cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 27762165     DOI : https://doi.org/10.36456/majeko
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2012): Juli" : 16 Documents clear
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA suharyanto, suharyanto
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2458.521 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang layanan administrasi dan kinerja pegawai masih belum sesuai dengan harapan lembaga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang menghasilkan lulusan di bidang pendidikan dan mampu menghasilkan kader bangsa berperilaku profesional, mampu melakukan riset dan memiliki jiwa kewirausahaan. Salah satu kuncinya adalah pengelolaan sumber daya manusia melalui Kepemimpinan sebagai aktivitas utama dalam pencapaian tujuan organisasi serta Budaya Organisasi yang dilaksanakan merupakan faktor dalam penentuan kinerja pegawai. Penelitian ini untuk mengkaji: 1)Pengaruh Gaya kepemimpinan dan Budaya Organisasi secara simultan terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 2)Pengaruh Gaya Kepemimpinan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan 3) Pengaruh budaya Organisasi secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei melalui kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dengan jumlah sampling 91 responden yang merupakan pejabat struktural di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kelayakan instrumen diuji melalui tes validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan program SPSS v.19. Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1)Secara simultan Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan melalui uji model summary (R2) sebesar memberi sumbangan 42,8 % dan dari uji Fiutung ditunjukkan dengan nilai 32,917 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 berarti Ho ditolak Ha diterima artinya variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel terikat. (2)Secard parsial Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 3,664 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 34,4 %. dan (3)Secara parsial Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 4,338 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 40,7 %.
PERBANKAN SYARIAH DAN PELAPORAN AKUNTANSI SYARIAH suhardiyah, martha
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.142 KB)

Abstract

Pada era terakhir ini di Indonesia berkembang usaha berciri syariah diantaranya adalah bank syariah, walaupun masih banyak terdapat Bank Umum dan bank Perkreditan Rakyat yang melayani kepentingan masyarakat . Lahirnya bank Syariah merupakan suatu jawaban dari keinginana sebagian penduduk Indonesia yang beragama Islam, dimana pada bank ini tidal( diberlakukanya bunga atas modal sebagai balas jasa bagi nasabah ataupun pihak bank yang telah menanamkan modalnya pada pihak lain . Dalam ajaran Islam bunga dianggap sebagai riba sehingga merupakan hal yang haram.Pada Bank Syariah diberlakukannya sistem bagi hasil keuntungan maupun kerugian kepada para nasabah. Untuk mengetahui berapa besar bagi hasil dan bagi rugi maka bank diwajibkan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan standart akuntansi keuangan yang berlaku.
STRATEGI MENINGKATKAN KINERJA PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS) DI JAWA TIMUR DENGAN MEMBANGUN KOMPETENSI ORGANISASI lasiyono, untung; istikhoroh, siti
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2808.434 KB)

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenis perusahaan jasa dihadapkan pada perubahan lingkungan bisnis global yang memicu intensitas persaingan antara sesama penyedia jasa pendidikan tinggi. Untuk menjaga eksistensinya, masing-masing akan berusaha menawarkan jasa berkinerja tinggi dengan menciptakan kompetensi organisasi. Beberapa faktor diprediksi mempengaruhi kompetensi yaitu lingkungan bisnis (X1), pembelajaran organisasi (X2), dan reputasi (X3). Bersama-sama dengan kompetensi (Y1) yang terbentuk, ketiga faktor diprediksi akan mempengaruhi rencana strategis (Y2). Populasi penelitian sebanyak 283 PTS Jatim dengan sampel sebanyak 72 PTS yang ditetapkan berdasarkan teknik quota sampling. Analisa data menggunakan statistik regresi Tinier berganda diperoleh kesimpulan bahwa ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kompetensi maupun rencana strategis. Faktor reputasi berpengaruh dominan terhadap kompetensi tetapi tidak berpengaruh secara parsial terhadap rencana strategis. Pada tataran teoritis penelitian ini mendukung beberapa penelitian terdahulu, sedangkan pada tataran praktis berfungsi sebagai masukan bagi pimpinan PTS di Jawa Timur tentang pentingnya membentuk kompetensi superior sebagai bagian dari tingkat keunggulan bersaing yang berkelanjutan dalam rangka memenangi persaingan.
PENGARUH SISTEM PENGHARGAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PADA PT. ANEKA GAS INDUDTRI WILAYAH V JAWA TIMUR pwt, teguh
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.395 KB)

