cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019" : 52 Documents clear
PERBEDAAN HASIL BELAJAR PKn MATERI POKOK PEMBELAAN TERHADAP NEGARA MENGGUNAKAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD SISWA KELAS IX SMP Arwani Rahmawati
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.142 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata hasil belajar PKn antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dan siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX UPTD SMPN 2 dan 3 Torjun Sampang sebanyak 92 orang. Teknik pengumpulan data adalah metode tes tertulis yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar PKn siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t atau t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa thitung (14,990) > ttabel (1,987) atau nilai probabilitas (p) < 0,05 dalam taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata hasil belajar PKn antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dan siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Multimedia Pada Materi Program Linear Untuk Kelas XI SMK Kustianah .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.184 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang berupa perangkat pembelajaran matematika berbasis multimedia yang layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi program linear di Kelas XI SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto terutama bagi siswa Prakerin. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther yang terdiri dari enam tahap yaitu Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing dan Distribution. Data pada penelitian ini ada 2 macam yaitu data kualitatif yang diperoleh dari ahli materi dan ahli media serta angket respon siswa dan data kuantitatif yang berupa hasil pre test dan post test dari 32 siswa. Dari analisis data disimpulkan bahwa (1) perangkat pembelajaran berbasis multimedia dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi ahli materi dan hasil validasi ahli media, (2) perangkat pembelajaran berbasis multimedia dinyatakan efektif yang dibuktikan dengan respon siswa positif dan ketuntasan belajar siswa mengalami kenaikan sebesar 59,37% dari 28.13% menjadi 87.5%.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VI Nur Achmadi
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2579.349 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berbicara antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dan siswa yang diajarkan menggunakan metode diskusi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI MI Ianatul Latifiyah Arosbaya dan MI Husnul Khotimah Burneh Bangkalan sebanyak 80 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen observasi kemampuan berbicara. Teknik pengumpulan data adalah metode observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t atau t-test. Hasil uji t menunjukkan bahwa thitung (2,540) > ttabel (1,991) atau nilai sig. (0,013) < 0,05 dalam taraf signifikansi 5%. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berbicara antara siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dan siswa yang diajarkan menggunakan metode diskusi.
Pengembangan Media E-Learning dengan Pemanfaatan Aplikasi Moodle Sebagai Bahan Ajar Bahasa Inggris pada Siswa Kelas X di SMK Kristen Petra Surabaya Ign Hendra Wicaksono
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1722.793 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.912

Abstract

ABSTRAK Wicaksono, Ign. Hendra. 2019. Pengembangan Media E-Learning dengan Pemanfaatan Aplikasi Moodle Sebagai Bahan Ajar Bahasa Inggris pada Siswa Kelas X di SMK Kristen Petra Surabaya. Tesis, Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Pembimbing (1) Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., (2) Dr. Retno Danu R, M.Pd. Don.ignasius@gmail.com; 2. mustaji@unesa.ac.id; 3. retno.danu@unipasby.ac.id Kegiatan pembelajaran dikelas pada umumnya masih teacher center atau proses pembelajaran satu arah, yang dimaksudkan adalah guru sebagai satu-satunya sumber belajar. Secara teknis siswa dan guru hanya berinteraksi melalui sebuah penjelasan dan pertanyaan yang disampaikan guru kepada siswa. Kemudian siswa hanya mencatat dan menjawab pertanyaan yang telah dijelaskan. Sistem pembelajaran seperti ini membuat siswa malas untuk aktif dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Siswa akan terbiasa dengan segala sesuatu yang otomatis, belum mampu berpikir kreatif dan tidak mampu untuk memberikan keputusan sendiri karena siswa tidak dilibatkan secara langsung. Media e-learning untuk membuat suatu perubahan sikap dan pola belajar siswa serta lingkungannya sangat dibutuhkan. Pengamatan tentang teknis proses pembelajaran secara analisis Nampak bahwa siswa akan bersikap aktif, mampu berpartisipasi dan mampu berbicara secara langsung jika menggunakan media e-learning dalam proses pembelajarannya. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan pengembangan ini adalah : (1) Menghasilkan media e-learning yang layak dengan pemanfaatan aplikasi moodle sebagai bahan ajar bahasa Inggris pada siswa kelas X di SMK Kristen Petra Surabaya. (2) Menghasilkan media e-learning yang efektif dengan pemanfaatan aplikasi moodle sebagai bahan ajar bahasa Inggris pada siswa kelas X di SMK Kristen Petra Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Dikatakan penelitian pengembangan, dikarenakan dalam penelitian ini menyimpulkan suatu produk. Dalam penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan media e-learning dengan pemanfaatan aplikasi Moodle sebagai bahan ajar bahasa inggris dalam upaya peningkatan daya tarik peserta didik terhadap pembelajaran bahasa inggris dan meningkatkan efektifitas pembelajaran. Uji coba produk dilakukan melaui dua cara, yaitu secara teoritis dan secara empiris. Secara teoritis, uji coba dilakukan terhadap materi dan media e-learning dengan penilai ahli materi sedangkan secara empiris dilakukan uji coba produk pengembangan yang penilaiannya dilakukan oleh pendidik dan peserta didik. bahwa pengembangan media pembelajaran e-learning dengan pemanfaatan aplikasi moodle (1) Menarik untuk peserta didik dan (2) Membantu tugas pendidik dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di SMK Kristen Petra Surabaya. Kata-kata kunci: Media e-learning, moodle, bahan ajar, Bahasa Inggris
Pengaruh Metode Penugasan Dengan Teknik Reward dan Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 2 MI Sabilillah Pasanggar Pegantenan Pamekasan Abdul Hafid
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.928 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.914

