cover
Contact Name
Julia Pertiwi
Contact Email
jmiakrecmed@gmail.com
Phone
+6282310902010
Journal Mail Official
jmiakrecmed@gmail.com
Editorial Address
“Program Studi Rekam Medis & Informasi Kesehatan” Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara Jl. Letjend. Sujono Humardani No. 01, Jombor, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta - Jawa Tengah 57521. Telp (0271) 593156, Fax (0271) 591065,
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan
ISSN : 26216612     EISSN : 26226944     DOI : https://doi.org/10.32585/jmiak.v1i1.119
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), diterbitkan oleh Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan UNIVET. Terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Juni dan November. Berisi naskah ilmiah berupa hasil penelitian, studi literatur/ artikel review, editorial dan makalah ilmiah/ paperdi bidang Ilmu Rekam Medis, Manajemen Informasi Kesehatan dan Administrasi/ Kebijakan di Bidang Kesehatan.
Articles 274 Documents
APLIKASI SENSUS HARIAN RAWAT INAP BERBASIS DESKTOP UNTUK MEMPERCEPAT REKAPITULASI DATA SENSUS HARIAN RUMAH SAKIT XX MALANG Achmad Zani Pitoyo; Fina Mafaza Salisa
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.678

Abstract

Kegiatan rekapitulasi sensus harian di RS XX Malang sering mengalami keterlambatan penyerahan kepada pihak internal. Salah satu penghambat adalah proses collecting- nya. Perawat melakukan penyerahan pengumpulan lembar sensus harian   ruangan-ruangan kepada petugas pelaporan secara langsung.. Hal ini menjadi salah satu penghambat ketepatan waktu penyelesaian rekapitulasi sensus harian, karena perawat harus menyerahkan dengan cara mendatangi langsung petugas pelaporan. RS perlu di bantu untuk memanfaatkan penggunaan aplikasi-aplikasi yang secara teoritis dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitis tugas pekerjaan adminsitrasi.   Tujuan penelitian ini adalah  membuat dan mengujicobakan aplikasi sensus harian;  menguji pengaruh aplikasi tersebut terhadap durasi waktu penyelesaian rekapitulasi data; menganalisa perbedaan waktu rekapitulasi data sensus harian tersebut sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi. Metode yang  libatkan  dalam pengembangan aplikasi adalahwaterfall. Termasuk black box testing  dan HCI (Human Computer Interaction ). Desain studi menggunakan  kuasi eksperimen One-Group Pre-Post Test Design dengan uji paired-sample t-test.  Hasil penelitin menunjukkan skor uji fungsi black box testing = 85; skor HCI = 17. Hasil  pre-test menunjukkan mean durasi proses rekapitulasi sensus adalah 18 menit 32 detik. Sedangkan hasil post-test hanya membutuhkan waktu 2 menit 23 detik, sehingga perbedaan rata-rata waktu yang dibutuhkan dari hasil Pre-Post Test sebanyak 16 menit 9 detik. Paired-Sample T-Test mendapatkan hasil akhir sig.0,000 yang berarti H1 diterima.Kesimpulan ditarik adalah bahwa penggunaan aplikasi sensus harian rawat inap berbasis desktop dapat mempercepat proses akhir rekapitulasi data sensus harian rawat inap. Rekomendasi :1) pihak rumah sakit agar mempertimbangkan aplikasi untuk diimplementasikan. 2) Pengembangan dengan  penambahan menu grafik Barber-Johnson dan penambahan fungsi laporan pasien rujuk atau dirujuk, sehingga data yang terkumpul akan menjadi lebih informatif
GAMBARAN PROGRAM PENGENDALIAN MALARIA DI KOTA LUBUK LINGGAU Tri Bayu Purnama
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.451