Abstract

Seseorang akan termotivasi dengan penghargaan yang diperoleh jika penghargaan tersebut dapat memuaskannya. Penghargaan yang dapat memuaskan karyawan biasanya berkaitan dengan hasil dan pekerjaan karyawan itu sendiri atau yang dikenal dengan penghargaan ekstrinsik. Hubungan antara penghargaan dan kepuasan tidak dipahami dengan sempurna karena sifatnya juga tidak statis. Hubungan tersebut berubah karena orang dan lingkungannya berubah. Akan tetapi, ada beberapa hal penting yang dapat di gunakan sebagai pertimbangan untuk mendistribusikan penghargaan. Pertama, penghargaan tersebut harus cukup memuaskan kebutuhan dasar manusia. Peraturan pemerintah, perjanjian kerja, dan kejujuran manajerial telah menyediakan penghargaan minimum dalam hampir semua lingkungan kerja. Kedua, individu cenderung membandingkan penghargaan yang mereka peroleh dengan penghargaan yang di peroleh orang lain. Jika dianggap tidak adil, maka akan menimbulkan ketidakpuasan. Oleh karena itu dalam mendistribusikan penghargaan, pihak manajemen harus mempertimbangkan perbedaan individu. Jika tidak dipertimbangkan maka proses pemberian penghargaan akan kurang efektif dari yang diharapkan. Setiap penghargaan harus cukup memuaskan kebutuhan dasar, dianggap adil, diorientasikan secara individual.
KONTRIBUSI UPAH DAN MASA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI PADA DEVISI KAPAL PERANG PT. PAL INDONESIA (PERSERO) Handayani, Cristina Menuk S
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1840.601 KB)

Abstract

Upah dan masa kerja erat kaitanya dengan produktivitas tenaga kerja, dimana upah merupakan penghargaan dari energi karyawan yang telah menginventasikan kemampuannya didalam berproduksi. Sedangkan masa kerja atau sering disebut sebagai lenght of service" berkaitan erat dengan senioritas, sejauh mana tenaga kerja dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam bekerja tergantung dari kemampuan, kecakapan dan ketrampilan. Tidak berbeda dengan PT. PAL Indonesia (Persero) sebagai perusahaan yang bergerak dibidang assembling membutuhkan tenaga kerja yang memiliki skill dan dedikasi yang tinggi. Berkaitan dengan keadaan diatas maka dalam penelitian ini akan dikaji sejauh mana kontribusi upah yang diberikan dan masa kerja yang telah dijalani dengan produktivitas kerja khusus tenaga kerja bagian produksi pada Devisi Kapal Perang dengan harapan dapat memberikan informasi dalam menentukan kebijakan perusahaan selanjutnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 115 orang, dengan menggunakan random sampling sampel diambil sejumlah 90 orang, data didapatkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan regresi 1 inier berganda yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrument serta uji penyimpangan regresi , uji hipotesis dengan menggunakan Uji-f dan melalui uji t dengan membandingkan thttung (th) dengan ttabel(tt) pada a 0,05. Setelah dilakukan analisis dengan bantuan program SPSS didapatkan basil koefisien korelasi sebesar sebesar R = 0,640. Sedangkan pada koefisien determinasi R Square (R2) sebesar 0,410. Hal ini menunjukkan bahwa Upah dan Masa kerja dapat memberikan kontribusi terhadap Produktivitas Tenaga Kerja sebesar 41 %. Hasil uji-F diperoleh nilai Fhitung sebesar 30,194 dengan nilai sig. sebesar 0,000 maka berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 < 0,05).Hasil uji-t diperoleh nilai thitung pada variabel upah sebesar 6,467 dengan nilai sig. sebesar 0,000 dan nilai thitung pada variabel masa kerja sebesar.2,384 dengan nilai sig. sebesar 0,019 maka secara sendiri-sendiri nilai sig. lebih kecil dari taraf signifikan (0,000 dan 0,019 < 0,05) Dari analisis tersebut upah memberikan kontribusi dominan sebesar 0,554 dengan nilai sig. 0,000. Dengan demikian simpulan penelitian ini adalah upah dan masa kerja memberikan kontribusi terhadap produktivitas tenaga kerja bagian produksi pada devisi kapal perang PT. PAL Indonesia (Persero). Variabel upah memberikan kontribusi yang lebih besar bila dibanding dengan masa kerja terhadap produktivitas tenaga kerja. Untuk itu masukan untuk kebijakan lebih lanjut agar pimpinan memberikan perhatian /empati yang maksimal terhadap tenaga kerja serta perlu memberikan penghargaan terhadap kinerja atau prestasi kerja yang memang mampu ditunjukkan oleh tenaga kerja untuk membedakan dengan tenaga kerja yang lainnya.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PHC SURABAYA. surabagiarta, i ketut
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2295.823 KB)

