lain kurangnya informasi tentang KRR. Sehingga Nasyiatul ‘Aisyiyah ortom dari Muhammadiyah berinisiatif membentuk program PASHMINA yang terdapat lima pos layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan layanan konseling kesehatan reproduksi dan layanan konseling psikologi pada program PASHMINA di Nasyiatul ‘Aisyiyah Boyolali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 4 informan diantaranya ketua PASHMINA Boyolali dan kader PASHMINA cabang Ngemplak serta cabang Sambi. Triangulasi sumber yaitu ketua PASHMINA Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM PASHMINA sudah mencukupi secara jumlah, struktur, dan kompetensi untuk menyelenggarakan program kegiatan. Akan tetapi, terbatasnya pemberian reward bisa saja mempengaruhi motivasi kader dalam melaksanakannya. Sumber dan alokasi dana sudah cukup. Sedangkan kepemilikan sarana prasarana pelru ditingkatkan karena sebagian besar masih meminjam. Sasaran program sudah sesuai dengan tujuan, akan tetapi perlu melakukan perencanaan lebih matang agar dapat menjangkau sasaran di wilayah yang lebih luas. Layanan yang diberikan sudah sesuai dengan pedoman dan tujuan program.
ANALISIS PENYIMPANAN REKAM MEDIS AKTIF RAWAT JALAN GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG
Febrianti Salawiyah, Febrianti Salawiyah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1752
Based on the results of research studies at the Cilengkrang Health Center, Bandung Regency, it is known that in the implementation of the alignment of medical record documents there are still misplaced and missing (misfiles) so that it hinders the process of taking and returning medical record documents both stored and to be borrowed. This misplaced and missing file can affect patient care because it can hamper the examination process, besides that the lost medical record will be regenerated with a new medical record so that the contents of the medical record become ineffective. The purpose of this study was to analyze, to know the description of the lending system on the occurrence of missfiles of outpatient medical record files in the filling room by means of qualitative methods and data collection by interviews, as well as observations at the Cilengkrang Health Center, Bandung Regency. The results showed that from 1,044 outpatient medical record files, 5%, namely 52.2 medical record files, had missfiles, which were not appropriate in placing/compiling medical record files on the proper shelves. Efforts to fix this problem are redesigning the filling room so that the distance between the filling racks is more ergonomic, using tracers and installing procedures / SOPs in the storage room (filling), and using color coding on the folder folder. Keywords : Missfile, Storage, Public Health Center, Medical Record
TINJAUAN TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN LAPORAN BULANAN DATA KESAKITAN (LB1) LITERATURE REVIEW
Sabiladina, Khoirunnisa;
-, Muniroh;
Fannya, Puteri;
Widjaja, Lily
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1786
Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1) adalah laporan bulanan yang berisikan pendistribusi kasus penyakit menurut kelompok umur serta kasus baru ataupun kasus lama di puskesmas. Dengan adanya data dan informasi yang diperoleh dari laporan bulanan data kesakitan, maka dinas kesehatan dapat melakukan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan program yang ada di puskesmas. Data dan informasi di dalam laporan tersebut dapat bernilai apabila dilaksanakan secara tepat dan akurat. Selain itu, data dan informasi tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena keputusan yang tepat waktu tidak akan berguna apabila keputusan tersebut tidak sesuai untuk menangani masalah kesehatan yang sedang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan dengan menggunakan metode literature review. Berdasarkan hasil tinjauan literature review terhadap 4 jurnal terkait pelaksanaan laporan bulanan data kesakitan didapatkan proses pengumpulan LB1 bersumber dari register kunjungan pasien, buku register pelayanan dalam gedung dan luar gedung dan pelayanan puskesmas berupa berkas rekam medis sedangkan pustu berupa lembar nota pembayaran. Proses pengolahan LB1 dibuat secara komputerisasi dengan menggunakan microsoft excel dan masih terdapat pengolahan secara manual, Proses penyajian LB1 disajikan dalam bentuk tabel secara manual, tabel excel dan grafik excel, Proses pengiriman LB1 dalam bentuk soft copy dan hard copy tetapi masih terdapat puskesmas yang mengalami keterlambatan dalam pengiriman.
GAMBARAN PENYEBAB TIDAK DITEMUKAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DIBAGIAN PENYIMPANAN RSUD BUDHI ASIH
Azidah, Mega Puspita;
Muniroh, Muniroh;
Putra, Daniel Happy;
Widjaja, Lily
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1853
Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis harus disimpan karena berguna untuk perawatan pasien selanjutnya dan berpengaruh dalam kelancaran dan kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyebab tidak ditemukannya rekam medis untuk mengetahui penyebab tidak ditemukannya rekam medis rawat jalan di bagian penyimpanan RSUD Budhi Asih dengan 5 unsur manajemen yaitu man, money, method, material, machine. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kejadian misfiled yang terjadi sebanyak 0,34%. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rekam medis salah tempat dan tidak ditemukan (misfiled). Dari hasil penelitian penyebab tidak ditemukannya rekam medis dari faktor manusia, terdapat petugas bukan dari D3 RMIK dan tidak mengikuti pelatihan. Faktor uang, anggaran pelatihan yang belum tentu waktunya. Faktor metode sudah memiliki SOP. Faktor bahan, penggunaan map yang tebal namun jika sedikit sobek hanya diperbaiki. kurangnya rak karena keterbatasan ruang, petugas ada yang tidak mengisi buku ekspedisi, Faktor mesin/alat tracer/outguides petugas terkadang lupa/salah penempatannya, masih terdapat map rekam medis lama tidak menggunakan kode warna.