Abstract

Indonesia is one of the countries that are endemic to malaria with the prevalence of malaria cases in 2010 at 22.9 per 1000 population. A solution to reduce malaria cases in Indonesia is to develop a malaria elimination program. So based on this issue, the aim of this study was to find out an overview of malaria control programs in LubukLinggau City. The malaria control program in LubukLinggau City had not yet a specific goal in the malaria control program but the program has a technical strategy and activities in the malaria control program. The malaria control program activities carried out are treatment using chloroquine, distribution of insecticide, larvacide bed nets, spraying and laboratory tests. The malaria control program had not yet reached the target that can be seen from AMI and API in 2013 but also had not yet reached the target for LubukLinggau City. Then the problems in the malaria control program are the absence of malaria control programs, no malaria cases treated with ACT, as many as 4.2% of malaria cases were laboratory confirmed and program evaluation only referred to outcome indicators.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN POST OP FRAKTUR UNTUK MELAKUKAN RANGE OF MOTION (ROM) Prita Devy Igiany
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i02.160

Abstract

Range Of Motion (ROM) is an exercise performed to maintain or improve the ability to move the joints normally to increase muscle mass and tone. ROM is performed in patients with post-op fractures with the aim of reducing the risk of contractures and preventing thrombus formation in post-op fracture patients. This study aims to determine the factors that influence post-op fracture patients to perform ROM in Cendrawasih Room II Arifin Achmad Hospital Pekanbaru. This study is a correlational study that is research that examines the relationship between variables, where the results of the study were analyzed using Fisher and Chi Square. Sampling in this study was purposive sampling with the number of respondents as many as 30 respondents from the population of post-op fracture patients. The results of this study indicate that there is no significant relationship between pain and knowledge of ROM implementation with a value of p> 0.05. Based on the results of statistical tests for family support, there is a relationship between family support for the implementation of ROM with p <0.05.Keywords: post-op fracture, range of motion
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM LOKASI PENYIMPANAN DESENTRALISASI REKAM MEDIS DI RS SYUHADA HAJI BLITAR kartika sari wanodya
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.728

Abstract

Latar Belakang: RS Syuhada Haji Blitar menggunakan sistem lokasi penyimpanan rekam medis secara desentralisasi. Terdapat empat tempat penyimpanan rekam medis yaitu di TPP IGD dan rawat inap, TPP poliklinik umum, TPP klinik kandungan, serta di unit rekam medis. Sistem penjajaran yang digunakan ialah SNF dan secara kronologis. Dampak yang sementara terlihat ialah missfile, duplikasi dan komplain.Tujuan: Mengevaluasi pelaksanaan sistem penyimpanan desentralisasi di RS Syuhada Haji Blitar.Metode Penelitian:Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, rancangan penelitian fenomologis. Subjek penelitian yaitu 11 petugas rekam medis,2 perawat,1 asisten perawat. Objek penelitian yaitu sistem penyimpanan berkas.Hasil: Faktor yang mendasari adalah kebijakan dan alokasi dana. Penjajaran menggunakan SNF dan penyimpanan kronologis. Adanya penyatuan berkas untuk kesinambungan. Perawat dan asisten perawat melakukan penerimaan dan penyimpanan. Pelaporan secara manual dan komputerisasi. terdapat rencana pengubahan ke penyimpanan sentralisasi.Hambatan: filing dikerjakan semua orang, penumpukan berkas yang belum diolah, tidak ada trolly. Dampak : missfile karena tracer tidak digunakan, duplikasi akibat salah pencarian di sistem dan akibat missfile, lama pencarian berkas rawat inap,  berkas pasien lebih dari satu, terjadi pemeriksaan dari awal kembaliKesimpulan:Terdapat kebijakan tertulis terhadap pelaksanaan sesuai teori, cara penyimpanan dan penjajaran sesuai teori namun tidak sesuai kebijakan dan SOP. Perawat dan asisten perawat melakukan penyimpanan, penerimaan tidak sesuai dengan undang-undang. Pelaporan secara manual dan komputerisasi sesuai dengan undang-undang. Adanya rencana ke sentralisasi agar penyimpanan sistematis sesuai dengan teori.. Terdapat kebijakan penggunaan tracer namun tidak dilaksanakan, waktu pencarian berkas rawat inap tidak sesuai undang-undang. Berkas lebih dari satu dan pemeriksaan dari awal tidak sesuai dengan teori agar berkesinambungan.
Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Penyakit Hernia Dengan Metode Analisis Kuantitatif Bima Yunus Dzulhanto
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i1.121

