Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARA PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DENGAN KINERJA Adi, Bayu
Majalah Ekonomi Vol 13 No 2 (2010): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.182 KB)

Abstract

Diberlakukannya era baru otonomi di Indonesia ditandai dengan keluamya Undang—Undang (UU) No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, serta UU No. 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sampai dikeluarkanya. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah dan UU No. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua UU tersebut selain membawa konsekuensi bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan perbaikan kinerja (personel maupun organisasi), mengingat banyaknya pergesekan dalam pelaksanaan otonomi antara penyelenggara pemerintah daerah pada UU No 22 dan 25. Menurut Mardiasmo (2002) pecan aparat daerah inilah keputusan—keputusan penting, seperti penetapan Anggaran, visi, misi, tujuan, dan kebijakan—kebijakan organisasi di buat. Sejalan dengan kewenangan dzn keleluasaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten untuk mengalur rumah tangganya, teruiama dari segi anggaran, maka hal tersebut telah memaksa para aparat daerah, teristimewa para pemimpin dan bawahan di lingkungan Pemda untuk terlibat dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerahnya. Salah satu bentuk perwujudari yang hams diperhatikan dari keterlibatan dalam partisipasi penyusunan anggaran daerah. Mengingat anggaran dalam sektor publik yang di pandang sebagai sebuah instrumen utama kebijakan publik, serta merupakan salah satu elemen dari sistem pengendalian dan dalam hal ini pemerintah menggunakan sistem penganggaran bottom—up. Sementara itu di lain pihak terjadi adanya pergesekan antar pemimpin dalam hal desentralisasi wewenangnya, sedangkan kunci kesuksesan dari sistem bottom—up ini adalah pemimpin mendesentralisasikan wewenangnya dengan mendapatkan dukungan organisasi dari bawahannya.
ANALISIS KINERJA PAJAK PERTAMBAHAN NILAI YANG TERUTANG WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP KEPATUHAN UNDANG-UNDANG PPN Adi, Bayu
Majalah Ekonomi Vol 23 No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.866 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penjelasan tentang kinerja kepatuhan PPN PT. tiga serangkai Prosentase dari Tahun 2012-2016. Laporan Keuangan Perusahaan kinerja PPh Badan ditunjukanya mentaati aturan perpajakan atau undang—undang perpajakan. Hasil Prosentase Data ini menunjukkan 5 % artinya bahwa untuk menanggung risiko Penyerahan BKP kepada pedagang perantara, DPP adalah harga yang disepakati antara pedagang perantara dan pembeli menunjukan bahwa banyaknya pembelian barang yang di tanggung oleh Penerbit yang tidak menggunakan PPN. Ini menunjukan bahwa sebaiknya PT Tiga serangkai mempunyai rekanan yang Ber NPWP karena kalau tidak ber NPWP maka perusahaan yang membayarnya. Selanjutnya dari Hasil Prosentase Data ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan PT Tiga Serangkai untuk memenuhi kewajiban Pajaknya masih dalam taraf kewajaram hal ini di tunjukan dari Hasil rata-rata (mean) rasio Perhitungan antara Ber PPN dan tidak ber PPN hasilnya lebih kecil lebih kecil. Data ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi untuk rekanan bisnis lebih kecil dibandingkan dengan yang ber PPN dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Pengaruh Partisipasi Penyusunan Pajak Penghasilan Badan Yang Terutang Terhadap Kinerja Bagian PPh Badan Dengan Koreksi Fiskal Sebagai Penentu Kebijakan Bayu Adi; Moh Afrizal Miradji
Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol 20, No 02 (2020): Jurnal Akuntansi dan Pajak Vol. 20 No. 2, Januari 2020
Publisher : ITB AAS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.281 KB) | DOI: 10.29040/jap.v20i2.732

Abstract

According to Hidayat (2013) in terms of financial statements, there are many contradictions within the company and the many interests that exist within the company in preparing financial statements to prepare their taxes to be compiled as Corporate Tax Income Tax reports (Article 25 Income Tax) many conflicts in preparing corporate tax reports, starting from income tax article 21 to income tax article 25 of the profit / loss statement, so that the tax return can be reported as a corporate taxpayer, then in this case before reporting and avoiding tax errors, a fiscal correction is needed to carry out tax preparation. According to Agustina (2007) states that in the preparation of taxes it is necessary to have coordination from various parties who use interests in the use of company finances due to future policy determinants.From this research it is found that in the process of preparing corporate tax many companies do not correct fiscal financial reports, many accounts are not included in the tax calculation, so that if used can reduce the tax burden.In addition, companies can be used to gain investor trust and fairness entities.From expenditures and reports can show the fiscal can show the performance of Corporate Income Tax goes well.The second proof that in the tax preparation process using fiscal correction shows the fairness of a tax obligation.In this case the fiscal financial statements and if corrected fiscal will cause good corporate income tax performance.This shows that there are no tax arrears in a corporate entity because the company complies with company regulations.
Analisis Pemilihan Portofolio Optimal pada Kombinasi Indeks Bisnis-27 Menggunakan Single Index Model Rina Fariana; Bayu Adi
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 1 (2018): Juni
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v5i1.6613