TINJAUAN KEBUTUHAN KODER BERDASARKAN BEBAN KERJA UNIT REKAM MEDIS DI RS IMANUEL BANDAR LAMPUNG
Bangun, Gabriella Eviana;
Muniroh, Muniroh;
Putra, Daniel Happy;
Widjaja, Lily
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1854
RS Imanuel merupakan salah satu rumah sakit tipe B di kota Bandar Lampung. Rata-rata kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap di RS Imanuel setiap harinya adalah 217 dan 28 pasien. Dalam penyelenggaraan kegiatan koding di RS Imanuel diketahui jumlah koder yang ada adalah 1 (satu) orang. Seiring bertambahnya jumlah pasien setiap tahunnya maka beban kerja pada setiap bagian juga akan terus meningkat yang menyebabkan perlunya penyesuaian antara jumlah tenaga dengan beban kerja yang ada khususnya pada bagian koding di RS Imanuel supaya pelayanan lainnya tidak terhambat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah kebutuhan tenaga bagian koding berdasarkan beban kerja di RS Imanuel. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode perhitungan Analisis Beban Kerja Kesehatan(ABK-Kes). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada Kepala Instalasi Rekam Medis dan tenaga rekam medis yang melakukan kegiatan koding. Dari hasil penelitian diketahui waktu kerja tersedia (WKT) koder adalah 1.400 jam/tahun atau 84.000 menit/tahun. Rata-rata lama waktu kegiatan koding rawat jalan dan rawat inap adalah 0,84 menit dan 4,69 menit. Standar beban kerja (SBK) koder untuk rawat jalan dan rawat inap adalah 100.000 dan 17.910 rekam medis/tahun. Jumlah kebutuhan koder sebesar 2 (dua) orang sedangkan jumlah yang ada saat ini adalah 1 (satu) orang, maka perlu ditambah 1 (satu) orang.
Analisis Spasial Tuberkulosis 2018 – 2020 : Kabupaten Magelang, Indonesia
Amalia, Ana Ichlasul
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1915
Tuberkulosis sebagai penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Menurut WHO Indonesia merupakan negara dengan kasus tuberkulosis tertinggi kedua setelah India. Kasus Tuberkulosis di Kabupaten Magelang masih merupakan kasus yang cenderung fluktuatif. Analisis spasial merupakan suatu analisis geografis mengenai data penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penyakit menular tuberkulosis secara spasial di Kabupaten Magelang Jawa Tengah Tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan desain penelitian deskriptif. Instrumen berupa aplikasi Quantum GIS 3.14.0 dalam proses pembuatan peta. Subjek pada penelitian ini menemukan 1.608 penderita kasus tuberkulosis dari tahun 2018 – 2020. Data yang digunakan yaitu data sekunder kasus tuberkulosis Kabupaten Magelang tahun 2018 – 2020 berdasarkan kecamatan yang terdiri dari 21 kecamatan. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tahun 2018 – 2020 jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Secang dan Kecamatan Grabag. Pada tahun 2020 terjadi penurunan kasus di kecamatan Secang. Berbeda dengan Kecamatan Grabag yang selalu mengalami peningkatan kasus. Gambaran spasial TBC berdasarkan wilayah kecamatan saling berdekatan dan berdasarkan kontak erat penderita yang dekat. Dapat memastikan bahwa populasi penduduk, wilayah yang berdekatan dan kontak erat dengan jumlah kasus tubberkulosis di Kabupaten Magelang.
KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSA KASUS NEOPLASMA MENGGUNAKAN ICD-10 DI RS SANTA ELISABETH MEDAN
Simbolon, Pomarida
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1918
Medical record is a file that contains notes and documents about patient identity, examination, treatment, actions and other services that have been provided to patients and documented in the disease classification coding system. One of the disease codifications is neoplasm, which is a grouping of diseases into a group of similar disease code numbers according to ICD-10. Neoplasm cases are one of the most common diagnoses at Santa Elisabeth Hospital, Medan. The aim of the study was to determine the diagnosis coding for neoplasms at Santa Elisabeth Hospital, Medan. Descriptive research design. Data collection is done by observation. The number of samples used were 34 documents with simple random sampling technique. The research was carried out in July 2021. Data analysis was carried out descriptively. The results obtained that the completeness of the morphological code for the diagnosis of neoplasms in the inpatient medical record documents carried out at the Santa Elisabeth Hospital, namely 28 documents (82.4%) were complete, and 4 documents (17.6%) were incomplete. The accuracy of the topographic code for the diagnosis of neoplasms was complete with 31 documents (73.5%) and 3 documents incomplete (14.7%). The factor that causes the inaccuracy of coding is that it is difficult for the coding officer to read the doctor's writing, so it is necessary to train coding officers.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS GAWAT DARURAT BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN MIRM 13.1.1 SNARS EDISI 1 DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SELOGIRI TAHUN 2020
Zakiyah, Erna -
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.1998
Berdasarkan survei masih ditemukan ketidaklengkapan pengisian rekam medis gawat darurat di RS Muhammadiyah Selogiri yang tidak sesuai dengan ketentuan akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelengkapan pengisian rekam medis gawat darurat berdasarkan elemen penilaian MIRM 13.1.1 SNARS Edisi 1 di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri tahun 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan sampel 99 dan total populasi 6723 rekam medis gawat darurat tahun 2020. Metode penelitian wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan kelengkapan review identifikasi 100%, Kelengkapan review autentifikasi 81,8% , Kelengkapan review pencatatan 67,7% dan pemenuhan elemen 1, 2 dan 4 terpenuhi sebagian dan elemen 3 terpenuhi lengkap berdasarkan standar MIRM 13.1.1. Pengisian formulir gawat darurat berdasarkan MIRM 13.1.1 SNARS di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri masih belum lengkap.
AKURASI KODE ICD-10 KASUS PEMERIKSAAN KEHAMILAN PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK
Andriani, Rika
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.2015
Akurasi kode klinis penting untuk evaluasi kualitas layanan kesehatan, penagihan klaim biaya, penelitian, dan pelaporan. Kode yang akurat akan menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. Pemeriksaan kehamilan merupakan kondisi terbanyak yang ditangani di Klinik Obstetri dan Ginekologi dan ditemukan 60% ketidakakuratan kode. Penelitian bertujuan untuk menganalisis akurasi kode pemeriksaan kehamilan berdasarkan ICD-10. Penelitian ini merupakan mixed method sequential explanatory (kuantitatif-kualitatif) dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berupa objek terdiri dari 138 data pasien yang terpilih menggunakan teknik total sampling. Subyek penelitian 1 orang coder dan 1 orang dokter yang terpilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis univariat dan analisis data kualitatif menggunakan content analysis. Akurasi kode pemeriksaan kehamilan pada kategori akurat sampai 3 digit sebesar 22,4% dan tidak akurat sebesar 77,6%. Ketidakakuratan kode pemeriksaan kehamilan disebabkan oleh ketidaksesuaian kualifikasi SDM, pemilihan diagnosis dan kode hanya berdasarkan kondisi saat pasien melakukan pemeriksaan, dan kode diagnosis pada database rekam medis elektronik belum lengkap. Untuk meningkatkan akurasi kode perlu dilakukan pelatihan ICD-10 untuk dokter, dokter atau bidan melakukan review kondisi dan riwayat lain pasien, audit kode secara berkala, dan melengkapi database pada rekam medis elektronik sesuai ICD-10.
GAMBARAN KELENGKAPAN PENULISAN NAMA PASIEN DALAM REKAM MEDIS DI INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN (LITERATURE REVIEW)
Pirwandini, Vira
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2021): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jmiak.v4i2.2038
Rekam medis ialah kumpulan berkas atau kesan dari sesuatu yang diucapkan atau dituliskan mengenai keadaan pasien dari masa ke masa, yang sifatnya rahasia. Rekam medis harus menampung data medis yang menggambarkan dengan rinci semua aspek dari asuhan pasien yang terjadi. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan yaitu 100%. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis menggambarkan pelayanan kesehatan yang diberikan dan mutu pelayanan rekam medis. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap akan menyebabkan petugas kesehatan kesulitan dalam mengenali riwayat penyakit pasien dan klaim kepada pihak asuransi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui persentase, faktor ketidaklengkapan penulisan nama pasien pada rekam medis pasien dan mengetahui strategi untuk mencapai kelengkapannya. Penelitian ini menggunakan desain literature review. Berdasarkan gambaran literature review yang telah dilakukan terhadap 21 jurnal didapatkan ketidaklengkapan pengisian nama pasien pada rekam medis pasien. Berdasarkan persentase ketidaklengkapan penulisan nama pasien pada rekam medis pasien dari 20 jurnal yang dimasukan dalam literature review terdapat 17 jurnal dengan kategori sangat baik. Faktor ketidaklengkapan yang terbanyak disebabkan karena faktor man yaitu keterbatasan waktu, sedangkan pasien yang begitu banyak sehingga pengisian pada item nama tidak terlengkapi. Adanya SPO, sebagai satu diantara strategi yang diberlakukan untuk kelengkapan pengisian formulir rekam medis.Kata kunci: Penamaan, Faktor Ketidaklengkapan, Strategi Kelengkapan