Abstract

Mutu pelayanan rumah sakit merupakan faktor yang mempengaruhi penilaian serta kepuasan pasien. Semakin rendah penilaian dan kepuasan pasien, semakin rendah mutu pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Penanganan Kegawatdaruratan Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya. Dimensi mutu pelayanan yang digunakan dalam penelitian • ini adalah dimensi_mutu menurut Yamit (2001:10)_y_ang mengiclentifikasi lima 5 (lima) dimensi mutu yang digunakan oleh para pelanggan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan meliputi bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Ernphaty). Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Directly reported satisfaction, dengan total sampel berjumlah 75 orang yang diambil dari populasi pasien rawat inap yang dirujuk dari Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya secara random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Regresi Linier Berganda. Pengujian dengan Regresi Linier menunjukkan terdapat pengaruh Kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap kepuasan pasien, dibuktikan dengan hasil R sebesar 0,787 atau 78,7 %. Kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Emphaty) mempunyai pengaruh simultan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya, dibuktikan dengan menggunakan uji F didapatkan nilai Fhitung (Fh ) sebesar 22,467. Menurut uji t menunjukkan kualitas pelayanan mempunyai nilai sig diatas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti langsung (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (Assuransce), dan empati (Emphaty) tidak mempunyai pengaruh parsial terhadap kepuasan pasien di lnstalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kepuasan pasien rawat inap paling dominan pada dimensi empati (Emphaty). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kualitas pelayanan secara simultan dapat mempengaruhi kepuasan pasien, namun secara parsial kurang mempengaruhi kepuasan pasien. Dimensi mutu empati (Emphaty) memiliki peran yang paling besar dalam menentukan mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit PHC Surabaya.
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PT. PELABUHAN INDONESIA III SURABAYA waryanto, r. bambang dwi; utomo, sigit prihanto
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.469 KB)

Abstract

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem akuntansi yang mengakui adanya pusat¬pusat pertanggungjawaban pada sebuah perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban timbul sebagai akibat adanya wewenang yang diberikan dan bagaimana mempertanggungjawabkannya dalam bentuk laporan tertulis. Laporan tersebut berupa laporan pertanggungjawaban yang dapat digunakan sebagai dasar analisa pengukuran prestasi kerja manajer untuk setiap pusat pertanggungjawaban dan pengendalian biaya. Biaya dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban dihubungkan dengan manajer yang memiliki wewenang untuk mengkonsumsi sumber daya. Karena sumber daya yang digunakan harus dinyatakan dalam satuan uang dan itu merupakan biaya, maka sistem akuntansi pertanggungjawaban merupakan satu metode pengendalian biaya yang memungkinkan manajemen untuk melakukan pengelolaan biaya. Berdasakan latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah melakukan riset mengenai penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alai pengendalian biaya. Variabel penelitian adalah Penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai variabel bebas (x) dan Pengendalian biaya sebagai variabel terikat (y). Populasi penelitian adalah laporan keuangan PT. Pelindo III Surabaya. Sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2008-2010 dengan pertimbangan agar data diharapkan tidak kadarluarsa (expired) yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan dokumentasi yang kemudian diolah dengan metode deskriptif dan komperatif.Berdasarkan pembahasan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa PT. Pelindo III telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban tercermin pada penyusunan anggaran yang telah melibatkan semua bagian, penggolongan biaya dan kode rekening, laporan pertanggungjawaban dan penyusunan struktur organisasi yang sangat jelas. Sedangkan untuk pengklasifikasian biaya, PT. Pelindo III cukup baik menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban.
KAJIAN LITERATUR PERBEDAAN BUDAYA DAN IKLIM ORGANISASI wibowo, tony susilo
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.292 KB)

Abstract

Keberadaan dan eksistensi organisasi tidak lepas dari peran anggota dalam berkiprah, begitu juga dengan warna yang melekat pada organisasi itu. Semua hal tersebut berhubungan dengan Iklim dan budaya organisasi yang terbentuk dalam sebuah organisasi. Secara definisi iklim merupakan sebuah deskripsi atau gambaran tentang organisasi dimana pada suatu kondisi tertentu karakteristik itu bersifat sementara dan dapat berubah, jika anggota berkehendak untuk mengubah, sedangkan budaya organisasi cenderung mengarah pada nilai, norma dan kepercayaan yang diyakini anggota untuk menjalankan tugasnya sehingga membentuk satu karakteristik tertentu dan akan bersifat lebih lama. Kedua hal tersebut, baik iklim maupun budaya akan terdapat dalam sebuah organisasi, dapat menjadi dua hal yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena keberadaannya saling mempengaruhi seiring dengan pengaruh lingkungan organisasi sehingga dapat disimpulkan bahwa iklim berangkat dari karakter masing-masing anggota yang kemudian berkembang dan mewarnai organisasi meski dalam satu waktu tertentu dapat berubah seiring perubahan pada organsiasi itu, sedangkan budaya berkembang dari nilai, norma dan keyakinan anggota yang kemudian meluas sehingga setiap anggota organisasi memahami kondisi tersebut dan dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama, keduanya merupakan sebuah fenomena dalam organisasi.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA suharyanto, suharyanto
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang layanan administrasi dan kinerja pegawai masih belum sesuai dengan harapan lembaga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang menghasilkan lulusan di bidang pendidikan dan mampu menghasilkan kader bangsa berperilaku profesional, mampu melakukan riset dan memiliki jiwa kewirausahaan. Salah satu kuncinya adalah pengelolaan sumber daya manusia melalui Kepemimpinan sebagai aktivitas utama dalam pencapaian tujuan organisasi serta Budaya Organisasi yang dilaksanakan merupakan faktor dalam penentuan kinerja pegawai. Penelitian ini untuk mengkaji: 1)Pengaruh Gaya kepemimpinan dan Budaya Organisasi secara simultan terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 2)Pengaruh Gaya Kepemimpinan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan 3) Pengaruh budaya Organisasi secara parsial terhadap Kinerja Pegawai di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei melalui kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dengan jumlah sampling 91 responden yang merupakan pejabat struktural di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kelayakan instrumen diuji melalui tes validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan metode regresi berganda dengan bantuan program SPSS v.19. Hasil analisis data diperoleh bahwa: (1)Secara simultan Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan melalui uji model summary (R2) sebesar memberi sumbangan 42,8 % dan dari uji Fiutung ditunjukkan dengan nilai 32,917 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 berarti Ho ditolak Ha diterima artinya variabel bebas secara simultan mempengaruhi variabel terikat. (2)Secard parsial Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 3,664 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 34,4 %. dan (3)Secara parsial Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dari thitung sebesar 4,338 dan ttabel 1,96 serta nilai Signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ho yang diajukan ditolak Ha diterima dan memberi sumbangan sebesar 40,7 %.
PERBANKAN SYARIAH DAN PELAPORAN AKUNTANSI SYARIAH suhardiyah, martha
Majalah Ekonomi Vol 16 No 1 (2012): Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era terakhir ini di Indonesia berkembang usaha berciri syariah diantaranya adalah bank syariah, walaupun masih banyak terdapat Bank Umum dan bank Perkreditan Rakyat yang melayani kepentingan masyarakat . Lahirnya bank Syariah merupakan suatu jawaban dari keinginana sebagian penduduk Indonesia yang beragama Islam, dimana pada bank ini tidal( diberlakukanya bunga atas modal sebagai balas jasa bagi nasabah ataupun pihak bank yang telah menanamkan modalnya pada pihak lain . Dalam ajaran Islam bunga dianggap sebagai riba sehingga merupakan hal yang haram.Pada Bank Syariah diberlakukannya sistem bagi hasil keuntungan maupun kerugian kepada para nasabah. Untuk mengetahui berapa besar bagi hasil dan bagi rugi maka bank diwajibkan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan standart akuntansi keuangan yang berlaku.

Page 1 of 2 | Total Record : 16