Abstract

Rendahnya motivasi di dalam pembelajaran mengindikasikan rendahnya Self Regulate Learning yang membuat siswa merasa kurang tertarik dan menyebabkan kurangnya aktivitas di dalam kelas. Motivasi intrinsik dapat dikembangkan dengan menggunakan metode penugasan dengan teknik reward/ Pemberian hadiah. Metode belajar ini (Metode penugasan dengan teknik reward) dapat digunakan dan bisa meningkatkan Self Regulate Learning siswa.Tujuan dari menggunakan Metode penugasan dengan teknik reward dan self regulate learning terhadap hasil belajar Matematika Adalah: Meningkatkan motivasi pembelajaran yang membuat siswa merasa lebih tertarik dan bertujuan untuk melihat hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan dengan teknik reward dan Melihat hasil belajar antara siswa yang memiliki Self Regulate Learning tinggi dengan Self Regulate Learning rendah serta melihat interaksi antara metode pembelajaran dengan Self Regulate Learning.Metode yang digunakan Adalah Desain eksperimen True Experimental Design dengan jenis Pretes-postest Control Group Design. Dikatakan True Experimental Design karena dalam rancangan ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi eksperimen (Sugiyono, 2017: 112). Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretes untuk mengetahui keadaan awal, adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok control
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn POKOK BAHASAN KASUS PELANGGARAN HAM PADA SISWA KELAS XI SMA Marwiyah .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.258 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil belajar PPKn pada pokok bahasan kasus pelanggaran HAM antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan IPS SMAS Ma’arif dan SMAS Ar-Raudhah Bangkalan dengan total sebanyak 239 orang siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sehingga didapatkan dua kelas eskperimen dan dua kelas kontrol dengan total sebanyak 100 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t atau t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar PPKn pokok bahasan kasus pelanggaran HAM antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) dan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. Hasil ini ditunjukkan dengan t-hitung (5,266) > t-tabel (1,984) dan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 dalam taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori terhadap pencapaian hasil belajar PPKn pokok bahasan kasus pelanggaran HAM pada siswa kelas XI SMA.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL INQUIRY LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Siti Marliyah
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.423 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.917

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang mendapat perlakuan model inquiry learning dan siswa yang mendapat perlakuan model discovery learning; (2) perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah; dan (3) adanya interaksi antara penggunaan model inquiry learning dan discovery learning dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 2. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Keboansikep 1 dan 2 Kota Sidoarjo sebanyak 109 siswa. Metode pengumpulan data adalah metode tes tertulis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anova dua jalur. Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran inquiry learning dan siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran discovery learning; (2) ada perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah; dan (3) ada interaksi yang signifikan antara penggunaan model inquiry learning dan discovery learning dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DENGAN MODEL DICK AND CAREY DAN MENGGUNAKAN CONCEPT MAPPING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 SAMPANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2018/2019 Ike Nurmala Widyastuti; Iskandar Wiryokusumo; Sugito .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.94 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.924