Abstract

Berdasarkan hasil survei pendahuluan pasien diagnosis Hernia yang dilakukan di RSUD dr.Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Dalam survey awal terhadap 10 dokumen rekam medis diagnosa Hernia ditemukan ketidaklengkapan pada review autentikasi nama dan tanda tangan dokter yaitu 3 (30%) terisi lengkap sedangkan 7 (70%) belum terisi lengkap. Tujuan penelitian adalah mengetahui kelengkapan pengisian identifikasi pasien, pelaoran penting, autentifikasi dan teknik pencatatan dokumen rekam medis pasien rawat inap pasien Hernia. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah dokumen rekam medis Hernia yang berjumlah 217 periode tahun 2016 dengan besar sampel sebanyak 43 dokumen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, Instrumen penelitian menggunakan checklist dan pedoman wawancara, pengumpulan data secara observasi dan wawancara tidak terstruktur dan Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa review identifikasi pasien ketidaklengkapan tertinggi berdasarkan nama sebanyak 20 (46,51%) dan umur sebanyak 21 (48,84%) terdapat pada formulir catatan perkembangan pasien terintegrasi, sedangkan nomor rekam medis sebanyak 22 (51,16%) terdapat pada formulir surat pernyataan rawat inap, review pelaporan penting ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 1 (2,33%) terdapat pada formulir laporan operasi dan anastesi, review autentikasi ketidaklengkapan berdasarkan nama dokter/ perawat tertinggi sebanyak 20 (46,51%) terdapat pada formulir ringkasan asuhan keperawatan dan berdasarkan tanda tangan dokter/ perawat ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 16 (37,21%) terdapat pada formulir hasil laboratorium, review teknik pencatatan yang tidak benar tertinggi jelas terbaca sebanyak 9 (20,93%) terdapat pada formulir ringkasan asuhan keperawatan, tidak benar pembetulan kesalahan tertinggi sebanyak 15 (34,88%) terdapat pada formulir catatan perkembangan pasien terintegrasi dan pemberian garis tetap tidak dilakukan dengan benar sebanyak 41 (95,35%) terdapat pada formulir ringkasan masuk dan keluar. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan sebaiknya petugas assembling lebih memaksimalkan penggunaan lembar kelengkapan pengisian catatan medis agar dapat meminimalisir dokumen yang tidak terisi.Kata kunci : Kelengkapan Pengisian, Pasien Hernia
SISTEM KEWASPADAAN DINI (SKD) KLB DBD DI KABUPATEN SRAGEN Julia Pertiwi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.456

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral disease that is transmitted by mosquitoes, so there is the potential for outbreak. The aim of this study are to determine the implementation of DHF’s outbreak response conducted by “Posko DBD Sragen”. The study design is case study using qualitative studies. Variables that are data collection and processing; data presentation and analysis; and conclusions and follow-up. The study was conducted in August - October 2019 with 6 respondents. “Posko DBD Sragen” is 35 units and reporting dengue cases regularly on the same day, the collection is done by Whats App group. Presentation of data using tabulations and combined with graphs to make it easy to do descriptive analysis. Data analysis has been carried out since making weekly tabulations, so that any abnormalities that occur in the work area can be immediately identified precautions. Presentation and analysis of data is done by analyzing people, places and times.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN I BANTUL D.I.Y Tutik Wahyuningsih
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 2, No 1 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i01.447

Abstract

Background: The results of the preliminary study conducted can be seen that the level of public health literacy at puskesmas banguntapan I still relatively low this is known when researchers conducted a trial of 10 respondents by using NVS (New Vital Sign) of the 6 questions about an ice cream nutrition label 7 of the 10 respondents had a low literacy level with a score of 1-2 classified as a low category, researchers used the ice cream nutrition label because to determine the lavel of public health literacy the treatment at puskesmas banguntapan I. Objective: to find out the factor age, education, work that influence health at literacy at Puskesmas Banguntapan I. Methods: This type of research uses quantitative descriptive with cross sectional design. The instrument of this study used the NVS questionnaire (Newest Vital Sign). The variables measured are age, education, work that is associated with health literacy. Primary data were analyzed using the chi square test. The sample in this study amounted to 100 respondents in the Puskesmas Banguntapan I. Result : there is influence of age on health literacy (p=0,038%<0,05). There is an influence of education on health literacy (p=0,000<0,05), there is effect of work on the level of health literacy (p=0,043<0,05). Conclusion: Based on the results of data analysis there is an influence between age, education, and work on health literacy.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED (WISN) DI UPTD PUSKESMAS WERU TAHUN 2020 Sri Wahyu Ningsih; Fahmi Hakam; Yul Asriati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i2.1005

Abstract

The Workload Indicator Staff Need (WISN)is an indicator that shows the amount of staffneeded at health facilities based on workload, so that location or relocation will be easier andmore rational. There is medical record officer at the UPTD health center Weru in the outpatientregistration section who continues his education so that in his work duties must be replaced byofficers in the filing division. Filing officers concurrently have duties as registration officers.Cause the workload of officers is high and officers in carrying out their duties are not inaccordance with the established SOP. The purpose of this study was to calculate availableworking time, workload standards, allowance standards and the need for medical record personelat the UPTD health center Weru. This type of research is a descriptive study with a cross sectionalapproach.. The subjects in this study were 3 medical record staff and the object was the medicalrecord staff. Data collection was carried out by observation and interviews with medical recordofficers at the UPTD health center Weru. The research instrument was an observation cheklist andinterview guidelines.The calculation is done using the WISN method. It is known that the availableworking time is 1,925 hours / year or 115,500 minutes / year, the need for the workload foroutpatient registration is 452,375 minutes, the filing section is 2.749.542 minutes, the inpatientregistration section or the emergency room is 420,063 minutes. The standard calculation ofallowance is 0.15 hours / year, the calculation of the need for personnel is 5 personnel, so it isnecessary to add 1 officer in the outpatient registration section of the UPTD healt center Werut.
DETERMINAN PEMANFAATAN PROGRAM PELAYANAN NIFAS SESUAI STANDAR KN3 DI PUSKESMAS NAGASWIDAK, PALEMBANG TAHUN 2017 Endah Widya Purnamasari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 1, No 2 (2018): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v1i02.156

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is the health development success indicator of the health sector. In 2012 there were 43 maternal deaths with 18 deaths in the puerperium Palembang District. Postpartum maternal deaths could prevented by doing postnatal service. Based on data from Palembang District Health Office in 2016 coverage postpartum mothers in Nagaswidak Community Health Center 72,74% lower than target of 97% and even from year to year undergo a decline. This study aims to analyze related factors of postnatal visit in Nagaswidak community health center of Palembang. This study is analytic with cross sectional design. The samples were 51 postnatal women. Analysis of the data used is the Chi-square test (α = 0.05). The results of this study showed that there was a relationship between age, knowledge, attitudes, ease of transportation access, midwife participation and family support (p <0.05) and there was no correlation between education, employment, health service officer availability concierge services, and distance to access with postnatal visit.Keyword: Post Partum, Postnatal Visit
GAMBARAN PENGELOLAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS X fiqi nurbaya; yustika ayu okta; bella kurnia
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 3, No 1 (2020): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v3i01.703

Abstract

Penyelenggaraan rekam medis untuk mencapai tertib administrasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas. Penyelenggaraan rekam medis sangat dibutuhkan sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif menggambarkan sistem pengelolaan dokumen rekam medis puskesmas. Hasil penelitian 1) Sistem penamaan menggunakan identitas asli pasien berupa KTP. 2) Sistem penomoran menggunakan satu nomor untuk pemeriksaan seterusnya. 3) Penjajaran dokumen rekam medis diurutkan berdasarkan kode wilayah pada masing-masing sub rak, dimana dokumen dijajarkan dari angka kecil ke besar. 4) Sistem penyimpanan secara sentralisasi. 5) Retensi dokumen dilakukan secara kondisional. 6) Sistem Pelaporan bersumber dari SP3. 7) Sistem Pengelolaan Dokumen Rekam Medis : assembling, coding, indexing, analysing and reporting, filing.Kata kunci : puskesmas, dokumen, rekam medis

Page 1 of 28 | Total Record : 274