Abstract

Investment is an important thing for everyone as an alternative in the storage of funds and to gain profit. Investors are faced with two things in making investments, namely risk and return. Diversification is one way to minimize risk by forming a portfolio of stocks. This study aims to determine and analyze optimal portfolio selection using single index model.The type of research used in this research is descriptive research with quantitative approach. The object of this research is using the company collected in BISNIS-27 index, with the research period from 2011 to 2015. The data collection method used is purposive sampling, where the company to be analyzed is only companies listed in BISNIS-27 stock index consistently during nine (9) periods from February 1, 2011 to July 31, 2015, and stocks are not suspended during the period February 1, 2011 to July 31, 2015. Data required in the analysis of data is historical price of stocks and IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Analyzer using microsoft excel.
PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DESA KARANGKUTEN KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO Aristha Purwanthari Sawitri; Rina Fariana; Bayu Adi Bayu Adi; Suhariyanto Suhariyanto; Martha Suhardiyah
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 1 (2020): FEBRUARY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.769 KB) | DOI: 10.9744/share.6.1.28-31

Abstract

Guna mempermudah dalam melakukan penghitungan pajak dan pelaporannya secara self assesment maka pelaku UMKM perlu melakukan penyusunan pelaporan fiskal. Dalam penyusunan pelaporan fiskal didasarkan atas pelaporan keuangan komersial yang disesuaikan dengan peraturan perpajakan. Bagi pelaku UMKM dapat menggunakan dasar Standar Akuntansi Keuangan Untitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) yang telah dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Desa Karang Kuten Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto merupakan desa yang memiliki banyak potensi dan UMKM. Pada desa ini ditemukan bahwa pelaku UMKM masih banyak yang belum memiliki pemahaman mengenai pajak terutama belum memahami perhitungan pajak yang harus dibayar serta belum memahami pembuatan pelaporan pajak. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, maka tim dosen memberikan solusi atas permasalahan yang ditemukan antara lain  memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhanan guna membantu pelaku UMKM.  Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini pertama sosialisasi, kedua pelatihan dan ketiga pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelaku UMKM telah mampu untuk menyusun laporan keuangan untuk mengetahui jumlah omzet, pelaku UMKM telah mampu menghitung pajak penghasinal final dan menyusunan laoran fiskal sebagai dasar penghitungan pajak penghasilan kepada pengusaha UMKM di Desa Karang Kuten Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran untuk menjalankan kewajibannya dalam membayar pajak.In order to make it easier to do tax calculation and self-assessment reporting, MSME actors need to prepare fiscal reporting. In the preparation of fiscal reporting based on commercial financial reporting adjusted to tax regulations. MSMEs can use the basis of the Financial Accounting Standards without Public Accountability (SAK-ETAP) that has been made by the Indonesian Institute of Accountants. Karang Kuten Village Gondang District Mojokerto Regency is a village that has a lot of potential and MSMEs. In this village, it was found that there were still many SMEs who did not have an understanding of taxes, especially not understanding the calculation of taxes to be paid and did not understand making tax reporting. Based on the problems faced by SMEs, the lecturer team provides solutions to the problems found, among others, providing training in preparing financial statements to help MSME entrepreneurs. The method used in this community service activity is firstly socializing, secondly training and thirdly mentoring. The results of community service activities are that MSMEs have been able to compile financial reports to find out the turnover, MSMEs have been able to calculate the final criminal tax and compile a fiscal report as a basis for calculating income tax for MSME entrepreneurs in Karang Kuten Village, Gondang District, Mojokerto Regency. By carrying out this service activity, it can increase awareness to carry out its obligations in paying taxes.
COMPARISON ANALYSIS OF TAX INCOME OF CLAUSE 25 OF SMALL, MEDIUM, AND MICRO BUSINESS UPON GOVERNMENTAL REGULATION 23 ABOUT TURNOVER (A case study in Orlando Pizza Small, Medium, and Micro Business Surabaya) Bayu Adi; Moh Afrizal Miradji
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 4, No 01 (2020): IJEBAR, VOL. 04 ISSUE 01, MARCH 2020
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v4i01.916

Abstract

Small, Medium, and Micro Business of Orlando Pizza Surabaya is food business that is built since 2013. This pizza is liked by many circles in Surabaya area and around it. Besides that, Orlando Pizza sells the products by online and offline. The lovers are generally from circles of lecturers, students, and Surabaya people generally by various kinds of toppings. Sometimes, Orlando Pizza Surabaya together with the sales, it achieves turnover around Rp 15,000,000 per month, so therefore, about the taxation entity, Orlando Pizza Surabaya wants to compare between using report of Income Tax 25 of Small, Medium, and Micro Business or using clause of Income Tax 23 i.e. 1% from turnover. Based on the case above, one that becomes measure/method according to Yaana (2018) she explained it becomes 0.5% from turnover, therefore, I as a researcher wants to use this research as comparison reference and it can be made as example by other Small, Medium, and Micro Businesses about comparison entity between using financial report entity and entity compared as follows. Keywords: Small, Medium, and Micro Business, Tax Income 31 E, Governmental Regulation 46 of Turnover, Tax Income 25 of Small, Medium, and Micro Business
Pelatihan Pembukuan Sederhana Untuk Meningkatkan Kinerja Keuangan Pelaku Usaha Di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto Rina Fariana; Fauziyah; Teguh Purwanto; Bayu Adi
Ekobis Abdimas Vol 1 No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.1.2339

Abstract

Salah satu penggerak utama laju perekonomian desa adalah adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola sepenuhnya oleh mayarakat desa. Desa Kebotunggul memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan dan dikellola sehingga bermanfaat bagi penduduk masyarakat desa. Adapun potensi Desa Kebontunggul meliputi peternakan unggas, perikanan lele, industri mebel, industri rumah tagga (keripik tortila, jamur dan jamu) dan wisata edukasi. Banyaknya potensi yang terdapat di Desa Kebontunggul terutama sebagai desa wisata sebaiknya diiringi dengan pengelolaan yang baik sehingga bisa memberikan nilai manfaat yang lebih khususnya bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pengelolaan dan pembinaan tersebut dapat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah mengenai manajemen pengelolaan keuangan pelaku usaha dan BUMDes. Sumber daya manusia pengelola BUMDes Desa Kebontunggul sebagai penggerak perekonomian desa sangat kurang memadai, hal ini dibuktikan dengan kurangnya kegiatan administrasi yang dilakukan oleh BUMDes Desa Kebontunggul seperti pembuatan dokumen, pengarsipan, pembukuan keuangan dan penggunaan alat elektronik seperti komputer termasuk dalam melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha di desa. Hal ini menyebabkan pelaporan BUMDes tidak bisa menghasilan laporan secara benar yang diikuti oleh pelaku usaha yang ada di desa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya pelatihan pembukuan sederhana sebagai upaya peningkatan kinerja keuangan BUMDes pelaku usaha. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu mitra telah mampu melakukan pembukuan sederhana, menentukan HPP yang sesuai dan sampai penyusunan laporan keuangan dengan baik dan rutin sehingga mitra bisa menjadi desa percontohan
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Berbasis Teknologi bagi Pelaku UMKM di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Tri Ariprabowo; Ch. Menuk Sri Handayani; Bayu Adi; Subakir
Ekobis Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity is focused on the dissemination and training for financial report preparation based on information technology for small and medium enterprises. The management of small and medium business in Banjarsari Village, Cerme, Gresik had not fully used information technology in the preparation of their financial statements. The method which used in this community service activity was a socialization method about using of information technology in financial management preparation and continued by conducting training and practice in preparing financial reports using information technology. The results of the community service activities showed that small and medium businesses were highly motivated to compile their financial reports using information technology and have been able to record transactions using computer applications. The results of this community service activity are expected to increase transparency and accountability in financial management for small and medium enterprises.
Penguasaan Kompetensi dalam Pengembangan UMKM Digital di Kelurahan Taman Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Siti Samsiyah; Christina Menuk Sri Handayani; Subakir; Bayu Adi
Ekobis Abdimas Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengangguran tersebut dapat menjadi polemic baru bagi program pemerintah UMKM Go Online, bahwa program pemerintah UMKM Go Online merupakan industry baru bagi Bangsa Indonesia yang harus segera diantisipasi dengan peningkatan sejumlah kompetensi agar dapat bersaing di dunia inudstri khususnya terutama dengan menciptakan lapangan-lapangan kerja agar dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran. Revolusi program pemerintah UMKM Go Online dapat menjadi ancaman pengangguran massal di masa depan, dimana kehadiran mesin dan teknologi yang begitu cepat mengharuskan sumber daya manusia-sumber daya manusia di Indonesia, untuk meningkatkan keterampilannya dan jangan sampai tersaingi oleh robot. Sehingga saat ini yang menjadi salah satu fokus adalah pada para pelaku UMKM dapat mennjadi wirausaha dengan menciptakan lapangan pekerjaan dengan pemanfaatan digital platform. Menjadi pekerja dan wirausaha tentu tidaklah mudah, diperlukan berbagai keahlian dan keterampilan serta tekad dan semangat yang kuat untuk mewujudkannya. Masyarakat berupaya memanfaatkan tekonologi supaya bisa meningkatkan penjualannya melalui online yaitu aplikasi-aplikasi Watshup, Fassbook, Instragam, Twiteer, Tiktok, Shopee dan lain-lain.