Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13 No 2 (2010): Desember"
:
10 Documents
clear
PERANAN PROSES PERANCANGAN PRODUK PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN SKALA KECIL MENENGAH DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS
Nurcahyanie, Yunia Dwie
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3522.696 KB)
The most of small-scale industry in Indonesia is at a center community. The activities of the entrepreneur of small scale industrial if seen from pattern link of its job environmentally its business own is difference of among one small entrepreneur with other. Based on the difference pattern of its link hence the small entrepreneur can be grouped into mains entrepreneur, entrepreneur of free entrepreneur and follower. The main entrepreneur is important position, which can determine to succeed in the reassignment of small industry at one particular of a center community. Therefore, to evaluate the readiness of small industry in face of free trade era hence attention and target of development shall be addressed to mains entrepreneur.
PENTINGNYA BUDGET PRODUKSI DALAM PENETAPAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU
subakir, subakir
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1637.182 KB)
Perusahaan pabrikan yang kegiatan utamanya produksi, salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengelolaan kebutuhan bahan baku. Pengelolaan persediaan bahan baku yang kurang tepat akan mengakibatkan terjadinya kekurangan bahan baku sehingga akan mengakibatkan macetnya produksi, sebaliknya jika xerjadi penumpukan persediaan bahan baku yang berlebihan akan mengakibatkan pemborosan dalam pemakaian modal kerja, sehingga kegiatan perusahaan tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budget produksi dalam menentukan budget kebutuhan bahan baku. Sampel dalam penelitian ini adalah budget produksi dan bahan baku tahun 2001 —2007 dengan teknik sampel purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi, dianalisis dengan regresi sederhana (Y = a + bX). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persamaan Y = 176683,2 + 3,682X atau budget bahan baku Y 176883,2 + 3,682, dan nilai t sebesar 2,504 serta signifikan 0,054 lebih besar dari 0,05 atau dengan kata lain 0,054 `> 0,05 dengan demikian Ho dittolak dan H. diterima artinya budget produksi berpengaruh terhadap budget bahan baku pada PT. Ispat Wire Product, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi "Ada pengaruh budget produksi dalam menentukan budget kebutuhan bahan baku pada PT. Ispat Wire Product Surabaya diterima dan terbukti kebenaranya"
KONTRIBUSI PARTISIPASI DAN MOTIVASI ANGGOTA TERHADAP PERKEMBANGAN KOPERASI DWIJA KARYA UNIPA SURABAYA
Handayani, Cristina Menuk S
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.776 KB)
Koperasi Dwija Karya UNIPA Surabaya, sebagai salah satu lembaga koperasi yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan perkembangan perekonomian khususnya anggota dan masyarakat pada umumnya akan bisa hidup, tumbuh dan berkembang apabila mendapatkan dukungan dari anggotanya. Adanya partisipasi dan keinginan untuk mengembangkan dari para anggota dalam berkoperasi maka kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar. Memperhatikan kondisi diatas maka perlu dikaji kontribusi partisipasi dan motivasi anggota pengaruhnya terhadap perkembangan koperasi Dwija Karya UNIPA Surabaya.Penelitian dilakukan pada 60 anggota koperasi yang berstatus karyawan pada tahun buku 2010. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Untuk mengetahui valid tidaknya instrumen yang telah dibuat di uji dengan menggunakan Korelasi Person dan untuk menguji kehandalan instrumen digunakan koefisien reliabilitas(Alpha Cronbach).Setelah data didapatkan selanjutnya dilakukan analisis Regresi Berganda yang sebelumnya dilakukan uji penyimpangan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar R = 0,806 hal ini berarti ada kontribusi antara variabel partisipasi dan motivasi anggota terhadap variabel perkembangan koperasi. Hal ini dibulaikan dari nilai koefisien determinasi R Squere sebesar 0,650 yang berarti variabel partisipasi dan motivasi anggota dapat mempengaruhi variabel perkembangan koperasi sebesar 65 % sedangkan 35 % perkembangan koperasi dapat dipengaruhi okh faktor-faktor diluar variabel independennya. Pengujian Hipotesis pertama dilakukan dengati menggunakan uji-F terhadap kedua variabel diperoleh hasil nilai F-hitung sebesar 52,837 dengan nilai sig. sebesar 0,000 maka berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 < 0,05) sehingga Tolak Ho dan terima Hi yang artinya partisipasi dan motivasi anggota mempunyai kontribusi terhadap perkembangan Koperasi Dwija Karya UN1PA Surabaya. Untuk itu demi kemajuan Koperasi Dwija Karya UN1PA Surabaya hendaknya pengelola selalu memberikan dorongan kepada para anggota untuk senantiasa ikut memiliki Koperasi, karena maju mundurnya koperasi bukan hanya dari pengurus saja melainkan juga partisipasi para anggotanya
INTEGRAL STUDY OF THE SILK ROADS ARE COMMERCIAL BUSINESS
Lestari, Bernadetta
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3659.361 KB)
The Silk Roads over land, sea or the steppe, were above all a means of communication and dialogue between civilizations. The exsistence of the routes, whose origins are lost in the mists of time, but whose history can be traced back over more than 2000 years, made an inestimable contribution to the civilization of mankind. At their peak, the Silk Roads took on a significance which was both cultural and commercial. It seemed almost as if the western gate of the city of Chang"An (Xian), capital of China during the Tang dynasty, opened directly into distant countries such as Persia; countries whence arrived not only an immense volume of commercial goods, but olso new ideas. Through these exchanges, countries in the west reaped enermous benefits from the vast sum of knowledge which had enriched the culture of the Chinese capital. These routes extended even beyond the practical terminal points in the MiddleEast and China, westwards as far as Rome or Venice and eastwards as far as Nara. (Draff. Unesco)
HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA
Adi, Bayu
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.182 KB)
Diberlakukannya era baru otonomi di Indonesia ditandai dengan keluamya Undang—Undang (UU) No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sampai dikeluarkanya. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua UU tersebut selain membawa konsekuensi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan perbaikan kinerja (personel maupun organisasi), mengingat banyaknya pergesekan dalam pelaksanaan otonomi antara penyelenggara pemerintah daerah pada UU No 22 dan 25. Menurut Mardiasmo (2002) pecan aparat daerah inilah keputusan—keputusan penting, seperti penetapan Anggaran, visi, misi, tujuan, dan kebijakan—kebijakan organisasi di buat. Sejalan dengan kewenangan dzn keleluasaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten untuk mengalur rumah tangganya, teruiama dari segi anggaran, maka hal tersebut telah memaksa para aparat daerah, teristimewa para pemimpin dan bawahan di lingkungan Pemda untuk terlibat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerahnya. Salah satu bentuk perwujudari yang hams diperhatikan dari keterlibatan dalam partisipasi penyusunan anggaran daerah. Mengingat anggaran dalam sektor publik yang di pandang sebagai sebuah instrumen utama kebijakan publik, serta merupakan salah satu elemen dari sistem pengendalian dan dalam hal ini pemerintah menggunakan sistem penganggaran bottom—up. Sementara itu di lain pihak terjadi adanya pergesekan antar pemimpin dalam hal desentralisasi wewenangnya, sedangkan kunci kesuksesan dari sistem bottom—up ini adalah pemimpin mendesentralisasikan wewenangnya dengan mendapatkan dukungan organisasi dari bawahannya.
PERANAN PROSES PERANCANGAN PRODUK PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN SKALA KECIL MENENGAH DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS
Nurcahyanie, Yunia Dwie
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The most of small-scale industry in Indonesia is at a center community. The activities of the entrepreneur of small scale industrial if seen from pattern link of its job environmentally its business own is difference of among one small entrepreneur with other. Based on the difference pattern of its link hence the small entrepreneur can be grouped into mains entrepreneur, entrepreneur of free entrepreneur and follower. The main entrepreneur is important position, which can determine to succeed in the reassignment of small industry at one particular of a center community. Therefore, to evaluate the readiness of small industry in face of free trade era hence attention and target of development shall be addressed to mains entrepreneur.
PENTINGNYA BUDGET PRODUKSI DALAM PENETAPAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU
subakir, subakir
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perusahaan pabrikan yang kegiatan utamanya produksi, salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengelolaan kebutuhan bahan baku. Pengelolaan persediaan bahan baku yang kurang tepat akan mengakibatkan terjadinya kekurangan bahan baku sehingga akan mengakibatkan macetnya produksi, sebaliknya jika xerjadi penumpukan persediaan bahan baku yang berlebihan akan mengakibatkan pemborosan dalam pemakaian modal kerja, sehingga kegiatan perusahaan tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budget produksi dalam menentukan budget kebutuhan bahan baku. Sampel dalam penelitian ini adalah budget produksi dan bahan baku tahun 2001 Ââ€â€2007 dengan teknik sampel purposive sampling. Data penelitian diperoleh dengan metode dokumentasi, dianalisis dengan regresi sederhana (Y = a + bX). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persamaan Y = 176683,2 + 3,682X atau budget bahan baku Y 176883,2 + 3,682, dan nilai t sebesar 2,504 serta signifikan 0,054 lebih besar dari 0,05 atau dengan kata lain 0,054 `> 0,05 dengan demikian Ho dittolak dan H. diterima artinya budget produksi berpengaruh terhadap budget bahan baku pada PT. Ispat Wire Product, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi "Ada pengaruh budget produksi dalam menentukan budget kebutuhan bahan baku pada PT. Ispat Wire Product Surabaya diterima dan terbukti kebenaranya"
KONTRIBUSI PARTISIPASI DAN MOTIVASI ANGGOTA TERHADAP PERKEMBANGAN KOPERASI DWIJA KARYA UNIPA SURABAYA
Handayani, Cristina Menuk S
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Koperasi Dwija Karya UNIPA Surabaya, sebagai salah satu lembaga koperasi yang ikut berpartisipasi dalam mewujudkan perkembangan perekonomian khususnya anggota dan masyarakat pada umumnya akan bisa hidup, tumbuh dan berkembang apabila mendapatkan dukungan dari anggotanya. Adanya partisipasi dan keinginan untuk mengembangkan dari para anggota dalam berkoperasi maka kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar. Memperhatikan kondisi diatas maka perlu dikaji kontribusi partisipasi dan motivasi anggota pengaruhnya terhadap perkembangan koperasi Dwija Karya UNIPA Surabaya.Penelitian dilakukan pada 60 anggota koperasi yang berstatus karyawan pada tahun buku 2010. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Untuk mengetahui valid tidaknya instrumen yang telah dibuat di uji dengan menggunakan Korelasi Person dan untuk menguji kehandalan instrumen digunakan koefisien reliabilitas(Alpha Cronbach).Setelah data didapatkan selanjutnya dilakukan analisis Regresi Berganda yang sebelumnya dilakukan uji penyimpangan regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar R = 0,806 hal ini berarti ada kontribusi antara variabel partisipasi dan motivasi anggota terhadap variabel perkembangan koperasi. Hal ini dibulaikan dari nilai koefisien determinasi R Squere sebesar 0,650 yang berarti variabel partisipasi dan motivasi anggota dapat mempengaruhi variabel perkembangan koperasi sebesar 65 % sedangkan 35 % perkembangan koperasi dapat dipengaruhi okh faktor-faktor diluar variabel independennya. Pengujian Hipotesis pertama dilakukan dengati menggunakan uji-F terhadap kedua variabel diperoleh hasil nilai F-hitung sebesar 52,837 dengan nilai sig. sebesar 0,000 maka berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 < 0,05) sehingga Tolak Ho dan terima Hi yang artinya partisipasi dan motivasi anggota mempunyai kontribusi terhadap perkembangan Koperasi Dwija Karya UN1PA Surabaya. Untuk itu demi kemajuan Koperasi Dwija Karya UN1PA Surabaya hendaknya pengelola selalu memberikan dorongan kepada para anggota untuk senantiasa ikut memiliki Koperasi, karena maju mundurnya koperasi bukan hanya dari pengurus saja melainkan juga partisipasi para anggotanya
INTEGRAL STUDY OF THE SILK ROADS ARE COMMERCIAL BUSINESS
Lestari, Bernadetta
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Silk Roads over land, sea or the steppe, were above all a means of communication and dialogue between civilizations. The exsistence of the routes, whose origins are lost in the mists of time, but whose history can be traced back over more than 2000 years, made an inestimable contribution to the civilization of mankind. At their peak, the Silk Roads took on a significance which was both cultural and commercial. It seemed almost as if the western gate of the city of Chang"An (Xian), capital of China during the Tang dynasty, opened directly into distant countries such as Persia; countries whence arrived not only an immense volume of commercial goods, but olso new ideas. Through these exchanges, countries in the west reaped enermous benefits from the vast sum of knowledge which had enriched the culture of the Chinese capital. These routes extended even beyond the practical terminal points in the MiddleEast and China, westwards as far as Rome or Venice and eastwards as far as Nara. (Draff. Unesco)
HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA
Adi, Bayu
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diberlakukannya era baru otonomi di Indonesia ditandai dengan keluamya UndangÂâ€â€Undang (UU) No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sampai dikeluarkanya. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua UU tersebut selain membawa konsekuensi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan perbaikan kinerja (personel maupun organisasi), mengingat banyaknya pergesekan dalam pelaksanaan otonomi antara penyelenggara pemerintah daerah pada UU No 22 dan 25. Menurut Mardiasmo (2002) pecan aparat daerah inilah keputusanÂâ€â€keputusan penting, seperti penetapan Anggaran, visi, misi, tujuan, dan kebijakanÂâ€â€kebijakan organisasi di buat. Sejalan dengan kewenangan dzn keleluasaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten untuk mengalur rumah tangganya, teruiama dari segi anggaran, maka hal tersebut telah memaksa para aparat daerah, teristimewa para pemimpin dan bawahan di lingkungan Pemda untuk terlibat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerahnya. Salah satu bentuk perwujudari yang hams diperhatikan dari keterlibatan dalam partisipasi penyusunan anggaran daerah. Mengingat anggaran dalam sektor publik yang di pandang sebagai sebuah instrumen utama kebijakan publik, serta merupakan salah satu elemen dari sistem pengendalian dan dalam hal ini pemerintah menggunakan sistem penganggaran bottomÂâ€â€up. Sementara itu di lain pihak terjadi adanya pergesekan antar pemimpin dalam hal desentralisasi wewenangnya, sedangkan kunci kesuksesan dari sistem bottomÂâ€â€up ini adalah pemimpin mendesentralisasikan wewenangnya dengan mendapatkan dukungan organisasi dari bawahannya.