Abstract

Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka agar mereka dapat belajar secara mandiri dengan bimbingan minimal dari pendidik. Penggunaan modul dalam pembelajaran bertujuan agar siswa dapat belajar mandiri tanpa guru. Sesuai dengan kurikulum 2013 yang sudah direvisi 2016, modul yang digunakan di sekolah ini tidak sesuai dengan silabus pembelajaran. Ada beberapa materi yang dihilangkan dan ada beberapa materi yang ditambah. Untuk mengantisipasi ini maka perlu dilakukan konsep pembelajaran yang sesuai yaitu mapping concept. Prosedur dalam penelitian ini mengadopsi model Dick and Carey sehingga terangkum dalam empat tahapan. (1) Tahap pendefinisian kebutuhan. (2) Tahap desain produk. (3) Tahap pengembanagn dan Evaluasi dan (4) Tahap desiminasi produk. Karena keterbatas waktu peneliti hanya sampai di tahap ke- 3 yaitu pengembangan. Validasi untuk menguji kelayakan modul dari aspek konstruksi dan isi diperoleh presentasi penilaian modul sebesar 95%. Validasi terhadap tampilan modul secara fisik diperoleh nilai sebesar 92,36%. Validitas kesesuian terhadap materi diperoleh penilaian modul sebesar 94,1%. Validitas terhadap penyajian ilustrasi diperoleh presentase penilaian modul sebesar 97,5%. Untuk menilai kebahasaan dimintakan validasi terhadap satu orang dosen Bahasa dan Sastra Indonesia diperoleh presentase penilaian modul dari aspek Bahasa sebesar 97,5%. Untuk menilai aspek desain dimintakan validasi terhadap satu orang dosen Teknologi Pendidikan diperoleh presentase penilaian modul dari aspek desain sebesar 88,16% Uji keterbacaan modul dari siswa diperoleh presentase penilaian sebesar 88,46%. Berdasarkan pada penilaian Linkert selang 81%-100% termasuk kategori sangat layak walaupun harus melakukan beberapa revisi atas masukan dan saran dari para Validator, teman sejawat dan siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) PADA MATERI DESCRIPTIVE TEXT KELAS X SEMESTER 1 SMK ANTARTIKA 1 SIDOARJO Vita Rositawati; Iskandar Wiryokusumo; Djoko Adi W
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.743 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.927

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengembangan perangkat pembelajaran kooperatif Team Accelerated Instruction, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran model kooperatif tipe TAI pada materi Descriptive Text di kelas X SMK; (2) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe TAI pada materi Descriptive Text di kelas X SMK. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Adapun yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan siswa dan tes hasil belajar. Model pengembangan yang digunakan berdasarkan model pengembangan oleh Kemp dengan 9 langkah. Subjek penelitian untuk kelas uji coba adalah 31 siswa dan subjek penelitian untuk kelas implementasi adalah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Team Accelerated Instruction berkualitas baik karena memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. . Aspek kevalidan terpenuhi karena hasil validasi perangkat yang dikembangkan menunjukkan valid dengan rata-rata hasil validasi semua validator untuk setiap aspek minimal 3. Aspek kepraktisan terpenuhi karena skor penilaian kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran baik dan siswa terlibat aktif selama mengikuti Keefektifan pembelajaran kooperatif Team Accelerated Instruction menunjukkan capaian efektif karena guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran model kooperatif tipe Team Accelerated Instruction berkategori baik untuk setiap pertemuan. Respon siswa positif, yaitu 92,31% merespon positif terhadap aspek yang dinilai terhadap pembelajaran model kooperatif tipe Team Accelerated Instruction. Hasil belajar secara klasikal tuntas, yaitu sebesar 83,33% tuntas belajar dengan nilai rata-rata 77,67.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN MENDIAGNOSA SISTEM STARTER MATA PELAJARAN PKKR KELAS XI TKR SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Aniyah .
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1853.536 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i2.929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) perbedaan pemahaman mediagnosa antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran berbasis video interaktif dan siswa yang diberi perlakuan dengan media gambar, 2) perbedaan pemahaman mendiagnosa antara siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, 3) ada tidaknya interaksi antara penggunaan media pembelajaran berbasis video interaktif dan media gambar terhadap pemahaman mendiagnosa sistem starter pada mata pelajaran PKKR ditinjau dari motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI kompetensi keahlian TKR tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah 189 siswa. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur pemahaman mendiagnosa dan angket untuk mengumpulkan data motivasi belajar siswa.. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varian (anova) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan pemahaman mendiagnosa antara siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis video interaktif dan media gambar; 2) ada perbedaan pemahaman mendiagnosa antara siswa yang memiliki motivasi rendah dan motivasi tinggi; dan 3) ada interaksi antara siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis video interaktif dan media gambar terhadap pemahaman mendiagnosa ditinjau dari motivasi belajar siswa.

Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue